
''
''
Leon diam diam berkirim pesan pada Fatima mengatakan mungkin malam ini libur mengaji nya. Leon mengatakan sedang di pasar malam bersama Juna dan putra nya. Leon menunggu cukup lama Fatima membaca pesan nya.
''Barusan online kenapa belum di baca.'' gumam Leon dalam hati memasukan kembali ponsel nya dalam saku celana nya,
''Pak Leon.'' sapa Haikal yang juga berada di tempat yang sama.
''Haikal kamu di sini juga sama siapa.'' tanya Leon penasaran
''Sama Reyhan.'' jawab Haikal seraya menunjuk Reyhan yang sedang pesan minuman.
''Oh aku pikir kamu kesini dengan anak istrimu.'' ucap Leon lagi.
''Aku belum menikah pak jomblo sejati.'' ucap Haikal tanpa malu mengatakan status nya
''Rey sini.'' Haikal melambaikan tangan nya ketika melihat Reyhan bingung mencari keberadaan nya.
Reyhan dengan cepat menghampiri sahabat nya namun sedetik kemudian Reyhan memperlambat langkah kakinya ketika menyadari Haikal tak sendiri ada Leon bersama nya.
''Leon.'' panggil Reyhan canggung
''Hai kamu juga disini.'' ucap Leon tampak biasa seakan tidak mengetahui apa apa.
''Maaf aku beli minum nya cuma dua.'' ucap rehan tak enak hati seraya menunjuk kan minuman di tangan nya.
''Tidak apa apa aku sudah punya.'' ucap Leon menunjuk kan minuman nya.
''Seperti nya itu ada meja kosong kita duduk di sana saja.'' Haikal menunjuk ada tempat kosong untuk ketiga nya duduk.
''Pak Leon di sini sama siapa. Tanya Haikal penasaran.
''Aku sama sepupu ku. Dia sedang menemani putra nya bermain.'' ucap Leon seraya menunjuk kora kora,
Terasa getaran di saku celana Leon dengan cepat Leon melihat ponsel nya. Siapa tau Fatima sudah membalas wasup nya. Benar saja dugaan Leon Fatima susah membaca pesan nya dan membalas nya.
''Wah senang nya bisa pergi. Sudah lama aku tidak lagi pergi ke pasar malam semenjak ummi tidak ada. Dahulu aku juga suka pergi bersama ummi.''
Tulis Fatima dalam pesan balasan nya.
''Apa kamu mau aku belikan makanan nanti biar Rima yang membawa ke rumah mu.''
__ADS_1
Tulis Leon di pesan balasan nya.
''Apa tidak apa apa. Aku takut merepotkan mu.''
Tulis fatima nada nya tidak enak hati.
''Tidak apa apa. Kamu mau di belikan apa.''
Tanya Leon lagi.
''Terserah beli apa aja aku mau.''
''Ya sudah aku belikan martabak saja ya. Asin sama manis.''
''Ya.''
tulis Fatima Leon tersenyum membaca pesan Fatima. Reyhan heran melihat Leon senyum senyum sendiri membaca pesan Wasup nya.
''Pak Leon seperti orang sedang jatuh cinta saja baca pesan Wasup senyum senyum sendiri.'' ucap Haikal nyeplos begitu saja.
''Emang kelihatan ya.'' jawab Leon tidak sadar seperti membenarkan ucapan Haikal
Mendengar ucapan Leon rehan semakin penasaran apa benar Fatima yang sedang mengirim pesan pada Leon dan apa isi pesan nya Reyhan ingin tau.
''Wah jadi bener dong pak Leon sedang jatuh cinta.'' ucap Haikal lagi. Leon baru tersadar dan kembali ke alam nyata
''Leon kamu di sini aku mencari mu kemana mana tadi.'' seru Juna menghampiri sedang Rima masih menemani putra nya bermain.
''Juna kenalin ini Haikal dan ini teman Haikal Reyhan.'' ucap Leon memperkenal kan dua orang bersamanya pada Juna.
''Ini aku sudah kenal hanya Reyhan belum.'' jawab Juna seraya ikut duduk bersama Leon dan yang lain nya.
''Kalian sudah lama di sini.'' tanya Juna pada Haikal dan Reyhan.
