
''
''
Setelah makan siang Leon membawa sang adik ke pabrik. Jengah dengan rengekan nya yang ku Jung berhenti dan semakin memekak kan telinga nya. Begitu sampai di desa Leon terus menuju pabrik terlebih dahulu. Sebelum membawa adik nya menemui Fatima.
''Ara kamu sudah besar.'' ya seru Juna melihat Laura adik nya Leon yang juga sepupunya.
''Iya atra sudah besar kak Juna tu yang semakin tua.'' seru Laura
''Sembarangan.'' Juna tidak terima di bilang semakin tua
''Baru juga datang kemaren sudah ngebet minta datang kesini.'' kesal Leon yang terpaksa meninggal kan pekerjaan nya demi membawa sang adik bertemu dengan Fatima.
''Aku pengen cepet bertemu kak Fatima penasaran seperti apa orang nya.'' ucap Laura
''oh itu di rumah saja kalau mau bertemu. bisanya setelah bada ashar Fatima datang ke rumah.'' terang Juna.'' terang Juna
''Apa itu bada ashar.'' tanya Laura penasaran
''bada ashar itu kurang lebih jam tiga.'' jalan Leon
''Oh kenapa tidak tidak bilang jam tiga saja ribet sekali bada ashar.'' Juna menghela nafas nya sedang Leon menggaruk rambut nya yang tidak gatal hari itu dia seperti adik nya yang menanyakan apa itu bada isya,
Laura menunggu Leon dan Juna membahas pekerjaan nya dan merasa bosan mengikuti langkah kaki Leon dan Juna yang melihat ke adaan pabrik. Laura melihat jam di tangan nya sudah menunjuk kan jam dua tiga puluh.
''Kak Leon kak Juna kita kerumah kak Juna sekarang lihat sebentar lagi Fatima akan kerumah kak Juna.'' seru Laura begitu antusias Leon dan Juna hanya bisa geleng kepala
''Ra ini belum waktunya jam pabrik pulang.'' seru Juna
''Kita bukan pekerja pabrik atau gudang yang harus mengikuti aturan jam pabrik pulang. Kita kan bos nya.'' ucap Laura
''Kakak mu yang bos nya kalau aku tetap saja bekerja.'' ucap Juna
''Orang pabrik tau nya kak Juna bos di pabrik ini. Justru mereka menganggap kak Leon pekerja dari kantor pusat. Yang di ucap kan Laura benar ada nya mereka semua tidak tau Leon pemilik pabrik tempat mereka bekerja tau nya Juna lah pemilik nya.
''Sudah ayok buruan.'' Laura menarik tangan Juna dan Leon untuk segera pulang.
Ketiganya dalam perjalanan pulang menuju rumah Juna tak sampai sepuluh menit Leon memarkir kan mobil nya di pekarangan rumah Juna, sedang Laura menatap takjub tempat itu
__ADS_1
''Laura.'' Rima berlari dari dalam rumah begitu melihat sepupu suami nya.
''Mbak Rima.'' begitu juga Laura langsung menyambut dengan hangat pelukan Rima.
''Kok Leon gak bilang kamu datang.'' ucap Rima
''Dia baru juga kemaren lending ngebet pengen cepet kesini.'' seru Leon mengingat sedari pagi adik nya itu merengek pengen cepet ke rumah Juna.
''Masuk dulu yuk kita ngobrol di dalam.'' Rima membawa Laura masuk kedalam rumah nya di ikuti Juna dan Leon
''Bik Niah datang membawa minuman dingin dan camilan
''Kok banyak sekali minuman nya bik untuk siapa lagi.'' tanya Juna heran
''Neng Fatima.'' jawab bik Niah
''Fatima kan belum datang bik. Apa gak ke laman di bawakan minuman sekarang.'' ucap Rima menimpali
''Sudah datang Bu. Bibik sudah lihat neng Fatima dalam perjalanan ke mari.'' ucap bik Niah lagi
''Dari mana bibik tau Fatima dalam perjalanan kemari.'' tanya Laura penasaran
Benar saja tak berapa lama Fatima datang gadis bercadar itu mengenakan gamis panjang nya warna pink soft sangat pas di tubuh ramping nya yang tak terlihat
''Asalsmualaikum.''
