Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
doa tulus


__ADS_3

''


''


hari berlalu begitu cepat lima hari sudah usia pernikahan Leon dan Fatima. hari ini hari Jumat setelah melaksanakan shalat Jumat Leon pulang ke rumah dan menyusul istri nya hari ini Leon mengajak Fatima pulang ke desa.


''Sayang apa kamu sudah siap.'' tanya Leon


''Aku sudah siap hanya saja apa pekerjaan mu di kantor tidak sibuk kalau pulang ke desa sekarang. biasa nya kan hari Sabtu itu juga sudah sore.'' ucap fatima


''Tidak apa apa. di kantor ada Laura dan papa besok tidak begitu banyak pekerjaan. aku ingin beristirahat di kamar istri ku.'' ucap Leon lagi.


Leon dan Fatima turun dari kamar nya tampak Luna juga akan pergi.


''Kalian jadi pergi hari ini.'' tanya Luna melihat putra dan menantunya sudah rapi bersiap untuk pergi.


''Jadi mah.'' jawab Leon.


''Hati hati di jalan, Fatima mama kirim salam untuk Abi maaf mama tidak bisa ikut nanti kalau ada waktu mama akan datang berkunjung.'' ucap Luna


''Tidak apa apa mah. Abi pasti mengerti.'' lirih Fatima.


Setelah berpamitan Leon dan Fatima bergegas pergi seperti biasa Leon membawa mobil yang biasa nya ia pakai saat pergi ke desa.


''Sebenar nya aku lebih nyaman pakai mobil ini.'' ucap Fatima seraya memasang seat belt nya


''Kita menyesuai kan tempat saja. jika kita ke desa pakai ini kalau ke kantor ada kunjungan bisnis bisa pakai mobil yang lain.'' jelas Leon


''tidak apa apa kan. mobil yang di rumah kalau lama tidak di pakai sayang mesin nya.'' lanjut leon


''Kita singgah dulu ke kios ya aku sudah kangen dengan bunga bunga ku.'' ujar Fatima seraya tersenyum


''Aku juga sudah lama tidak membeli bunga untuk mu.'' Leon berkata seraya menggenggam tangan sang istri


''Aku yang jual bunga suami ku yang beli dan di berikan pada istri nya.'' ucap Fatima tertawa kecil


''Kemarin saat kita belum menikah kamu yang jual bunga aku yang beli dan ku berikan pada penjual nya lagi. tidak ada tuh protes apa sekarang ada masalah.'' tanya Leon


''Tidak sayang aku tidak protes silahkan kalau mau beli sebanyak apa pun yang kamu mau aku tidak keberatan.'' tutur Fatima lembut


''Kamu tau doa mama sudah terkabul sayang.'' ucap Leon


''Memang nya apa dia mama.'' tanya Fatima


''Setiap kali aku pulang bawa bunga mama bilang selalu begini. semoga suatu saat bukan hanya bunga dari kios Fatima yang kamu bawa pulang tapi juga penjual nya kamu berikan pada mama sebagai menantu.'' tutur Leon menirukan mama nya bicara setiap kali Leon pulang bawa bunga dari kios Fatima


''Doa orang orang yang tulus akan di Kabul kan sayang.'' jawab Fatima


Sepanjang perjalanan dua jam Fatima dan Leon mengobrol banyak hal sampai tidak terasa mobil Leon sudah berhenti di depan kios bunga milik istri nya.


''Sayang kita sudah sampai.'' Leon berkata seraya membuka seat belt milik istrinya yang sebenar nya


''Aku bisa sendiri.'' tolak Fatima


''Biar aku saja.'' Leon kekeh ingin membuka seat belt istrinya yang sebenar nya modus ingin mencium bibir sang istri yang sedari tadi menggodanya selama perjalanan


''Sayang kamu modus ya.'' ucap Fatima

__ADS_1


''Tidak ada kata modus mencium istri sendiri.'' ucap Leon cuek yang kembali menyesap bibir istri nya.


''Pakai cadar mu di dalam ada Sofyan.'' Fatima mengangguk setuju.


Leon turun dulu dari mobil memutari mobil dan membuka kan pintu mobil untuk istrinya.


''Sudah.'' tanya Leon


''Sudah.'' jawab Fatima yang sudah selesai mengenakan cadar nya.


''Fatima.'' Aqila berlari menghampiri Fatima


''Aku merindukan mu.'' seru Aqila memeluk sahabat nya erat.


''Aroma nya pengantin baru beda ya.'' goda Aqila


''Apaan sih gak lucu.'' Fatima cemberut di balik cadar nya.


''bercanda ayok masuk dulu.''


Aqila membawa Fatima masuk kedalam kios nya Fatima sendiri sudah kangen dengan suasana kios sedang Leon mengambil sesuatu dari bagasi mobil nya yang ia beli saat di jalan tadi.


''mbak Fatima.'' seru asma juga senang melihat Fatima


''Asma gimana kabar kalian disini.'' Fatima menjatuh kan diri nya di kursi.


