Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
Limited edition


__ADS_3

''


''


''Seperti yang papa nya bilang Leon harus sering sering datang ke pabrik, bukan hanya sekedar urusan pabrik,


''Leon duduk dengan sedikit gelisah menunggu guru les nya arka datang siapa lagi kalau bukan Fatima, gadis yang membuat Leon tertarik dan menyukai matanya nya, karna memang hanya mata Fatimah yang dapat terlihat,


''Assalamualaikum seru Fatima, namun Leon hanya diam tidak tau harus menjawab apa salam Fatima,


''Fatima terdiam di depan pintu yang terbuka, tapi tidak ada orang yang menjawab salam nya,


''Masuk lah, seru Leon di depan Fatima seketika mata keduanya bersi tatap dengan jarak cukup dekat, Leon benar benar terpaku dengan mata indah itu, sedang Fatima dengan cepat mengalihkan pandangan nya,


''Maaf apa mbak Rima ada, tanya Fatima pelan Leon tak lantas menjawab pertanyaan Fatima,, lagi Leon terpana dengan suara lembut Fatima, suaranya merdu mendayu di telinga Leon,


''Maaf mbak rima ada, tanya Fatima lagi, sadar orang di depan nya itu memperhatikan nya,


''Ada di dalam, masuk lah dulu biar aku panggil kan, ucap Leon akhirnya, dapat juga bicara dengan Fatima,


''Fatima tetap diam di tempat bagaimana dia mau masuk sedang Leon berdiri menghalangi jalan nya,


''Maaf, Leon sadar dirinya menghalangi jalan Fatima,


''Tunggu, ucapan Leon menghentikan langkah Fatima yang hendak masuk


''Ada apa, tanya Fatima heran,


''Boleh aku tau nama mu, ucap Leon dengan ragu,


''fatima, jawab Fatima pelan seraya tetap menunduk kan pandangan nya,


''Aku Leon, ucap Leon seraya mengulurkan tangan nya hendak berjabat tangan, namun Fatima tak lantas menyambut tangan leon, lama uluran tangan Leon tak berbalas akhirnya Leon menarik tangan nya ke bawah,


''Duduk lah akan aku panggil kan Rima dulu,


''Baru juga Leon hendak memanggil istri sepupu nya itu, Rima dan Juna sudah lebih dulu mendatangi Leon dan Fatima,


''Fatima kamu sudah datang, maaf kamu menunggu lama aku dan mas Juna baru selesai shalat ashar, terang Rima,

__ADS_1


''Tidak apa apa mbak, ucap Fatima tersenyum di balik cadar nya, Leon terkesima saat Fatima tersenyum, ia tau dengan gerakan mata Fatima yang sedikit berkedut, senyum yang membuat mata Fatima bertambah indah, sukses membuat jantung Leon berdetak cepat,


''Ini gila, hanya melihat matanya sukses membuat jantung ku berpacu kencang, batin Leon berkata seraya memegangi dada nya,


''Hai, Lo kenapa, tanya Juna heran,


''Apa,,! seru Leon sedikit kaget dengan


''Apa kamu sudah jatuh cinta dengan gadis yang kamu sebut t*r*ris hari itu, Juna memicingkan sebelah matanya menyelidiki sepupunya dengan intens,


''Ngaco saja kamu, ucap Leon seraya berlalu pergi meninggal kan Juna yang masih berdiri mematung, Leon berjalan menuju belakang rumah Juna, matanya terus saja memandang Fatima yang ada di ruang tengah sedang mengatur arka mengaji, Juna melihat kelakuan sepupunya itu menggelengkan kepala, lalu menyusul sepupu nya itu,


''Dia bukan gadis kebanyakan di Jerman sana, butuh perjuangan yang cukup berat untuk mu menakluk kan nya, ucap Juna tiba tiba, seakan sudah tau apa yang sepupu nya pikirkan,


''Apa kamu seorang cenayang, ucap Leon menatap tajam Juna,


''Apa tebakan ku salah, aku rasa tidak salah sama sekali, ucap Juna perca diri,


''Jangan bilang kamu hanya mengagumi, tertarik belum tentu menyukai, aku rasa sudah lebih dari itu, mata indah itu sudah jatuh kedalam hatimu, ucap Juna seakan benar adanya,


''Entah lah, aku tidak bisa berhenti memikirkan nya, aku semakin penasaran dengan sosok nya, ucap Leon senyum tipis ia sunggingkan di sudut bibir nya,