''Walaikumsalam.'' jawab semua orang serentak kecuali Laura
''Fatima masuk lah.'' ucap rima
Sedari Fatima di ambang pintu Laura menatap tak berkedip gadis bercadar mata saja yang terlihat. Berjalan menghampiri semua orang dengan pandangan nya yang setia
menunduk, Fatima melihat ada seorang gadis Duduk tepat di samping Leon dan gadis itu tak berhijab rambut nya yang panjang ia biarkan tergerai.
''Fatima kenalin ini laura adik nya Leon.'' Rima mengenal kan kedua nya
''Hai kak Fatima aku Laura adik nya kak Leon.'' Seru Laura mengulurkan tangan nya
''Fatima.'' ucap nya seraya menyambut uluran tangan Laura, dapat Laura rasakan tangan Fatima yang halus dan lembut. Netra nya menatap manik mata Fatima lekat sebelum fatima kembali menunduk.
__ADS_1
''Bagai mana bisa kak Leon jatuh cinta dengan gadis yang tak pernah ia lihat wajah nya. Bagai mana kalau gadis itu rusak di bagian bibir atau hidung nya.'' batin Laura berkata
''Ara.'' panggil Leon
''ah ia.'' panggilan Leon membuat Laura tersadar dari pikiran nya Leon seakan tau isi pikiran sang adik.
Mereka mengobrol sebentar sebelum Fatima memulai mengajari arka mengaji. Setelah nya Leon dan Juna lanjut ngobrol di teras belakang sedang Laura ikut duduk menyaksikan Fatima mengajari arka dan Rima mengaji. entah tulisan apa itu Laura tidak pernah melihat dan mengerti. gadis itu terus menatap Fatima dalam diam. Tutur katanya sangat lembut punggung tangan nya yang tampak putih dan halus. Matanya sangat indah. Pantas saja Leon jatuh cinta hanya dengan melihat mata Fatima.
''Mbak Rima aku ke sana dulu.'' pamit Laura meninggal kan Fatima Rima dan juga arka.
Laura meninggal kan ketiganya berjalan ke teras belakang mencari Leon dan Juna
''Kenapa kesini.'' tanya Leon melihat adik nya menjatuh kan bobot tubuh nya di kursi tepat di samping nya
''Ksk Leon juga belajar itu.'' tanya Laura penasaran
''Belajar apa.'' tanya Leon pura pura tidak mengerti.
''Belajar yang seperti arka dan mbak Rima.'' ucap Laura lagi.
''Itu mengaji, sebagai seorang muslim ya harus rugi sendiri kalau tidak bisa membaca dan mengaji Al-Qur'an.'' terang Leon
''Itu harus.'' Leon mengangguk pelan
''Apa lagi yang kak Leon pelajari.''
''Banyak.''
Jawab Leon singkat. Laura sangat penasaran seperti dirinya hari itu. Yang penasaran akan banyak hal.
''Kak Leon wanita muslim harus dan di wajib kan menutup seluruh anggota tubuh nya kecuali telapak tangan dan wajah nya, lalu kenapa kak fatima menutup wajah nya juga.'' tanya Laura semenjak tadi malam Laura mencari tau seorang wanita muslimah melalui google.
''Menutup aurat bagi wanita muslimah wajib Ara, karna itu nanti akan di pertanyakan di akhirat. Menutup wajah tidak di wajib kan hanya saja hukum nya mubah bagi yang melakukan nya.'' terang Juna menimpali
''Karna itu mbak Rima tidak memakai nya. Dan pakaian mbak Rima dan Fatima juga tampak berbeda.'' tanya Laura lagi.
''Pakaian seorang wanita muslimah yang benar ya seperti yang di pakai Fatima nama nya syar'i. Boleh memakai pakaian biasa asal jangan memperlihat kan lekuk tubuh nya masih di batas aman yang terpenting longgar.'' jelas Juna.
Hari ini Laura belajar dan mengerti banyak hal. berfikir tentunya tidak lah mudah membuat keputusan untuk berpakaian tertutup, seperti Fatima
__ADS_1
''Bersambung