Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
permintaan fatima


__ADS_3

''


''


Haikal dan Reyhan sudah sampai di tempat tujuan. Hotel pilihan Reyhan untuk tinggal sementara di daerah itu. Haikal sudah menawari Reyhan untuk tinggal di rumah nya namun Reyhan menolak karna tidak ingin merepotkan sahabat nya itu.


''Haikal terimakasih ya. Sudah menemaniku mencari tempat tinggal.'' seru Reyhan mengantar sahabat nya itu pulang sampai lobi hotel.


''Hubungi aku kalau kamu merasa bosan kita bisa ngopi di sekitaran sini.'' ucap Haikal sebelum pergi.


''Fatima gadis itu pasti bertambah cantik. Dulu masih kecil saja kamu sudah cantik apa lagi sekarang.'' batin Reyhan berkata.


Kemudian Reyhan melajukan mobil nya menuju desa Fatima perjalanan lima belas menit dari hotel nya. reyhan langsung menuju kios Bunga Fatima. kemarin ummi nya sempat bercerita Fatima membuka kios bunga di pinggir jalan masuk desa.


''Apa ini kios nya.'' Reyhan menepikan mobil nya berniat turun dan melihat nya. Benar saja tampak Fatima keluar dari kios bunga nya.


''Asalamualaikum.''


''Walaikum salam.''


Jawab Fatima melirik sekilas lalu mengalihkan pandangan nya kearah lain.


''Fatima.' panggil Reyhan


''iya maaf siapa ya.'' tanya Fatima karna memang tidak tau.


''Aku Reyhan putra kiai Rahman.'' seru Reyhan memperkenal kan dirinya lagi. Fatima tampak terkejut dengan kehadiran pria yang mengajak nya ta'aruf itu.


''Maaf saya tidak mengenali anda.'' jawab Fatima jujur.


''Tidak apa apa Fatima. Aku mengerti justru aku yang minta maaf karna datang kesini menemui mu tanpa bilang terlebih dahulu.'' ucap Reyhan merasa tidak enak hati


''Bisa kita bicara sebentar.'' Tanya Reyhan pelan berharap Fatima mau bicara dengan nya.


''Tapi aku mau pergi.''


''Tidak akan lama fatima.'' mohon Reyhan agar Fatima mau bicara dengan nya sebentar.


''Baik lah.'' Fatima mengangguk pelan.


''Begini Fatima kedatangan ku kemari sengaja. aku tidak memberimu biodata ku untuk mencari kecocokan satu sama lain. karna menurut ku itu tidak penting. Dan lagi mengenai kecocokan itu alangkah baik nya jika kita melakukan nya secara langsung kita akan lebih sering bertemu agar bisa mengenal satu sama lain dan mencari kecocokan itu.'' jelas Reyhan


Fatima sedikit kaget dengan penuturan Reyhan. Yang tidak ingin mencari kecocokan dengan saling mengirimkan biodata masing masing. melakukan dengan sering nya bertemu dapat mengenal satu sama lain.


''Terserah anda pak Reyhan. Kalau menurut saya lebih baik mengikuti setiap proses ta'aruf yang di anjurkan.''

__ADS_1


''Tapi menurut ku kelamaan Fatima. Apa lagi yang kamu ragukan tentang ku. Aku hanya punya waktu dua Minggu di sini. Apa kamu takut aku tidak bisa membahagiakan mu. Katakan saja berterus terang apa yang menurut mu tidak cocok.'' ucap Reyhan menggebu.


''Maaf aku harus pergi.'' pamit Fatima dengan cepat meninggal kan Reyhan tanpa menjawab ucapan Reyhan yang panjang lebar.


Fatima menaiki motor matic nya sebelum ke rumah Rima terlebih dulu Fatima pulang kerumah untuk menunaikan ibadah shalat ashar.


''Ya Allah berilah hamba petunjuk mu. Hilangkan lah rasa bimbang di hati ini. Pertemukan hamba dengan jodoh yang terbaik. Jodoh yang bisa membawa ku menuju surgamu. Amiin🤲


Setelah selesai menjalankan ibadah shalat ashar seperti biasa Fatima berjalan kaki menuju rumah Rima untuk mengajari Rima dan putra nya mengaji.


''Fatima.'' panggil Leon tiba tiba.


Fatima sedikit kaget melihat Leon duduk di antara rerumputan. pandangan nya jauh menatap Padang rumput yang luas,


''Bukan kah hari ini hari rabu kenapa kamu sudah sampai sini. Biasanya hanya hari Minggu.'' tanya Fatima heran melihat Leon tidak seperti biasanya.


