Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
Islam KTP


__ADS_3

''


''


Semenjak hari itu Leon semakin intens memberikan bunga untuk Fatima setiap kali Leon datang ke pabrik, selalu menyempatkan kan diri berkunjung ke kios bunga milik Fatima, seperti yang di lakukan hari ini,


''Kenapa kamu selalu memberikan bunga ini untuk ku, tanya Fatima heran Leon selalu membeli dua ikat bunga dari kios nya,


''Tidak apa apa aku membelinya hanya untuk orang yang sepesial di sini, Leon menunjuk dadanya,


''Dua orang sepesial,,,


''Hem, satu untuk ibu ku, entah kenapa mendengar ucapan Leon satu untuk ibu nya membuat Fatima senang, dua orang sepesial batin nya,,! yakin jika tidak tertutup cadar wajah Fatima sudah bersemu merah,


"Kamu tau kan,, bunga ini dari ladang ku dan juga dari kios ku, lalu kamu memberi kan nya pada ku,,


"Iya aku tau, hari itu aku melihat mu memeluk bunga ini dan menciumi nya, aku sangat yakin kamu menyukai bunga ini, dan aku tidak tau harus membelinya di mana, hanya ada kios mu di daerah sini, jawab Leon, hatinya merasa senang dari awal Leon memberinya bunga Fatima tidak menolak,


keduanya lebih sering bertemu meski di kios bunga, itu lebih baik, Leon sangat menghormati Fatima, tidak mungkin Leon mengajak Fatima ngedate di cafe, seperti muda mudi kebanyakan, Fatima tidak menolak kedatangan Leon dan pemberian bunga nya bagi Leon itu sudah cukup,


"Apa bos kamu tidak marah, jam segini kamu berada di luar pabrik, ini kan jam kerja, tanya fatima yang mengira Leon di pabrik itu bekerja,


"Tidak aku manajer nya di sana semua di bawah kendaliku, aku juga sudah bertanggung jawab pada pekerjaan ku, tidak apa kan kalau aku di sini hanya sebentar, yang penting aku tidak mengabaikan pekerjaan ku, jelas Leon sedikit berbohong mengikuti alur Fatima, yang mengira Leon di pabrik hanya pekerja,


"Hem terserah kamu, kalau bos kamu marah aku tidak mau di ikut sertakan, ucap Fatima seakan memberi peringatan,


Leon terkekeh mendengar ucapan Fatima,


"Aku tidak akan dan tidak mungkin menyeret mu di dalam pekerjaan ku, itu urusan ku tanggung jawab ku, jelas Leon lagi,,


Leon melihat mata indah itu tampak menyipit, yakin Fatima tersenyum di balik cadar nya,


Aqila, asma dan Sofyan sudah mengerti setiap kali Leon datang, ketiganya menyibuk kan diri dengan pekerjaan masing masing, meski tak ingin mendengar obrolan Fatima dan Leon, namun ketiga nya masih bisa mendengar mereka tak ingin mengganggu,, yang mereka tangkap dalam pikiran masing masing bahwa pemuda yang sering memberi Fatima bunga sedang jatuh cinta,

__ADS_1


"Fatima aku akan kembali ke pabrik, mungkin besok atau lusa aku tidak kemari ada banyak pekerjaan di kantor pusat aku harus ke kota, terang Leon berpamitan pada Fatima,


"Iya aku mengerti,


Sedikit ada gurat kecewa di hati Fatima mendengarkan besok dan lusa Leon tak bisa datang ke kios nya, yang otomatis tidak bisa menemui diri nya,


"Cie Fatima hatinya sedang berbunga, goda aqila gadis itu bukan nya tidak tau kalau Fatima juga senang dengan kedatangan Leon,


"Apa yang berbunga, setiap hari melihat bunga ya berbunga, jawab Fatima sedikit meralat,


"Berbunga karna yang memberi bunga, celetuk asma ,


"Kalian mulai lagi, berapa kali sudah ku bilang dia datang hanya membeli bunga, ucap Fatima


