Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
Ragu


__ADS_3

''


''


pagi sudah menjelang hari yang gelap kembali terang pak haji Sobri masih tak bergeming dari tempat nya mengimami tadi pagi,


''Pah haji, panggil Adin pelan seketika pak haji menyudahi zikir nya membuka mata kemudian menoleh pada Adin,


''Ada apa Din.'' tanya pak haji penasaran tidak biasa nya Adin memangil pak haji yang sedang berzikir.


''Maaf pak haji, ini sedari subuh tadi, kiai Rahman menghubungi beliau pagi ini akan berangkat kesini, mungkin siang nanti baru sampai karna masih singgah di lain tempat, terang Adin menunjuk kan ponsel nya,


'' secepat itu padahal aku baru tadi malam menghubungi nya.''batin pak haji berkata,


''Siap kan semuanya, panggil istrimu untuk memasak di dapur, untuk menyambut kedatangan nya, jangan sampai ada yang kurang.'' titah pak haji pada Adin,


''Baik pak haji, Adin segera melaksanakan yang pak haji perintah kan,


''Semoga ini yang terbaik untuk mu nak, dan semoga ini jawaban atas semua doa doa Abi di sepertiga malam, batin pak haji berkata,


''Fatima, panggil pak haji lembut memanggil putri nya,


''Iya Abi, jawab Fatima,


''Masak apa pagi ini untuk sarapan, tanya pak haji seraya menyesap teh yang sudah di siap kan Fatima,


''Nasi goreng Abi, jawab Fatima seraya tersenyum manis,


''Kelihatan nya enak ini, pak haji segera duduk di ikuti Fatima dan menyendok kan nasi goreng ke pering abi nya,

__ADS_1


Ayah dan anak itu menikmati sarapan nasi goreng buatan Fatima resep dari mendiang ummi nya, semua masih sama rasa nya tak pernah berubah hanya saja yang masak berbeda,


''Fatima biarkan di sini dulu, nanti saja cuci piring nya, pak haji menghentikan Fatima yang ingin mencuci piring bekas makan mereka,


''Abi ingin bicara duduk lah, ucap pak haji menepuk kursi yang tadi di duduki Fatima,


''Ada apa Abi, Fatima duduk kembali


''Abi tidak akan basa basi lagi, siang nanti sahabat Abi kiai Rahman datang bersama putra nya yang baru datang dari Kairo, dua hari yang lalu terang pak haji, seperti yang pernah Abi bilang waktu itu, ada yang ingin ber ta'aruf dengan, siang ini mereka datang,'' lanjut pak haji,


''kamu tau kan Abi sangat menyayangi mu, Abi hanya ingin mahram yang terbaik untuk mu, semoga ini jawaban atas semua doa doa Abi selama ini,'' Fatima hanya diam mendengar kan, entah kenapa hatinya menolak ta'aruf itu,


''Abi Fatima tau dan sangat mengerti agama kita melarang umat nya berpacaran, dan ta'aruf sangat di anjurkan, apa bila saling cocok dan tidak ada paksaan, jika masih ada keraguan sebaik nya jangan, Fatima akan temui sahabat Abi dan putra nya, karna itu salah satu proses ta'aruf mempertemukan kedua belah pihak,'' jelas Fatima,


Pak haji tersenyum tipis entah apa yang di pikirkan, melihat raut wajah putrinya yang tiba tiba berubah seakan tidak menyukai ta'aruf ini,


Hari ini Fatima tidak ke kios bunga nya, di sana hanya ada Aqila asma dan juga Sofyan yang bertugas menghantar pesanan bunga pelanggan, Fatima sibuk di dapur bersama mbak Marni dan juga norma istrinya Adin, membuat masakan dan juga beberapa kue untuk di hidangkan,


''Boleh sekalian di cuci kang dan letak kan disini.'' ucap mbak Marni mang Dodo mencuci semua buah yang di belinya tadi, sedang Fatima sibuk membuat puding, mbak Marni memasak daging dan aneka lauk lain nya, sementara norma menata alat makan dan menyusun nya di balai ruang tamu untuk menjamu tamu yang akan datang sebentar lagi,


''Neng Fatima tau tidak siapa yang akan datang, tidak biasa nya Abi menyiap kan begitu banyak makanan sampai seperti ini.''


