
''
''
Jam sudah menunjuk kan pukul lima sore Fatima dan Leon sudah sampai di rumah Fatima sangat merindukan rumah nya baru juga lima hari rasanya sudah merindukan suasana rumah
''Neng Fatima.'' Marni senang melihat kedatangan Fatma.
''Assalamualaikum mbak Marni.''
''Waalaikumsalam neng Fatima.''
''Masuk dulu yuk.''
Fatima memasuki rumah nya yang tampak sepi.
''Di mana Abi mbak sedari tadi Fatima hubungi tidak bisa.'' tanya Fatima
''Abi ada kajian di luar kota neng. setelah subuh tadi berangkat mungkin nanti pulang nya agak malam.'' terang Marni
''Abi pergi nya sama siapa siapa mbak.'' tanya Fatima lagi
''Biasa sama Adin dan mang Dodo.'' ucap mbak Marni
''Mbak Marni sendiri dong di rumah.''
''Iya tidak apa apa mbak Marni sudah biasa sendiri di rumah. dulu saat neng Fatima masih di Kairo.'' ucap Marni menjelaskan
''Ya sudah mbak aku mau bersih bersih dulu.''
Fatima masuk ke kamar nya rupanya Leon sudah rebahan di ranjang
''Kenapa tidak bersih bersih dulu.'' tanya Fatima seraya merapikan tas nya
''Aku tidak tau di mana bajuku.'' seru Leon bangun dari tiduran nya.
Fatima menyiap kan semua keperluan suami nya dan menyuruh nya mandi
''Maaf kamar mandi nya sempit tidak ada bak mandi nya. hanya ada shower.'' lirih Fatima
''Tidak apa apa jangan merasa tidak enak hati. mau mandi bareng.'' tanya Leon tersenyum jahil
''tidak terima kasih.'' tolak Fatima mengingat mandi bersama suami nya berujung melayani sang suami di kamar mandi.
Leon bergegas masuk ke kamar mandi memulai ritual mandi nya. sedang Fatima menyiap kan baju ganti untuk Leon dan menyusun baju suami nya kedalam lemari.
''Sayang mana bajuku.'' Fatima menyodorkan baju ganti Leon lalu memunguti baju kotor nya dan memasukan nya kedalam keranjang baju kotor.
''Sayang tadi Juna bilang mau ke pasar malam. apa kamu mau pergi.''
''Kita lihat nanti aku takut Abi cepat pulang.''
''Apa Abi masih belum bisa di hubungi. suruh saja cari penginapan jangan melakukan perjalanan di waktu malam. bahaya.''
Mendengar ucapan suami nya Fatima tampak berfikir benar juga ucapan sang suami.
''Aku tanyakan dulu sama mbak Marni. bisa tidak menghubungi mang Dodo menanyakan kapan Abi akan sampai.''
''Segera tanyakan sebelum Abi melakukan perjalanan malam nya. kita bisa menunggu Abi besok.'' ucap Leon lagi.
__ADS_1
Fatima bergegas menemui marni menanyakan apakah mang Dodo suami mbak Marni sudah bisa di hubungi apa belum
''Mang Dodo bilang Abi mengisi kajian setelah bada Maghrib kemungkinan malam sekali baru pulang di sana sudah sinyal neng karna itu susah di hubungi.'' terang Marni lagi
''Mbak Marni coba hubungi mang Dodo lagi kalau kemalaman bilang tidak usah pulang cari penginapan saja biar Fatima saja yang menghubungi mang Dodo.'' Fatima mengambil ponsel nya.
''Neng kalau di hubungi tidak bisa suara nya terputus putus sebaik nya berkirim pesan saja.'' ucap Marni sedari tadi Marni hanya berkirim pesan dengan suaminya.
''Iya mbak biar Fatima saja yang kirim pesan.'' Fatima kembali masuk ke kamar nya
''Bagai mana ada kabar.'' tanya Leon kuatir
''Abi masih lama kemungkinan juga sampai malam. ini aku lagi kirim pesan sama mang Dodo memintanya untuk tidak pulang malam ini besok pagi saja setelah subuh.'' Fatima masih sibuk dengan layar ponsel nya. setelah selesai mengirim pesan Fatima bergegas mandi hati semakin sore.
Leon sudah berada di masjid menyalakan lampu di bantu firman.
''Kalau Abi tidak ada siapa yang meng imami jamaah shalat fir.'' tanya Leon penasaran
''Ya saya bang.'' jawab firman.
''Bang Leon mau azan Maghrib.'' tanya firman siapa tau Leon ingin melantunkan azan Maghrib Leon agak kaget dengan ucapan firman yang memintanya melantunkan azan sore itu.
''Hah boleh.'' jawab Leon sering berlatih di kamar nya tidak akan pernah bisa jika tidak di coba nya.
Saat azan magrib tiba benar saja suara Leon menggema begitu fasih dan merdu. Fatima di dalam kamar kaget suara siapa yang melantunkan azan sampai Fatima keluar dari kamar nya dan melihat siapa yang melantunkan azan Maghrib
''Massa Allah ya Allah merdu sekali.'' batin Fatima berkata senang dan kagum suami nya memang cepat belajar.
jamaah penduduk sekitar sudah mulai berdatangan memenuhi masjid untuk melaksanakan ibadah shalat Maghrib berjamaah kali ini Leon juga yang mengimami setelah selesai Leon juga memimpin doa
''Menantu pak haji tidak tampak seorang mualaf nyatanya fasih melantunkan ayat ayat suci saat menjadi imam.'' ucap salah satu jamaah seraya berjalan pulang bersama rekan nya
''Iya benar aku pikir masih belajar. soal nya belum lama kan masuk Islam tapi cepat belajar nya.''
