Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
Ta'aruf


__ADS_3

''


''


''Leon turun dari mobil nya dengan wajah lelah, namu jika mengingat mata gadis yang mulai mengusik pikiran nya, rasa lelah itu segera sirna,


''Den Leon baru pulang, seru pak min menghampiri Leon,


''Iya pak,,! pak min sendiri dari mana tanya leon heran melihat pak min dengan sarung dan peci nya,


"Dari musholla habis shalat isya, jawab pak min seadanya,


"Oh,, jawab Leon dengan ber oh ria,


"Den Leon sudah makan tanya pelayan wanita datang menghampiri Leon dan pak min,


"Belum bik, jawab Leon jujur,


"Kalau begitu makan dulu den, tuan dan nyonya masih di meja makan belum selesai, ucap pelayan itu ramah,


"oh ya tumben papa sama Mama baru makan, tanya leon heran menurut nya ini sudah malam,


"Leon bergegas menuju ruang makan menghampiri ke dua orang tuanya, segera bergabung karna Leon sudah sangat lapar,


"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang, ucap Luna seraya mengambil piring putra nya lalu di isi dengan nasi dan kawan kawan nya,


"Putra mu sedang cari menantu untuk mu, karna itu perjalanan dua jam pulang pergi tak kan pernah terasa jauh atau pun lelah bahkan pulang larut malam pun tidak mengapa, ucap Maikel menjawab pertanyaan istrinya,


"Apa itu benar Leon, Luna menatap tajam putra nya, mencari kebenaran,


"Apa mana tidak suka, alih alih menjawab pertanyaan mana nya Leon balik bertanya,


"Suka mama pengen nya cepet cepet malah,, memang nya siapa gadis itu, tanya Lina penasaran,

__ADS_1


"Pokok nya ada, dia bukan gadis sembarangan terlalu istimewa, Leon sedang berjuang mendapat kan nya sekarang, jawab Leon jujur apa ada nya,


"Setelah makan malam selesai Leon bergegas menuju kamar nya untuk membersihkan diri lalu istirahat,


"Sama hal nya dengan kedua orang tua Leon, namun keduanya tak lantas tidur, berbincang di atas tempat tidur sebelum memejamkan mata adalah rutinitas pasangan patuh baya itu,


"Maikel menceritakan tentang putra nya ke pada sang istri, putranya Leon yang sedang tertarik dengan gadis muslimah, Luna mengikut saja semua keputusan suami dan putra nya, bagi nya yang terpenting kebahagiaan putra nya, siapa pun gadis itu,


......................


sinar pagi telah menampak diri menyinari seluruh alam beserta isinya, Fatimah yang sedari subuh tadi berbincang bersama sang Abi di teras masjid yang bersebelahan dengan rumah nya,


"Fatima suatu saat jika Abi menyusul ummi mu kembali ke surga nya Allah, Abi berharap pria yang akan mendampingi mu kelak bisa menjaga mu, menjadi imam yang baik untuk mu, menuntun mu menuju surga nya Allah, tutur Abi Sobri pelan, Fatimah hanya diam mendengar penuturan abi nya, tidak tau harus menjawab apa,


"Jika ada seseorang yang menginginkan mu ber ta'aruf bagai mana, tanya Abi lagi,


"Terserah Abi saja, Fatima akan ikut semua keputusan Abi, karna Fatima tau keputusan Abi untuk kebaikan Fatima, pastinya sudah melalui pertimbangan Abi, terang Arin seraya tersenyum di balik cadar nya,


''Abi kan hanya bilang jika, belum tentu ada, memang hari itu ketika Abi mengisi kajian, ada salah satu sahabat Abi, bertanya tentang mu karna sahabat Abi itu punya putra yang belum menikah, dan putranya sekarang masih berada di Kairo tempat mu dulu, melanjutkan S2 nya, dalam waktu dekat ini rencananya akan pulang ke tanah air untuk berlibur, terang Abi Sobri pada putri nya Fatima,


''Bukan kah agama kita selalu mengajarkan tentang kebaikan, jika ta'aruf lebih baik dari berpacaran kenapa Fatima harus memilih aktivitas yang tak di senangi oleh Allah, ucapan Fatima seakan jawaban untuk Abi nya,


''Alhamdulilah, Abi tau putri Abi bisa mengambil ke putusan yang tepat, setiap langkah mu mencari jalan yang diridhoi Allah, setiap tindakan mu semata untuk mencari pahala dari Allah, ucap Abi seraya tersenyum menatap lembut putrinya,


''Abi sudah siang, Fatima akan ke kota sebentar lagi, seperti biasa Fatima di undang untuk memberikan edukasi dan motivasi, ucap Fatima pada Abi nya,


''Kamu bersama Aqila kan, tanya Abi lagi,


''Iya Abi, Fatim pergi bersama qila, jawab Fatima


''Ya sudah pergilah bersiap dan sarapan dulu sebelum pergi, nanti jika abi tidak ada yang mau di kerjakan Abi akan membantu asma dan Sofiyan di kios,


''Jangan capek capek, Fatima akan cepat pulang nanti, ucap Fatima lagi,

__ADS_1


''Fatima kembali ke kamar nya untuk bersiap, tak berapa lama Aqila datang dengan skuter matik nya,


''Qila sarapan dulu, sayang ini mbak Marni sudah membuatkan nasi goreng, seru Fatimah melihat nasi goreng di meja makan,


''Kamu saja Fatim aku sudah kenyang, baru juga sarapan sama nasi goreng, tolak Aqila,


''Fatima Abi mu tidak ke mana mana kan, tanya Aqila,


''Tidak memang nya kenapa, tanya balik Fatima,


''Pakai mobil mu ya, mobil di rumah di bawa kakak ku, seru Aqila,


''Oh,, iya tidak apa apa, Abi tidak kemana mana kok'' malahan Abi ingin membantu di kios,


''Setelah menghabiskan sarapan nya, Fatima dan Aqila berangkat menuju kota, pastinya sudah berpamitan dengan sang Abi, seperti biasa mengisi seminar memberi edukasi dan motivasi untuk mahasiswa juniornya,,


''Fatim kamu masih mengajar ngaji putranya mbak Rima, tanya Aqila di sela sela mengemudi nya,


''Masih anak itu sangat cerdas selalu bisa mengerti dan cepat faham apa yang aku ajar kan, terang Fatima,


''Kenapa tidak mengaji bersama di masjid saja, kan seru rame rame, ucap Aqila,


''Tidak tau qila, setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak nya, lagian bukan putra mbak Rima saja yang mengaji tetapi mbak Rima juga, jelas Fatima,


''Memang nya mbak Rima tidak bisa mengaji, kenapa masih belajar, tanya qila penasaran,


''Hem, mbak Rima seorang mualaf ketika menikah dengan suami nya, jelas Fatima lagi,


''Masa Allah, surga menanti mu mbak Rima, dan selalu Istiqomah dalam menjali hidup menjadi seorang muslimah,


''Amiin,


''Ucap Fatima mengamin kan, tiba tiba Fatima teringat sosok yang di ceritakan Rima adalah sepupu suami nya, orang yang menyambut kedatangan nya kemarin yang juga tidak menjawab salam Fatima, untuk sesaat tidak di pungkiri mata Fatima sempat terpana akan ketampanan. Leon, yang sempat beradu tatap meski sesaat, ketampanan Leon yang bak pangeran dari negri dongeng, buru buru Fatima mengalih kan pikiran nya dengan kembali mengobrol dengan Aqila,

__ADS_1


''Gengss semoga suka,


''


__ADS_2