
''
''
Hari semakin terang gelap nya subuh sudah hilang, hari ini Juna akan mengantar Leon ke rumah sakit, malas sebenar nya hari Minggu waktunya kualiti time bersama anak dan istri nya,
''Mas Juna jadi nganterin Leon, tanya Rima seraya membantu suami nya berpakaian,
''Jadi sayang, jawab Juna dengan senyuman,
''Apa ada dokter hari ini mas, hari ini kan minggu, ucap mengingat kan,
''Aku tau, aku sudah bicara sama Hendra aku akan membawa Leon ke rumah nya, terang juna
''Apa tidak apa apa di rumah nya mas, tanya Rima sedikit kuatir,
''Tidak apa apa sayang di rumah Hendra semua alat nya juga lengkap, terang Juna lagi,
''Sudah selesai, ucap Rima seraya merapikan kancing terakhir kemeja sang suami,
''Terimakasih sayang, Juna mengecup seluruh wajah istrinya berakhir di bibir ranum sang istri, menyesap nya lembut dan lama,
Kemudian suami istri itu keluar dari kamar nya, turun ke bawah menghampiri arka dan Leon di teras belakang,
'Ini masih sangat pagi, di luar masih dingin ngapain disini, ucap Juna
''Om Leon tu di bilangin masih di gin tetap saja ingin duduk di sini,
''Aku tau, ini ada kopi untuk menghangat kan arka ada coklat panas, sebentar lagi matahari juga akan datang, ucap Leon menunjuk kan kopi milik nya dan coklat milik arka, seraya melihat ke ujung timur Langit. yang sudah mulai menguning,
''Hem, terserah kamu saja, Rima datang membawa secangkir kopi panas untuk suami nya,
''Kopi nya mas,,!
''Terima kasih sayang,,!
Bik Niah juga datang membawa sepiring pisang goreng yang masih panas baru ke luar dari penggorengan,
"Nah Leon ini enak, kopi pisang goreng, kamu pasti tidak pernah makan pisang goreng, ini tuh enak apa lagi di makan waktu pagi begini di temani secangkir kopi panas rasanya enak dan pas, ucap Juna seraya mengambil satu pisang goreng,
Rima juga membawa sepiring pisang goreng, kali ini ada coklat leleh nya dan keju,
"Ini apa lagi, tunjuk Leon
"Ini sama pisang goreng, yang ini ada toping nya yang ini original, mas Juna suka yang original aku sama arka suka yang ada toping nya, ucap Rima menjelaskan,
Leon meng angguk angguk kan kepalanya seraya mencicipi satu persatu pisang goreng itu,
__ADS_1
"Bagaimana om rasa nya, tanya arka penasaran dengan jawaban Leon,
"Enak arka, tapi sedikit berminyak, protes nya,
"Karna ini di goreng, kalau di rebus ya ada air nya, seru Juna,
Selesai sarapan dengan pisang goreng, Juna membawa Leon menemui sahabat nya Sorang dokter, melewati kios bunga Fatimah Leon tak berkedip melihat Fatima yang sibuk membuka kios nya Juna sengaja memperlambat laju mobil nya,
"Kamu mau kita berhenti di sini, Leon tanya Juna
"Tidak jalan saja,
"Mana tau kamu mau berpamitan, ucap Juna melirik sepupu nya itu, tampak Leon menggelengkan kepala nya,
Juna kembali menambah kecepatan mobil nya, setelah melewati kios bunga Fatima,
"Kita kemana, tanya Leon penasaran kemana sepupu nya itu membawa nya,
"Kerumah teman ku, ini hari Minggu aku yakin rumah sakit tidak ada dokter praktek, ucap Juna menjelaskan,
"terserah kamu,
Tak lama kemudian Juna sudah sampai di depan rumah teman nya, tampak Hendra sudah menunggu kedatangan Juna,
"Turunlah kita sudah sampai, Leon turun dari mobil Juna tampak seorang pria seumuran dengan nya dan Juna sedang tersenyum,
"Jadilah mana mungkin tidak jadi, jawab Juna seraya menjabat tangan sahabat nya itu,
"Oh iya ini kenal kan Leon yang aku ceritakan tadi malam, dia sepupuku, ucap Juna memperkenal kan Leon dan Hendra,
"Hai aku Hendra,,,
"Leon,,