''Sayang tadi suaramu merdu sekali.'' Fatima memuji suara Leon saat melantun kan azan Maghrib
''Masak sih tadi aku gemetar sekali sayang.'' ucap Leon
''Wajar kalau gemetar soal nya masih pertama.''
''Bagai mana sudah ada kabar dari mang Dodo.'' Fatima mengambil ponsel nya dan melihat apa ada pesan balasan dari mang Dodo. rupanya mang Dodo sudah membalas pesan Fatima
''Ini sudah di balas.''
''Apa katanya.''
Tanya Leon sangat penasaran
''Iya kemungkinan mereka sangat malam pulang nya. aku sudah menyuruh mang Dodo untuk mencari penginapan dan pulang esok hari setelah shalat subuh.''
''Iya itu bagus sayang. sangat bahaya mengemudi di malam hari meski kita menggunakan mobil. kalau begitu kamu mau pergi ke pasar malam.'' tanya Leon lagi siapa tau istrinya ingin pergi
''Apa boleh.'' tanya Fatima
''Kan pergi nya dengan ku sayang. kalau sendiri tidak ku ijin kan.'' ucap Leon Fatima mengangguk mau Leon segera menghubungi Juna untuk menjemput nya.
Siap siap gih. tanyain sekalian mbak Marni kalau mau ikut kasian di rumah sendiri.'' Fatima kembali mengangguk lalu bersiap Menganti gamis nya dan menyiap kan celana sang suami. Leon juga mengganti sarung nya dengan celana panjang di padukan kaos dan jaket
''Mbak Marni ikut yuk. Fatima akan pergi ke pasar malam dari pada sendiri di rumah.'' Fatima menghampiri Marni.
__ADS_1
''Beneran neng.'' seru Marni girang
''Iya ayok.'' ucap Fatima
''Sebentar neng ganti hijab dulu.'' marni bergegas ke kamar nya mengganti hijab nya
Leon sudah siap menunggu di depan rumah rupanya Juna sudah menunggu.
''Fatima.'' panggil Rima dari dalam mobil. Fatima menghampiri Rima
''Duh pengantin baru ini aroma nya lain dari yang yang lain.''
''Mbak Rima apaan sih.'' Fatima tersenyum malu malu.
Semua sudah naik ke mobil Juna sudah siap menyalakan mesin mobil nya dan bergegas pergi menuju pasar malam.
''Neng Fatima masih ingat kapan terakhir kita ke pasar malam.'' tanya Marni
''Sudah lama sekali mbak, waktu itu masih ada almarhum ummi.'' jawab Fatima
''Kalau di pasar malam paling suka ya kuliner nya.''
''Kalau arka suka naik kora kora dan yang lain nya soal nya seru sih.'' sela arka menimpali.
''kalau bawa anak kecil yang memang seperti itu tujuan pertama permainan nya. Fatima nanti kalau sudah punya anak ya seperti itu juga mau tidak mau harus nemenin naik kora kora. dan semua permainan sebenar nya sih malu tapi mau gimana lagi.''
ucap Rima mengingat diri nya selalu menemani putra nya saat menaiki aneka wahana terkadang juga bergantian dengan sang suami Arjuna..
Mendengar ucapan Rima Fatima maupun Leon mengaminkan dalam hati masing masing semoga Allah cepat memberikan kedua nya Momongan Fatima sudah membicarakan hal itu sama suami nya untuk tidak menunda soal Momongan
''Kita sudah sampai.'' seru arka girang. melihat lampu berbagai warna yang terang benderang.
Leon membantu istri nya turun dari mobil dan menggenggam tangan nya. sedang juna dan rima sudah berlari mengejar arka yang langsung menuju wahana permainan mbak Marni hanya mengikuti Fatima dari belakang.
''kamu mau beli apa.'' tanya Leon lembut.
''Entah lah lihat lihat aja dulu.'' Fatima tidak tau harus membeli apa seperti nya belum ada yang ia sukai.
Marni menghampiri Rima yang sedang menunggu suami dan putra nya menaiki wahana.
''Mbak rima.'' panggil marni
''Fatima di mana mbak.'' tanya Rima
''biasa pengantin baru lagi pacaran.'' ucap Marni pelan sedikit berbisik
''Iya lagi anget anget nya.'' ucap Rima.
''Bukan kah pacaran setelah menikah jauh lebih nikmat. tidak ragu untuk memandang tidak dosa untuk menyentuh justru menjadi ladang pahala.'' suara Fatima mengaget kan Rima dan Marni.
'Fatima kamu disini.'' Rima tersenyum tidak enak hati.
''Aku beli minuman mbak ini.''
Fatima menyodorkan empat gelas minuman Boba.
''Kok empat siapa lagi.'' tanya Rima.
''Untuk suami dan putra mu mbak Rima itu mereka menuju kemari.'' tunjuk Fatima
__ADS_1
''Terima kasih Fatima sudah di belikan minuman kebetulan aku juga haus.'' ucap Rima
''Bersambung