''Fatima tidak tau mbak, Abi hanya bilang sahabat nya dari luar kota datang berkunjung.'' ralat Fatima.


''Mang Adin bilang kiai rahman yang akan datang, kiai yang punya pondok pesantren terbesar di pulau Jawa.'' terang norma karna informasi yang didapat dari suami nya seperti itu.


Fatima hanya diam mendengarkan seraya menyusun buah buahan di dalam keranjang, tersenyum getir di balik cadar nya,


''Ya Allah apa boleh hamba menolak, sepertinya hamba belum siap batin Fatima berkata entah apa yang membuat Fatima tidak siap, apa karna sosok Leon yang diam diam bertahta di hatinya,

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian rombongan kiai Rahman berjumlah dua mobil mulai memasuki halaman rumah pak haji sobri, Fatima mengintip dari celah jendela kamar nya, yang pertama turun tampak pria gagah dan rupawan raut wajah nya tampak tegas, kemudian membantu wanita paruh baya turun dari mobil dengan hati hati, tampak Abi nya berpelukan dengan pria seusia Abi nya, dan semua menyambut kedatangan sahabat Abi nya itu, hanya Fatimah yang masih berada di dalam kamar nya,


Mang Dodo dan mang Adin sibuk menghidangkan air dan beberapa kue dan puding, sedang mbak Marni dan norma menyiap kan menu masakan nya.


''Fatima,'' panggil pak haji menghampiri Fatima di dalam kamar.


''Abi sekarang ya.'' tanya Fatimah pak haji tersenyum tipis lalu mengangguk pelan


''Fatima akan bersiap.'' pak haji tau terbesit ragu di hati putri nya,


''Ini yang terbaik untuk mu nak. Abi hanya ingin kamu bahagia.''


Fatima berada di belakang sang Abi yang berjalan menuju ruang tamu,


''Masallah nak Fatima sudah besar, dulu terakhir bertemu masih kecil.'' seru salah satu wanita paruh baya yang juga bercadar seperti dirinya.


Fatima hanya menunduk tersenyum tipis di balik cadar nya,


''Nak Fatima tentunya Abi mu ini. Sudah memberi tau niat kedatangan kami kesini. Yang ingin mengajak nak Fatima ber ta'aruf dengan putra Abah ya itu Reyhan, kalian boleh saling mengenal dulu, jika ada kecocokan kita bisa lanjut ke proses selanjut nya.'' ucap kiai Rahman panjang lebar,


''Jika sudah ada kecocokan maka tahapan selanjut nya adalah Nadzar proses ta'aruf di mana pihak laki laki boleh melihat wajah wanita yang akan di lamar nya sebelum khitbah proses ijab qobul di lakukan.'' lanjut kiai Rahman.


''Secepat itu. Bukankah masih ada waktu dua sampai tiga Minggu untuk proses saling kenal dan mencari kecocokan maaf.'' ucap Fatima pelan mencari celah memperlambat proses ta'aruf


''Selain itu kita juga harus saling menukar biodata CV untuk proses saling mencari kecocokan itu, jika kedua belah pihak ada yang tidak cocok boleh untuk tidak di lanjut kan.'' lanjut Fatima lagi


Membuat kiai Rahman sedikit tersinggung dengan ucapan Fatima, apa yang di ragukan tentang putranya Soleh pasti cerdas dan pintar sama hal nya seperti Fatima Reyhan juga lulusan Kairo. Hafiz Qur'an juga.tampsn apa lagi.


Gengss Mak author panggil panggil nih, mana komen nya, like jempol nya vote nya bintang lima nya, banyak sekali mak author ngarep nya ya,

__ADS_1


Bagaimana nasib bang leon


Bersambung


__ADS_2