Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
lebih sabar dan ikhlas


__ADS_3

''


''


''Assalamualaikum.''


''Walaikumsalam.''


Jawab Leon tanpa menoleh ke sumber suara yang sudah sangat di hafal nya.


''Sudah lama di sini.'' tanya Fatima pelan.


'' dua jam yang lalu, setelah aku dari kios.'' ucap Leon pelan matanya fokus menatap ke depan Padang rumput yang di tumbuhi bunga liar nan indah.


''Kamu melihat nya.'' tanya Fatima


''Apa dia pria yang mengajak mu ta'aruf.'' tanya Leon penasaran


''Iya dan seperti nya kalian sudah saling mengenal.'' ucap Fatima pelan


''Hem dia teman dari rekan kerjaku. Kita berkenalan di kantor pusat. Itu saja selanjut nya kita tidak begitu saling mengenal.'' tutur Leon jujur adanya.


''Menurut mu bagai mana.'' tanya Fatima


''Tidak bagai mana biasa saja.'' jawab Leon


''Apa kamu tidak merasa kuatir.'' tanya Fatima lagi.


''Apa yang mau di kuatir kan aku sama sekali tidak kuatir. Aku sangat percaya padamu bahwa dirimu dapat membuat keputusan yang bijak. Biar Allah saja yang menentukan nya. Aku anggap ini cobaan pertamaku setelah aku menjadi mualaf Allah sedang menguji kesabaran dan keikhlasan ku.''


Mendengar ucapan Leon Fatima sangat yakin pria di depan nya yang sedang duduk membelakangi Fatima adalah sosok yang bijak tidak terbawa suasana dan keadaan. Fatima ikut duduk di antara rerumputan tepat di belakang Leon.

__ADS_1


''Seyakin itu.'' tanya Fatima lagi


''Sangat yakin seyakin saat aku memutuskan menjadi mualaf dan memeluk agama yang indah ini.'' ucap Leon seraya tersenyum tipis. sedang Fatima semakin yakin dengan pria di depan nya itu.


''Aku selalu meminta petunjuk dari Allah di setiap sujud ku untuk memberikan mahram yang terbaik untuk ku siapa pun itu.'' lirih Fatima di belakang Leon.


''Semoga Allah me ijabah semua doa doa mu. Memberikan yang terbaik untuk mu aku juga selalu mendoakan yang terbaik untukmu dalam setiap sujud ku di tiap butir tasbih ku.'' Leon menghembuskan nafas nya berat. Melihat Reyhan beberapa kali mendatangi kios Fatima bukan hanya sekedar membeli bunga. Tapi Leon tadi juga sempat mendengar pembicaraan mereka. ternyata Reyhan orang yang mengajak Fatima ta'aruf.


Dengan cepat Leon mencari tau siapa Reyhan putra dari kiai tersohor di tanah Jawa yang mempunyai pesantren tak hanya satu tempat. Dan juga Reyhan lulusan terbaik Al Azhar Kairo yang sekarang sedang melanjutkan studi S2 nya di tempat yang sama. Begitu Leon merasa tidak ada apa apa nya di bandingkan dengan Reyhan akan pemahaman agama nya. Leon yang masih terbata dengan Fatima yang menjadi guru ngajinya. Sungguh saingan yang berat Leon berfikir pak haji akan lebih memilih Reyhan untuk menjadi mahram putrinya.


Dua jam duduk termenung di tempat favorit Fatima membuat Leon mengerti arti Ikhlas dan sabar segala sesuatu hanya Allah yang bisa menentukan


''Pergi lah Fatima Rima sudah menunggu mu tidak baik untuk mu berlama lama di sini dengan ku.'' ucap Leon pelan penuh kelembutan pria itu sedang menyiap kan hatinya dengan ketentuan Allah Tetang siapa yang akan menjadi mahram untuk Fatima.


''Asalamualaikum.''


''Walaikum salam.''


''Kenapa ujian ini sangat berat Fatima di saat aku mulai menemukan ketenangan.'' Leon menghembuskan nafas berat nya menatap langit yang cerah namun tak secerah hati nya saat ini.


