Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
Aneh tapi nyata


__ADS_3

''


''


Kabar bahagia yang Leon bawa sudah sampai ke telinga kedua orang tua nya. mereka sangat senang terutama Laura bah kan Juna dan Rima tidak pernah menyangka Fatima gadis bercadar itu akan segera menikah dengan pria yang baru menjadi mualaf untuk di jadikan mahram nya.


''Kira kira kira harus beli apa ya untuk seserahan lamaran.'' tanya Luna tidak tau harus beli apa karna calon menantu nya buka orang seperti mereka yang suka kemewahan


''Mama tanya Mbak Rima saja sama kak Leon apa yang di sukai kak Fatima.'' Laura sendiri tidak tau apa yang Fatima suka hari itu sempat pergi bersama namun Laura tidak melihat Fatima belanja untuk dirinya melainkan untuk keperluan kios nya.


''Aku datang untuk membantu bibi.'' seru Rima rupa nya Leon sudah menghubungi Juna untuk membawa istri nya datang membantu mama nya belanja.


''kak Leon juga ikut kan.'' tanya Laura


''Kalau kakak mu tidak ikut siapa yang bayarin belanjaan kita.'' Luna tampak mengedip kan mata


''Sebaik nya kita Belanja keperluan lamaran dulu, yang lain nanti menyusul terserah kalian mau belanja apa.'' Leon seakan mengerti kaum hawa di rumah nya yang gila akan belanja.


mereka semua berangkat ke mall ternama di Jakarta. untuk membeli keperluan lamaran besok yang pertama mereka singgahi butik ternama membeli sepasang busana muslim untuk lamaran besok


''Warnanya kita sesuaikan tema nya green garden.'' Luna memberi tau petugas butik warna yang di mintanya,


Setelah memilih beberapa baju yang di rasa pas. mereka mendatangi toko perhiasan Luna yang paling antusias ingin semua yang terbaik untuk calon menantunya. semoga model perhiasan


''Pilih yang biasa saja mah aku yakin Fatima tidak akan suka yang besar seperti ini.'' Leon memberi saran nya mengingat calon istri nya adalah gadis yang sederhana.


Luna menurut membeli satu set perhiasan tidak terlalu besar namun tampak cantik dan elegan,


sedang Leon sibuk memilih cincin untuk acara besok dan cincin pernikahan


''Seandainya acaranya tidak mendadak aku ingin cuple ada nama kita di masing masing cincin.'' ucap Leon


''Bisa tuan. nanti setelah acara bisa di bawa kesini lagi untuk di ukir nama sekarang pakai aja dulu.'' saran pelayan toko Leon mengangguk dan tersenyum


Dua pasang cincin untuk dua acara yang berbeda Leon tersenyum tidak menyangka akan menikahi gadis hanya melihat matanya membuat Leon jatuh cinta


''Kenapa senyum senyum sendiri.'' tanya Juna heran


''Entah lah hanya melihat matanya aku bisa jatuh cinta gadis yang dulu aku sempat berfikir seperti t*r*ris karena hanya matanya yang terlihat nyatanya aku jatuh cinta tanpa melihat wajah nya.'' Juna mengangguk pelan membenarkan ucapan sepupu nya.


''Setelah ini kita beli mukena bibi.'' seru Rima mengingat dulu Juna juga memberi seserahan seperangkat alat shalat.

__ADS_1


''Mukena apa itu Rima.'' tanya Luna tidak mengerti


''Mukena alat shalat untuk wanita bibi.'' jelas Rima.


''Iya terserah kamu bibi tidak tau mau beli apa lagi.'' ucap Luna mengikuti istrinya Juna itu membeli alat shalat.


Banyak sekali pilihan semua memberi pendapat nya masing masing begitu juga lau dia sampai mencoba nya.


''Kamu cantik sekali Ara.'' puji Rima sedang Leon dan Juna mengacung kan jempol tangan nya.


''Apa iya aku secantik.'' Laura tersipu


Peralatan shalat sudah kebeli beserta Al-Qur'an nya tinggal beli tas sandal skin care dan yang lain nya. hari sudah menjelang sore. Rima pamit pulang dengan membawa baju yang akan di pakai Fatima besok di acara lamaran sedang Leon membawa adik dan mana nya pulang.


