
''
''
Seminggu sudah berlalu Leon dan Fatima baru saja dari rumah Abi nya. Untuk berpamitan esok lusa Leon akan membawa Fatima pergi ke Jerman. Leon tidak mengatakan prihal operasi hanya berkunjung ke negara tempat Leon di besar kan.
Malam ini Fatima sibuk Peking barang bawaan nya dua koper besar Fatima keluarkan untuk menampung barang nya dan sang suami.
''Alhamdulilah selesai juga.'' ucap sukur Fatima sejak selesai shalat Maghrib tadi Fatima Peking barang hingga jam menunjukan jam sembilan Fatima baru selesai.
''Sayang kamu ngapain.'' seru Leon melihat istri nya duduk di karpet bulu di ruang ganti baju.
''Peking barang untuk besok.'' Fatima mengulurkan tangan nya minta tolong pada sang suami untuk membantunya berdiri
''Dua koper ini.'' tanya Leon penasaran
''Iya satu untuk ku satu untuk mu.'' jawab Fatima
''Sayang ngapain banyak Banyak, aku tidak usah bawa baju apa kamu lupa di sana aku punya rumah sudah pasti baju ku di sana banyak.'' jelas Leon
''Kenapa tidak bilang dari tadi. tau begitu aku tidak capek capek Peking barang mu.'' ucap Fatima mengerucut kan bibir nya
''Ya maaf aku pikir kamu sudah tau. capek ya sini aku pijitin.'' Leon menarik pinggang ramping Fatima membawa nya kedalam pelukan
''Beneran di pijitin.'' tanya Fatima memastikan
''Iya beneran tapi ganti baju nya dulu pakai baju yang biasa nya.'' Leon mengedip kan sebelah mata nya
''Tapi bau bau nya bukan sekedar pijit.'' Fatima dapat mencium gelagat suami nya
''Nyenengin suami kan pahala sayang kamu sendiri yang bilang.'' lanjut leon
''Modus.'' imbuh Fatima
''Sayang sekarang tanggal berapa kamu tidak sedang ada tamu nya kan.'' tanya Leon penasaran biasa nya di pertengahan bulan istri nya akan kedatangan tamu.
''Sudah pergi tamu nya.'' jawab Fatima
''Masak iya kapan datang nya kok aku tidak tau.'' Leon mengerut kan kening nya
''Hari itu pas kamu ke luar kota sama Arjuna.'' ucap Fatima.
''Oh ya kenapa pas sekali aku tidak ada tamu mu datang. Itu artinya saat di Jerman nanti aku bisa puas puasin mencetak produk miniatur diri ku.'' ucap Leon lagi.
__ADS_1
''Operasi nya dulu Baru yang lain.'' bisik Fatima membuat kulit telinga Leon meremang. Fatima terkikik geli melihat perubahan wajah suami nya.
''Hubby...!
Leon Diam terpaku menatap istri nya penuh cinta mendengar Fatima memanggil nya hubby
"Sayang coba ulangi.'' pinta Leon meminta Fatima memanggil nya hubby
''itu kan sama saja seperti biasa nya aku memanggil mu sayang. Apa beda nya.'' ucap fatima lagi.
''Iya memang benar tapi yang tadi terdengar lebih romantis.'' ucap Leon lagi.
''Hubby..!
''Kalau seperti ini tidak jadi pijit langsung plus nya saja.'' mendengar ucapan sang suami membuat Fatima melebar kan mata nya.
''Ingat pahala sayang.'' ucap Leon mengingat kan istri nya menyenangkan suami adalah pahala.
''iya iya pahala sini.'' Fatima menarik tangan Leon untuk mengikuti nya kemudian duduk di pinggiran ranjang.
''Ada apa.'' tanya Leon penasaran.
