
''
''
Siang ini Leon cepat menyelesaikan pekerjaan nya, sedikit terburu buru meski begitu Leon masih teliti dan memastikan tidak ada kesalahan, pintu ruangan Leon terbuka menampil kan sosok cantik meski usianya tak lagi muda,
''Mama, panggil Leon saat tau siapa yang datang,
''Tadi supir kantor kerumah kamu meminta pak nur menyiap kan beberapa pakaian mu, memang nya kamu mau kemana gak pulang, tanya Luna penasaran,
''Leon akan ke pabrik ma, Leon menginap di rumah Juna sampai hari Senin pagi Leon baru pulang tapi langsung ke kantor, terang Leon tanpa melihat mana nya fokus nya terus pada tumpukan kertas di depan nya,
''Papa tau,,!
''Tau,,! Leon sudah bilang sama papa,,
Pintu ruangan Leon kembali terbuka kali ini papa nya yang datang,
''Mama kesini kok gak bilang, tanya Maikel pada istrinya,
''Hem,, nganterin baju ganti putramu, supir kantor datang ke rumah sekalian mama ikut, ucap Luna,
''Jika memang pekerjaan mu tak selesai tinggal saja son, biar papa yang selesaikan, ucap Maikel mengerti putra nya sedang buru buru,
''Iya, nanti papa mintalah tito, untuk membantu papa, ucap Leon lega kedua orang tuanya sangat mensuport nya,
''Leon akan ke pabrik sekalian makan siang setelah nya Leon tak kembali lagi ke kantor pah, Leon langsung ke pabrik, terang Leon,
''Pergilah son, jangan kuatir kan yang di sini, biar papa yang hendel kantor saat kamu tidak ada, ucap Maikel memeri ketenangan putranya agar tak begitu memikirkan kantor,
''Leon tau, Leon menyempat kan waktu di Ahir pekan saja, untuk ke desa, lanjut Leon
''Maaf kan kami Leon, kami sebagai orang tuamu tidak bisa mendampingi mu, tapi percayalah dia kami selalu bersama mu,
''Mintalah Juna mendampingi mu, biar kamu tak sendiri karna kami tidak bisa mendampingi mu, jelas Maikel, sebenar nya sangat bersedih di momen putra nya ingin memeluk agama lain tidak bisa mendampingi, sebagai bentuk dukungan,
__ADS_1
''Tidak apa apa pah, mah,, Leon mengerti tidak usah di pikirkan, Leon bisa sendiri nanti Leon minta Juna untuk menemani Leon, ucap Leon meminta kedua orang tua nya untuk tidak memikirkan hal itu,
Setelah berbincang sedikit dengan kedua orang tuanya Leon keluar dari kantor nya. terlebih dulu pergi makan siang yang memang sudah terlambat Leon sengaja membereskan pekerjaan nya terlebih dulu, setelah nya baru melanjutkan perjalanan menuju desa, dua jam perjalanan Leon terus melihat jam yang melingkar di tangan nya, berharap tepat waktu dengan jam biasanya Fatima melewati ladang bunga, benar saja tak berapa lama Leon sampai Fatima melewati ladang bunga yang akan menuju rumah Rima seperti biasa membimbing dan mengajar arka dan Rima mengaji,
''Fatima, panggil Leon, seperti biasa Fatima menunduk kan pandangan nya, Fatima sudah hafal dengan suara Leon,
''Ada apa, tanya Fatima menghentikan langkah kakinya,
''Aku berniat akan datang ke masjid menemui Abi mu, jam berapa biasanya Abi mu ada di rumah, tanya Leon
''Abi selalu di rumah, ada hari tertentu saja Abi mengisi kajian,, terkadang Abi juga di panggil untuk mengisi kajian di suatu acara, terang Fatima,
''Apa kamu sudah yakin dan memantapkan hati mu, pindah agama bukan hal main main dan tidak untuk di permain kan jelas Fatima,
''Aku sudah yakin dengan apa yang aku lakukan karna aku ingin belajar tentang agama mu dan nilai nilai nya perintah dan larangan nya, yang tidak aku temui di agamaku sekarang, terang Leon,
