Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
penolakan leon


__ADS_3

''


''


Leon berangkat dari rumah nya membawa rombongan menuju rumah Fatima hari ini leon akan mengukir kisah cinta nya dengan Fatima Az Zahra putri dari kiai haji Sobri dan ibu Siti Khadijah berharap seperti Fatima Az Zahra putri Baginda nabi Muhammad dan istri pertama nya Khadijah, berharap istrinya shalihah yang di rindukan syurga Leon sama sekali tidak menyangka akan memperistri wanita shalihah seperti Fatima.


''Ini acara lamaran apa pernikahan kenapa ramai sekali.'' gumam Laura heran melihat rumah Fatima sangat ramai dengan orang orang yang hadir di sana


''Lihat lah ma. ramai sekali sedang kita cuma berempat dengan kak Leon.'' ucap Laura


''Set diam lah kita tidak sendiri ada paman pram orang tua Juna dan Juna dengan istri nya.'' ucap Luna


''oh iya kenapa Ara lupa ya ada kak Juna mbak rima dan juga paman pram.''


tampak gagah Leon turun dari mobil nya di apit Juna dan sang papa. berjalan memasuki halaman rumah Fatima.


''Masuk lah nak Leon. pak. nak Juna.'' pah haji mempersilahkan tamu nya masuk kedalam rumah


''Nak Leon.'' panggil pak haji pelan.


''Berhubung putri bapak mengenakan cadar dalam keseharian nya. hari ini sebelum acara lamaran di mulai nak Leon boleh melihat wajah calon wanita yang akan nak Leon lamar namanya nadzar sebelum khitbah di lakukan.'' tanya pak haji pelan


''tidak usah pak haji Leon akan melihat nya saat sudah sah besok.'' tolak Leon menurut nya tidak perlu biar Fatima menjadi muhrim nya terlebih dulu. seperti kata Fatima jadikan lah mahram ku kamu bisa menatap mataku saat kita bicara. Leon teringat kata kata itu.


''Apa nak Leon yakin.''


''yakin pak haji.''


''Baik lah kita mulai khitbah nya atau lamaran.''


untuk kali pertama Leon menatap mata Fatima dengan sangat lekat saat menyematkan cincin di jari manis Fatima.


''Ya Allah mata ini yang sudah membuat ku jatuh cinta tanpa aku melihat wajah nya. semoga dia yang terbaik yang engkau kirim kan padaku. aku akan menjaga menyayangi dan mencintai nya seperti engkau mencintai dan menyayangi ku.''


''Kenapa tanya Fatima malu malu.'' ini juga kali pertama Fatima menatap manik mata Leon.

__ADS_1


''Biutiful eyes.''


Mendengar ucapan Leon Fatima tertunduk malu.


''Sudah tatap tatapan nya. tunggulah sampai besok kalian sah.'' mendengar ucapan Juna Leon kembali ke alam nyata nya.


Acara berlangsung lancar tidak ada kendala apa pun. besok pagi sekitar jam sembilan acara akad nikah akan di laksanakan tidak menunggu waktu lama kurang lebih lima hari sejak keputusan di buat.


''Nak Fatima mulai sekarang panggil mama jangan menunggu besok. mama sangat senang dan bahagia. Luna menatap calon menantu nya ia juga tidak Fatima sedang tersenyum tampak dari sorot matanya yang berbinar.


''Kakak ipar. nanti temani adik ipar ini belanja ya.'' ucap Laura menimpali.


''Kamu ini belanja saja yang di pikir.'' sela Rima,


''Fatima aku sangat senang dan bahagia.'' ucap Rima juga merasa senang dan bahagia sama sekali fatima akan menjadi anggota keluarga nya


''Alhamdulilah jika penyatuan hubungan ini membuat kita senang dan bahagia. Fatima juga sangat bahagia.'' ucap Fatima


''Fatima nanti kita satu rumah kamu tidak apa apa kan tinggal dengan kami mungkin kita berbeda keyakinan.'' lirih Luna pelan


''Mama takut kamu tidak nyaman sayang.'' ucap Luna lagi


''Kenapa Fatima merasa tidak nyaman jika semua menyayangi Fatima seperti sekarang.'' Fatima meraih tangan calon mertua nya.


