
''
''
jika Leon tampak biasa setelah mengetahui bahwa Reyhan adalah pria yang mengajak Fatima ta'aruf. Berbeda hal nya dengan Reyhan sedikit kesal dan marah kala mengetahui Leon juga berniat ingin melamar Fatima. Malam itu setelah shalat isya sengaja Leon shalat isya berjamaah di masjid Reyhan melihat dan mendengar Abi nya Fatima memberi semangat untuk Leon jika kelak Allah menentukan siapa yang akan menjadi mahram untuk Fatima.
''Oh ternyata Leon orang yang membuat Fatima mengulur waktu dan selalu mengabaikan ku saat aku dekati.''batin Reyhan berkata tampak raut wajah nya yang sudah merah menahan amarah.
Segera Reyhan bergegas melajukan mobil nya menuju rumah sahabat nya Haikal. Ingin mencari tau lebih tentang sosok Leon. selain CEO dari perusahaan besar itu karna penampilan Leon jauh dari kata seorang CEO apa dia sedang menyamar dan mendekati Fatima hanya itu yang ada di pikiran Reyhan saat ini jika ia demikian Reyhan ingin sekali membongkar kedok Leon.
''Kamu kenapa sih tidak sabaran.'' ucap Haikal sedikit kesal
''Bagai mana aku bisa sabar dan tidak kesal ternyata Leon CEO perusahaan yang ingin kamu kerjasama dengan nya dia juga ingin melamar Fatima.'' ucap Reyhan menggebu.
'' lalu di mana salah nya pak Leon. Wajar dong jika pak Leon juga tertarik dengan wanita seperti Fatima wanita yang berakhlak mulia. Selagi Fatima belum memberi keputusan nya iya atau tidak bisa menerima ajakan ta'aruf mu selama itu boleh saja pak Leon juga mempunyai niat yang sama.'' tutur Haikal memberikan pendapat nya.
''Ya aku tau jika Leon tidak ada mungkin Fatima tidak akan pikir panjang, dan aku sangat yakin Fatima langsung menerima ajakan ta'aruf ku.'' ucap Reyhan kekeh menyalah kan Leon yang juga ingin melamar Fatima Reyhan merasa Leon saingan nya.
Setelah mendapat informasi siapa Leon Reyhan sangat terkejut bahwa Leon belum lama menjadi mualaf sebelum nya dia non Muslim. Membuat Reyhan tak begitu kuatir jelas pak haji Sobri pasti ingin menantu yang faham dan mengerti lebih banyak soal agama. Yang bisa menjadi imam yang baik untuk Fatima.
''Jika seperti ini aku tidak akan memusingkan masalah Leon, aku yakin pak haji meng ingin kan menantu yang bisa membimbing Fatima menuju surga nya menjadi imam yang baik untuk nya. Leon apa bisa membimbing Fatima menuju surganya menjadi imam yang baik untuk Fatima, jika pemahaman nya Tentang agama masih kalah dengan Fatima. Aku sangat yakin itu.'' ucap Haikal seakan meremehkan leon.
''Jangan berfikir seperti itu Rey. siapa tau pak Leon lebih dari apa yang kita pikir kan hati orang tidak ada yang tau, jangan memandang hanya karna pak Leon baru saja menjadi mualaf.'' ucap Haikal kurang setuju dengan pendapat Reyhan.
''Aku tau tapi kamu lihat sendiri pak haji orang seperti apa tidak mungkin pak haji asal mencari jodoh untuk putri nya apa lagi untuk orang yang masih awam tentang agama kita.'' ucap Reyhan yakin sekali pak haji akan memilih nya sebagai menantu di bandingkan dengan Leon.
''kita lihat saja siapa yang di pilih Fatima. Menurut ku sikap Fatima bagai mana terhadap mu.'' tanya Haikal penasaran.
