Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
kekuatiran kedua orang tua,


__ADS_3

''


''


Setelah ngedrama sedikit Ahir nya Leon bisa pulang kerumah nya, tanpa disadari sang mama maupun pelayan wanita, hanya pak nur dan pak min, yang mengetahui keadaan Leon dan akan merawat nya untuk dua hari kedepan sebelum Leon benar benar bisa pulih seperti biasa nya, pak nur dan pak min, sangat tertarik dan senang tuan mudanya memeluk agama seperti ke dua nya,


''Den Leon mau makan apa tanya pak nur hati hati,


''Aku tidak mau apa apa pak, hanya saja aku ingin ke kamar mandi tapi bagai mana apa aku masih bisa untuk buang air kecil, lirih Leon sedari tadi menahan ingin ke kamar mandi,


''Tidak apa apa den Leon, itu hanya operasi kecil di bagian kulit luar nya, pak nur mencoba meyakin kan tuan mudanya,


''Coba saja den Leon tidak apa apa mari pak nur bantu, pak nur membantu Leon ke kamar mandi,


''Pak nur tunggu di luar saja aku bisa sendiri, tolak Leon yang melihat pak nur ingin ikut masuk ke kamar mandi,


Sesaat kemudian Leon sudah selesai sudah keluar dari kamar mandi,


''Bagai mana den Leon apa sakit, tanya pak nur kuatir


''Tidak pak tidak terasa sakit, benar kata pak nur ini tu hanya kulit luar nya saja, terang Leon merasa tidak sakit masih bisa seperti biasa,


''besok atau lusa pak nur yakin sudah sembuh, den Leon sudah bisa beraktivitas seperti biasa,


''Iya pak dokter Hendra juga bilang seperti itu, jelas Leon,


''Apa tuan dan nyonya besar tau akan hal ini den, maksud pak nur tuan dan nyonya tidak marah, tanya pak nur hati hati,


''Tidak pak papa sama Mama sudah tau Leon sudah minta ijin nya, terang Leon,

__ADS_1


''Sukur lah den, pak nur ikut senang, melihat den Leon seperti ini,,! ini tuh bukan keputusan yang mudah tentunya banyak melalui pertimbangan, pak nur sangat senang, den Leon dapat memutuskan hal besar dengan bijak, semua agama sama den, semua untuk kebaikan hanya saja jalan nya berbeda, terang pak nur panjang lebar,


''Hem,,! jika dia bisa membawaku dalam kebaikan semua akan aku lakukan tanpa berfikir lagi pak, Leon membayangkan mata indah Fatima, mata yang penuh ketenangan mata itu yang membuat Leon memutuskan hal besar dalam hidup nya,


''Dia siapa den, tanya pa nur penasaran,


''Gadis itu bercadar pak, aku bahkan belum pernah melihat wajah nya, entah kenapa dia bisa membawaku sampai sini, terang Leon mata dan pikiran nya seakan menerawang cukup jauh,


''Jangan berubah karna seseorang den, yakin karna den Leon sudah dapat hidayah dari Allah, seandainya den Leon tidak bisa memiliki seseorang itu nanti den Leon akan kembali ke awal sebelum den Leon seperti sekarang, ucap pak nur sedikit memberi nasehat untuk tuan muda nya,


''Tidak pak Leon tidak seperti itu, pak nur percaya kan sama Leon, Leon Ambil kebaikan nya saja pak,


''Iya den Leon benar ambil hikmah nya saja,


Hari sudah menjelang sore, Maikel dan istri ya bergegas pulang setelah mendengar kabar Leon sudah di rumah dengan keadaan nya Maikel mendengar putra nya itu selesai menjalani operasi kecil,


Begitu sampai di rumah Maikel dan istri nya bergegas menuju kamar putra nya, ingin segera melihat ke adaan nya,


''Lein tidak apa apa mah, ini hanya operasi kecil yang memang harus dan wajib di lakukan oleh seorang pria mualaf seperti ku, terang Leon,


''Apa memang benar seperti itu pah, tanya Luna pada suami nya,


''Kalau yang papa dengar ya memang seperti itu, jawab Maikel,


''Itu memang harus di lakukan Nyonya, selain itu memang wajib juga untuk kebersihan, sela pak nur ikut menjelas kan,


''Tapi tidak apa apa kan, tanya Luna lagi rasa kuatir nya takut sang putra kenapa Napa,


''Tidak apa apa mah, lihat besok Leon pasti sudah baik baik saja, ucap Leon lagi,

__ADS_1


''Ya sudah, kamu tidak mau sesuatu yang mau di makan, mintalah pak nur membawa makanan mu kesini selagi kamu belum pulih, ucap Luna seraya mengusap lembut lengan putra nya,


''Iya mah,, Leon sudah memberi tau pak nur, untuk hal itu terang Leon,,


''Siapa yang menemani dan mengantar mu Leon, tanya Maikel penasaran sedikit merasa sedih dan bersalah tidak bisa menemani putra nya,


''Tentu saja Juna pah, papa tidak usah kuatir Juna menjaga ku menemani ku dengan baik, jelas Leon,


''Iya papa sama Mama sekali lagi minta maaf tidak bisa menemani mu, ucap Maikel merasa sedih,


''Sudah Leon katakan kemarin tidak apa apa tidak usah merasa sedih, ijin dan dukungan dari papa sama mana saja bagi Leon sudah cukup, sekali lagi tidak usah merasa bersalah dan sedih, ucap Leon meminta kedua orang tua nya untuk tidak merasa bersalah dan sedih,


''Kenapa Juna tidak menunggu papa, kenapa dia Lang sung pulang papa belum mengucap kan terima kasih, ucap Maikel,


''Tidak apa apa pah, besok juga bisa ketemu sama Juna, aku memang menyuruh Juna untuk cepat pulang anak dan istri nya pasti sudah menunggu dengan cemas, terang Leon lagi,


''Ya sudah kamu benar, papa tinggal dulu papa mau mandi setelah ini papa kemari lagi, ucap Maikel kemudian meninggal kan kamar putra nya,


''Mama juga akan menyiapkan keperluan papa mu, Luna mencium kening putra nya penuh sayang,


Luna pun sama keluar dari kamar putra nya, mengikuti sang suami ke kamar nya


''Pah papa tau Leon operasi apa, mana tidak melihat lukanya, tanya Luna penasaran, bagian Tubuh yang mana yang di operasi,


''Mah yang papa tau itu memang harus di lakukan setiap laki laki yang beragama Islam, dan itu harus mama tidak usah kuatir putra mu tidak apa apa percayalah, ucap Maikel tidak mau menjelaskan sedetail apa pada sang istri,


''Papa yakin, ucap Luna lagi,


''Percayalah, sekarang papa mau mandi siapin air nya dulu gih, titah Maikel seraya melepas sepatu dan jas nya,

__ADS_1


Tidak pernah menyangka salah satu anggota keluarganya akan ada yang berbeda agama dengan nya, tidak kemungkinan putrinya nanti bisa jadi mengalami hal yang sama, setelah selesai kuliah dan tinggal di Indonesia bertemu dengan jodoh nya pria Islam bisa jadi Putri nya itu mengikuti jejak kakak nya, Maikel menghela nafas nya pelan, berfikir lagi bagai mana dengan dirinya dan sang istri jika kedua anak nya memeluk agama lain, apa dia dan sang istri juga akan seperti itu nantinya,,


''Bersambung


__ADS_2