Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
berubah bentuk


__ADS_3

''


''


Leon mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang, tepat berada di belakang mobil Fatima dan sahabat nya Aqila, Leon melihat kembali buku yang di berikan Fatima fokus nya pada no wasup Fatima, dalam hitungan menit Leon sudah bisa menghafal no wasup itu, tanpa Leon menyimpan nya dalam ponsel, no wasup Fatima terlalu istimewa untuk di simpan dalam ponsel Leon berbaris rapi dengan no wasup lain nya, lebih aman Leon menyimpan nya dalam hati,


''Fatima lihat itu kekasih mu dia sama sekali tak berniat untuk mendahului kita, Aqila mengurangi laju mobil nya, sama hal nya Leon juga ikut mengurangi laju mobil nya,


''Dia bukan kekasih ku Aqila, protes Fatima, tidak suka setiap kali Aqila menyebut Leon kekasih nya,


''Tapi dia sangat tergila gila dengan mu, ucap Aqila lagi,


''apa yang ada padaku yang membuat nya tergila gila, melihat wajah ku saja tidak pernah, seru Fatima masih tidak terima,


''Entah lah yang tau hanya dia, jawab Aqila,


Aku dengar dari mbak marni seminggu yang lalu ada seseorang datang ke masjid menjadi mualaf dengan Abi yang men syahadat kan nya, orang nya tampan,, datang bersama ayah nya arka suami dari mbak Rima, dan orang itu sepupu dari suami mbak Rima, apa orang itu yang sedang mengikuti mobil kita Fatima, tanya Aqila penuh penasaran,, namun Fatima enggan menjawab pertanyaan Aqila Fatima hanya diam melihat ke arah kaca kecil tampak mobil Leon tepat di belakang nya,


''Diam mu adalah jawaban Fatima, ucap akila lagi,


''Doakan saja yang terbaik untuk nya, semoga Istiqomah dengan jalan yang di pilih, tidak mudah mengambil keputusan sebesar ini dalam hidup nya, tugas kita sebagai umat seagama, Wajib membantu pemula seperti nya,


Aqila terdiam mendengar penuturan Fatima, pikiran nya sangat yakin Leon mengikuti agama Fatima karna sudah jatuh cinta pada Fatima, tak berapa lama Aqila sudah sampai depan kios Fatima, sedang mobil Leon sudah tidak terlihat, Leon membelok kan mobil nya menuju pabrik,


''Leon kamu datang, seru Juna melihat sepupu nya itu memasuki ruangan nya, Leon menjatuh kan bobot tubuh nya di sofa, kembali mengingat no wasup Fatima bibir nya melengkung membentuk senyuman,


''Ada apa, seminggu tidak kesini kamu sudah seperti orang gila, seru Juna heran melihat sepupu nya itu senyum senyum sendiri,


''Hari ini tuh begitu indah tau, lirih Leon,


''Itu untuk orang yang jatuh cinta, untuk orang yang jatuh tempo hari ini tuh bencana, jawab Juna sarkas,


''Terserah kamu, aku tuh tidak pernah merasakan hal seperti ini, ucap Leon lagi,


''Kamu tidak pernah jatuh cinta,, tanya Juna penuh selidik, bukan nya Anya kekasih mu, lanjut Juna,

__ADS_1


''Anya, aku tak pernah merasa seperti sekarang saat bersama nya, jantung ku berdetak cepat saat berdekatan dengan Fatima,


''Apa hubungan mu dulu wajar dengan Anya,


''Maksud mu, tanya Leon tidak mengerti,


''Apa kamu dan Anya penganut hubungan bebas saat di Jerman, tanya Juna,


''Aku bahkan tidak pernah mencium nya, aku juga tidak pernah mengatakan perasaan ku, aku dan Anya dekat hanya sebatas teman, jika Anya menaruh perasaan lebih pada ku itu urusan dia, bukan urusan ku, terang Leon apa ada nya,


''Bagus lah jadilah pria yang pantas untuk Fatimah, mulai sekarang belajar dengan giat dan rajin, meski bukan ustadz insyaallah kita calon penghuni surga nya nanti, jangan hanya Islam KTP ucap Juna mengingat kan sepupunya,