''Entah lah Fatima. hari ini aku meninggal kan pekerjaanku. Mengikuti kata hati ingin berada di tempat ini sejak kemarin perasaan ku tidak enak di tambah lagi semalam kamu tidak menjawab panggilan ku.'' tutur Leon mengutarakan perasaan nya yang dari kemarin tidak baik baik saja.


''Maaf semalam aku kecapean. Aku tidur cepat malam tadi.'' lirih Fatima


''Aku takut kamu ke napa napa. saat aku bangun kan untuk shalat malam pun kamu tak menjawab panggilan ku. Sampai subuh tadi wa mu tidak aktif. Jelas aku sangat kuatir.'' terang Leon


''Fatima.'' Leon memberanikan diri menatap Fatima lekat namun yang di tatap tak bergeming masih setia dengan menunduk kan wajah nya,


Fatimah menggeleng pelan.


''Lalu kenapa.''


''Karna kamu bukan mahram ku.'' lirih Fatima


''Mahram.''


''Ya.''


''apa aku harus menjadi mahram mu agar aku bisa menatap mu saat kita bicara.'' tanya Leon penasaran


''Ya.''


Jawab Fatima cepat.


''katakan bagai mana cara ku agar aku bisa menjadi mahram mu.'' tanya Leon lagi.


''Apa kamu tidak tau caranya.'' tanya Fatima melirik Leon sekilas


''Kalau aku tau aku tidak akan bertanya pada mu.'' ucap Leon lembut.

__ADS_1


''Nikahi aku dan jadilah mahram ku dan aku menjadi muhrim mu.'' tutur Fatima yakin dengan jantungnya yang berdegup kencang.


''Apa kamu yakin dengan ucapan mu fatima.''


Sama hal nya Leon terperangah mendengar ucapan Fatima. Tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.


''Temui Abi dengan segera. Sebelum Abi menerima orang lain untuk menjadi mahram ku.''


Fatima berlalu pergi meninggal kan Leon dengan perasaan nya yang bertanya tanya. Apa benar yang di dengar nya untuk menjadi mahram Fatima harus menikahinya.


''Tunggu sebelum Abi menerima orang lain. Apa yang di maksud Fatima.''


Leon menatap punggung Fatima yang sudah menjauh tertelan rumput liar yang tumbuh tinggi.


Leon kembali ke pabrik. Dengan perasaan yang masih penasaran berjalan menyusuri jalan desa. Ya tadi Leon jalan kaki menuju ladang bunga ia meninggal kan mobil nya di pabrik.


''Leon.'' panggil Juna begitu Leon sampai di pabrik. Sedang yang di panggil cuek hanya cuek tertunduk lesu.


''Ada apa.'' tanya Juna mengerut kan kening nya heran melihat sepupunya itu seperti tak bertenaga


''Apa ada masalah dengan pekerjaan.'' tanya Juna lagi


Leon menggeleng.


''Lslu apa.'' Juna semakin penasaran ada apa dengan sepupunya itu.


''Fatima menyuruh ku menemui Abi nya. Sebelum Abi Fatima menerima orang lain untuk menjadi mahram Fatima.'' terang Leon pelan


''Dia menyuruh mu melamar nya. Kamu tau itu. Ber arti sudah ada orang lain meminta Fatima pada abi nya ta'aruf mungkin. Seru Juna. Nada bicaranya menggebu.


''Tapi kenapa Fatima memintamu menemui abi nya, apa Fatima kurang yakin dengan proses ta'aruf itu tidak cocok mungkin.'' gumam Juna yang masih dapat di dengar Leon.


''Maksud mu apa Juna. Jangan buat aku semakin tidak mengerti.'' lirih Leon mengusap wajah nya kasar.


''Mslam ini bada isya segera temui Abi nya Fatima. Utarakan niat mu ingin melamar Fatima. sebelum Abi nya Fatima menerima orang lain.


''Aku melamar Fatima malam ini.' Leon menukik diri nya sendiri


''Sudah ikuti saja saran ku dan saran Fatima temui saja pak haji Sobri malam ini. Fatima memintamu sendiri itu artinya Fatima tidak berkenan dengan ta'aruf itu. Dia menginginkan mu menjadi mahram nya.''


''Leon mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Juna sepupu nya itu. Bukan tidak mau tapi sepertinya ini sangat mendadak. Sedang Leon sendiri seperti tidak pantas dan layak untuk menjadi mahram Fatima,


''gengss jejak nya mana like nya komen nya. Disini banyak silent rider


''Bersambung

__ADS_1


__ADS_2