Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
bunga


__ADS_3

''


''


Pagi ini Leon sarapan di kantin pabrik sebelum ke Bali ke kantor pusat. Leon mendatangi salah satu penjual yang ada di kantin pabrik nya. Bubur ayam


''Bubur Ayam nya satu Bu. Seru Leon menunjuk kan jari telunjuk nya seraya mencari tempat untuk nya menikmati sarapan nya. Sembari menunggu Leon bermain dengan layar gawai nya, bibir nya melengkung membentuk senyuman kala melihat wasup Fatima sedang online


''Aku sedang sarapan bubur ayam apa kamu mau.


Kirim


Fatima tersenyum membaca wasup leon lalu mengetik dan membalas nya


''Boleh anterin ke kios ya. Tidak mungkin aku ke pabrik


kirim


''iya tunggu aku selesai sarapan.


Fatima tersenyum membaca wasup Leon.


Tak berapa lama bubur yang di pesan Leon sudah sampai


''Terimakasih Bu.'' ucap Leon ramah


''Sama sama pak Leon.'' ucap ibu itu.


''ibu bukan nya yang jualan di persimpangan itu ya.'' tanya leon penasaran


''Iya benar pak ibu yang jualan di persimpangan, sekarang jualan di sini juga istilah nya buka cabang gitu.'' seru Bu Siti salah satu penjual di kantin


''Bagus itu Bu Bisa di kembangin lagi usahanya. bubur Bu Siti lumayan enak.'' ucap Leon ramah


''Oh iya Bu Siti. Setelah ini tolong di bungkus empat ya Bu.'' ucap Leon lagi


''Iya baik pak akan ibu siap kan.''


Leon Menikmati sarapan pagi nya dengan tenang dan damai meski pembicaraan nya semalam dengan Abi nya Fatima masih mengganggu pikiran nya. hari harus di nikmati pekerjaan tetap di jalan kan karna itu tanggung jawab nya.


''Pak Leon ini bubur nya sudah siap.'' Bu Siti meletak kan bubur pesanan Leon yang di bungkus di atas meja di depan Leon

__ADS_1


''Oh ya terimakasih ya Bu ini uang nya.''


Setelah membayar semua bubur nya Leon bergegas kembali ke ruangan nya sebentar melihat apa kah Juna sudah datang. Rupanya Juna belum datang. Leon melanjut kan langkah nya menuju parkiran,


''Leon.'' panggil Juna menghentikan langkah kaki leon


''Juna kamu sudah datang. Aku akan kembali ke kantor siang ini aku ada meeting.'' ucap Leon seraya melihat jam di pergelangan tangan nya.


''Pergilah di kantor lebih membutuh kan mu.'' ucap Juna


''Jangan pikirkan yang tadi malam. Kamu harus percaya pada fatima. Bahwa Fatima memilih mu jika tidak, tidak mungkin Fatima menyuruh mu untuk menemui Abi nya.'' tutur Juna menasehati


''Aku tau Juna.'' ucap Leon seraya menepuk bahu sepupu nya itu.


''Aku pergi dulu kalau ada apa apa segera hubungi aku.'' ucap leon kemudian meninggal kan Juna menaiki mobil nya


Sebelum kembali ke kota Leon singgah ke kios Fatima terlebih dahulu. Mengantar bubur ayam pesanan Fatima.


''Asalamualaikum Fatima.'' seru Leon dengan senyum mengembang di bibir nya.


''Walaikum salam.'' jawab Fatima


''Ini bubur nya.'' Leon meletak kan bubur ayam di atas meja.


''Makan lah bubur nya keburu dingin.'' ucap Leo pada aqila dan asma.


''Iya sebentar lagi kami makan kak Leon.'' ucap Aqila tersenyum di balik cadar nya.


''Asalamualaikum.''


''Waalsikum salam.'' jawab Fatima leon dan yang lain nya.


''Fatima.'' ucap seseorang itu. Leon melirik sekilas orang yang memanggil nama Fatima.


''Reyhan anda Reyhan kan.'' tanya Leon memastikan.


