
''
''
Sepulang dari masjid Leo merasa lega seperti ada beban yang lepas dari pundak nya,, Rima arka dan bik Niah menyambut dengan senyuman,
''Leon naik lah keatas pak haji berpesan untuk mu melakukan mandi besar tunggulah aku di kamar mu, Juna memasuk kan motor nya kedalam garasi setelah nya masuk ke rumah,
''Mas juna bagaimana, tanya Rima penasaran
''Alhamdulilah lancar sayang, jawab Juna seraya tersenyum
''Aku naik dulu mau bantu Leon lagi, ucap Juna meninggal kan kecupan di kening istrinya lalu bergegas naik ke atas,
''Leon, sudah tanya Juna sesaat sudah sampai di kamar Leon,
''Belum aku tidak tau caranya, jawab Leon,
''Masuk lah ke kamar mandi, Juna mendorong Leon memasuki kamar mandi lalu menutup pintunya namun tak rapat, seraya bersuara membantu Leon melafalkan doa mandi besar, dengan semangat Leon mengikuti setiap ucapan doa yang Juna lafal kan,
''Sudah mandilah, cepat sedikit ya aku sudah lapar, seru juna menutup pintunya rapat, kemudian turun ke bawah,
''Di mana Leon mas, tanya Rima
''Masih mandi besar, pak haji menyuruh nya, jawab Juna cepat, seraya mengusap perut six pack nya,,
''Sudah lapar ya, tanya Rima ikut mengusap perut suaminya,
''Hem,,! banget lapar nya,
''Kita tunggu Leon sebentar ya,
Tak berapa lama Leon tampak menuruni tangga kelihatan lebih segar senyum juga mengembang di bibir nya,
''Capat lah aku sudah lapar, seru Juna,,
''Iya iya,, Leon ikut bergabung di meja makan dengan keluarga kecil sepupu nya, bik Niah melayani arka dan Leon mengambil kan nasi dan lauk nya, !
''Cukup bik, ucap Leon ketika bik Niah mengambil kan nasi lumayan banyak,
''Om Leon kita berdoa dulu, seru arka menghentikan Leon yang akan memasuk kan sendok kedalam mulut nya,
__ADS_1
Hah,, oh iya,,,
''Om Leon ikuti saja ya,
arka yang pimpin doa, ucap arka seraya memulai doa nya,
Leon mendengarkan arka melafalkan doa makan nya dengan hikmat seraya melirik Juna dan sang istri yang menengadah kan kedua tangan nya, di depan dada, Leon pun mengikuti hal yang sama, terakhir mengusap kan kedua tangan nya ke muka, kemudian masing masing Menik mati makanan nya dengan hikmat tidak ada yang bersuara satu pun, hingga makan malam selesai,
''leon kamu panggil lah satu orang yang tau dan mengerti tentang agama, untuk mengajari mu mengaji dan menghafal bacaan shalat, ucap Juna memberi saran,
''Iya nanti aku suruh pak min mencarikan nya untuk ku, jawab Leon,
''Besok aku akan mengantar mu ke rumah sakit, kita lakukan khitan, kamu masih ingat pak haji bilang apa, Juna mengingat kan,
''Apa itu khitan kenapa harus di lakukan di rumah sakit, tanya Leon penasaran,
obrolan kedua nya terhenti kala Rima datang membawa kopi dan juga buah potong,
''Sayang ajak lah arka naik bantu dia gosok gigi, titah Arjuna pada sang istri agar keduanya tak mendengar obrolan nya dengan Leon,
''Ita mas, jawab Rima singkat,,,
''Apa tadi kamu belum menjawab ku, kenapa khitan harus di lakukan di rumah sakit, tanya Leon lagi,
''Ya memang harus karna khitan itu adalah operasi kecil, kamu akan melakukan nya besok,
''Apa yang mau di operasi, tanya Leon tidak mengerti dan penasaran,
''Kamu bener bener tidak tau Leon, tanya Juna penuh selidik,
''Kalau aku tau aku tidak akan bertanya sedetail ini, jawab Leon
''Sebenar nya khitan di lakukan pada anak baru lahir sampai usia sepuluh tahun, khitan adalah memotong senjatamu seru Juna memandang arah senjata Leon, sengaja sedikit menjahili Leon,
