
''
''
pabrik sudah memulai di bangun, kantin untuk warga sekitar berjualan sudah mulai beroperasi, para pekerja sangat senang tidak lagi keluar dari pabrik saat makan siang,
Begitu juga Leon yang meminta satu ruangan untuk diri ya beristirahat, tidak lagi menginap di rumah Juna saat tidak pulang dari pabrik,
Sepulang dari rumah Juna, kebetulan saat melewati masjid pas azan isya berkumandang, Leon membelok kan motor nya untuk singgah melaksanakan shalat isya berjamaah,
''Assalamualaikum, ucap pak haji Sobri ketika melihat Leon memasuki masjid,
''Walaikum salam pak haji,, jawab Leon dengan ramah,
''Alhamdulilah, sudah bisa menjawab salam, ucap pak haji senang,
''Alhamdulilah pak haji, jawab Leon tak kalah senang,
''Sudah khitan,
''Alhamdulilah sudah juga pak haji,
''Alhamdulilah,
''Sudah waktunya shalat isya, sudah bisa bacaan shalat dan gerakan nya, tanya pak haji lagi,
''Alhamdulilah sudah bisa pak haji, jawab Leon dengan semangat dan bangga,
''Cepat sekali kamu belajar nak Leon, bapak bangga padamu, ucap pak haji Sobri seraya menepuk pelan lengan Leon,
''Siapa yang mengajari mu, tanya pak haji lagi,
''Fatima pak haji, mendengar nama putri nya di sebut, tangan yang tadi menepuk lengan Leon kini mengambang, raut wajah pak haji berubah datar,
''Kapan kamu belajar dengan Fatima, tanya pak haji penasaran sekaligus tidak senang,
__ADS_1
''Setiap hari pak haji, jawab Leon jujur apa ada nya,
''Masuk lah sudah waktunya shalat isya,
''Saya ambil wudhu dulu pak haji, Leon bergegas mengambil air wudhu,
Sedang pak haji Abi nya Fatimah masih tak bergeming dari tempat nya, pikiran nya kalut bertanya tanya benarkah Fatimah yang mengajari pemuda mualaf itu, kapan dan di mana, pak haji membuang jauh pikiran buruk nya tidak mau berseuzon dengan putri nya, pak haji sangat percaya Fatima tau batasan nya, kemudian bergegas menuju mimbar karna jamaah sudah banyak yang berdatangan, Fatima juga melihat sekelebat bayang Leon, tidak di pungkiri hatinya menghangat bisa satu tempat dengan Leon melaksanakan ibadah shalat isya setelah shalat isya selesai Leon kembali ke pabrik, untuk beristirahat di sana sudah ada tempat untuk nya beristirahat,
Sedang pak haji melihat putrinya dengan penuh tanda tanya, pak haji mengingat kapan dan di mana Fatima mengajari pemuda mualaf itu, waktu putrinya habis di kios pagi hingga petang setelah nya kerumah Rima yang juga mualaf untuk mengajari nya mengaji, apa Fatima mengajari Leon di sana,
''Fatima ada siapa lagi di rumah Rima yang belajar mengaji dengan mu, tanya pak haji penasaran,
''Hanya mbak Rima dan putra nya, jawab Fatima apa ada nya,
''Apa kamu yakin, tanya pak haji lagi,
''Yakin Abi, apa Abi tidak percaya dengan Fatima,
''Abi percaya dengan putri Abi sangat percaya, ucap pak haji lalu meninggal kan putri nya,
''Abi tau putri Abi tidak akan melanggar batasan nya, Abi percaya pada mu, pemuda itu pasti berbohong batin pak haji berkata,
''Assalamualaikum Fatima, suara Leon terdengar dari balik layar,
''Walaikumsalam, jawab Fatima,
''Kamu sudah makan, tanya Leon basa basi,
''Sudah jawab Fatima, bisa kita mulai sekarang, ucap Fatima,
''Fatima aku tadi sempat jamaah di masjid ucap leon,