''Apa yang membuat mu tidak berhenti memikirkan nya, tanya Juna penasaran,


''Kalau begitu gali lah rasa penasaran mu, jika kamu tidak faham dan mengerti kamu bisa bertanya padaku,


''Kenapa tidak kamu saja yang jelas kan pada ku, ucap Leon melirik Juna,


''akan lebih semakin penasaran jika kamu mengetahui nya sendiri, dan itu memberikan kesan yang mungkin tak kan pernah terlupakan untuk mu, bisa kamu ceritakan ke anak cucu mu kelak, ujar Juna memberi saran,


''Jadi menurut mu aku harus bagai mana, tanya leon meminta pendapat sepupu nya itu,,


''Ikuti kata hatimu, jawab Juna,


''Kamu setuju jika aku mendekati gadis itu, tanya leon lagi,


''Asal kamu serius tidak untuk kamu permain kan, gadis itu terlalu istimewa untuk di permain kan, dia itu limited edition, produk nya terbatas, kamu harus bergerak cepat, sebelum ayah fatima menjodohkan nya dengan anak dari teman teman nya, yang pasti nya dia seorang ustadz,, akan lebih berat saingan mu, ujar Juna sedikit memberi penekanan pada sepupu nya,


''Aku harus bagai mana, apa yang harus aku lakukan, aku tidak yakin bisa mendekati nya, bagai mana kalau suruh istrimu meminta no wasup nya, dan berikan pada ku, aku akan mendekatinya melalui wasup dulu, ucap Leon seakan punya ide, Leon yang tidak begitu punya keberanian mendekati Fatima secara langsung,

__ADS_1


''ide bagus biar aku bicarakan ini sama Rima, Juna setuju dengan ide nya Leon,


''Sekalian suruh istri mu minta ijin, jangan asal memberikan no wasup nya padaku, lanjut Leon,


''Iya kamu benar, nanti dia marah, biarkan dia dengan suka rela memberikan no wasup nya pada mu,,


''Di malam hari setelah Leon pulang, Juna dan Rima menikmati makan malam nya bersama sang putra arka tentunya, di selingi dengan obrolan ringan,


''Sayang gimana ngajinya arka, tanya Juna penasaran dengan perkembangan putra putra nya,


''Alhamdulilah mas, Fatimah bilang arka sangat cepat memahami setiap huruf yang Fatima ajarkan,


''Iya itu karna kak Fatima sabar, arka suka dan tidak takut mengaji dengan kak Fatima, berbeda dengan guru ngaji yang sebelum nya terlalu tegas, jelas arka menimpali ucapan papa mana nya,


''Sukur lah, papa ikut senang mendengar nya jika kamu cepat memahami apa yang gurumu ajar kan, ucap Juna mengusap pucuk kepala putranya dengan sayang,


''Sudah makan mu, kalau sudah segera gosok gigi, jangan tidur tanpa menggosok gigi mu, ucap Juna lagi,


''Arka menurut kemudian berlalu pergi untuk gosok gigi,


''Sedang Juna dan Rima lanjut ngobrol di ruang tengah sambil nonton tv, Juna pikir ini waktu yang tepat untuk bicara dengan istri nya,


''Sayang apa kamu punya no wasup nya Fatimah, tanya Juna hati hati,


''untuk apa mas,, mas Juna mau, tanya Rima penuh selidik,


''Bukan aku yang mau, sepertinya Leon tertarik dengan Fatima, Leon berniat ingin mendekati Fatima, jelas Juna,


''Untuk apa sepupu mas Juna mendekati dari mm timah, apa maksud dan tujuan nya, tanya Rima penuh selidik,


''Seseorang jika sudah tertarik dengan lawan jenis nya apa pun akan di lakukan, bukan kah itu baik untuk Leon, siapa tau dia akan mengikuti jejak mu menjadi mualaf, terang Juna,


''Bisa jadi itu akan menjadi pahala untuk kita, lanjut juna lagi,,


''Benarkah yang mas Juna bilang, mas Juna tidak bohong kan, Rima memicingkan sebelah matanya, mencari celah ke bohongan di mata sang suami,


''Apa kamu tidak mengenal suami mu sendiri sayang, Juna berkata seraya tersenyum tipis,


''Ya sudah nanti aku tanyakan dulu sama Fatima, aku tidak mau se enak nya memberikan no wasup Fatima pada Leon tanpa izin Fatima,

__ADS_1


''Iya kamu benar, terima kasih ya ucap Juna,,


'''Bersambung,


__ADS_2