
''
''
pak haji Sobri dan Fatima larut dalam doa nya masing masing, setelah selesai shalat Maghrib pak haji Sobri maupun Fatima masih tak bergeming dari tempat nya. mengingat ucapan Reyhan tadi begitu menyakitkan. Fatima maupun psk haji Sobri masih setia dengan butiran tasbih nya. hingga adzan isya berkumandang.
Tampak jamaah sudah mulai memenuhi ruangan masjid bersama sama melaksanakan ibadah shalat isya berjamaah. setelah shalat isya selesai pak haji Sobri hendak berdiri dan kembali ke rumah nya Alang kah kaget nya saat berbalik badan kiai Rahman tepat di belakang nya bersama Reyhan tentunya di pojok paling belakang tampak Leon juga hendak meninggal kan masjid sadar ada Reyhan dengan orang tua nya.
''Nak Leon.'' panggil pak haji menghentikan langkah kaki Leon
''Iya pak haji.''
''Duduk lah dulu disini.'' ucap pak haji pelan
''Maaf pak haji seperti nya pak haji ada tamu saya tidak ingin mengganggu saya pulang saja.'' tolak Leon
''Duduk lah dulu ada yang ingin bapak bicarakan dengan mu.'' mendengar ucapan pak haji Reyhan maupun Leon penasaran apa yang ingin di bicarakan Abi nya Fatima,
''Maaf haji Sobri. seperti nya aku ingin bicara dengan mu saja, tanpa ada orang lain di sini karena ini sangat pribadi.'' ucap kiai Rahman tidak setuju ada Leon bersama mereka.
''Tidak nak Leon akan tetap di sini dan mendengar kan kita bicara.'' pak haji seperti sudah tau apa yang ingin di bicarakan sahabat nya itu.
''Ini tentang apa.'' tanya kiai Rahman
''Ini tentang nak Reyhan dan nak Leon. keduanya punya niat yang sama ingin menjadikan putri ku penyempurna separuh agama nya.'' ucap pak haji Sobri
''Lalu apa keputusan mu.'' tanya kiai Rahman
__ADS_1
''Berhari hari siang dan malam aku berdoa meminta petunjuk dan jalan yang terbaik untuk nak Leon dan nak Reyhan tentunya.'' ucap haji Sobri tersenyum menatap Leon dan Reyhan bergantian.
''Keputusan ada di nak Leon dan nak Reyhan kalian berdua yang memutus kan siapa yang pantas dan tidak untuk menjadi mahram Fatima.''
''Kenapa bisa seperti itu bagai mana kalau keduanya punya keputusan yang sama.'' protes kiai rahman
''Tidak mereka sangat bijak dalam membuat keputusan.'' pak haji Sobri sangat yakin Reyhan dan Leon bisa memberi keputusan yang sangat bijak
''Saya yang akan mundur pak haji.'' dari segi mana pun saya tidak ada apa apa nya dengan Reyhan. saya yang minim pengetahuan tentang agama sangat tidak sebanding dengan Reyhan dan Fatima.''
Leon memberi keputusan nya sebenarnya Leon berat mengatakan itu, namun rasa penasaran nya lebih besar ingin tau apa jawaban Reyhan apa dia masih berani membuat keputusan ingin meneruskan ta'aruf nya. setelah kejadian sore tadi
''Tidak saya yang akan mundur, pengetahuan agama yang luas tidak menjamin seseorang dalam bersikap dewasa ikhlas dan lebih sabar tentunya. maaf kan saya pak haji saya sudah menuduh Fatima yang bukan bukan.'' Reyhan memejamkan mata nya lalu menghela nafas nya berat.
''Saya yang tidak bisa sabar. saya yang terbawa emosi saya yang tidak ikhlas dan saya yang tidak mencari tau dulu kebenaran nya terlebih dulu sebelum lisan saya ini melontarkan kata tuduhan. maaf atas kehilafan saya ini pak haji.'' lanjut Reyhan menyesali perbuatan nya.
