Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
ingin minta maaf


__ADS_3

''


''


Mobil Reyhan sudah memasuki pekarangan pesantren. Ia benar benar sudah meninggal kan daerah Fatima.


''Asalamualaikum ummi.'' rehan mencium tangan wanita yang telah melahir kan nya dengan hangat tampak raut wajah Reyhan yang kecewa.


''Ada apa cerita sama ummi.'' ucap ummi Siti menangkap gelagat tidak baik baik saja pada putra nya.


''Tidak apa apa ummi reyhan ingin istirahat dulu. Di mana Abah.'' rehan mengalih kan pembicaraan tidak ingin membuat kuatir ummi nya


''Abah ada kajian. Dan jangan mencoba menyembunyikan apa apa dari ummi mu ini.'' ummi Siti sangat mengenal siapa putra nya yang tidak akan pernah bisa menyembunyikan sesuatu dari nya


''Ummi nanti bilang sama Abah. Reyhan memutuskan batal kan saja ta'aruf ini.'' ucap rehan Yaang membuat ummi Siti kaget ada apa.


''Ada apa memang nya. Apa Fatima menolak mu dengan alasan tidak ada kecocokan.'' tanya ummi Siti? penasaran.


Pasti ada sesuatu yang membuat Fatima tidak cocok dengan mu.'' Reyhan dan ummi Siti menoleh ke sumber suara rupanya kiai Rahman yang datang.


''Ada apa, kenapa tiba tiba pulang dan tidak memberi tau Abah selama disana kaku bilang semua baik baik Saja. apa ada yang kamu sembunyikan dari kami.'' tanya kiai Rahman penasaran


''Ini semua salah Reyhan Abah. Tidak sepantas nya Reyhan menuduh Fatima ada hubungan dengan pria lain yang juga punya niat yang sama, seandainya Reyhan lebih bisa mengontrol emosi.'' lirih Reyhan sendu tampak raut penyesalan di wajah nya.


''Biar nanti Abah yang bicara dengan kiai Sobri. Abah yakin kiai Sobri mengerti dan dapat memaklumi.'' tutur kiai Rahman


''Semua karna Reyhan yang tidak sabar, Reyhan juga tidak ingin kedatangan Reyhan di sana sia sia menunggu ketidak pastian sedang Fatima seperti dengan sengaja menghindari Reyhan, memang setelah mendengar ada orang lain selain Reyhan yang punya niat dan tujuan yang sama dengan Fatima Reyhan sempat emosi.'' terang rehan kiai Rahman mendengar kan putra nya bicara.


''Lalu apa keputusan mu sekarang.'' tanya kiai Rahman pada putra nya

__ADS_1


''Reyhan teramat malu untuk bertemu Fatima kembali karna sudah menuduh nya dan tidak percaya pada.'' lirih Reyhan


''Biar Abah yang bicara tidak mungkin Fatima tidak memaafkan kesalahan mu. Semua orang pernah berbuat kesalahan termasuk dirimu.'' Reyhan diam mendengar kan Abah nya bicara. Terlalu kekanak Kanakan jika harus Abah nya yang meminta maaf Reyhan akan meminta maaf sendiri pada Fatima. Dan mencoba ikhlas jika memang ta'aruf nya gagal.


''Abah Reyhan ikhlas jika ta'aruf ini gagal karna memang Fatima tidak menemukan ke cocokan dengan ku.'' Reyhan mengingat ucapan Fatima yang mengatakan sudah jelas tidak ada kecocokan sama sekali antara Reyhan dan Fatima


''Kita coba dulu bicarakan ini lagi dengan Fatima dan Abi nya, Abah yakin mereka bisa mengerti sikap dan tindakan mu.'' tutur kiai Rahman lagi


Reyhan mendengarkan Abah nya bicara dengan diam sedang ummi nya juga sama. Sangat menyayang kan jika ta'aruf ini sampai gagal ummi Siti sangat menyayangi Fatima sedari kecil sering bertemu disaat Khadijah membawa Fatima di setiap kajian.


......................


