
''
''
Fatima tampak cemas menunggu testpack yang baru saja ia teteskan air seni nya satu garis tampak sangat jelas testpack itu masih berjalan sampai selesai hasil nya masih sama seperti Minggu lalu satu garis tidak berubah. Dua bulan dua puluh hari pernikahan nya Fatima belum mendapat kabar positif. Fatima tampak ragu untuk mengulangi nya sekali lagi hasil nya pasti sama. Perlahan membuang testpack itu kedalam tong sampah yang ada di dalam kamar mandi nya.
''mungkin Allah punya rencana lain tidak apa apa masih bisa mencoba nya lagi esok.'' gumam Fatima perlahan keluar dari dalam kamar mandi
''Sayang apa ada yang tertinggal.'' tanya Fatima melihat kaget Leon berada di kamar nya.
''Iya sayang aku lupa membawa dokumen.'' jawab Leon seraya mengambil map dari dalam laci nakas. Leon juga kaget melihat istri nya keluar dari kamar mandi.
''Aku pikir kamu sudah pergi dengan mama.'' tanya Leon melihat istri nya masih berada di dalam kamar.
''Belum mama masih bersiap.'' jawab Fatima seraya merapikan dasi suami nya.
''Aku pergi dulu ya. Tidak usah mengantar ku. Nanti siang mampir lah ke kantor kita makan siang bersama.'' ucap Leon seraya mengecup kening Fatima. Leon keluar dari kamar nya satu menit kemudian ia kembali lagi. Masuk ke kamar nya
''Apa ada yang tertinggal lagi.'' tanya Fatima
''Tidak sayang aku hanya ingin ke toilet kebelet.'' ucap Leon seraya masuk ke kamar mandi Fatima hanya geleng kepala melihat tingkah suami nya.
Di dalam kamar mandi ekor mata Leon melihat testpack yang sudah terpakai di dalam tong sampah yang tidak tertutup sempurna penutup nya.
''Apa ini.'' Leon mengambil testpack itu.
''Ya Allah maaf kan aku Fatima kenapa aku sampai lupa.'' Leon merutuki diri nya sendiri.
''Kamu pasti menyalah kan dirimu karena hal ini.'' Leon mengingat sudah dua bulan lebih pernikahan nya dengan Fatima wajar istrinya itu membeli testpack untuk melihat apa doa sudah hamil apa belum.
Leon keluar dari kamar mandi dan menghampiri Fatima yang duduk di sofa.
''Sayang apa kamu baik baik saja.'' tanya Leon kuatir
__ADS_1
''Aku baik baik saja memang nya kenapa.'' tanya Fatima heran.
''Tidak apa apa. Aku hanya bertanya.'' Leon menghampiri istri nya dan memeluk nya erat.
''Aku pergi dulu jangan lupa nanti siang mampir lah ke kantor kita makan siang bersama.'' kemudian Leon keluar dari kamar nya dan bergegas kembali ke kantor
dalam perjalanan menuju kantor Leon gelisah memikir kan Fatima. Merasa bersalah kenapa Leon melupakan hal ini sesampai nya di kantor Leon bergegas menuju ruang meeting karena ada meeting penting pagi ini. Tampak sang adik Laura juga sudah ada di ruangan itu.
''Kak Leon kenapa terlambat tadi seperti nya kak Leon berangkat terlebih dulu.'' tanya Laura melihat kakak nya baru datang
''Aku di tadi kembali lagi ke rumah ada dokumen ketinggalan.'' jawab Leon kemudian memulai meeting nya karena Klein nya juga sudah lama menunggu.
Selesai meeting di kantor Leon ada meeting lagi di luar kantor di temani Tito hingga hari menjelang siang. Leon baru kembali lagi ke kantor.
''Mama sudah di sini di mana Fatima .'' tanya Leon ketika memasuki ruangan papa nya.
''Fatima tadi ke ruangan mu karena kamu tidak ada adik mu membawanya ke kantin meminta Fatima menemani adik mu makan siang.'' jawab Luna.
