Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
peraturan baru


__ADS_3

''


''


Pagi ini Fatima menyiap kan segala kebutuhan sang suami meski ini sesuatu hal yang baru namun Fatima sama sekali tidak merasa kesulitan tanpa Leon bicara Fatima sudah menyiap kan semua nya


''Sayang ini semua kamu yang siap kan.'' tanya Leon melihat atribut kantor nya sudah tersedia


Fatima mengangguk pelan seraya tersenyum.


''Dari mana kamu tau aku memakai jas saat kerja kamu bah kan tidak pernah melihat dan tau apa pekerjaan ku di sini.''


''Pernah dua kali saat kamu dan suami mbak Rima Baru selesai meeting.''


Fatima menjawab apa ada nya karna itu Fatima berinisiatif sendiri mungkin suami nya itu memakai jas dasi lengkap seperti umum nya orang kerja kantoran


''Di mana seperti nya tidak pernah.''


Leon mencoba mengingat ingat


''Sudah lah kamu pasti lupa.'' Fatima membantu Leon mengenakan pakaian nya


''Kenapa saat di pabrik hanya mengenakan kemeja berbeda saat bekerja di sini.


''Di pabrik tidak ada pertemuan resmi seperti menemui klien seperti di sini. di pabrik juga sudah ada Juna.'' terang Leon


''Sebentar lagi ikut ya.'' ucap lain lagi


''Ikut kemana.''


''Ikut ke kantor.''


''Tidak mau, nanti bos kamu marah lagi.''


Mendengar ucapan istri nya Leon terkekeh


''Tidak mau pokok nya ikut saja.'' kekeh Leon ingin istri nya ikut ke kantor Fatima diam tampak ragu takut atasan suami nya marah.


''Beneran tidak apa apa aku ikut.'' lirih Fatima seraya merapikan dasi suami nya.


''kalau aku bilang tidak apa apa ya tidak apa.''


Leon ingin taun apa reaksi istri nya kalau tau Leon merupakan CEO perusahaan bukan niat Leon membohongi Fatima tentang pekerjaan nya selama ini. bukan juga ingin pamer hanya saja menurut Leon sekarang kejujuran lebih penting dalam setiap hubungan


''Kita turun sekarang.'' Leon meraih tangan istri nya menggandeng nya mesra bersiap untuk turun sesampai nya di bawah yang lain sudah menunggu.


''Selamat pagi.'' seru Leon seraya menjatuh kan bobot tubuh nya di kursi meja makan.


''Aku mau roti saja.'' seru Leon memberi tau istri nya.


''Kak Leon sudah mau masuk kerja.'' tanya Laura


''Iya kamu tau sendiri kan di kantor banyak sekali pekerjaan ku.'' terang Leon


''Aku pikir kak Leon masih mau libur.''

__ADS_1


''Kalau libur terus nanti bos kakak mu marah Laura.'' ucap Fatima menyela


''Bos kak Leon marah.'' tanya Laura lagi.


''Iya nanti kalau kena pecat bagai mana. lama sekali libur nya.'' jelas Fatima


Laura menahan tawanya yang sudah ingin meledak melihat tatapan Leon yang tajam Laura diam tidak bisa bicara


''Apa kak Fatima tidak tau kak Leon kerja apa di mana dan sebagai apa.'' tanya Laura penasaran


''Tidak tau detail yang aku tau ya kerja di pabrik.'' terang Fatima.


''Sudah makan dulu tidak usah mempermasalah kan pekerjaan. kalau tidak tau ikut saja ke kantor. biar Leon. jelas kan di kantor apa pekerjaan suami mu Fatima.'' ucap Luna


''Iya ma karna itu Fatima akan ikut ke kantor hari ini.'' terang Leon


Setelah selesai makan Leon membawa istri nya pergi ke kantor kali ini lain membawa mobil BMW nya mobil yang biasanya Leon pakai saat ke kantor


''Ini mobil siapa kenapa tidak pakai mobil mu.'' tanya Fatima ingin tau


''Ini mobil kita.'' jawab Leon lembut seraya membuka pintu mobil untuk istri nya Fatima sudah menduga suami nya tak sesederhana biasa nya mungkin ini baru sebagian yang terlihat


tiga puluh menit kemudian mobil yang Leon Kendari sudah sampai di di lobi kantor perusahaan Leon saat memasuki lobi tampak interior mewah dan berkelas di tengah tengah terdapat meja marmer berbentuk bundar dan beberapa gadis berseragam sama sedang sibuk menerima telepon masing masing


begitu Leon datang mereka langsung tersenyum ramah dan menunduk hormat. sampai Leon memasuki lif khusus


''Jadi itu istri tuan muda Leon.'' bisik bisik para gadis di resepsionis tadi


''Jadi benar rumor pimpinan perusahaan sudah mualaf karna kekasih nya seorang muslimah.'' ucap mereka lagi.


Sesampai nya di lantai paling atas tampak semua karyawan perusahaan juga sama menunduk hormat begitu melihat pimpinan mereka


''Masuk dulu aku jelaskan di dalam.'' bisik Leon balik


Begitu memasuki ruangan Fatima sudah menduga bahwa suami nya direktur perusahaan itu.


''Jadi suami ku CEO perusahaan ini.''


