
''
''
Masjid di samping rumah Fatima sudah penuh dengan sanak saudara yang ingin menyaksikan dua insan yang akan di satukan dalam ikatan suci pernikahan. tampak seluruh anggota keluarga sudah berkumpul Leon duduk diantara nya ada pak haji. maikel. Juna dan penghulu. bersiap melafalkan ijab qobul untuk menghalalkan kekasih hati nya. datang juga kiai Rahman haji Sobri sengaja mengundang kiai Rahman sebagai saksi
''Mah kok Ara yang dek dekan ya.'' Laura memegangi dada nya yang berdetak kencang,
''Seharus nya kakak mu atau Fatima yang dek dekan bukan kamu.'' bisik Rima pelan
bukan hanya putrinya sebenar nya Luna juga merasa gemetar dan dek dekan, apa lagi Leon tertunduk dan memejamkan matanya. beberapa kali menghela nafas untuk menetralkan suasana hati nya.
''Kamu tidak apa apa.'' tanya Juna mengerti Leon sedang gemetar
''Pas kan saja pikiran mu. sebentar lagi Fatima akan menjadi milik mu ingat itu.'' bisik Juna di telinga Leon
''Nak Leon sudah siap.'' tanya pak haji
''Saya sudah siap pak haji.'' jawab Leon pelan
''Tunggu.'' ucap penghulu mengentikan Leon dan pak haji
''Sudah hafal nama calon istri mu nak Leon.'' tanya penghulu
''Sudah pak penghulu.'' jawab Leon cepat
''Siapa coba sebut kan.'' ucap penghulu lagi
''Fatima Az Zahra.'' jawab Leon lugas
''Binti.''
''Mohamad Sobri.'' jawab Leon lagi
''belum juga menjadi menantunya sudah manggil calon mertua hanya dengan nama tidak sopan.'' mendengar ucapan penghulu membuat yang lain menahan tawa.
''Bercanda nak Leon biar tidak tegang. dan jangan tegang sekarang nanti malam saja.'' ucap penghulu lagi mencair kan suasana mengurangi rasa gugup dan tengang Leon.''
Di awali dengan doa pak haji Sobri sendiri yang menikah kan putri nya. Leon dengan satu kali tarikan nafas sudah menghalalkan kekasih hatinya.
__ADS_1
SAAAAHHH...
''mendengar kata sah serempak dari orang orang yang menyaksikan prosesi Leon melafalkan ijab qobul membuat Fatima menitikan air mata nya.
''Ya Allah semoga mahram yang engkau kirim kan yang terbaik untuk diri ini. mampu menjaga membimbing dan membawa diri ini ke surgamu Amin.''
''Fatima kamu sudah sah menjadi istri kak Leon. sekarang kamu seorang istri Fatima.'' seru Aqila yang mendampingi Fatima di kamar nya, karena saat prosesi ijab qobul Fatima berada di dalam kamar dan baru akan keluar saat menerima buku nikah dan tanda tangan.
Tak berapa lama Laura dan asma datang menjemput Fatima di dalam kamar nya.
''Kakak ipar.'' Laura memeluk Fatima dengan erat.
''Selamat. Ara seneng sekali.'' seru nya
''Ara cepat lah Fatima sudah di tunggu.'' ucap Rima yang juga ikut menjemput Fatima.
''Iya iya. mari kakar ipar.'' Fatima di apit Laura dan juga Rima keluar dari kamar nya menuju masjid, sedang asma dan Aqila memegangi ekor gaun yang Fatima kenakan.
Melihat Fatima datang menghampiri nya semakin mendekat ada perasaan aneh di hati Leon gadis bercadar itu sudah menjadi istrinya beberapa saat lalu.
perlahan Fatima duduk tepat di samping Leon. yang menatap Fatima lekat
penghulu menyodorkan berkas berkas yang akan di tandatangani kedua mempelai. secara bergantian Fatima dan Leon menandatangi berkas pernikahan mereka. kemudian penghulu menyerah kan buku nikah kedua nya.
