Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
Alasan


__ADS_3

''


''


''Fatima melihat adik ipar nya banyak diam tidak seperti biasa nya. seperti ada sesuatu yang mengganggu pikiran nya.


''Sayang boleh tidak aku menemui Ara di kamar nya.'' ucap Fatima meminta izin


''Pergilah Jangan lama lama kita belum shalat isya. aku akan keruang kerja dulu.'' ucap Leon memberi ijin nya.


''Terima kasih sayang.'' ucap Fatima seraya mengecup pipi suami nya.


Fatima berjalan menuju kamar Laura adik ipar nya Fatima menangkap ada sesuatu yang Ara sembunyikan


Tok..tok..


''Ara boleh kakak masuk.''


Suara ketukan pintu dan terdengar juga suara Fatima mengaget kan Laura


''kak Fatima.'' Ara bangun dari sofa bergegas membuka pintu kamar nya.


''Kak Fatima.'' Laura menarik tangan Fatima masuk ,ke kamar nya dan membawa nya duduk di sofa.


''Ada apa kakak lihat kamu tidak bersemangat malam ini.''


tanya Fatima bukan ingin tau urusan adik ipar nya melain kan ingin meringan kan beban pikiran sang adik ipar siapa tau ingin bercerita.


''Kak Fatima apa kak Leon tidak bicara apa apa.'' tanya Laura


''Mengenai apa.''


''Mengenai siang tadi pria yang menemui kak Fatima.'' lirih Laura


''Kamu mencintai nya.'' tanya Fatima penasaran


Laura mengangguk kan kepala nya pelan


''Boleh kakak tau seperti apa hubungan mu dengan pria itu.''


''Aku dan Excel hampir empat tahun berpacaran. akan tetapi keluarga Excel tidak merestui kami karna perbedaan keyakinan di antara aku dan Excel. lalu Excel pernah menyuruh ku mengikuti keyakinan nya. namun papa dan kak Leon menolak waktu itu tidak tau apa alasan nya. jika sekarang aku mengikuti keyakinan excel seperti yang di lakukan kak Leon menjadi mualaf bagai mana.'' terang Laura.


''Ara mungkin ada suatu alasan yang membuat kakak mu dan papa tidak setuju sekalipun kamu mengikuti keyakinan nya. kamu tidak ingin kakak mu bilang tadi siang apa pun alasan nya kakak mu tidak setuju. mungkin kakak mu punya alasan nya sendiri Ara.'' ucap Fatima


''Satu lagi Ara jangan berpindah keyakinan hanya karna ajakan seseorang apu pun itu alasan nya. dengarkan kata hatimu buatlah keputusan mu sendiri. jangan di butakan karna cinta kamu jadi salah memilih langkah mu.'' Fatima memberi sedikit nasehat untuk adik ipar nya.


''Bukan kan nya jika aku masuk Islam akan lebih baik kenapa kak Fatima bilang seperti itu.'' Fatima tersenyum mendengar ucapan adik ipar nya

__ADS_1


''Semua yang di paksa dan terpaksa apa lagi mengikuti seseorang tidak akan baik Ara akan ada rasa penyesalan di kemudian hari, alangkah lebih baik jika semua atas kehendak hatimu sendiri.'' jelas Fatima


''Aku mengerti, apa kak Fatima bisa cari tau dari kak Leon apa alasan kak Leon tidak menyetujui hubungan ku dengan Excel. karna sebelum nya tidak seperti itu kak Leon dan papa tidak apa apa aku menjalin kasih dengan Excel semua terjadi setelah papa dan kak leon berkunjung ke negara Malaysia waktu itu untuk tujuan bisnis.'' jelas Laura mengingat waktu itu papa nya sangat marah dan menentang hubungan nya dengan Excel.


''Kamu yang sabar ya nanti biar kakak tanyakan.'' ucap Fatima lembut.


''Terima kasih ya kak.'' Laura memeluk kakak ipar nya dengan hangat. selama ini hanya mama nya tempat curhat nya akan tetapi Laura tidak seterbuka sekarang, masih ada yang di tutupi saat curhat dengan sang mama.


Fatima kembali ke kamarnya barengan dengan Leon yang baru keluar dari ruang kerja nya.


''Sayang jangan nanti di lihat orang.'' Fatima kaget dengan Leon yang tiba tiba memeluk nya dari belakang dan menciuminya


''tidak ada orang di sini lihat lah.''


''Kenapa tidak memakai cadarmu nanti kalau ada pria lain yang melihat kecantikan mu ini bagai mana.'' tanya Leon yang melihat istrinya tanpa mengenakan cadar nya


''Tadi aku menggunakan ujung hijab ku untuk menutupi wajah ku. tapi kamu datang mengagetkan ku.'' jelas Fatima


''Buruan masuk kamar nanti ada yang melihat mu tanpa cadar. aku sangat tidak rela.'' bisik Leon di telinga istri nya.


Fatima membuka pintu kamar nya dan Leon yang mengunci nya.


''Sayang kita shalat isya dulu.'' seru Leon mengingat kan istri nya


Fatima bergegas mengambil air wudhu dan menyusul sang suami yang sudah selesai duluan dan segera menunaikan ibadah shalat isya


Jam sudah menunjuk kan pukul delapan malam Leon menyudahi ngajinya pikiran nya sudah tidak fokus hembusan nafas sang istri sedari tadi hangat menerpa pipi dan leher nya karna Fatima meletak kan dagu nya di pundak Leon


''Sudah kenapa cepat sekali belum ada satu jam.'' tanya Fatima


''Kalau berdekatan seperti ini aku jadi tidak fokus sayang.'' kalau daring kan aku hanya mendengar suara mu saja jadi aku lebih fokus.'' jawab Leon


''Oh jadi maunya daring biar lebih fokus.'' Fatima melirik sang suami


''Eh jangan hanya saja jangan menempel kamu bisa duduk lebih jauh sedikit.'' ucap Leon salah tingkah


''Oh tidak mau aku dekat dekat ya sudah nanti aku tidur di sofa.''


