Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
Berterus terang


__ADS_3

''


''


Len menyusun kata demi kata dalam hati nya. Untuk memberi tau kan suatu yang sangat penting pada sang istri tercinta semoga Fatima bisa mengerti dan memahami ke adaan Leon.


Setelah melaksanakan shalat isya bersama Leon meminta istrinya itu duduk di sofa Leon sudah menunggu nya.


''Kenapa masih pakai gamis panjang ini ayok ganti baju mu yang biasa nya.'' protes Leon melihat Fatima masih mengenakan gamis nya.


''Memang nya kenapa ada yang salah dengan gamis ini.'' tanya Fatima


''Tidak ada yang salah sayang sudah cukup kamu memakai nya seharian sekarang waktunya memakai pakaian dinas mu apa kamu mengerti.'' Leon mengedip kan sebelah mata nya.


''Sebentar aku ganti dulu.'' Fatima melangkah kembali ke ruang ganti baju untuk mengganti gamis nya dengan baju dinas malam nya.


''Pakai warna maroon sayang kamu sudah lama tidak memakai warna itu.'' seru Leon lagi.


''Iya.'' jawab Fatima dari dalam ruang ganti baju.


tak membutuh kan waktu lama Fatima sudah mengganti baju nya sesuai permintaan Leon warna maroon kontras dengan kulit putih Fatima.


''Sini.'' Leon menarik tangan Fatima dan menuntun nya untuk tidur di atas tubuh nya. Yang berbaring di sofa. Leon berusaha menciptakan waktu yang tepat untuk bercerita.


''Ada apa sepertinya ada sesuatu yang sangat penting yang ingin suami ku ini bicarakan.'' tanya Fatima dapat membaca gelar yang Leon ciptakan.


''Sangat penting sayang.'' jawab Leon seraya menyelip kan anak rambut Fatima ke belakang telinga nya.


''Ya sudah katakan aku akan mendengar kan nya.'' Fatima sudah bersiap mendengarkan cerita Leon.


''Sebelum nya aku minta maaf. Mungkin aku terlambat untuk memberi tau mu aku tidak sengaja dan aku lupa.'' Leon berkata hati hati tampak sekali menyusun kata demi kata.


''Memang nya ada apa sih.'' tanya Fatima penasaran


''Sayang tadi pagi aku tidak sengaja melihat testpack yang kamu buang di dalam sampah. Sungguh aku merasa sangat bersalah padamu.'' ucap Leon hati hati


''Kenapa merasa bersalah pada ku wajar saja kita belum di kasi Momongan tidak usah terlalu di pikirkan mungkin belum jodoh nya.'' ucap Fatima

__ADS_1


''aku tau. yang ku maksud bukan begitu sayang aku ingin bercerita sedikit pada mu dan aku mau berterus terang dan jujur mungkin aku sedikit terlambat cerita pada mu. Seperti yang ku bilang tadi aku lupa.'' ucap Leon lagi.


''Memang nya ada apa sih jangan membuat ku penasaran. Ucap Fatima lagi.


''Ini mengenai kenapa kamu belum juga hamil. Itu kerena aku pernah melakukan operasi vasektomi.'' lirih Leon kemudian menghela nafas nya dalam


Sedang Fatima terdiam kaget pastinya dan mencoba mencerna ucapan sang suami dan memahami nya.


''Pasti ada alasan nya kenapa kamu melakukan hal itu.'' tanya Fatima.


''Kamu benar sayang tidak mungkin aku melakukan hal itu jika tidak ada alasan yang mendasar.'' Leon membenar kan ucapan sang istri


''Apa alasan mu.'' tanya Fatima


''Kamu tau bibi hazel dan suami nya pernah beberapa kali menjebak ku dengan memasuk kan obat perangsang ke dalam minuman ku. Allah masih melindungi ku dengan mengirimkan orang baik untuk menolong ku waktu itu. Papa dan teman ku datang tepat waktu. Percobaan bibi hazel gagal hingga ke dua kali nya juga gagal. Atas saran temanku aku melakukan operasi itu. Untuk antisipasi bibi hazel menjebak ku untuk ketiga kali nya.'' terang Leon.


''Sampai segitu nya bibi ingin kamu menikah dengan anya.''