''Tidak ku sangka sepupuku menikah dengan wanita Solehah seperti Fatima.'' gumam Juna di sela mengemudi mobil nya.


''Iya aku juga tidak menyangka mas. Leon yang baru saja menjadi mualaf aku berfikir pak haji tidak akan setuju.''


''Iya sayang semoga ini jalan pembuka pintu hidayah untuk keluarga paman ku kedua orang tua Leon. siapa tau setelah mendapat anggota keluarga baru seperti Fatima mendapat hidayah dari Allah bisa menjadi manusia lebih baik lagi kedepannya.''


Tidak terasa mobil Juna sudah sampai di depan rumah Fatima, rumah yang sudah ramai dengan sanak saudara mempersiapkan buat acara besok.


''Assalamu'alaikum pak haji.''


Rima dan juna masuk kedalam rumah Fatima mengikuti langkah kaki pak haji


''Fatima ada pak haji.'' tanya Rima


''Ada sebentar, lagi di panggil sama Marni.'' tak berapa lama Fatima datang


''Mbak Rima.'' panggil Fatima


''Fatima ini baju untuk kamu pakai di acara besok.'' Rima menyodorkan paper bag berukuran lumayan besar.


''oh iya mbak makasih ya mbak tadi Leon juga sudah kasi tau.'' tutur fatima


''Fatima pak haji maaf kami tidak bisa berlama lama. karma kami meninggal kan arka hanya dengan baik Niah di rumah. jadi kami harus segera pulang.''


''Oh iya iya tidak apa apa. terima kasih ya. nak Juna nak Rima.''


Setelah berpamitan Juna dan istrinya segera meninggal kan rumah pak haji Sobri.

__ADS_1


''Fatima ini apa tanya Aqila kepo melihat besar nya paper bag yang di bawa Fatima.''


''ini baju untuk besok.'' ucap Fatima mengeluarkan baju itu dari dalam paper bag karena penasaran baju nya seperti apa.


''wah Fatima ini bagus sekali.'' mata Aqila melotot tidak percaya,


''Secantik apa besok besti ku ini.'' seru Aqila lagi.


''Percuma kita tidak akan bisa melihat mbak Fatima cantik tanpa cadar nya yang bisa lihat hanya kak Leon nanti kalau sudah sah.'' timpal asma


''Bukan nya besok kak Leon boleh melihat wajah mbak Fatima sebelum acara lamaran apa itu namanya.'' tanya asma


''Nadzar.''


Seru Fatima dan Aqila bersamaan.


''Apa besok kalian akan melakukan itu.''


''Tidak tau aku terserah saja.'' ucap Fatima


''Ini apa lagi Fatima.'' Aqila mengeluarkan dua kotak seperti perhiasan dan membukanya


''Fatima ini bagus banget.'' seru Aqila lagi


Sedang asma sibuk dengan layar ponsel nya mengetik nama merek yang tertera di kotak perhiasan tersebut.


''Mbak Aqila kalau perhiasan satu set ini aku gak heran yang aku heran mahkota ini asli bukan palsu.'' asma menunjuk kan layar ponsel nya.


''Meski kecil kelihatan nya mahal. lanjut asma


''Iya ini benar.''


Fatima baru ingat ucapan Reyhan waktu itu yang mengatakan Leon menjerat nya dengan kekayaan, memang nya sekaya apa dia yang Fatima tau Leon karyawan pabrik yang ada di desa nya.


''Fatima menurut mu bagai mana.'' tanya Aqila


''Aku tidak tau aku juga tidak begitu menyukai perhiasan.'' jawab fatima


''Meski tidak suka kamu harus tetap memakai nya Fatima. apa lagi ini dari calon suami mu, pakailah saat kamu berdua dengan nya nanti.'' Aqila mengedip kan mata nya jahil


Harus mungkin hanya di depan sang suami Fatima tidak bisa membayangkan nya tidak percaya sebentar lagi ia akan segera menikah dengan pria yang menjadi murid nya anggap saja seperti itu setiap hari Leon belajar mengaji dengan Fatima sebagai guru nya. Rasa nya aneh tapi nyata.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2