Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
perlahan tapi pasti,


__ADS_3

''


''


Yang di tunggu Leon akhirnya bisa mendapat kan no wasup Fatima, seperti mendapat kan barang langka bahagia dan senang yang Leon rasakan,


''hai Fatima ini aku leon


Tulis Leon dalam wasup nya,


Satu menit dua menit sepuluh menit berlalu tiga puluh menit kemudian wasup Leon sudah centang biru, tampak senyum mengembang di bibir Leon,


''Ya sudah aku save no wasup mu,


Tulis Fatima dalam balasan wasup Leon,


''Aku mengganggu mu tidak,,


Tulis Leon lagi,


''Tidak aku sedang bersantai,


Tulis Fatima,,


''Kapan kamu akan mulai mengajari ku,


tampak nya Leon sangat antusias untuk belajar dengan Fatima,


''Sekarang juga bisa kalau kamu tidak sibuk,


Jawaban Fatima,


''kita video col ya,


Tulis Leon meminta untuk video col, Wasup Leon sudah terbaca namun cukup lama tidak ada balasan, dari fatima


''Fatima sudah membaca nya tapi tidak ada balasan, gumam Leon menunggu dengan cemas,


'' kita tidak akan bertatap muka, kita hanya saling mendengar kan suara kita, dan kamu juga bisa menyimak ini,


Leon menyelip kan foto buku yang Fatima berikan,


''Baik lah,


balas Fatima membuat Leon seketika mengembangkan senyum nya,


''Kita mulai dari mana


tulis Leon lagi,


''Kita mulai dari awal, bacaan wudhu, dan gerakan nya,


Tulis Fatima


''Baik lah,


jawab Leon


''Untung saja aku seminggu ini berlatih sendiri, gumam Leon seraya mengambil tripod dan memasang nya di kamar mandi, kemudian memulai video col dengan Fatima,


percayalah saat ini Leon sedang senam jantung, dadanya kembang kempis merasakan jantungnya yang tiba tiba berdetak cepat,


Bukan hanya Leon yang sedang senam jantung Fatima pun sama, tampak ragu untuk menggeser tanda hijau di layar ponsel nya, Fatima memegangi dada nya yang berdegup cepat, dengan ragu Fatima menggeser tanda hijau di layar ponsel nya, sebelum menggeser tanda hijau terlebih dulu Fatima menempel Li'' camera ponsel nya dengan stiker


''Kamar mandi batin Fatima,


Tampak kosong sedetik kemudian tampak Leon yang berdiri di depan kran air dan memulai gerakan wudhu dan doa doa nya, tampak Leon tidak kesulitan sama sekali doa nya juga benar, Fatima tersenyum tipis, setelah selesai Leon membawa tripod nya kembali ke meja,


''bagai mana,,!


'Tanya Leon,,

__ADS_1


''lumayan cukup bagus,


''Terdengar suara Fatima yang menjawab pertanyaan Leon,


'' aku sudah hafal beberapa niat shalat seperti shalat isya Magrib dan ada lagi subuh,


Terang Leon,


''Sekarang baca Fatihah dulu,,!


Titah Fatima, Leon mengikuti setiap kata yang Fatima ucap kan, sedang Fatima menyimak buku yang Leon baca, yang tertera di layar ponsel nya, karna hanya buku yang terlihat oleh fatima dan hanya Sura Leon yang terdengar melantun kan bacaan shalat,


''Cukup bagus dia cepat sekali belajar, batin Fatima berkata,


''Semoga saja ya Allah,,!


kata hati Fatimah, yang selalu mensemogakan ketidakmungkinan, semenjak bertemu Leon,


Malam semakin larut fatima dan Leon menyudahi video col nya, meski tidak bisa bertatap muka dengan Fatima cukup membuat Leon senang dan bahagia,


Sedang Fatima cukup senang Leon dapat belajar dengan baik, cukup cepat untuk menghafal bacaan shalat, meski semua bacaan itu sangat asing bagi nya, perlahan tapi pasti


Leon dan Fatima sudah sama sama tertidur di tempat masing masing, tidur dengan senyum yang mengembang di bibir keduanya, entah perasaan apa ini,


......................


Hingga azan subuh berkumandang, dengan mata yang masih berat Leon mencoba bangun, melihat jam di ponsel nya jam Empat lima belas menit, tidak lupa jempol nya mendekat aplikasi wasup


''Online,, batin Leon berkata melihat wasup Fatima sedang online


Rupanya hal yang sama sedang terjadi dengan Fatima, kaget sekaligus senang melihat wasup Leon sedang online,


ting,,,!