''Menurutku Fatima sedikit pemalu. karna Fatima tidak pernah bertanya sesuatu tentang ku.'' ucap Reyhan mengingat Fatima hanya diam setelah menjawab pertanyaan dari reyhan. Iya dan tidak Hanya itu.
''menurut ku Fatima memang tidak ingin mengenal mu mencari tau tetang mu. Kesukaan mu. kebiasaan mu. Dengan begitu Fatima tinggal bilang membatal kan ta'aruf ini dengan alasan tidak ada kecocokan.'' ucap Haikal
__ADS_1
''Aku tidak percaya itu aku yakin Fatima hanya malu bertanya pada ku.'' jawab Reyhan
''Kita lihat saja. Seminggu disini kamu dan Fatima masih belum ada perubahan, masih sama seperti sebelum nya.'' ucap Haikal lagi
''Tidak mungkin pak haji lebih memilih Leon dari pada aku apa yang harus di katakan nya pada Abah, secara Abah dan Abi nya Fatima adalah sahabat baik.'' batin Reyhan berkata.
sinar matahari perlahan menghilang malam pun datang setelah melaksanakan shalat Maghrib Leon tak lupa berdoa dan berzikir. Leon melepas peci nya dan berganti pakaian biasa, tampak ponsel nya berkedip kedip tertera nama Juna di layar ponsel nya
''Ada apa.''
Tanya Leon heran.
''Mau gak kita ke pasar malam. Arka ngajakin nih.''
Ucap Juna di sebrang telepon
''sekarang.''
Tanya Leon
Juna menutup sambungan nya.
''Belum juga jawab iya sudah menutup telpon nya kebiasaan.'' gerutu Leon kesal kemudian bersiap dan menunggu Juna di depan pabrik
Tak berapa lama kemudian Juna datang dengan membawa mobil nya.
''Sudah lama menunggu.'' tanya Juna tanpa turun dari mobil nya yang hanya menurun kan kaca
''Baru saja.'' jawab Leon seraya menaiki mobil Juna Leon duduk di belakang bersama arka
''Om Leon nanti temani arka naik kora kora ya.'' pinta arka pada Leon
__ADS_1
''Tidak papa mu saja. Om Leon tidak pernah naik kora kora.'' tolak Leon
''mama sama papa takut apa om Leon juga takut.'' tanya arka
''Om Leon bukan takut. Tapi kora kora kan permainan anak anak masa iya sudah m Leon mau naik itu.'' ucap Leon kekeh menolak.
''Ya sudah nanti arka mau naik sendiri.'' ucap arka pelan raut wajah nya tak bersahabat.
''Nanti om Leon belikan apa saja yang kamu mau om Leon janji. Asal jangan meminta om Leon menemani mu menaiki semua permainan.'' namun tak membuat wajah arka berubah senang tetap saja cemberut
''Papa juga bilang nya seperti itu.'' lirih arka kesal
Juna hanya diam di belakang kemudi niat nya mengajak Leon agar Leon mau menemani arka menaiki semua permainan nyatanya Leon juga tidak mau.
sesampai nya di pasar malam suasana tampak begitu ramai. Rima paling suka dengan aneka kuliner dan jajanan yang ada. Kalap semua seperti mau di beli nya.
''Sayang beli dulu apa yang kamu suka setelah ini kita bisa awasi arka sambil makan.'' seru Juna
''Mama cepetan belinya arka sudah tidak sabar ingin naik itu.'' tunjuk arka yang ingin naik komedi putar dan kora kora.
Sedang Leon juga ikut menikmati suasana yang baru pertama kali ia rasakan seumur hidup nya.
''Ini kan taman permainan kenapa di sebut pasar malam.'' ucap Leon heran
''Kan buka nya hanya di malam hari. Karna itu di sebut pasar malam.'' jelas Juna.
''Ini aku belikan minuman.'' Rima datang membawa tiga gelas minuman dingin. Di berikan pada Leon arka dan juga suami nya.
''Terimakasih Rima, ucap Leon seraya menikmati minuman nya..
''Bersambung
__ADS_1