Kedua nya saling berjabat tangan dan memperkenal kan nama masing masing,
"Ayok silahkan masu, Hendra membawa kedua tamu nya memasuki rumah, pelayan datang membawa minuman dingin dan juga camilan,
Ketiga nya terlibat obrolan ringan sebelum proses khitan Leon akan di laksanakan,
"Kamu sudah siap Leon, tanya Hendra, tanpa bertanya apa maksud dan tujuan nya karna Juna sudah menceritakan nya tadi malam,
"Apa tidak ada prosedur lain nya sebelum kita melakukan proses khitan, tanya Leon yang memang tidak mengerti,
"Tidak ada kelamaan, cepat lah jangan banyak tanya, jawab Juna cepat, Leon menghela nafas berat nya,
Hendra membawa Leon ke ruangan khusus di rumah nya, semua peralatan alat kedokteran lengkap ada di ruangan itu,,
__ADS_1
"Hendra sudah seperti rumah sakit saja ini, ucap Juna berdecak kagum,
"Hem ini untuk warga sekita yang memerlukan pertolongan sebelum, ke rumah sakit, kamu tau sendiri kan jarak rumah sakit dari sini lumayan jauh, terang Hendra,
"Kamu ngapain ikut masuk, protes Leon pada Juna,
"Kita sama sama pria kenapa sih,, malu kamu, ucap Juna tidak terima dengan protes sepupu nya,
''Ya ini kan privasi, sebaik nya kamu menunggu di luar, ucap Leon lagi,
''Kalau aku ke luar tidak mengawasi mu, aku takut Hendra salah potong takut nya Hendra memangkas habis senjatamu, ucap Juna menjahili Leon,
''Gak mungkin, dokter Hendra melakukan nya, ucap Leon seraya mendengus kesal,
Sedang Hendra terkikis geli mendengar perdebatan saudara sepupu itu, Leon sudah bersiap tiduran di brangkar yang ada di ruangan Hendra, sedang Hendra sedang menyiap kan semua alat alat nya,
''Tenang saja Leon aku tidak akan melenyap kan masa depan mu, ucap Hendra menenangkan Leon,
''Aku juga tidak akan melihat aku akan duduk di sini, ucap Juna menimpali,
''Kalian berdua tau, selama aku jadi dokter ini kali pertama aku melakukan khitan pada pria dewasa, biasa nya yang datang kesini rata rata anak anak di bawah usia sepuluh tahun, ucap Hendra sebenar nya sedikit merasa geli, harus melakukan khitan pada pria dewasa,
''Kalian pahamilah aku kalau aku seperti kalian aku tidak mungkin melakukan nya sekarang,, Leon berkata dengan nada sedikit kesal,
''Baik lah kita lakukan kamu sudah siap,
Hendra mulai melakukan pekerjaan nya sebagai seorang dokter, tak sampai satu jam semua sudah selesai, masa depan Leon sudah berubah bentuk,
''Ini sampai kapan aku harus seperti ini, tidak mungkin kan aku pulang ke rumah mu, ada istri mu, ini memalukan, ucap Leon tidak tau harus pulang kemana dengan kondisi nya sekarang,
''Dua tiga hari kamu sudah normal seperti biasa leon, tidak lama,, jelas Hendra
''iya masalah nya aku mau pulang ke mana ini, ucap Leon lagi,
''Pulang ke rumah mu, bagai mana, ucap Juna memberi saran,
''Sama saja ada mana ku, entah lah mungkin anterin aku pulang sedikit lebih malam saja nungguin semua orang tidur bagai mana, Juna tampak mengangguk pelan
''oke aku anterin malam nanti, Juna menyetujui usul Leon,
''Tidak usah sekarang saja, aku akan meminta papa menyuruh mana ke kantor, dan pelayan perempuan di rumah aku akan meminta pak nur untuk pergi sementara aku masuk dulu ke dalam rumah, ucap Leon punya ide,
''Terserah kamu,
''Jika malam nanti aku kasian pada anak dan istrimu pasti menunggumu lama, sampai larut malam, Leon tidak enak hati membuat sepupu nya itu pulang larut malam,
Bersyukur dan terimakasih sepupunya itu ada di saat Leon membutuh kan nya menemaninya, mendampingi nya, menuju jalan yang lebih baik lagi jalan yang selalu di ridhoi oleh Allah SWT
__ADS_1
Bersambung