''Jadi istri ku ini sudah tau.'' ucap Leon seraya membuka cadar di wajah istri nya.


''Nanti ada orang.'' Fatima mencekal tangan suami nya


''Aku sudah mengunci pintu nya. ini ruangan ku tidak akan ada yang berani masuk tanpa mengetuk pintu kecuali Ara dan papa.'' jelas Leon


''Sini.'' Leon menarik tangan Fatima dan mendudukkan di pangkuan nya


''Bagai mana kamu bisa tau aku CEO di sini.'' tanya Leon penasaran


''Semenjak suami ku mengajak ku tinggal bersama nya aku sudah tau. tidak mungkin karyawan biasa seperti mu tinggal di mansion mewah dengan puluhan pelayan di rumah nya. lalu kenapa suami ku ini terlihat biasa saat pergi ke pabrik.'' tanya Fatima penasaran


''Kamu tau sayang tidak mungkin aku di pabrik membawa mobil mewah. aku hanya menyesuaikan dengan tempat selain itu aku juga bisa berinteraksi dengan mereka tanpa rasa Canggung sungkan karna mereka menghormati ku sebagai bos. biarkan mereka menghormati ku sebagai pekerja.'' jelas Leon


''Boleh aku memberi pendapat ku untuk perusahaan ini.'' ucap Fatima


''Silah kan.''

__ADS_1


''Aku tidak suka melihat karyawati yang berpakaian kurang bahan. formalitas kantor memang harus tapi mereka juga bisa berpakaian lebih sopan meski berbeda keyakinan contoh nya non muslim bisa memakai rok di bawah lutut. hargailah diri sendiri sebelum kita berharap orang lain menghargai kita.'' terang Fatima


''Hem nanti biar aku umum kan peraturan baru.'' ucap Leon


''bukan nya aku sok suci. alangkah baik nya jika tempat kita mengais rezeki jauh dari pikiran kotor pria yang menatap lapar wanita yang mengenakan baju kurang bahan. ditarik keatas yang bawah ikut naik di tarik kebawah yang atas melorot. jelas Fatima lagi.


''jika mereka tau maksud mereka pasti akan menerima peraturan itu.'' lanjut Fatima


''Mereka pasti mengerti sayang. peraturan itu untuk kebaikan mereka sendiri.''


''Semoga saja.''


Tok.. tok ...


''Sayang sebaik nya kamu masuk kedalam.'' Leon membawa istri nya masuk ke sebuah ruangan


''Ada kamar di sini.'' tanya Fatima


''Ini untuk ku beristirahat jika ada lembur pekerjaan banyak. jangan berfikir macam macam kamulah yang mengambil perjaka ku.'' ucap Leon seraya menunjuk hidung istri nya.


''Apaan sih.''


''Demi Allah sayang.''


''Bukain pintunya dulu siapa tau papa yang datang.''


''Iya kamu istirahat nanti keluar lagi kalau sudah tidak ada orang.'' Fatima mengangguk patuh.


''Masuk.'' seru Leon menekan kunci pintu otomatis.


''Tito kamu.'' rupanya Tito yang datang di ikuti Lena di belakang nya.


''Tuan ini ada yang harus di tandatangani. Tito menyodorkan sebuah map. begitu juga dengan Lena.


''Tito keluarkan peraturan baru di perusahaan. mulai pesok perusahaan melarang pekerja wanita mengenakan rok pendek di atas lutut. begitu juga dengan baju dilarang mengenakan dalaman blazers berupa kemben pakai dalaman kemeja. peraturan ini untuk seluruh karyawati meski itu karyawati non muslim.'' titah Leon tidak bisa di bantah


''Siap saya akan melaksanakan titah tuan muda.'' ucap tito


''Bagus.''


''Dan kamu Lena rubah penampilanmu besok kamu berhijab atasan baju mu itu terlalu ketat.'' ucap Leon mengkritik penampilan Lena.


''Ba baaik tuan.'' jawab wab Lena tergagap. menerima keputusan dari CEO nya


''Semua untuk kebaikan kita para kaum wanita Lena.'' ucap Laura ikut menimpali.


''Saya mengerti nona.'' jawab Lena


''Hem segera beri tau pada seluruh taman wanita mu. apa lagi yang suka memakai baju kurang bahan karna ini kantor bukan ajang pamer paha dan buah dada.'' ucap Laura tanpa filter menyentil karyawati bernama Dea yang sedari tadi Laura tau Dea sedang menguping.


''peraturan apa lagi yang mereka buat setelah kemarin di larang membawa makanan non halal di kantor. karna menghormati karyawan muslim sekarang di suruh pakai baju sedikit tertutup. setelah ini apa lagi, apa di suruh mengenakan hijab juga. perasaan tambah ribet.'' gumam Dea


''Bukan ribet. semua juga demi kebaikan kita menjaga mata pria yang menatap kita lapar. ingat kejahatan bukan karna ada kesempatan tapi juga karna kita sendiri yang mengundang.'' seru Lena


Mau tidak mau. terima tidak terima Leon sudah mengeluarkan peraturan baru untuk tidak mengenakan pakaian kurang bahan semua untuk kebaikan

__ADS_1


Jangan lupa tinggal kan jejak like nya komen biar author tau


''Bersambung


__ADS_2