
''
''
Laura merasa jauh lebih tenang setelah mengetahui semua. tidak perduli Excel percaya atau tidak yang terpenting keluarga nya adalah segala nya. Laura sudah memantap kan hati nya untuk melupakan Excel kekasih yang sudah ia putuskan semenjak masih di Jerman dulu.
''kenapa masak banyak siapa yang akan datang pak nur.'' tanya Leon melihat pelayan menata masakan di atas meja makan.
''Nyonya bilang keluarga dari Jerman akan datang makan malam di sini tuan muda.'' terang pak nur menjelaskan
''Oh.'' Leon menjawab hanya dengan ber oh saja
''Apa bibi hazel juga ikut.'' tanya Laura menimpali.
''Kakak tidak tau mungkin saja iya tidak mungkin mama mengundang yang lain sementara bibi hazel tidak ikut.'' jawab Leon bukan tidak suka dengan bibi nya hanya saja Leon malas meladeni ucapan bibi nya yang terkadang memojok kan fatima
''Mama apa mama juga mengundang bibi hazel dan keluarga nya.'' tanya Laura
''Iya sayang tidak mungkin mama mengecualikan bibi mu itu untuk makan malam di rumah kita kamu tau sendiri seperti apa mulut bibi mu.'' jawab Luna
''kenapa tidak mengundang mereka makan malam di luar saja kenapa harus di rumah.'' Laura juga tampak tidak suka dengan bibi nya itu.
''Mereka sudah sampai sini tidak enak jika tidak mengundang paman dan bibi mu ke rumah.'' jawab Luna apa ada nya.
''Terserah mama saja sebenar nya aku malas.'' Laura berlalu pergi meninggal kan meja makan
''Fatima kamu di sini.'' Luna kaget melihat menantu nya berada di dapur berkutat dengan penggorengan.
''Fatima hanya bantu mah.'' jawab fatima
''Leon yang suruh mah dua minggu menjadi istri Leon bum pernah merasakan masakan istri Leon ini. apa mama tidak ingin merasakan masakan menantu mama.'' ucap Leon yang baru masuk dari pintu belakang dengan ponsel di tangan nya
''Kamu ini. ya tidak sekarang juga besok kan bisa di dapur mama yang di dalam itu tidak di sini juga ini dapur basah khusus untuk masak berat berat dan banyak.'' ucap Luna.
''Tidak apa apa mah fatima sudah terbiasa. mama jangan kuatir.'' jawab fatima
''Kamu masak apa saja sayang tanya Luna
''Seperti menunya fatima hanya memasak saja bibik yang menyiap kan bahan bahan nya.'' jawab fatima seraya mengaduk masakan nya
''Kami ini lain kali kalau di suruh suami mu jangan mau. sudah biarkan saja biar bibik yang melanjut kan nya kalau mau masak di sana saja.'' Luna menunjuk kan dapur nya yang ada di dalam tepat nya di samping ruang makan
''Awas kamu nanti kalau fatima kecapean bisa bisa tidak dapat jatah mu nanti malam.'' bisik Luna pada putra nya mendengar ucapan mama nya Leon menelan ludah nya kasar.
''Iya juga ya. tadi malam sudah libur capek karena resepsi sekarang capek karena masak.'' batin Leon berkata seraya menggaruk rambut nya yang tidak gatal.
Sedang Luna diam diam mengicipi masakan fatima penasaran juga dengan masakan menantu nya itu.
''Hem ini enak sekali ternyata menantuku selain cantik Soleha pinter juga masak.'' gumam Luna dengan sendok di tangan nya
''Putra mama pinter kan cari menantu.'' Luna kaget dengan suara bisikan Leon di telinga nya.
__ADS_1
''Kamu suka sekali ngagetin mama.'' Luna memukul pelan lengan putra nya
'Mama penasaran kan dengan masakan istri Leon.'' ucap Leon lagi
''Iya ternyata menantu mama pinter masak.'' jawab Luna.
mendengar ucapan mertuanya fatima tersenyum malu di balik cadar nya.
''Kalian siap siap gih. sebentar lagi mereka pasti datang.'' Luna menyuruh putra dan menantu nya segera naik ke atas untuk bersiap karena hari semakin sore waktu Maghrib juga sebentar lagi tiba.
Luna menunggu dengan Laura sambil berbincang di ruang tamu. sedang Maikel masih berkutat dengan laptopnya di ruang kerja.
Tak berapa lama beberapa mobil tampak sudah memasuki mansion mewah keluarga Andreas. ini pertama kali keluarga Luna mengunjungi rumah nya yang ada di Indonesia.
''Mewah sekali.'' batin hazel begitu turun dari mobil nya. Tidak hanya hazel Keluarga yang lain juga tampak kagum. dengan bangunan mewah di depan nya pilar pilar penyangga tampak begitu kokoh berdiri di barisan paling depan
''Ini bukan rumah lebih tepat nya bisa di bilang istana.'' seru Hera kagum dengan hunian adik nya
''Kak masuk lah kenapa berdiri di luar.'' seru Luna yang berdiri di teras rumah menyambut tamu nya.
''Aku sedang mengagumi tempat tinggal adik ku.'' jawab Hera.
Sedang hazel tampak tidak senang raut wajah nya tampak sinis seandai nya Anya yang menjadi istri Leon putrinya akan tinggal di tempat mewah ini bukan gadis udik itu.