''pak Leon.'' ucap Reyhan alih alih menjawab pertanyaan Leon


''Sedang apa anda di sini pak.'' tanya Reyhan ramah


''Aku dari pabrik.''

__ADS_1


''Oh iya anda punya pabrik disini aku lupa.'' seru rehan berkata cepat menyela ucapan Leon..


''Ah iya.'' Leon berkata sedikit gugup selama ini Fatima tidak tau Leon pemilik pabrik itu. Yang Fatima tau Leon hanya kariawan. Melihat mobil yang Leon Kendari tidak lah seperti bos kebanyakan.


''Sedang apa di sini pak.'' tanya rehan penasaran.


''Oh biasa beli bunga untuk di pajang di ruangan kantor.'' Ralat Leon tidak mungkin jujur dengan apa yang dia lakukan.


''Kamu sendiri ngapain kesini beli Bungan juga.'' tanya Leon tanpa rasa curiga.


''Oh iya benar saya juga sedang mencari bunga.'' jawab Reyhan sedikit berbohong sama hal nya dengan Leon tidak mungkin Reyhan berkata jujur dia sedang mencari Fatima.


''Ini bunga mu.'' lirih Fatima memberikan seikat bunga Daisy pada Leon seperti biasa Leon mengeluarkan uang untuk dua bunga. Yang ia beli.


''Kembali nya ambil aja.'' ucap Leon. Fatima sudah sangat hafal kembalian dari Leon akan ia masuk kan kedalam kotak amal.


''Kenapa memilih bunga itu pak Leon menurut ku kurang bagus untuk di pajang mungkin anda harus membeli bunga mawar atau lili itu seperti nya lebih cocok untuk di jadikan hiasan.'' tanya Reyhan sedikit heran karna menurut nya bunga yang di beli Leon seperti bunga liar yang tumbuh di jalan


''Pertama jangan panggil aku pak, panggil saja aku Leon kita seumuran kan. Yang kedua bunga bukan hanya sekedar hiasan melain kan pelengkap di ruangan yang hampa. Dan bunga tidak perlu terlihat bagus untuk menampil kan kecantikan nya dia akan tetep terlihat bagus dan indah di mata orang yang menyukai nya. Untuk orang Yang tidak suka dia tidak aka bisa melihat ke indahan nya.'' jelas Leon panjang lebar.


Mendengar ucapan Leon membuat Fatima tersipu malu di balik cadar nya. Yakin jika tidak tertutup cadar semburat merah akan memenuhi pipi nya. Fatima masuk kedalam kios nya mencium bunga Daisy yang Leon berikan setiap kali Leon datang ke kios nya.


''Aku pergi dulu mari.'' pamit Leon pada Reyhan kemudian menaiki mobil nya


Reyhan masih berdiri di pinggir jalan menatap heran Leon. Seorang CEO perusahaan besar yang punya banyak koneksi di luar negri memakai mobil kalangan menengah kebawah. mobil rakyat jelata yang bagi Leon murah meriah Reyhan kembali ke kios Fatima mencari sosok nya yang tak ia temui di luar.


''Fatima.'' panggil Reyhan


''Iya apa anda juga ingin membeli bunga.'' tanya Fatima.


Rehan menunjuk bunga mawar putih Reyhan pikir Fatima menyukai nya. Setau Reyhan setiap wanita menyukai bunga mawar.


''Aku beli bunga yang ini tolong hias seindah mungkin.'' seru Reyhan seraya tersenyum tipis


Fatima menyiap kan bunga yang di pesan Reyhan merangkai nya seindah mungkin.


''Ini bunga nya.'' Fatima menyodorkan bunga yang telah selesai ia rangkai dengan sangat indah. Kepada Reyhan


''Ini untuk mu Fatima, aku tidak tau kamu menyukai bunga apa. Yang aku tau setiap wanita pasti menyukai bunga mawar. Betul kan.'' ucap Reyhan sangat percaya diri.


''Hem aku terima bunga nya dan terimakasih atas bunga nya.'' ucap Fatima

__ADS_1


''Jejak nya ya gengs jejak nya tolong di tinggal kan. Komen nya author tunggu


''Bersambung


__ADS_2