''fatima mama lupa mau tanya kamu menyukai baju ini kan. maaf mama tidak tau harus memilih seperti apa, beruntung ada Rima membantu mama.'' ucap Luna


''Fatima sangat menyukai nya ma. ini sangat bagus, semua yang mama kirim Fatima sangat suka terima kasih.'' ucap Fatima,


''Fatima tadi kamu tidak merasa dek dekan gitu.'' tanya Rima penasaran


''Sangat mbak tapi sekarang sudah tidak.'' jawab Fatima


''Ini masih lamaran belum acara besok, jangan sampai besok shock dan jantungan.'' seru Laura


''Astaghfirullah Laura. kamu mau Fatima jantungan dan tidak jadi menikah dengan kakak mu.'' seru Rima. Luna langsung menepuk lengan putri nya itu.

__ADS_1


''Bercanda.'' ucap Laura cuek


'' bercanda mu gak lucu.''


Leon melihat para wanita sedang asik mengobrol dengan calon istrinya. senang keluarga nya dapat menerima Fatima dengan baik begitu juga pak haji melihat keluarga Leon begitu hangat dengan Fatima bersyukur semoga mereka kelak bisa hidup berdampingan dan bahagia meski berbeda keyakinan. keluarga yang unik batin pak haji berkata


Desas desus warga desa sekitar khusus nya karyawan pabrik mereka tidak menyangka Leon adalah pemilik pabrik itu. dan sekarang akan menikah dengan gadis di desa itu juga.


''Tidak menyangka ya ternyata pak Leon yang kita kenal selama ini adalah bos dan pemilik pabrik. ku kira pak Juna pemilik nya.''


''Iya beruntun neng Fatima menikah dengan pak Leon. meski orang kaya tapi tidak sombong.''


''Bakal meriah ini mah. makan makan kita nanti.'' ucap salah satu warga yang juga karyawan pabrik


''Kamu ini yang di pikir makan saja.'' jawab teman nya


''Ya emang begitu kita di larang bawa kado atau hadiah untuk pengantin nya kita cuma disuruh datang. apa lagi kalau bukan untuk makan. ya gak.''


''Ya sudah kerja lagi itu masih belum beres.''


Sedang di bagian dapur para ibu ibu juga sedang sibuk menyiap kan aneka hidangan yang mereka masak sendiri. seperti ini lah di desa tidak ada katering atau sewa tempat beserta hidangan nya.


''Mereka semua unik'' ucap Luna yang baru pertama kali nya melihat acara pernikahan seperti ini. mereka Memasak makanan sendiri mendirikan tenda sendiri hanya saja tempat pelaminan Leon memanggil EO untuk menghias nya


''Lihat lah pah tempat ini sangat indah.'' Luna terkesima melihat tempat acara untuk pernikahan putra nya besok.


''Tempat ini sangat indah penuh dengan bunga segar dan semua ini dari kebun sendiri.'' jawab maikel yang juga terpana dengan tempat itu.


Acara hari ini setelah lamaran Leon Fatima dan yang lain nya melihat tempat di gelar nya cara besok.


segelintir orang yang membicarakan Leon yang mengenal nya Leon cukup hangat pada semua karyawan pabrik yang di jumpai nya. karena itu tak sedikit warga desa yang membantu melancarkan acara hajatan pak haji Sobri selain karena warga desa tetangga pak haji sobri mereka juga orang orang yang kerja di pabrik Leon.


Mereka sangat antusias menyambut hajatan pak haji Sobri Leon sengaja membuat pesta rakyat di desa itu Padang rumput di sebelah rumah Fatima menjadi lokasi nya selain tempat itu merupakan favorit Fatima dan Leon,


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2