''Maaf kan Rehan Abah. Reyhan sudah mempermalukan Abah di depan sahabat Abah.'' Reyhan tampak mencium tangan kiai Rahman dengan penuh rasa penyesalan
''Pak haji tidak marah pada saya.'' lirih Reyhan menatap haji Sobri yang tersenyum manis pak haji Sobri menggeleng pelan
''Bukan kapasitas saya menghakimi dan marah pada sesama. kewajiban saya menasehati dan mengingat kan siapa pun yang berbuat khilaf.'' ucap pak haji Sobri.
''Leon maaf. aku tak sebaik dirimu mencintai Fatima dengan caramu yang sederhana namun luar biasa. maaf kan aku Leon. aku juga telah menuduh mu.'' Leon mengangguk kan kepala nya pelan seraya tersenyum pada Reyhan.
bersyukur Reyhan mau mengakui ke kehilafan nya.
''Jadi siapa yang akan menjadi mahram untuk fatima.'' ucap kiai Rahman
__ADS_1
''Leon.'' Rehan meraih tangan Leon seraya tersenyum penuh keikhlasan
''Jadi besok jangan menunda waktu lagi. segera bawa kedua orang tuamu untuk melamar Fatima jadikan dia muhrim mu.'' ucap Rehan lagi.
''Sebelum nya saya juga ingin minta maaf pada sahabat ku kiai Rahman. jangan ada hal apa pun yang membuat hubungan baik yang sudah terjalin puluhan tahun renggang begitu saja hanya karena anak anak kita tidak berjodoh.'' ucap haji Sobri pada sahabat nya kiai Rahman.
''Aku ikut senang mendengar Fatima sudah punya calon mahram nya meski itu bukan putra ku. jadi tidak ada alasan kita saling bermusuhan hanya karena hal ini.'' jawab kiai Rahman
''Nak Reyhan sudah membuat keputusan dengan ikhlas tidak ada paksaan, dan nak Leon yang menerima keputusan nak Reyhan bagai mana apa nak Leon menerima keputusan nak reyhan.'' tanya pak haji pada Leon
''Saya terima keputusan Reyhan pak haji.'' jawab Leon cepat
''Alhamdulilah. seperti yang nak Rehan bilang tadi segerakan jangan di tunda lagi bawa kedua orang tua nak Rehan datang kemari. nak Leon tau kan maksud nya.'' Leon mengangguk pelan
''Saya tau mengerti dan faham pak haji.'' jawab Leon cepat dan lugas.
Keputusan sudah di buat tidak mengecewakan satu sama lain Reyhan ikhlas dengan keputusan nya setidak nya Leon tidak mengatakan pada siapapun tentang kejadian sore tadi, Leon pulang dengan hati yang bahagia. Reyhan sudah ikhlas dengan keputusan nya. sedang kiai Rahman sebenarnya kurang setuju dengan keputusan putra nya.
''Fatima kamu sudah tau kan keputusan nya.'' tanya pak haji pada Fatima karena yakin Fatima sudah mengetahui nya
''Sudah Abi.'' lirih Fatima
''Semoga ini yang terbaik yang Allah pilih untuk mu. jawaban atas doa doa Abi selama ini.'' ucap pak haji
''Ini juga jawaban doa Fatima selama ini, Abi tidak marah kan jika Leon yang akan menjadi mahram ku.'' tanya Fatima ingin tau sebenar nya isi hati Abi nya,
''Awal nya Abi kurang setuju. tapi benar ucapan mu nak Leon sangat rajin dan tekun belajar dalam waktu singkat mampu menjadi muslim yang taat.'' jawab pak haji.
__ADS_1
awal nya memang tidak setuju karena dalam keluarga Leon masih ada yang berbeda keyakinan haji sobri takut mereka tidak bisa menerima Fatima. tapi kenyataan tidak menunjuk kan hal itu dengan adik Leon yang begitu baik pada Fatima
''Bersambung