''Aku tadi melihat ini di saku jas mu.'' Fatima menyodorkan sebuah brosur rumah pada Leon
''Kenapa Fatima tampak kecewa apa Fatima sangat mungkin kan tinggal di rumah nya sendiri.'' batin Leon menerka nerka
''Tunggu kita pulang dari Jerman aku akan memberi mu kejutan yang pastinya kamu sangat menyukai nya.'' batin Leon lagi
Sebenar nya Leon sudah menyiap kan sebuah rumah tidak jauh dari komplek perumahan kedua orang tua nya masih di area yang sama. Untuk saat ini masih di tahap pembangunan sengaja Leon tidak memberitahu Fatima sekarang karna leon ingin memberi kejutan untuk istri nya itu.
''Sini jadi tidak di pijitin mana yang sakit kamu Pati capek Peking sendiri.'' tutur Leon lembut
''Tidak usah aku mau tidur saja tapi sambil peluk.'' ucap Fatima tersenyum manja
''ya sudah sini.''
malam semakin larut Leon dan Fatima sudah terlelap dalam tidur nya saling memeluk memberi rasa hangat lewat sentuhan kulit yang saling menyatu.
'
'
'
__ADS_1
Azan subuh berkumandang Fatima menahan kan pendengaran nya. Meski matanya sudah terbuka namun Fatima tak lantas bangu dari tidur nya ia masih menik mati hangat nya pelukan sang suami. Hingga azan sudah selesai berkumandang.
''Sayang bangun.'' Fatima menggoyang goyangkan tangan Leon yang melingkar di perut nya.
''Jam berapa ini.'' tanya Leon dengan suara serak nya
''Sudah subuh kita bangun sekarang.'' lanjut Fatima
dengan malas Leon bangun dari tidur nya kemudian bergegas membersihkan diri begitu juga Fatima keduanya khusuk melakukan shalat subuh berjamaah.
''Sayang kita ke bandara sekarang kamu segera bersiap.'' ucap Leon setelah selesai berdoa dan Fatima mencium tangan sang suami dengan hangat.
setelah selesai bersiap Fatima dan Leon segera turun kebawah bersiap pergi ke bandara.
''Kopernya hanya satu saja.'' tanya Fatima memastikan.
''di sana sudah ada banyak bajuku tidak usah membawa baju lagi kalau kurang kita bisa beli.''
Setelah berpamitan Leon dan fatima segera pergi menuju bandara hari masih sangat pagi matahari belum menampak kan sinar nya suami istri itu sudah bersiap ke bandara karna penerbangan mereka jam tuju pagi. begitu sampai di bandara Leon dan Fatima segera chek in.
''Sayang kamu tau ini pertama kali aku ke Jerman. Sebelum nya aku hanya pergi ke Kairo saja tidak pernah ke luar negri lain nya. Itu pun aku untuk kuliah.'' tutur Fatima
''Jujur dari hati terdalam negara mana yang ingin sangat kamu kunjungi.'' tanya Leon penasaran
''Mekah.'' jawab Fatima
''Semoga kita bisa pergi berdua kesana.'' lanjut Fatima
''Amiin.''
Kenapa Leon tidak terfikir untuk pergi juga ke Mekah tempat paling suci di dunia ini. Semoga Allah memberi kesempatan untuk Leon dan Fatimah pergi ke negara kiblat orang Islam itu.
''Sayang tidur lah kalau kamu ingin tidur perjalanan kita lumayan panjang.'' ucap Leon lembut
''Nanti saja aku belum mengantuk. Hanya saja aku lapar.'' lirih Fatima
''Ya Allah sayang maaf aku lupa. Tadi kita belum sarapan aku lupa membelikan mu Sarpan.'' sesal Leon untung saja di pesawat sudah menyediakan makan dan minum karna perjalanan lima belas jam di udara.
''tidak apa apa sayang. Mama tadi bawakan kita ini.'' Fatima mengeluarkan bekal makan isinya roti Sandwich
''syukurlah sekarang cepat lah makan.''
Leon mengusap lembut pucuk kepala Fatima istri yang teramat Leon cintai dalam doa doa setiap hari tidak lupa bersyukur karna Allah sudah mengirim kan nya jodoh wanita saliha seperti Fatima
__ADS_1