''Semenjak mbak Fatima menikah kamu baru buka kios dua hari yang lalu alhamdulilah kios sangat ramai mbak.'' terang asma


''Iya aku sudah tau asma Aqila sudah menghubungi ku. maaf ya aku tidak bisa bantu di kios sekarang.'' tutur Fatima pelan


Leon datang membawa banyak makanan ia letak kan di tempat biasa nya.


''Makasih ya kak Leon. seru asma.


Fatima tampak membantu Aqila dan asma beres beres merapikan bunga yang sedikit berantakan.


''Tadi ramai sekali ya sampai seperti ini.'' tanya Fatima


''Ya Alhamdulillah memang tadi sangat ramai.'' jawab Aqila


''Kalau kurang tenaga sebaik nya kalian cari lagi orang untuk membantu kalian disini.'' sela Leon memberi pendapat nya.


''Kita liat dulu kak, kalau kita sudah tidak bisa mengatasi nanti kita akan cari pekerja lagi.'' ucap akila


''Kenapa harus menunggu tidak bisa mengatasi. alangkah baik nya sekarang saja kalian cari pekerja baru di samping bisa mengajarinya. kalau kios ramai pekerja baru itu sudah bisa di andal kan.'' terang Leon


''Iya pelan pelan nanti kita akan mencari nya kak.'' jawab Aqila


''sayang kamu mau disini atau ikut aku mau ke pabrik.'' Leon berkata pelan


''Aku disini saja bantuin Aqila sama asma Sofyan juga belum datang menghantar pesanan.''


''Ya sudah aku tinggal dulu. nanti kalau ada apa apa segera hubungi aku.''


Setelah berpamitan Leon membawa mobil nya menuju pabrik Leon membayangkan kali ini dia sudah tidak tidur di pabrik lagi saat berkunjung sudah ada rumah istri nya.


''Pak Leon.'' sapa para pekerja uang menjumpainya nya.

__ADS_1


''Wih pengantin baru. seger kelihatan nya.'' Leon juga tidak luput dari godaan Juna.


''Gimana bro.'' tanya Juna penasaran


''Apanya yang gimana.'' tanya balik Leon tidak mengerti


''Menikah enak tidak.'' tanya Juna.


''Kamu yang lebih berpengalaman kenapa masih tanya pada ku.'' Leon melirik sepupunya itu.


''aku hanya ingin tau apa kamu sudah bisa menggunakan senjatamu itu. siapa tau kamu ingin bertanya sesuatu butuh bantuan ku.'' ucap Juna lagi


''Gila kamu.''


Juna cengengesan mendengar ucapan Leon yang mengatakan nya gila.


''minggu depan aku berencana membuat resepsi di Jakarta.'' ucap Leon memberi tau


''Ya itu bagus. kamu kenal kan Fatima ke hadapan rekan bisnis mu. biar orang tau kamu sudah menikah setelah itu kamu tidak berencana mengajak Fatima bulan madu.'' tanya Juna


''Iya akan ku pikirkan nanti.'' Leon belum tau akan membawa Fatima bulan kemana.


Hari menjelang sore Leon teringat Fatima masih di kios bunganya akan tetapi Leon dan Juna ada sedikit perkejaan yang harus di selesai kan saat itu juga. Leon meminta Fatima datang ke pabrik di antar oleh Aqila.


''Juna aku ke depan dulu Fatima dalam perjalanan ke mari.''


''Hem pergilah.''


Leon bergegas menjemput istri nya di depan pabrik. tampak Fatima baru turun dari motor Aqila.


''Sayang maaf aku tidak bisa kesana. mendadak aku ada pekerjaan.'' ucap Leon


''Tidak apa apa aku bisa kesini sendiri.''


Leon mengulurkan tangan nya untuk di gandeng sang istri berjalan memasuki area pabrik banyak pasang mata yang memandang senang tidak menyangka bos pemilik pabrik ini jatuh cinta dengan gadis bercadar seperti Fatima.


''Neng Fatima duh aura pengantin baru mesra sekali ya.'' goda salah satu ibu ibu pekerja pabrik itu. Fatima hanya tersenyum di balik cadar nya.


Sementara itu Leon terus membawa Fatima menuju ruangan nya.


''Sayang kamu istirahat lah sini. aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dulu tidak akan lama sebentar lagi selesai setelah itu kita pulang temui Abi.'' tanpa menunggu jawaban istri nya Leon bergegas pergi tidak lupa mengecup mesra kening fatima.


Leon menemui juna kembali membantu nya menyelesaikan pekerjaan.


''Fatima sudah datang.'' tanya Juna tanpa melihat ke arah sepupu nya.


''Sudah.''


''Di mana dia.'' tanya Juna lagi


''Ada di ruangan ku.''


''Leon nanti malam ada pasar malam. mau tidak pergi.'' tanya Juna


''Entah lah nanti aku tanya Fatima dulu.'' Leon mengingat Fatima pernah bilang sudah lama tidak pergi ke pasar malam semenjak masih ada ummi nya.


hari semakin sore Juna dan Leon cepat cepat menyelesaikan pekerjaan dan segera kembali pulang ke rumah menemui keluarga nya.

__ADS_1


''Bersambunh


__ADS_2