''Iya sebelum nya Anya gadis yang baik. Atas bujukan bibi hazel dan suaminya Anya menjadi seperti sekarang bersekongkol dengan ibu nya ingin menjebak ku.'' lanjut Leon


''Kalau begitu kapan kamu akan melakukan operasi kembali.'' Tanya Fatima.


''Kenapa tidak di sini saja.'' tanya Fatima.


''Aku harus kembali ke rumah sakit yang sama dan dokter yang sama operasi ini sangat berbahaya sayang. Salah sedikit aku bisa mandul seumur hidup.'' terang Leon.


''Kita berdoa minta pada Allah semoga di lancarkan operasi nya nanti.''


''Amiinn.''


Jawab Leon dan Fatima bersamaan.


''Terima kasih sayang kamu sudah mengerti suami mu yang banyak ke kurangan nya ini.'' lirih Leon.


''Kesempurnaan hanya milik Allah. Kita hanya ciptaan nya yang harus belajar dan belajar setiap hari untuk menuju jalan yang di ridho i.''


''Sekalian kita bulan madu di sana kamu bilang saja mau pergi ke mana. Aku akan membawa mu.''

__ADS_1


''Kita lihat saja nanti yang terpenting operasi mu terlebih dulu. semoga semua berjalan lancar. Setelah itu baru kita pikir kan jalan jalan.'' jawab Fatima


''Jika operasi ku lancar aku sangat yakin pulang dari Jerman di sini pasti sudah ada miniatur kita Made in Jerman.'' Leon mengusap lembut perut rata Fatima


''Aamiin semoga saja.'' jawab Fatima


''Sudah malam tidur lah dulu aku akan keruang kerja ku sebentar ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Tidak usah menunggu ku.'' Leo. Berkata lembut seraya bangun dari sofa sedikit meregangkan otot otot nya yang sudah mulai kebas.


''Kenapa tidak bekerja di sini saja ambil laptop mu. Aku temani.'' Fatima menolak tidur duluan justru ingin menemani Leon menyelesai kan pekerjaan nya.


''Kamu tidak mengantuk.'' Fatima menggeleng pelan seraya tersenyum manis


''Ya sudah tunggulah sebentar aku akan mengambil laptop ku. Leon bergegas menuju ruang kerja nya. tak berapa lama Leon datang dengan beberapa map dan laptop.


''Apa aku bisa membantu.'' Fatima menawari Leon bantuan


''Tidak perlu kamu cukup di sini saja.'' Leon kembali duduk di sebelah sang istri yang mengenakan pakaian dinas nya yakin Leon sebenar nya sudah ingin menerjang sang istri.


''Kenapa.'' Tanya Fatima melihat Leon menatap nya heran.


''Kamu sendiri yang menyuruh ku memakai baju ini. Jadi tidak fokus kan.'' Leon kaget mendengar penuturan sang istri seakan tau apa yang sedang Leon pikir kan.


''Maka nya cepetan aku bantuin ya biar cepat selesai.'' Fatima mengambil alih laptop di tangan suami nya.


''Kalau sudah selesai memang nya mau ngapain.'' tanya Leon sedikit menggoda Fatima.


Tanpa Leon duga Fatima bergerak manja bak wanita penggoda dengan mengibas kan rambut panjang nya lalu sedikit demi sedikit menaik kan baju haram nya yang sebatas lutut. Leon tidak tahan untuk tertawa.


''Kenapa malah tertawa aku sedang menggoda mu apa kamu tidak tergoda.'' tanya Fatima heran melihat Leon tertawa.


''Tidak usah seperti itu kamu diam saja aku sudah sangat tergoda. Kamu seperti barusan malah terlihat lucu kamu tidak pantas seperti itu tau sayang.''


''Aku juga baru tau istri ku ini rupanya bisa juga bertingkah layak nya wanita penggoda.'' Leon berkata lembut seraya menuntun sang istri untuk duduk di atas paha nya.


''Hanya untuk mahram Ku. Karna itu sebagian dari ibadah yang mendatangkan pahala.'' jawab Fatima kembali menggoda sang suami dengan berinisiatif mengecup lembut bibir suami nya.


Tanpa pikir panjang Leon menyambut kecupan Fatima hal yang sudah lama ia tahan Sedari tadi Ahir nya pekerjaan Leon jadi tertunda. Menyalurkan hasrat dan cinta terlebih dulu terjadilah pergulatan panas di atas sofa saling memberi rasa tanpa bicara

__ADS_1


''Bersambung


__ADS_2