''kamu sudah bangun,


Tanya Leon,


Balas Fatima,


''Aku sedang menghafal bacaan qunut masih ada beberapa yang terlewat,


Tulis Leon


''Semangat hafal nya kamu pasti bisa, 💪💪


Tulis Fatima menyelipkan emoticon lengat kekar tanda semangat,,


''Fatima kamu sudah bangun, panggil Abi nya dari luar kamar Fatima,


''Sudah Abi, jawab Fatima,


''Sudah ya Abi sudah memanggil ku, 🙏


Leon tersenyum membaca wasup terakhir Fatima, semalam belajar dengan Fatima hingga cukup larut malam, membuat Leon sudah mulai memahami dan mengerti bacaan shalat dan gerakan nya, pagi ini Leon akan mencoba shalat subuh untuk yang pertama kalinya setelah dirinya menjadi mualaf,


Setelah melaksanakan ibadah shalat subuh untuk yang pertama kalinya,, Leon duduk di depan jendela membuka jendela itu selebar mungkin membiarkan udara dingin menerpa setiap pori kulit nya, bibir nya tersenyum sembari memandang ke arah langit yang mulai sedikit terang,


''Ya Allah jika ini jalan yang engkau tunjuk kan, maka restui lah jalan ku Istiqomah kan aku menuju surgamu, yakin aku sudah mendapat hidayah mu, melalui dirinya ciptaan mu yang indah, yang selalu menggetarkan hati dan jiwaku, apa yang selalu aku semogakan akan engkau kabul kan


Amiin,, 🤲


Doa pertama Leon di pagi hari ini, kemudian Leon keluar dari kamar nya bergegas turun ke bawah, sedang ada arka di ruang keluarga, ya sejak kemarin Leon kembali menginap di rumah Arjuna sepupunya,


''Arka kita joging yu, ajak Leon melihat Arka yang hanya melihat film karton ke sukaan nya,


''Sekalian kita beli bubur ayam di depan mau gak om, seru arka


''Boleh, jawab Leon cepat,


''Yeah,, arka ganti baju dulu om, seru arka berlari ke atas menuju kamar nya,

__ADS_1


''Bik Niah nanti kalau Juna sudah bangun, bilang saja aku sama arka pergi joging, sekalian arka minta sarapan bubur ayam di depan, ucap Leon memberi tau bik Niah,


''oh iya,, nanti bik Niah sampaikan pada pak Juna, jawab bik Niah,


''Tak berapa lama arka sudah siap dengan celana training nya, Leon dan arka berlari kecil menyusuri jalan desa, masih terasa dingin karna matahari belum menampak kan sinar nya, melewati masjid yang tentunya juga melewati rumah Fatima Leon berjalan perlahan,


''Arka kita jalan aja capek kan lari, seru Leon yang sebenar nya memang sengaja memperlambat lari nya,


''Capek sedikit om belum juga keluar keringat, jawab arka sembari menghentikan larinya kini keduanya berjalan ber iringan,


rumah Fatima tampak sepi, hanya terlihat mang Dodo yang membersihkan masjid dan halaman nya,


''Mungkin tidur lagi, batin Leon, melihat rumah Fatima,


''Om lihat itu bubur nya sudah ramai sekali, seru arka yang melihat warung bubur ayam dari kejauhan tampak ramai orang,


''Buruan om nanti kehabisan, seru arka takut kehabisan,


''Yang benar saja arka ini masih pagi masak iya sudah habis,


''Om cepetan sedikit, arka sedikit menarik tangan Leon,


''Bu Siti bubur nya apa masih ada, tanya arka seraya mengintip kedalam panci,


''Ada kalau untuk nak arka masih, jawab Bu Siti ramah,


''Yang di makan dua yang di bungkus tiga ya Bu, ucap arka sembari menunjuk kan jarinya,


''Kok ada yang di bungkus arka, tanya Leon heran untuk siapa,


''Untuk papa mama dan bik Niah, jawab arka


Kan kita masih mau joging masak iya bawa bungkusan, ucap Leon


''Yakan titipin dulu disini tidak apa apa om, pulang nya kita ambil,


''Oh,, baik lah,


Leon dan arka Menikmati sarapan bubur nya pagi ini rasanya lumayan enak, cocok di lidah Leon,


''Bu Siti bubur nya masih, tanya pelanggan Bu Siti yang baru datang,


''Habis neng, ini tinggal pesanan neng Fatima, ucap bu Siti seraya tersenyum sedikit menyesal,


''Oh kirain masih, pelanggan itupun pergi dengan rasa sedikit kecewa,


mendengar Fatima juga memesan bubur Leon menghampiri bu Siti,


''bu Siti bubur saya yang di bungkus sekalian sama punya Fatima, biar saya yang bayar, ucap Leon seraya mengeluarkan dompet nya, menyerahkan beberapa uang


''Kembalian nya ambil saja Bu, ucap Leon lagi kemudian kembali duduk seraya mengeluarkan ponsel nya,


''Bubur pesanan mu sudah aku bayar tinggal ambil saja,


Leon mengirim Fatima wasup untuk memberi tau nya, tidak ada balasan, sampai Fatima datang,


''Neng Fatima ini buburnya sudah Bu Siti siap kan, dan ini juga sudah di bayar sama mas yang itu, tunjuk Bu Siti pada Leon,


''Iya Bu Fatim sudah tau, tadi mang dodo nitip, ralat Fatima tidak ingin menjadi bahan omongan warga sekitar, tanpa menyapa dan melihat Leon Fatima kembali menaiki motor nya, lalu pulang,


''Om Leon kita sudah selesai ayok pulang,


''Kita tidak lanjut joging arka, tanya Leon heran arka mengajak nya pulang,


''Arka kekenyangan, jawab arka cepat,


''Ya sudah ayok,


''Bu Siti mana bubur arka yang di bungkus, seru arka,


''Ini nak arka terimakasih ya, ucap Bu Siti,,

__ADS_1


''Bersambung


__ADS_2