
''
''
Hari ini Reyhan dan kedua orang tuanya berniat untuk.datang ke rumah Fatima meminta maaf atas apa yang Reyhan tuduh kan pada Fatima hari itu. Sebenar nya reyhan tidak ingin melibat kan ke dua orang tua nya. Ingin datang sendiri namun kiai Rahman dan ummi Siti kekeh ingin mendampingi putra nya,
Setelah beberapa jam perjalanan yang cukup melelahkan Reyhan sudah sampai di hotel yang beberapa hari lalu Reyhan tinggali selama berada di daerah Fatima
''Kenapa kita datang ke sini nak.'' tanya kiai Rahman pada putra nya.
''Kita beristirahat di sini saja Abah. Lagian ini juga sudah malam besok saja kita kerumah pak haji Sobri. Abah tidak mau kan merepotkan orang malam malam. Lagian ummi juga tampak capek.'' terang Reyhan
''Terserah kamu saja. Seperti nya ia Abah juga capek.'' ucap kiai Rahman menyetujui niat putra nya
''Setelah memesan dua kamar Reyhan membawa Abah dan ummi nya menuju kamar yang sudah di sewa nya,
Terdengar getaran dari atas meja nakas yang bersumber dari ponsel kiai Rahman
''Abah ponsel nya seperti ada yang telepon.'' ummi Siti meraih ponsel itu dan memberikan nya pada sang suami.
Kiai Rahman menerima ponsel dari tangan istri nya dan melihat siapa yang menelepon tampak kiai Rahman berbincang di telepon di balkon kamar nya.
''Siapa Abah.'' tanya ummi Siti penasaran
''Teman Abah meminta Abah datang ke acara pernikahan putra nya besok di kota.'' terang kiai Rahman
''Kok seperti nya mendadak.'' tanya ummi Siti
''Iya dia bilang mencari nomor Abah tidak ketemu ini baru di dapat dari teman nya.'' terang kiai Rahman
''Kita akan kesana esok.'' tanya ummi Siti lagi.
''Iya kita akan kesana dulu. Setelah itu baru kita temui haji Sobri di rumah nya.'' terang kiai Rahman
''Sebaik nya kita bicarakan ini dengan Reyhan juga.'' ucap ummi Siti mengingat mereka datang dengan sang putra Reyhan
''Abah sama ummi mau bicara apa sama Reyhan.'' tanya Reyhan yang baru datang dengan beberapa makanan di tangan nya.
''Besok Abah di undang acara pernikahan putra dari sahabat Abah di kota, rencananya kita undur dulu niat kita kerumah haji sobri.'' tutur kiai Rahman
__ADS_1
''oh hanya itu tidak masalah kita pentingkan dulu yang lebih mendesak.'' ucap Reyhan seraya meletak kan kantong makanan di atas meja.
Malam ini rehan dan kedua orang tuanya beristirahat di hotel sebelum menghadiri acara pernikahan di salah satu sahabat kiai Rahman. Mereka mengundur jadual pergi kerumah Fatima setelah selesai dari acara pernikahan
malam semakin larut gelap malam semakin pekat membawa setiap makhluk hidup ke peraduan dan mimpi masing masing. Hingga fajar menyongsong memaksa mereka kembali ke alam nyata.
Setelah shalat subuh Reyhan dan kedua orang tuanya menikmati sarapan nya di restoran hotel tersebut. Sebelum kembali ke kamar dan bersiap menuju kota Jakarta untuk menghadiri acara pernikahan putra dari sahabat kiai Rahman.
''Apa semua sudah siap.'' tanya Reyhan yang sudah rapi mendatangi kamar kedua orang tuanya.
''Sudah Abah sudah siap ummi mu juga sudah siap.'' terang kiai Rahman.
Ketiga nya sudah dalam perjalanan menuju kota Jakarta untuk menghadiri acara pernikahan putra dari sahabat kiai Rahman.