Fatima dan Leon menunjuk kan buku nikah masing masing untuk di ambil gambar nya.
''Alhamdulilah sudah sah. semoga cepat di beri Momo Ngan.'' bisik Juna.
Kini tiba saat nya Fatima dan Leon menyalami dan sungkem kepada orang tua dan yang lain nya,
''Selamat nak kamu sekarang sudah menjadi seorang istri tugasmu mengabdi taat dan mengabdi pada suami mu.'' lirih haji Sobri Fatima mengangguk kan kepalanya dan Fatima tampak menangis.
''Doa kan rumah tangga Fatima sakinah mawadah warahmah. bahagia sampai akhir hayat.'' lirih Fatima dalam Isak tangis nya pak haji memeluk putrinya erat
''Nak Leon. jaga dan sayangi Fatima seperti kamu menjaga saudari perempuan mu dan ibunda mu. karena Fatima sekarang tanggung jawab mu.'' tutur haji Sobri.
''Iya pak haji..''
''Kok pak haji.'' seru Juna menyela ucapan Leon
__ADS_1
''Pak haji sekarang mertuamu Seharus nya kamu memanggil nya sama seperti Fatima memanggil pak haji.'' ucap Juna.
''Tidak apa apa nak Juna menantu bapak ini belum terbiasa.'' ucap pak haji tersenyum tipis.
''Mas Juna gimana sih orang mau terharu jadi tertawa.'' ucap ma pelan
Luna memeluk dan mencium menantunya dengan erat dan hangat
''Semoga pernikahan kalian bahagia sampai ke anak cucu. langgeng sampai kakek nenek maut memisah kan.'' ucap Luna pada Fatima
''Terima kasih mama. semoga kita bahagia bersama ke depan nya Fatima terima kasih mana bisa menerima Fatima dengan baik.''
''Sama sama sayang.'' ucap Luna
''Fatima selamat menempuh hidup baru sekarang kamu sudah menjadi istri samawa sampai kakek nenek.'' giliran Rima memberi selamat ke pada guru ngaji nya itu.
''Terima kasih mbak Rima.''
Setelah Rima yang lain juga tampak mengucap kan selamat pada Fatima dan Leon, tak terkecuali Aqila asma dan beberapa sahabat Fatima dan kerabat yang lain
Rasa lega bercampur bahagia Leon rasakan kemarin seperti tidak mungkin bisa menggapai seorang Fatima karena latar belakang Leon dan Fatima yang sangat bertabrakan. dimana Fatima di besarkan dengan ayah seorang pendakwah sudah bisa di pastikan pemahaman agama nya sangat bagus. dan Leon di besarkan di keluarga non muslim dan di luar negri dengan segala kebebasan nya,
''Nak Leon acara resepsi masih lama kalau capek istirahat lah dulu di dalam.'' ucap pak haji pada menantunya
''Tidak apa apa Abi Leon di sini Saja.'' tolak Leon tidak enak hati sekaligus masih gugup jika harus di kamar Fatima sekarang
Mereka semua masih berada di masjid berbincang bincang satu sama lain begitu juga Fatima dengan Leon.
''Fatima ajak lah suami mu masuk kelihatan nya capek.'' ucap agila yang melihat Leon beberapa kali menguap menahan kantuk nya.
''Kak Leon pasti mengantuk semalam dia kurang tidur hampir subuh kak Leon baru bisa tidur setelah itu subuh kak Leon bangun lagi hingga sekarang.'' terang laura
''Tuh kan Fatima. bawa suami mu masuk dan beristirahat biarkan suami mu tidur dulu sebelum acara resepsi nanti.'' ucap Aqila lagi. benar saja Fatima melihat Leon tampak menahan kantuk nya yang rasanya sudah sangat berat.
''Ara bisa kan panggil kakak mu aku tunggu di dalam ya.'' bisik Fatima meminta bantuan Laura.
Fatima masih merasa malu harus memanggil suami nya di hadapan banyak orang. meminta bantuan Laura untuk memanggil nya.
Bersambung
__ADS_1