''Maksud mu apa memotong ini, tunjuk Leon Juna mengangguk pelan, seraya tersenyum jahil,
''Gila kamu mana mungkin aku gak percaya, seru Leon tidak percaya,
''Bukan semua, ucap Juna gamang
''Separoh,,, pendek dong,, ucap Leon masih tak percaya,
__ADS_1
''Memang nya sepanjang apa punyamu, tanya Juna penasaran,
''Jangan lah nanti kamu iri, ucap Leon memanasi Juna
''Ih percaya diri sekali, punyaku juga panjang dan besar, ucap Juna menekan setiap katanya,,
''Apa nya yang di potong ngomong yang jelas, bikin bingung saja, gerutu Leon kesal,
''Ujung kulit nya sedikit, selain memang wajib itu juga untuk kebersihan mu, jelas juna,
''Besok Kita kerumah sakit biar kamu tau,
''Hem,, jawab Leon dengan deheman,,
''Aku mau tidur ngantuk, kamu cepat lah tidur, bersiap untuk besok, jangan di tunda tunda lagi, ucap Juna lalu pergi meninggal kan Leon sendiri di ruang keluarga,
Merasa bosan sendiri Leon pun mengikuti langkah Juna naik ke atas menuju kamar nya, di dalam kamar Leon tidak bisa tidur memikirkan besok harus melakukan khitan operasi kecil yang harus dan wajib di lakukan sebagai laki laki Islam,
Leon mencari sesuatu di layar gawai nya, mengetik khitan di google membaca dan mempelajari apa yang tertera di layar gawai nya, bukan itu saja apa pun yang berhubungan dengan Islam, Leon membaca dengan penuh penghayatan, tak terasa malam semakin larut, mata Leon mulai terasa perih akibat sudah mengantuk dan akhirnya Leon tertidur dengan layar gawai nya yang masih menyala tampak doa sebelum tidur yang terakhir Leon baca,,
Jam sudah menunjuk kan pukul empat pagi, mang Dodo sudah terbangun seperti biasa rutinitas menjelang subuh, mandi dan bersih bersih terlebih dulu, kemudian melantunkan azan subuh untuk membangun kan umat muslim melaksana kan ibadah shalat subuh,
Begitu juga fatima, terjaga dari tidurnya ketika mendengar seruan azan, dengan langkah riang Fatima pergi membersih kan diri sebelum ikut berjamaah shalat subuh di masjid,
''Fatim kamu sudah bangun, seru Abi di luar pintu kamar nya,
''Sudah Abi,, jawab Fatima seraya membuka pintu kamar nya, tampak raut wajah Fatima yang berbinar pagi ini tanpa cadar nya,
''Tutup wajah mu ketika melangkah keluar dari rumah, titah Abi nya seraya pergi meninggal kan putri nya yang masih berdiri di depan pintu kamar nya,
Fatima mengambil ujung mukenanya menggunakan nya sebagai cadar, ketika sampai di masjid Fatima melepas nya baginya hanya ada wanita di sana, apa lagi Fatima berada di barisan paling depan, bersiap melaksanakan ibadah shalat subuh dua rakaat, setelah selesai di lanjut kan dengan doa dan berzikir mengawali hari dengan berdoa memohon pada sang pencipta, agar di mudah kan segala urusan di hari ini, serta di jauhkan dari mara dan bahaya,
''Neng Fatim tadi malam ada pria datang ke masjid bersama ayah nya arka, dia menjadi mualaf di masjid ini Abi yang menuntun nya, melafalkan dua kalimat syahadat, kata mang Dodo lagi orang nya sangat tampan, terang mbak Marni,
''Oh bagus lah mbak, bertambah lagi saudara kita, jawab Fatima dengan senyuman nya,
''Neng Fatim senyum nya manis banget pagi ini, seru mbak Marni lagi,
Fatima menanggapi ucapan mbak Marni hanya dengan senyuman, tak berniat untuk menjawab nya, bukan hanya senyum nya yang manis wajah nya pun tampak lebih berseri,
''Bersambung
__ADS_1