''jika memang sudah yakin segerakan niat baik jangan di tunda tunda, semoga Istiqomah dalam menjemput hidayah, ucap Fatima
''Bagai mana dengan keluargamu, apa mereka tau dan apa respon nya, tanya Fatima,
''Kedua orang tua ku sangat mendukung, mereka tidak melarang ku, semua keputusan ada di tangan ku, jelas Leon,
''Bada isya, jam berapa itu tanya Leon tidak mengerti
''Bada isya sekitar jam tuju, terang Fatima,
''Baiklah aku akan datang nanti malam,
Mendengar ucapan Leon entah kenapa Fatimah merasa senang, Leon akan segera masuk agama yang sama dengan nya,
''Kamu ketidakmungkinan yang selalu ku semogakan, batin Fatima berkata,
''Aku pergi dulu arka dan mbak Rima pasti sudah menungguku, ucap Fatima ingin segera melanjutkan perjalanan nya,
''Kenapa kamu suka jalan kaki, saat pergi ke rumah sepupu ku, bukan nya kamu ada motor, tanya Leon penasaran, Fatima tersenyum di balik cadar nya,
__ADS_1
''Aku lebih suka jalan kaki sambil menik mati alam indah ini, aku sangat bersyukur di lahir kan dan di besarkan di tempat indah ini, jelas Fatima, salah satu alasan nya kenapa lebih suka jalan kaki melewati ladang bunga dan pada rumput,
''Aku juga akan pergi ke rumah sepupu ku aku bawa mobil di sana, Leon menunjuk kan mobil nya tak jauh dari tempat mereka berdiri,
''Apa kamu tidak sekalian ikut dengan ku, ucap Leon,
''Tidak sebaik nya aku jalan kaki saja, tolak Rima yang memang tidak ingin satu mobil dengan pria bukan mahram nya,
''Hem pergilah, Leon memandangi punggung Fatima yang terus menjauh meninggal kan dirinya kemudian Leon masuk kedalam mobil nya, namun tak lantas menyalakan mesin mobil nya, Leon menunggu Fatima sedikit jauh dan mengikutinya dari belakang, melajukan mobil nya sepelan mungkin, hingga Fatima sampai di rumah Rima tak lama kemudian Leon juga sampai dengan mobil nya,
''Kenapa menyuruh ku pulang cepat cepat kamu nya juga baru sampai, gerutu Arjuna ketika di pabrik banyak sekali pekerjaan nya Leon menghubungi untuk tidak lagi datang ke pabrik, setelah makan siang,
''Besok libur santai saja pekerjaan mu bisa di lanjut kan hari Senin mendatang, ucap Leon cuek tidak memperdulikan Juna yang kesal,
''Itu menurut mu menurut ku bertambah banyak kerjaan ku di hari Senin, ucap Juna berlalu pergi meninggal kan Leon yang masih di luar mobil nya,
Leon mengikuti Juna yang masuk lebih dulu kedalam rumah nya, berjalan menuju Taras belakang rumah Juna, melewati ruang tengah ada Fatima yang sedang mengajar arka mengaji,
''Mata tolong di kondisikan bukan muhrim, seru Juna yang melihat Leon tak berkedip menatap Fatima,
''Apa sih cuma lihat saja, sitik sekali, gerutu Leon kesal,
nanti malam setelah bada isya temani aku ke rumah Fatima, menemui Abi nya Fatima,
''Kamu sudah yakin, tanya Juna
''Tidak ada alasan yang membuat ku ragu, justru alasan ku semakin membuat ku yakin aku tidak salah pilih jalan dan tujuan, jelas Leon sangat yakin dan meyakin kan,
''Bagus malam ini bada isya,
''Apa yang di maksud bada isya, tanya Leon tidak mengerti sedari tadi ingin bertanya fatima tapi Leon Malu, hanya bertanya jam berapa,
''Bada isya adalah setelah shalat isya selesai itu bada isya, jelas Juna,
''Oh, lagi lagi Leon tidak mengerti sungguh tidak mengerti, sepertinya Leon akan belajar lebih giat dalam memahami nilai ajaran dan larangan agama yang akan di anut nya,
__ADS_1
''GENGSS JANGAN LUPA LIKE NYA BUAT PENYEMANGAT AUTHOR, KOMEN NYA DI TUNGGU VOTE NYA DI NANTI, SAMA AUTHOR, UNTUK PENYEMANGAT AUTHOR,
''bersambung