
''
''
''Ara.'' panggil seseorang menghentikan langkah Laura.
''excel.'' gumam Laura
''Kamu di sini.''
Laura heran melihat Excel berada di jakarta, Excel kekasih Laura saat di Jerman dulu
''Ngapain kamu di sini.'' tanya Laura
''Menyusul mu apa lagi.'' jawab Excel tersenyum senang bisa bertemu dengan kekasih nya kembali
''Bisa kita bicara.'' pinta Excel ingin bicara dengan Laura
''Maaf Excel aku sibuk. aku ada meeting sebentar lagi.'' tolak laura jujur Laura benar benar ada meeting sebentar lagi
''Setelah meeting apa kamu ada waktu.'' tanya Excel berharap kekasih nya itu mau di ajak bicara
''Aku lihat nanti jadual ku. maaf untuk hari ini aku benar benar sibuk.'' tolak Laura
Excel tampak kecewa dengan penolakan Laura, besok akan kembali lagi ke gedung kantor keluarga Andreas itu.
''Kenapa dia menyusul kemari sih. kalau kak Leon tau gimana.'' batin Laura berkata. takut kakak nya akan marah.
''Laura kamu tidak bisa memutuskan ku begitu saja dengan alasan pulang ke Indonesia sekarang aku menyusul mu ke mari apa lagi alasan mu.'' gumam Excel berjalan meninggal kan lobi kantor keluarga Andreas
''Kenapa dia ada di sini. apa Ara belum putus dengan dia.'' batin Leon saat melihat Excel keluar dari lobi kantor nya.
''Siapa sayang.'' tanya Fatima heran melihat suami nya seperti memperhatikan seseorang
''Tidak ada bukan apa apa, aku seperti melihat kekasih Ara saat di Jerman dulu. tapi semoga aku salah lihat.'' ucap Leon seraya menyala kan mesin mobil nya
''Apa mereka masih menjalin kasih.'' tanya Fatima
''Aku tidak tau Ara bilang sudah memutuskan nya saat akan kembali ke sini. tapi sekarang kenapa dia kesini.'' ucap Leon merasa heran
''Dia warga negara mana.'' tanya Fatima lagi.
''Sama kayak suamimu ini. Indo Jerman.'' terang Leon
''Tapi suami ku ini tidak seperti orang Jerman kebanyakan masih banyak Asia nya.'' ucap Fatima seraya lembut mengusap pipi sang suami.
''Karna aku lebih banyak mengambil gen dari papa.'' jawab Leon benar ada nya.
''Semoga Allah memberi kita keturunan yang baik Soleh dan Solehan tampan sepertiku cantik seperti Fatima Az Zahra.'' Leon melirik sang istri ketika mengatakan cantik
''Amiin.'' seru Fatima mengaminkan ucapan sang suami.
''Pasti sayang karna aku tidak pernah lupa untuk berdoa meminta keturunan yang baik saat aku ingin menyentuh mu melakukan penyatuan kita.'' terang Leon mendengar ucapan sang suami Fatima tersenyum di balik cadar nya
Tidak terasa mereka sudah sampai di hotel tempat Leon ada pertemuan dengan Klein nya. ternyata ada Laura di tempat yang sama.
''Ara.'' panggil Fatima Leon mengikuti arah pandang istri nya ternyata benar sang adik ada di tempat itu juga.
''Ara bukan nya kamu akan meeting dengan tuan David.'' tanya Leon
''Iya kak tuan Davin meminta Ara bertemu di sini.'' laura menunjuk salah satu ruang berdinding kaca transparan
''Oh bagus lah.''
''kak Leon meeting di mana.'' tanya Laura
''Di atas ruang VIP.''
__ADS_1
''Kakak ipar.''
''Aku akan menunggu di sini.'' Fatima akan menunggu di lobi restoran hotel tersebut
''Aku juga ada di sini kak. di tempat itu.'' tunjuk laura.