''Lumayan lama tadi nya kami tidak berniat datang kesini hanya saja rasa penasaran lebih besar ingin melihat seperti apa pasar malam.'' jawab Haikal apa ada nya.
''Datang ke tempat seperti ini lebih cocok untuk orang yang sudah berkeluarga punya anak ada alasan membawa anak anak bermain.'' ucap Juna
''Iya memang jomblo seperti kita mana cocok datang ketempat seperti ini ia kan Reyhan.'' jawab Leon seraya memanggil nama Reyhan.
''Ah iya benar jomblo.'' jawab Reyhan entah pikiran nya sedang tidak baik baik saja setelah Leon berkirim pesan dengan seseorang yang pastinya seorang wanita yang membuat Leon bisa senyum senyum sendiri Reyhan takut itu Fatima. Jika benar itu Fatima Reyhan sudah kalah satu langkah dengan Leon yang sudah mendapat kan no wasup Fatima.''
''Sudah kita pulang arka sudah capek.'' seru Rima pada suami nya dan Leon.
__ADS_1
''Sebentar tunggu di sini aku mau beli sesuatu.'' ucap Leon beranjak dari duduk nya.
Leon bergegas membeli pesanan Fatima martabak manis dan asin. Setelah selesai Leon kembali lagi menghampiri Juna dan yang lain nya.
''Beli apa.'' tanya Juna penasaran.
''Martabak.'' jawab Leon cepat
''Kami pulang dulu ya.'' pamit Leon dan Juna bersamaan.
''Iya kami juga akan pulang.'' ucap Haikal.
Leon dan Juna pergi terlebih dulu meninggal kan Haikal dan Reyhan
''Rima ini nanti tolong mampir ke rumah nya.'' Leon memberikan bungkusan martabak itu pada Rima.
''Rumah siapa.'' tanya Rima tidak mengerti
''Rumah kak Fatima.'' ucap arka menimpali.
''Benar Leon.'' tanya Rima penuh selidik.
''Iya itu benar mah. Arka sering bawa makanan ke rumah kak Fatima.'' ucap arka lagi.
''Iya nanti aku mampir.'' ucap Ra membuka pintu mobil dan menaiki nya
Tanpa Leon ketahui Haikal dan Reyhan mendengar kan semua obrolan Leon Rima dan arka. Tadi nya keduanya ingin menyapa namun begitu mendengar ucapan arka Reyhan melarang Haikal untuk menyapa memilih diam mendengarkan ucapan arka, yang menyebut nama kak Fatima.
''Jadi benar kan Leon tadi berkirim pesan dengan Fatima sudah ku duga.'' ucap rehan tapak tangan nya mencengkram erat kemudi mobil nya.
''Sepertinya ucapan mu benar. Fatima tidak ingin mengenal ku lebih jauh karna itu dia sering mengabaikan ku.'' ucap rehan
''Sabar dulu Rey siapa tau ada Fatima yang lain yang di maksud putra nya Juna tadi.'' ucap Haikal mencoba membuat sahabat nya itu tidak terlalu memikir kan nya.
''Apa menurut mu ada dua Fatima dengan kios bunga yang sama. Jelas jelas aku melihat Leon sering datang ke kios bunga Fatima. Dan lagi Abi nya Fatima memberi semangat pada Leon. Untuk selalu sabar dan tawakal dan berdoa seandainya Fatima tidak berjodoh dengan nya.'' ucap rehan nafas nya sedikit tersengal menahan gemuruh di dada nya.
''Besok aku akan tanya kan ini pada fatima, apa sebenar nya Meraka sudah punya hubungan. Aku tidak ingin di permain kan dengan berharap Fatima menerima ajakan ta'aruf ku.'' ucap Reyhan lagi.
''Istighfar Rey. Banyakin berdoa minta petunjuk padanya tahan dulu emosimu. Tenangkan hatimu jangan mendatangi Fatima dalam keadaan emosi. Jika data tidak ada hubungan dengan pak Leon itu akan merugikan dirimu sendiri.'' ucap Haikal
yang hanya bisa menasehati sahabat nya itu. Tidak tau harus berbuat apa. takut jika reyhan lepas kendali mendatangi Fatima dalam keadaan emosi
'gengss jejak nya mana komen mana komen..
__ADS_1
Komen dong author biar semangat update
Bersambung