''Fatima apa nak Reyhan masih menemui mu. Kenapa tidak lagi kesini hanya sekali hari itu saja.'' tanya pak haji Sobri


''Fatima tidak tau Abi, kemarin pagi masih datang ke kios menemui Fatima hari ini mungkin dia ada urusan.'' jawab Fatima jujur. Dan Tidak menceritakan tentang kejadian kemarin pagi pada Abi nya.


''Menutur mu bagai mana.'' tanya pak haji ingin tau.


''Apa kamu memang tidak cocok dengan nya.'' tanya pak haji lagi


''Entah lah Abi. Fatima tidak bisa menjawab biarkan mengalir dan berjalan semestinya Fatima akan mengikuti setiap proses nya.'' ucap Fatima


''Lalu bagai mana dengan pemuda kota itu.'' tanya pak haji menanyakan tentang Leon


''Sepertinya dia lebih sabar dan ikhlas dari pada Reyhan. Menunggu dengan sabar ketentuan yang Allah berikan nantinya. Bukan nya Fatima membandingkan kedua nya tapi seperti itu lah ke kenyataan nya.'' ucap Fatima


Pak haji diam mendengar kan. Ucapan putri nya benar ada nya jika dibanding kan antar Reyhan dan Leon, Reyhan cendrung tidak sabar terkesan memaksakan. Sedang Leon sabar dan menganggap ini hanya ujian pasrah menunggu ketentuan dari Allah


''Leon masih mengaji dengan mu.'' Fatima kaget dengan pertanyaan Abi nya

__ADS_1


''Masih Abi.'' jawab Fatima pelan.


''Fatima hanya mengajar nya mengaji itu saja tidak lebih.''


''Abi tau putri Abi tau di mana batasan nya Abi sangat percaya. Karna itu meski Abi sudah tau sejak lama Abi tidak pernah bertanya pada mu.'' terang pak haji Sobri.


''Terima kasih Abi karna sudah mempercayai Fatima.'' Fatima tersenyum manis ke arah Abi nya.


''Siapa pun dia Abi berharap kamu bisa bahagia dan orang itu bisa menjadi imam yang baik bagi putri Abi. Dan membawa ke Jannah nya.'' ucap pak haji seraya mengusap lembut punggung tangan fatima


''Amiin Abi.'' lirih Fatima.


Sementara di kota jakarta Laura yang baru saja sampai kemarin terus merengek pada sang kakak untuk membawa nya bertemu dengan Fatima. Gadis itu benar benar sudah tidak sabar melihat seperti apa sosok yang membuat kakak nya jatuh cinta tanpa melihat wajah nya itu yang membuat Laura penasaran dan kagum akan sosok gadis bernama Fatima yang kakak nya ceritakan.


''Papah nanti tolong bantu kak Leon menyelesaikan pekerjaan nya. Ara ingin kak Leon bawa Ara ke pabrik.'' ucap laura


''Mau ngapain ke pabrik apa kamu tidak capek.'' ucap Maikel pada putri nya.


''Tidak Ara ingin cepat berkenalan dengan calon kakak ipar.'' Ara sangat antusias ingin bertemu dengan Fatima.


''Memang nya siapa calon kakak ipar mu.'' tanya Leon menimpali


''Ya Fatima memang nya siapa lagi yang membuat kakak berubah seperti ini.'' ucap Laura lagi


''Berapa kali kakak bilang kakak melakukan ini semua bukan karna nya. Awal nya iya tapi sekarang kakak tau dan mengerti jangan melakukan perubahan karna seseorang. Yakin karna pada diri sendiri yang membuat keputusan untuk berubah. Menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dan bukan karna siapa siapa. Dan lagi Fatima bukan calon kakak ipar mu.'' tegas Leon


mengingat saingan nya begitu berat Leon sudah menyiap kan hati nya untuk tidak berharap lebih. Baginya sudah sangat bersyukur dapat mengenal Fatima gadis yang membuat Leon bergetar jiwa dan raganya meski lewat lirikan mata yang sesaat


Semangat tin author dong hari ini sedikit malas untuk nilis

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2