''Sayang kamu tidak apa apa kan aku tinggal di sini.'' ucap Leon sedikit kuatir.
''Tidak apa apa pergilah.''
Leon bergegas naik ke atas menuju ruang yang sudah di reservasi klien nya. sedang Laura juga sama menemui klien nya. fatima menunggu di restoran hotel. Tanpa mereka sadari sedari tadi Excel memperhatikan ketiga nya.
''Leon sudah menikah dengan gadis muslimah. ini tidak mungkin kenapa Laura dulu menolak saat aku ajak menikah. dengan alasan berbeda keyakinan takut orang tuanya marah. tapi sekarang apa yang di lakukan Leon tidak mungkin gadis itu mau menikah dengan Leon jika Leon tidak mualaf.'' gumam Excel dari kejauhan memperhatikan Fatima yang sedang sibuk dengan layar gawai nya.
''Permisi nona.''
''Iya ada yang bisa saya bantu.'' ucap Fatima masih menunduk kan pandangan nya tanpa melihat pria itu sedikit pun.
''kenal kan aku Reno. teman Leon apa nona ini istri leon.'' tanya Excel yang memperkenal kan diri dengan nama panjang nya Excel Moreno
''Iya benar. aku istri nya Leon.'' jawab Fatima
''Oh.. begitu. melihat penampilan nona. pasti nona seorang muslim lalu bagaimana dengan Leon dia kan non muslim.'' ucap Excel
''Maaf tuan sebelum nya apa anda juga non muslim.'' tanya fatima
''Alhamdulilah aku Islam sejak lahir.'' jawab Excel bangga
''Kalau begitu anda pasti tau hukum pernikahan beda keyakinan yaitu tidak sah dari segi apa pun apa anda pikir saya mau melakukan hal itu.'' ucap Fatima Excel mengerti dan faham
''Kalau begitu Leon sudah mualaf.'' tanya Excel penasaran
''Alhamdulilah sudah. suami ku sudah melakukan semua tanggung jawab nya sebagai seorang muslimin.'' jawab Fatima
Dari kejauhan tampak Laura sedikit tidak fokus perhatian nya tertuju pada Fatima bicara dengan siapa kakak ipar nya itu ada seorang laki laki berdiri di dekat kakak ipar nya Laura tidak bisa melihat siapa pria itu karna posisi nya membelakangi Laura.
''Maaf kalau kehadiran saya dan semua pertanyaan saya membuat anda tidak nyaman nona saya permisi dulu.'' Excel pergi meninggal kan Fatima sendiri dengan hati yang sedikit kesal dahulu Excel pernah ingin menikahi Laura dan menyuruh nya pindah keyakinan sama dengan nya. namun Laura menolak dengan alasan kedua orang tuanya tidak mengijin kan nya.
''Ini sangat tidak adil. Leon bisa menikah dengan wanita muslimah dan sudah mualaf sedang Laura kenapa mereka melarang Laura menjadi mualaf.'' batin Excel kesal
Tak berapa lama kemudian Laura sudah selesai dengan meeting nya dan menghampiri sang kakak ipar.
''Kak Fatima.'' Laura menjatuh kan bobot tubuh nya tepat di samping Fatima.
''Kak fatima tadi Ara melihat ada pria mendatangi kakak siapa dia.'' begitu sampai Ara langsung memberondong Fatima dengan pertanyaan
''Aku juga tidak tau Ara. dia bilang teman kakak mu namanya siapa tadi yah. re re Reno kalau tidak salah.'' ucap fata
''Apa yang dia tanyakan kan kak.'' tanya Laura penasaran.
''Dia hanya bertanya apa aku istri nya Leon. mungkin pria itu merasa heran melihat penampilan ku. secara yang pria itu tau kakak mu non muslim.'' ucap Fatima lagi
''Lalu kak Fatima jawab apa.'' tanya Laura lagi penasaran.