''Jangan.'' Leon mendekap istrinya dan menyergap bibir mungil nan ranum menyesap nya perlahan


''Sayang sudah aku tidak bisa nafas.'' lirih Fatima sesaat ciuman sumi nya sudah terlepas.


''Tadi bicara apa aja sama Ara. Kelihatan nya serius sekali.'' tanya Leon


''Sayang kalau aku tanya dan bicara jangan marah ya. Fatima bicara dengan sangat hati hati


''Aku tidak akan pernah marah. tidak ada alasan yang membuat ku marah sama istri ku. aku tau apa yang akan di bicarakan istri ku ini pasti sudah di pikirkan sebelumnya.'' Leon kembali menyesap lembut bibir yang sudah menjadi candu nya

__ADS_1


''Bicaralah ada apa. ini soal Ara dan kekasih nya.'' lirih Leon menenggelamkan wajah nya di ceruk leher sang istri


''Ara hanya ingin tau apa yang menjadi alasan mu dan papa tidak merestui Ara dan kekasih nya. padahal sebelum nya baik baik saja Ara bilang sejak kamu dan papa berkunjung ke negara Malaysia sepulang dari sana papa marah besar.'' terang Fatima mengikuti kata kata Ara


''Memang benar sayang. aku sama papa ada kunjungan bisnis ke negara itu kebetulan rekan bisnis kamu semua beragama muslim saat makan malam aku sama papa biasa saja makan seperti pada umum nya. menghormati jamuan yang di buat klien waktu itu. kebetulan papa sedang tidak enak dengan perut nya jago papa makan sedikit dan cepat menyudahi makan malam nya. semua orang tau dan memakluminya. dan semua berjalan lancar.''


''Lalu apa yang terjadi.


Fatima sudah tidak sabar mendengar cerita sang suami


''Sebentar cerita nya masih panjang yakinlah author sedang mengarang ceritanya dan senyum senyum sendiri.


Leon menghela nafas nya pelan sebelum memulai kembali cerita nya.


''Ke keesokan harinya aku sama papa sedang makan siang di sebuah restoran Cina waktu itu. kami tidak sengaja bertemu dengan kedua orang tua Excel yang memang ikut dalam pertemuan bisnis itu.''


Leon menjeda ceritanya mengambil nafas sebelum kembali bercerita sedang Fatima mengambil kan air untuk suami nya.


''Minum dulu. haus kan.'' Fatima menyodorkan gelas berisi air putih


''Terima kasih sayang.'' ucap Leon kembali memberikan gelas itu. dan melanjut kan ceritanya.


''kedua orang tua Excel langsung meneriaki aku sama papa pengusaha di bidang makanan berlogo halal tapi kami kedapatan makan di tempat non halal meski yang di pesan papa waktu itu hanya sekedar bubur ayam karna perut papa masih tidak merasa nyaman untuk makan makanan berat.'' terang leon


''Lalu apa kelanjutan ceritanya.''


''Kebetulan kedua orang tua Excel sedang bersama klien kami. mereka tampak tidak suka lalu membbatal kan kerjasama yang baru se malam kita buat. karna percaya dengan apa yang di ucap kan kedua orang tua Excel.''


''Kamu tau sayang aku sama papa sangat mengutamakan produk yang kita buat, kenapa ada logo halal ya karna makanan kita terjamin halal. aku ingin semua orang bisa merasakan produk yang ku buat. bukan hanya orang non muslim yang mengkonsumsinya tapi orang muslim juga bisa semua kalangan bisa menikmati nya.'' lanjut Leon


''Iya aku setuju dengan mu. jika kita mengeluarkan produk halal semua lapisan masyarakat bisa menikmatinya.''


''Aku berfikir jangan seperti itu cara kedua orang tua Excel sangat salah. jika ingin menjatuh kan perusahaan jangan memperlakukan papa di muka umum. meski kami non muslim kamu bisa tanya sama seluruh pelayan di rumah ini apa pernah mama nyuruh mereka Memasak masakan non halal tidak pernah sayang.'' ucap Leon lagi.


''Apa mungkin kedua orang tua Excel melakukan hal itu ada kaitan nya dengan hubungan Ara dan putra nya.'' tanya Fatima


''Aku tidak tau sayang. mungkin saja karna mereka tidak terima saat papa melarang Ara untuk pindah keyakinan karna mengikuti Excel. papa sebenar nya tidak melarang hanya saja menyuruh Ara mengikuti kata hatinya tidak karna paksaan dari Excel dan keluarga nya.'' jelas Leon lagi.


''Jadi semua karna itu. kenapa kamu tidak berterus terang dengan Ara.'' ucap Fatima.


''Tidak sayang aku sama papa sangat menyayangi Ara tidak mau Ara terguncang perasaan nya bila mengetahui orang tua nya di permalukan.'' terang Leon


''Biar aku yang bicara sama Ara aku yakin Ara mengerti.''


''Terima kasih sayang. ucap Leon.


part nya sangat panjang

__ADS_1


''Bersambung


__ADS_2