''Abah nanti Abah saja yang masuk Reyhan akan menunggu sampai Abah selesai acara.'' ucap Reyhan fokus dengan kemudi nya
''Kenapa tidak ikut masuk.'' tanya ummi Siti
''Tidak apa apa, Reyhan hanya malas jika di tanya kapan akan nyusul.'' jawab Reyhan jujur ada nya.
''Amin kan saja minta doa yang terbaik siapa tau cepat datang jodoh nya dan bisa segera menyusul.'' jelas kiai Rahman.
''fatima nanti kamu di temani Adin saja.'' ucap pak haji pada Fatima
''Tidak Abi Fatima sudah ada janji dengan Rima dan juga Laura.'' terang Fatima berterus terang
''Siapa Laura.'' tanya pak haji penasaran karna baru kali ini Fatima menyebut nama Laura kalau dengan Rima pak haji sudah tau
''Laura adik dari Leon Abi.'' ucap Fatima lagi
''Oh nak Leon punya adik.'' Fatima mengangguk pelan
''Abi nanti kalau kelamaan Abi pulang saja dulu dengan mang Adin, Fatima bisa pulang dengan mbak Rima.'' ucap Fatima lagi.
''Kamu tidak apa apa.''
''Tidak Abi.''
''Ya sudah nanti kalau ada apa apa segera hubungi Abi.'' Fatima mengangguk mengerti.
__ADS_1
Mang Adin menurunkan Fatima di tempat di mana Rima dan Laura sudah menunggu setelah berpamitan dengan Abi nya Fatima segera turun Dari mobil.
''kak Fatima.'' seru Laura menghampiri Fatima yang sedang melihat layar ponsel nya hendak menghubungi Rima
''Laura di mana mbak Rima.'' tanya Fatima yang tidak melihat keberadaan Rima
''Mbak Rima sudah di dalam.'' jawab Laura menarik tangan Fatima memasuki mall benar saja Rima sudah menunggu di dalam
''Maaf sudah menunggu lama ya.'' ucap Fatima tidak enak hati
''Tidak juga Fatima kami juga baru sampai.'' jawab Rima apa ada nya
Ketiga nya mulai keliling mall Laura begitu antusias sedang Fatima hanya mencari barang yang ia lakukan ngin beli saja selebih nya mengikuti langkah kaki Laura yang sudah kalap belanja.
''Ara belanjamu sudah banyak.'' seru Rima mengingat kan.
''Ah iya aku sampai lupa Maklum aku dari Jerman tidak membawa semua barang barang ku jadi aku harus beli lagi disini.'' ralat Laura mencari alasan
''Alasan saja kamu ini bilang saja kamu sudah kalap belanja.'' ucap Rima seperti tau Laura hanya beralasan
''Aku capek dan lapak kita cari tempat dulu dan makan.'' ucap Rima lagi mengusap perut nya yang terasa lapar. sama hal nya Fatima yang juga merasa capek namun tidak berani bersuara.
''Kita makan di sini saja. Ucap Laura memasuki restoran di ikuti Rima dan Fatima.
''Kak Leon di sini.'' seru Laura melihat Leon dan Juna baru ke luar dari ruang VIP
''Hem kami ada miring di sini.'' jawab Leon mata nya melirik ke arah Fatima
''Kalau begitu bisa kan tolongin Ara.'' Laura menyerah kan kunci mobil nya dan belanjaan nya.
''Ini apa.'' tanya Leon tidak mengerti
''Tolong bawain ke mobil.'' ucap Laura
''Ini nih kenapa tidak di wana sendiri tadi.'' kesal Leon namun tetap mau membawakan belanjaan sang adik untuk di letak kan kedalam bagasi mobil
Terimakasih ya kak.'' ucap Laura
Gengss tinggal kan jejak like komen untuk suntikan semangat Author
__ADS_1
Bersambung