''Iya aku tadi sempat melihat mu,
Kemudian Leon memulai ngaji nya dengan Fatima menyimak Al-Qur'an nya layar ponsel kedua nya hanya memperlihat kan Al-Qur'an masing masing tanpa saling memperlihat kan wajah masing masing,
__ADS_1
Sedari tadi pak haji menyaksikan pemandangan itu dari celah pintu yang tak tertutup, seperti itu cara putri nya mengajari Leon mengaji, pak haji menghela nafas nya dalam,
kemudian kembali ke kamar nya,
Jam sudah menunjuk kan jam dua dini hari, Leon sudah terbangun untuk melakukan shalat malam, tidak lupa membangunkan fatima, begitu juga dengan pak haji Sobri beliau sudah bangun sejak pukul satu dini hari, duduk di atas sajadah nya matanya terpejam dengan khusyuk tangan nya memutar perlahan butiran tasbih, doa nya malam ini sangat sederhana ingin mahram yang terbaik untuk putri nya, mahram yang bisa menjaga putrinya jika kelak beliau sudah tidak ada, mahram yang bisa membimbing dan membawa putri nya ke surga,
......................
Pagi di pabrik,,
''Leon bagai mana tidur mu di sini, tanya Juna melihat kamar yang baru selesai di renovasi untuk tidur Leon ketika menginap di pabrik
''Tidur ku biasa aja, sangat nyenyak seperti biasa nya, di rumah ku di rumah mu di kamar ini, sama saja, jawab Leon santai dan cuek,
''Oh ya itu bagus, hanya saja arka mencari mu tadi pagi, jelas Juna,
''Oh ya nanti aku kan kesana, Juna sebentar lagi aku akan kembali ke kantor pusat, aku ada meeting siang ini,
''Pergilah tidak usah kuatir soal pabrik seperti biasa kalau ada apa apa aku akan segera menghubungi mu,
''Ita aku pergi dulu, Leon bergegas keluar dari kamar nya, di ikuti Juna, sebelum kembali ke kota Leon menyempatkan diri berjalan jalan di sekitaran pabrik hal yang sangat jarang di lakukan oleh Leon,
''Ini apa tolong segera bersih kan, titah Leon ketika melihat sisa prodak berserakan di lantai dan di meja,
''Pabrik kita memproduksi makanan, jadi tolong perhatikan kebersihan, meski itu hal yang sangat kecil, apa kalian mengerti,
''Mengerti pak jawab beberapa karyawan serempak,
''Ini lagi kardus yang sudah rusak tolong jangan di pakai lagi biar tidak merusak kemasan di dalam nya, kalian tau kan pabrik ini sangat menjaga kualitas pengemasan, karna produk kita bukan hanya di konsumsi di dalam negri tapi juga di luar negri, tercatat sudah ada lebih dari sepuluh negara yang kita ekspor produk kita sudah mendunia, jadi tolong perhatikan hal hal kecil itu, terang Leon panjang lebar,
''Juna aku mau ada bagian pengecekan di sini sebelum produk keluar dari pabrik dan jatuh ke tangan konsumen, apa lagi untuk produk yang di ekspor ke luar negri, tegas Leon lagi,
''Bagian pengecekan sudah ada jika kurang nanti aku tambah pekerja nya,
''Bagus perhatikan dan perketat,, itu karna hal kecil dapat merusak reputasi kita, susah payah kita melakukan semua hingga sampai ke titik ini, jangan sampai hancur hanya karna hal remeh, lanjut Leon lagi,
__ADS_1
''Sidak mendadak pagi ini cukup membuat pekerja kalang kabut, mereka juga bertanya tanya, siapa leon apa itu bos di pabrik itu, karna mereka tidak pernah melihat bos yang sebenarnya pemilik pabrik itu,
''Bersambung