''Pah sebenar nya ada sesuatu yang ingin Leon bicarakan dengan papa.'' ucap Leon
''Leon akan mengosongkan jadual Leon Minggu ini pah. Rencana nya Leon akan kembali ke Jerman.'' ucap Leon pelan
''Apa kamu akan membawa Fatima untuk bulan madu kesana. Hampir tiga bulan kalian menikah sepertinya kalian butuh untuk bulan madu.'' ucap Luna seakan ingin cepat fatima segera hamil
''Leon masih tidak tau mah. Leon kesana untuk melakukan kembali operasi kecil yang dulu pernah Leon lakukan.''
''Oprasi apa.'' tanya Luna kaget.
''vasektomi.'' jawab maikel ia juga baru Ingat putra nya pernah melakukan operasi itu.
''Kenapa kamu melakukan hal itu dulu Leon.'' tanya Luna tidak mengerti
''Aku yang menyuruh nya. Setelah kejadian hazel gagal menjebak Leon dengan obat perangsang itu. Aku takut hazel kembali melakukan nya lagi. karena itu aku menyuruh putra mu untuk melakukan operasi itu.'' jelas Maikel
__ADS_1
''Ya tuhan aku tadi sudah menanyakan hal yang seharus nya tidak ku tanyakan pada Fatima.'' lirih Luna menyesal sudah bertanya kenapa Fatima belum juga ada tanda tanda hamil.
''Tidak apa apa mah. Mama tidak tau.'' jawab Leon bukan hanya Luna yang merasa bersalah Leon juga.
''Kenapa kamu tidak membuka nya di sini.'' ucap Luna lagi.
''Leon akan kembali ke rumah sakit yang dulu mah.'' jawab Leon
''Kamu akan membawa Fatima.'' tanya Luna lagi
''Leon belum tau Leon akan coba bicarakan hal ini dulu dengan Fatima.'' jawab Leon
''Iya sebaik nya kamu berkata jujur dengan istri mu. Dan bawalah Fatima sekalian kalian bisa bulan madu setelah nya.'' ucap Maikel.
''Papa mu benar Fatima pasti akan mengerti kenapa kamu melakukan hal itu dulu. Untuk berjaga jaga menghindari hal hal yang tidak kita ingin kan. karena kita hanya manusia biasa tidak tau apa yang akan terjadi hari esok dan selanjut nya.'' ucap Luna.
Setelah dari ruangan papa nya Leon kembali ke ruangan nya dan menghubungi sang adik. Tak lama kemudian Laura dan Fatima keluar dari lif.
''Aku ke ruangan ku dulu kakak ipar. Kak Leon sudah menunggu kakak ipar di ruangan nya.'' ucap Laura. Fatima mengangguk dan tersenyum di balik cadar nya. Berjalan menuju ruangan sang suami dengan membawa kantong makanan di tangan nya yang Fatima pesan di kantin
''Sayang kamu sudah datang.'' Leon tersenyum melihat istri nya masuk ke ruangan nya.
''Maaf aku terlambat kamu pasti sudah menunggu lama.'' ucap Leon tidak enak hati.
''Tidak apa apa aku mengerti tidak usah tidak enak hati. Sekarang kita makan dulu ini sudah sangat terlambat.'' Fatima menyiap kan makan siang nya dan sang suami
''Kenapa tidak makan duluan dengan Ara tadi.'' tanya Leon karena menunggu diri nya istrinya juga ikut terlambat makan siang.
''Tidak apa apa aku memang menolak saat Ara memintaku makan dengan nya tadi aku hanya ingin mene mani nya saja karena aku ingin makan siang dengan suami ku ini.'' jawab Fatima
Leon tersenyum bahagia dan bersyukur mendapat kan istri seperti Fatima sudah pasti saliha ber akhlak mulia
Gengss lama tidak update kemarin ada acara keluarga sekarang bocil author sedang demam jadi tidak bisa update
__ADS_1
Bersbung