''Kalian sudah datang.'' sapa Maikel dari dalam ia baru saja keluar dari ruang kerja nya setelah pak nur memberi tau tamu nya sudah datang,
''Di mana Leon dan istri nya.'' tanya Hera yang tidak melihat keponakan nya dengan sang istri.
''Di mana kamar nya biar aku yang panggil.'' hazel berdiri dari duduk nya berniat memanggil Leon dan istri nya
''Bibi naik saja lif terus belok kiri pintu kedua dari depan lif itu kamar kak Leon dan kak fatima.'' ucap Laura
Hazel segera naik ke atas menuju kamar Leon bibir nya membentuk senyum sinis kala menaiki lif begitu sampai di lantai dua mata hazel lagi lagi di suguhi kemewahan yang Luar biasa tidak hanya di lantai satu lantai dua pun sama. belok kiri pintu no dia dari depan lif.
Hazel langsung menemukan kamar Leon tanpa mengetuk pintu hazel langsung membuka nya
''Bibi.'' seru Leon kaget melihat pintu kamar nya tiba tiba terbuka dan menampil kan sosok bibi nya hazel
''Sayang ini ba ju.'' fatima juga sama kaget nya melihat bibi nya ada di kamar nya
Apa lagi hazel tidak kalah kaget dari fatima melihat fatima tanpa mengenakan hijab dan cadar nya. istri Leon ini ternyata sangat cantik. tubuh nya ramping namun tidak kurus wajah nya tirus bibirnya tipis hidung nya mancung kulit nya yang putih bak porselen, Anya putri semata wayang nya masih tidak ada apa apa nya dari fatima
''Sayang ambil hijab mu.'' Leon menerima baju dari tangan fatima dan menyuruh fatima untuk mengambil hijab nya
''kenapa kamu menutupi kecantikan mu fatima.'' tanya hazel fatima masih tak bergeming dari tempat nya berdiri
''Bukan kah setiap wanita akan berlomba lomba menunjuk kan kecantikan nya pada dunia.'' ucap hazel
''Karena kecantikan istri ku hanya untuk Ku. dan aku juga tidak rela membaginya dengan pria mana pun.'' jawab Leon dengan bangga bibi nya mengetahui seperti apa rupa istrinya
''Wah wah apa yang ku lihat ini.'' seru Anya kaget melihat penampakan fatima tanpa hijab nya.''
__ADS_1
''Sayang ambil hijab dan cadar mu cepat.'' ucap Leon lembut namun penuh penekanan.
Dengan cepat fatima mengambil hijab dan cadar nya kemudian memakai nya.
''Secantik ini istri kak Leon kenapa harus menutupi wajah nya.'' tanya Anya penasaran
''Keluarlah Anya bibi maaf. kami juga akan segera turun.'' ucap Leon pelan
''Kamu mengusir bibi Leon.'' ucap hazel tidak terima
''Saya tidak mengusir sebentar lagi juga kami akan turun.'' ucap leon mulai jengah.
''Suami ku akan mengganti baju nya dulu bi. setelah itu kami juga akan turun.'' ucap fatima lembut.
''Baik lah aku dan Anya akan turun.'' ucap hazel dengan pandangan sinis nya.
''Apa lagi ini ya Allah.'' gumam Leon menghela nafas nya pelan
''kenapa.'' tanya fatima lembut seraya membantu sang suami mengganti baju nya.
''Aku hanya tidak ingin berdebat atau adu mulut. akan tetapi setiap ucapan bibi hazel seakan ingin menjatuhkan kita. terutama kamu.'' ucap Leon lagi
''Biarkan saja tidak usah di tanggapi.'' jawab fatima.
''Kamu tau sayang mereka seperti sengaja.''
''Mungkin karena kamu tidak menikah dengan putri nya malah menikah dengan ku.'' ucap fatima
''Dari mana kamu tau.'' tanya Leon penasaran
''Dari kecemburuan bibi hazel karena itu bibi tidak menyukai ku.'' jawab fatima
''Kami tumbuh besar bersama aku hanya menganggap nya adik sama seperti Laura, dengan berjalan nya waktu aku tidak tau Anya punya perasaan lebih pada ku. suatu hati bibi hazel datang ke rumah dan ingin melamar ku untuk Anya.'' terang Leon fatima terkikik geli mendengar bibi hazel melamar seorang pria untuk putrinya
''Kenapa tertawa.''
''Lucu saja.'' jawab fatima
''Dalam Islam apa tidak boleh wanita melamar seorang pria.'' tanya Leon
''menurut pandangan Islam tidak membatasi wanita yang hendak melamar seorang pria, asal kan di lakukan karena hal kebaikan bukan karena untuk tujuan duniawi.'' jawab Fatima
''Kalau karena harta.''
''dia hanya mencintai hartamu bukan mencintai dirimu.'' Fatima menusuk dada bidang Leon dengan jari telunjuk nya.
''Beruntung nya aku mempunyai istri seperti mu mencintaiku dengan segenap perasaan nya. menyayangiku melebihi dirinya. sayang terima kasih sudah menjadi penyempurna separoh agama ku.'' Leon membuka cadar istrinya menghujani wajah cantik itu dengan ciuman berakhir menyesap bibir Fatima dengan sangat lama.
''Terimakadih sayang.'' ucap Leon lagi
''Bersambung
__ADS_1