
''
''
menjelang siang mobil yang di kendarai Adin memasuki halaman rumah Fatima bibir pak haji tampak tersenyum senang melihat putri nya berdiri menyambut kedatangan dirinya bersama sang menantu binar di wajah tuanya tampak sekali melihat putrinya bahagia.
''Asalamualsikum Abi.'' seru Leon menyalami mertuanya itu.
''Walaikumsalam. kapan kalian sampai
''Kemarin sore Abi.'' jawab Fatima
''Nak Leon tidak ke pabrik. dan kamu Fatima tidak ke kios.'' tanya pak haji.
''tidak Abi hari ini Fatima ingin di rumah saja. lagian kami datang juga belum bertemu dengan Abi.'' jawab Fatima
''Apa Fatima di sana merepotkan mu nak Leon.'' tanya pak haji
''Tidak Abi Fatima sama sekali tidak merepotkan mama sama papa juga sangat senang apa lagi Laura.'' jawab Leon
''lalu bagai mana dengan pekerjaan mu di kantor.'' tanya pak haji lagi
''Alhamdulilah lancar Abi.''
''Alhamdulilah.''
''Mama juga mengirim salam untuk Abi.''
''Walaikumsalam.'' jawab pak haji
''Abi Minggu depan Leon harap Abi tidak sibuk atau Abi susah ada janji dengan orang.'' ucap Leon
''Memang nya ada apa.'' tanga pak haji penasaran
''Insyaallah Minggu depan Leon akan mengadakan resepsi pernikahan kami.''
''Alhamdulilah Abi pasti datang. Abi juga tidak sedang ada janji dengan siapapun.''
Haji Sobri tampak sangat bahagia melihat senyum di bibir putri nya semoga Allah selalu merah mati putri dan menantu nya.''
''Abi Fatima akan ke ladang hanya sebentar.'' pamit Fatima pada Abi nya
''Pergi dan lihat lah semua bungamu. firman dan Dodo merawat nya setiap hari.'' haji Sobri tau putri nya tidak bisa jauh dari ladang bunga nya
''kemarin Laura memberi Fatima benih bunga tulip Fatima akan menyuruh firman menanam nya.'' terang Fatima
Kemudian Fatima bergegas pergi ke ladang bung tak jauh dari rumah nya. tampak hamparan bunga mawar sedang mengembang dan siap di panen kuncup nya sangat pas.''
''Bunga sebanyak ini apa hanya di jual di kios sayang.'' tanya Leon heran tidak mungkin seluruh bunga di ladang seluas ini hanya di jual di kios istrinya yang tidak terlalu besar itu.
''Tidak bunga bunga ini sudah ada yang memesan nya. setiap hari firman mang Dodo dan juga mang Adin yang akan mengurus semua nya dari panen dan pengiriman nya.'' jelas Fatima
''Di kirim ke mana sekedar orang pesan atau supplier.'' tanya Leon lagi
''Supplier.'' jawab Fatima
''itu bagus sayang kamu bisa menjadi distributor bunga menjangkau seluruh kota.'' tutur Leon bangga
''Pengiriman sudah sampai ke luar kota bang Leon.'' ucap firman menimpali
''Itu bagus firman.'' ucap Leon lagi
''Aku memanfaat kan sosial media untuk pengenalan dan pemasaran Alhamdulillah mereka tertarik.'' terang Fatima.
__ADS_1
''Firman ini ada benih bunga tulip. kamu Tamam.'' Fatima menyerah kan benih bunga tulip untuk di Tamam firman.
''Saat musim semi di Jerman bunga tulip tampak sangat indah berwarna warni memenuhi ladang kadang di tanam pinggir pinggir jalan.'' terang Leon
''Iya aku pernah melihat nya di sosial media bunga tulip mempunyai banyak warna warna yang sangat indah dan terang.'' ucap Fatima
''Kita akan kesana untuk bulan madu kamu mau.'' tanya Leon
''Sebenar nya tidak perlu kemana pun untuk bulan madu. di dalam kamar saja asal bersama mu aku tidak apa apa.'' lirih Fatima pandangan nya tertunduk malu.