"Membeli bunga untuk orang yang sepesial, lanjut Sofyan ikut menggoda Fatima,


Aqila dan asma mengiyakan, karna tadi sempat mendengar Leon bicara, bunga yang di beli untuk dua orang sepesial, selain ibu nya tentu saja Fatima,


wajah Fatima merona malu di balik cadar nya, yang dikatakan Aqila asma dan juga Sofyan benar ada nya, Leon membeli bunga itu untuk dua orang yang sepesial, Fatima kembali teringat Leon bukan lah seorang muslim, tidak mungkin Fatima menjatuhkan perasaan nya begitu saja, apa lagi Leon sama sekali belum mendatangi abi nya, ketika Leon bertanya tentang agama nya, Fatima menyuruh Leon untuk bertemu dengan Abi nya,


Fatima mulai ragu dengan keseriusan Leon terang nya yang ingin belajar agama, kenapa Leon sama sekali tak mendatangi Abi nya,


''Semoga saja, batin Fatima berkata,


''''''''''''''''''''''''''''''''''


''Dari mana kamu, nih banyak yang perlu di tandatangani ngilangin terus kerjaan nya, gerutu Juna terlihat kesal,


''Aku menemui Fatima, jawab Leon santai seperti tidak merasa bersalah,


''Hah ini nih,, cinta sudah mengalah kan logika, aku yakin, paman maikel sedang sangat sibuk di kantor karna membantumu, yang tak pulang pulang dari sini, dengan dalil sedang bekerja, rupanya sibuk mengejar cinta, sindir Juna


Namun Leon hanya tersenyum menanggapi sindiran sepupu nya itu, yang benar ada nya,

__ADS_1


''Apa kamu tidak suka kalau aku bersanding dengan Fatima,


''Bukan tidak suka, tapi apa kamu pantas untuk Fatima,


Mendengar ucapan sepupunya Leon tersadar dia belum mendatangi masjid yang di maksud Fatima untuk bertemu dengan Abi Fatima,,


''Juna apa yang pertama kali di lakukan seseorang untuk masuk Islam, tanya Leon penasaran,


''Yang pertama harus mengucapkan dua kalimat syahadat kamu harus bersyahadat dulu, karna itu Fatima menyuruh mu menemui Abi nya, karna tidak mungkin Fatima men syahadat kan mu, terang Juna,


''Setelah itu, tanya Leon lagi


''Setelah itu jangan hanya ber syahadat pelajari juga ajaran dan larangan nya, nilai nilai nya, jangan hanya Islam KTP jelas Juna lagi,


''Akan aku sempat kan menemui Abi nya Fatima besok, ucap Leon me mantap kan hati nya,,


''Bagus setelah ini kamu bisa bertanya pada ku atau Fatima, lanjut Juna,


''Bagai mana dengan paman maikel dan bibik Luna, apa kedua orang tuamu mengijinkan mu berpindah agama, tanya Juna penasaran,


''Papa sama mama ku tidak mempermasalah kan hal itu, apa pun yang kulakukan asal itu bisa membuat ku bahagia mereka setuju setuju saja, jawab Leon apa ada nya,


''Siapa tau dengan dirimu ber pindah agama paman maikel dan bibik Luna mendapat kan hidayah nya, semua pasti ada yang mengawali, ucap Juna lagi,


''Semoga saja, gumam Leon,


''Kamu tanya lah Fatima hari apa Abi nya berada di rumah, setahuku pak haji Sobri sering keluar mengisi kajian, terang Juna menjelaskan,


''Kamu benar aku akan tanya Fatima nanti,


''Segerakan jangan hanya nanti nanti, niat baik jangan di tunda tunda, keburu Fatima di ambil ustadz, anak dari temannya pak haji Sobri, ucap Juna asal, membuat Leon melempar remasan kertas ke arah Juna,


Dalam hati Leon pun takut jika Fatima keburu bersama pria lain, yang lebih sepadan dengan nya dari segi agama, Leon sangat lah tidak pantas untuk Fatima saat ini,

__ADS_1


jangan lupa tinggal kan jejak like komen dan vote nya,


''bersambung


__ADS_2