''Hem aku tau, dan aku sudah punya seorang guru untuk belajar mengaji dan menghafal bacaan shalat dan lain nya, ucap Leon kembali mengingat saat Fatima memberinya no wasup,


''Siapa,, tanya Juna penasaran dengan guru ngaji Leon,


''Fatima,, jawab leon cepat


''tidak mungkin Banggai mana bisa,


''Dari mana kamu dapat no wasup nya,


''Fatima sendiri yang ngasi, saat aku memintanya mengajari ku mengaji seperti arka, Fatima bilang tidak bisa secara langsung hanya bisa melalui daring, tidak ada alasan aku menolak nya, ini tuh semakin bagus aku bisa bertukar kabar dengan nya setiap hari, terang Leon


''Belajar dengan benar jangan hanya asik bertukar kabar, seru Juna menasehati


''Belajar dan bertukar kabar di waktu yang berbeda Juna, aku cukup tau kapan waktunya untuk betukar kabar dengan fatima


''Ngomong ngomong itu mu sudah sembuh belum, tanya Juna,


''Seratus persen sudah sembuh, bentuk nya juga sudah berubah, ucap Leon merasa geli,


''Sesenang itu kamu,


''Tidak aku hanya merasa lucu, jawab Leon lagi,

__ADS_1


''Bagai mana perkembangan pabrik, tanya Leon merubah topik pembicaraan,


''Sangat bagus, permintaan prodak kemarin semakin tinggi, aku bahkan sudah menambah jumlah pekerja di bagian produksi bahan mentah, terang Juna,


''Bagus lah, ambil saja warga sekitar kita juga bisa meningkat kan ekonomi desa ini, tidak perlu jauh jauh mereka mencari pekerjaan, dan satu lagi sediakan kantin untuk mereka, siapa yang mau berjualan silahkan tidak usah di pungut uang sewa, sediakan tempat nya saja, jelas Leon lagi,


'' Itu yang ada di pikiran ku sejak lama, melihat mereka membawa bekal makan siang sebagian, dan sebagian ada yang ke luar pabrik mencari warung sangat memakan waktu istirahat makan siang mereka, jika pabrik menyediakan kantin mereka tidak perlu ke mana mana, ucap Juna mempunyai pikiran yang sama dengan sepupu nya,


''jika kita kekurangan lahan, siapa tau ada yang mau jual lahan yang dekat dengan pabrik kamu beli saja Juna, kita beri mereka dengan harga tinggi, jangan di paksa juga biarkan mereka dengan suka rela menjual lahan nya ke kita,


Mengingat pabrik semakin berkembang, sebagai antisipasi siapa tau lahan pabrik nya kurang, Leon berencana membeli lahan dekat dengan pabrik nya, jika ada warga yang mau menjual lahan mereka, Leon bertekad ingin mengembangkan usaha nya dengan begitu ekonomi desa itu juga bisa berkembang seiring pabrik semakin berkembang,


''pabrik ada yang menawari, untuk memproduksi minuman segar dari buah asli, ucap Juna seraya menyodorkan berkas pada leon,


''Ini yang aku pikirkan, melihat warga banyak menanam buah di ladang, yang hanya mengandal kan penjualan di pasar yang terkadang tak seberapa hasil nya, di bandingkan dengan harga pupuk yang semakin mahal, terang Leon


''Jadi,,,! Apa menurut mu,


"Kalau kita bisa memproduksi nya sendiri kenapa kita harus kerja sama, kita ambil dulu buah yang ada, jika stok tidak mencukupi kita baru ambil dari luar daerah, lanjut Leon lagi,


"Fix kita butuh lahan lagi, aku akan pasang pengumuman di dalam pabrik siapa yang mau menjual lahan nya,, kita akan beli


"Ingat jangan di paksa, ucap Leon lagi mengingat kan Juna,


Tok tok tok


"Masuk,,!


"Maaf pak minuman nya baru sampai, tadi gula nya habis saya keluar dulu beli gula, terang ob itu


"Tidak apa apa terimakasih ya pak ucap Juna,


Geng jangan lupakan tinggalkan jejak nya, biar author semangat,


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2