Satu jam kemudian Leon masih tak bergeming dari duduk nya.


''Asalamualaikum.''


''Walaikumsalam.''


Jawab Leon kaget seraya menoleh ke sumber suara.


''Pak haji.'' Leon menatap Abi nya Fatima kemudian berdiri dari duduk nya.


''Nak Leon apa yang kamu laku kan di sini.'' Tanya pak haji penasaran.

__ADS_1


''Tidak ada pak haji hanya menikmati tempat indah ini.'' jawab Leon cepat seraya tersenyum tipis,


''Kenapa kamu sama persis dengan putriku suka berlama lama di tempat ini.'' batin pak haji menatap lekat Leon.


''Bagai mana apa setiap hari kamu berdoa, meminta petunjuk dari Allah.'' tanya pak haji penasaran apa Leon juga tidak sabar seperti hal nya Reyhan


''Setiap hari berdoa pak haji bukan hanya karna ada masalah ini dan meminta petunjuk nya. Sebelum menjadi mualaf saya juga berdoa tapi dengan cara yang berbeda.'' ucap Leon dengan raut wajah tenang.


''Tampak nya kamu sangat tenang dan tidak ada raut kuatir.'' Leon tersenyum tipis mendengar ucapan pak haji.


''Tidak ada yang perlu Leon kuatir kan, semua yang ada di muka bumi ini milik Allah semua akan kembali padanya. Bahkan semut yang kecil pun milik Allah tidak ada yang bisa mencegah dan melarang nya jika Allah sudah menghendaki nya. Begitu juga dengan jodoh Fatima. Siapa pun itu tidak ada yang bisa mencegah nya meski Fatima sekali pun.''


Leon berkata sangat tenang membuat pak haji kagum akan pemikiran Leon yang jauh lebih ikhlas tidak terbawa suasana dan keadaan.


''Ternyata bapak salah berfikir akan nak Leon. Bapak berfikir nak Leon akan memperjuangkan Fatima apa pun caranya.'' ucap pak haji lagi.


''Tidak pak haji saya akan sangat dan lebih bahagia melihat Fatima bahagia dengan jodoh nya. Siapapun dia. anggap saja ini cobaan buat menguji iman saya. Yakin karna Allah sangat menyayangi saya. Dan Allah tidak mungkin memberi cobaan di batas kemampuan saya.'' jawab Leon cepat dan lugas


Pak haji tersenyum senang mendengar penuturan Leon pemuda yang baru menjadi mualaf ternyata sangat cepat memahami akan setiap masalah yang datang mengujinya. Menganggap ini ujian untuk nya, karna Allah lebih sayang pada nya.


''Nak Leon bapak sangat senang dan bangga nak Leon tak lantas marah dan kecewa yang dapat membuat nak Leon hilang akal dan berbuat apa saja demi apa yang nak Leon ingin kan tercapai, bapak cukup senang dan bangga meski baru memeluk agama yang indah ini nak Leon mampu menguasai kesabaran nak Leon, itu arti nya iman nak Leon tidak lah kosong.'' ucap pak haji seraya menepuk bahu kokoh Leon.


''Bapak hanya bisa berdoa semoga apa yang nak Leon doakan siang dan malam Allah segera me ijabah nya mengabulkan nya, percayalah nak leon tidak ada doa yang sia sia.'' pak haji kembali menepuk pundak kokoh leon


''Kamu memang pemuda yang baik jika Fatima bukan jodoh mu, yakin lah bahwa Allah telah menyiapkan jodoh yang lebih baik dari Fatima. Karna jodoh adalah cerminan diri.


Pak haji hanya bisa memberi nasehat pada Leon balik lagi hanya Allah yang bisa menentukan semua nya jodoh Riski dan maut kita manusia hanya bisa berdoa dan berusaha.


''Gengs mana komen nya jangan lupa tinggal kan jejak.


''Bersambung

__ADS_1


__ADS_2