''aku jawab ya aku istri nya dan Alhamdulillah suami sudah mualaf sebelum menikah dengan ku. Alhamdulillah suamiku menjadi muslim yang taat yang tidak pernah meninggal kan semua kewajiban nya sebagai muslimin.'' terang Fatima
''Ada apa. apa ada yang salah Ara.'' tanya Fatima
''Tidak kak hanya saja aku seperti mengenal nya.'' lirih Laura
''Mungkin saja memang kamu mengenal nya secara pria itu berteman dengan kakak mu.''
''Teman ku yang mana.'' suara berat Leon mengaget kan Fatima dan Laura
''katanya nama nya Reno kak Leon mengenal nya.'' tanya Laura
''Apa kamu mengenal nya juga apa kamu tidak tau siapa dia.'' Leon balik bertanya pada adik nya.
__ADS_1
''Entah lah Ara hanya melihat nya dari belakang saat Ara masih meeting.'' ucap Laura
''pria itu menemui mu sayang.'' tanya Leon kuatir dengan istrinya.
''Ita dia hanya bertanya apa aku istrimu dan apa kamu sudah mualaf pria itu hanya bertanya tentang itu.'' jawab Fatima
''Excel Moreno. pria itu Excel apa kamu tau dia ada di sini.'' tanya Leon Laura mengangguk pelan
''Sejak kapan.'' tanya Leon lagi
''Tadi sebelum Ara datang kesini Excel menemui Ara di lobi kantor.'' jawab Laura
''Jadi benar yang ku lihat tadi Excel.''
''Kak Leon juga melihat nya.'' tanya Laura
''Hem.'' Leon menjawab dengan Hem
''Dengar ara seperti yang kakak pernah bilang Kakak tidak setuju kamu dengan Excel. apapun itu alasan nya.'' ucap Leon menekan semua ucapan nya
''Mungkin semua untuk kebaikan mu ara. aku tidak tau apa masalah nya yang jelas kakak mu sangat menyayangi mu.'' ucap Fatima
''Ara mengerti kak. Ara tidak apa apa.''
''Yakin.''
''Laura mengangguk dan tersenyum tipis.
''Kamu sudah makan siang Ara.'' tanya Leon lembut
''Belum kak.''
''Kita sekalian makan disini setelah itu baru kembali ke kantor.''
Leon membawa adik dan istrinya untuk makan siang terlebih dulu sebelum kembali ke kantor
*
*
*
Hari semakin sore hari ini Leon di temani sang istri kemana pun dia pergi. ketika sampai di rumah Luna sudah menyambut kedatangan putra dan menantunya itu.
''Ara sudah pulang ma.'' tanya Leon
''Sudah setengah jam yang lalu tinggal papa mu yang belum.'' ucap Luna
''Sebentar lagi papa pasti sampai tadi bilang mau mampir ke toko kue langganan mama.'' ucap Leon
''oh iya tadi mama memang nitip untuk di belikan kue.''
Tidak berapa lama kemudian mobil maikel juga sudah tampak memasuki halaman mansion menyusul sang putra dan putrinya yang sudah sampai terlebih dulu.
''Papa terlambat ya.''
''Tidak. kami juga baru sampai.'' jawab Leon
''Fatima bagai mana hari mu ikut ke kantor pasti membosankan.'' tanya maikel
''Sedikit rasa bosan pah.'' jawab Fatima
''Kita masuk dan bersihkan diri kalian dulu.'' ucap maikel seraya memberikan kue yang di pesan istri nya tadi.
''Ini kuenya enak Fatima nanti kamu coba ya.'' Fatima hanya mengangguk dan tersenyum di balik cadar nya
Sedang Laura sedari siang tadi pertemuan nya dengan Excel membuat nya merasa sedih atau senang Laura tidak tau jujur masih ada rasa di hati Laura Excel adalah cinta pertama nya. dulu keyakinan yang berbeda yang membuat kedua belah pihak ragu untuk meneruskan hubungan nya apa lagi keluarga Excel sangat menentang kala itu
__ADS_1
''Bersambung