''Tetap saja aku ingin membawa mu ke tempat suami mu ini di besar kan, apa kamu tidak mau.'' tanya Leon lagi
''Bukan hanya untuk bulan madu. aku ingin memperkenal kan negara asal mama.'' lanjut Leon lagi.
''Terserah kamu aku ikut asal itu sama kamu.''
''Kita hampir menyukai hal yang sama sayang aku juga suka pergi ke padang rumput seperti ini, rasanya sangat menenangkan.''
Fatima duduk di hamparan rumput bersandar di pundak sang suami
''Aku suka ber lama lama di tempat ini aku bahkan mengaji dan berzikir di tempat ini.'' Leon melirik sang istri ingin rasa nya membuka penutup wajah Fatima. jika tidak di tempat umum mencium bibir pink merona alami yang sudah menjadi candu nya.
''Om Leon.'' suara arka yang tiba tiba mengaget kan Leon dan fatima
''Arka ngapain di sini.'' tanya Leon heran melihat putra sepupunya itu
''Bermain layang layang.'' arka menunjuk kan layang layang yang ia bawa.
''Arka bisa menerbang kan nya.'' tanya Leon penasaran
''Bisa.'' jawab arka
''Siapa yang ngajarin.'' tanya Leon lagi setau nya Juna sangat sibuk di pabrik.
''Pak Soleh siapa arka.'' tanya Leon penasaran
''Pak Soleh suami bik niah. yak arka.'' sela Fatima
''Iya betul kak Fatima.'' ucap arka membenarkan ucapan Fatima
''Arka kamu mau ini.'' Fatima mengeluarkan cake dari dalam keranjang yang ia bawa.
''Mau.'' jawab arka duduk di hadapan Fatima dan Leon memakan cake yang Fatima bawa
''Kak Fatima suka berpiknik di sini ya. arka suka melihat nya.''
''Karna tempat ini sangat indah arka.'' jawab Fatima
''Arka kamu lapar. kalau mau ini habis kan.'' leon memberi arka cake lagi.
''Arka belum makan sejak pulang sekolah tadi.'' Sura Rima mengagetkan ketiga nya
''Kenapa tidak makan dulu arka.'' tanya Leon sedikit menekan ucapan nya
''Karna keburu ingin bermain layang layang.'' ucap Rima menyela
''Lain kali tidak boleh seperti itu. harus makan dulu baru bermain.'' Leon menasehati putra sepupu nya itu.
''Iya maaf.'' ucap arka di sela sela makan cake nya.
setelah selesai makan cake arka dan Leon menenangkan layang layang yang di bawa arka meninggal kan istrinya dan Rima yang sedang asik mengobrol.
''Mbak Rima sekarang siapa yang mengajari arka mengaji.'' tanya Fatima penasaran sekarang Fatima tidak bisa mengajar ngaji arka dan Rima
__ADS_1
''Rencana nya mbak ingin meminta tolong Aqila, tapi agila mau tidak ya. yang jelas Aqila sibuk menjaga kios bunga mu.'' tutur Rima
''Nanti biar Fatima yang bicara sama Aqila mbak biar menyempat kan waktu nya.''
''Terima kasih ya Fatima kalau hanya arka sih tidak masalah dia bisa ikut mengaji di masjid. terus aku siapa yang ngajarin.'' lirih Rima
''maaf ya mbak Fatima sudah tidak bisa mengajari mbak Rima ngaji lagi, karna sekarang Fatima harus ikut mas leon tinggal di kota.'' lirih Fatima tidak enak hati.
''Tidak apa apa Fatima aku mengerti. Leon sekarang sudah menjadi prioritas utama mu. menjalankan tugas seorang istri yang taat harus ikut kemanapun suami nya tinggal.''
''Iya mbak terimakasih atas pengertian nya.''
Arka tampak lelah dan berkeringat Rima membawa putra nya pulang sedang Leon pun sama meski ini pertama kali nya menerbangkan layang layang Leon bisa mengendalikan benang layang layang.
''Kelihatan nya jago sekali main layang layang.'' tanya Fatima saat Leon datang menghampiri nya
''Masak sih aku baru sekali ini lho main layang layang.'' jawab Leon seraya menerima botol air minum yang istri nya sodor kan.
''Latihan untuk bermain dengan anak kita nanti.'' mendengar kata anak Fatima tertunduk malu.
''Kita pulang sekarang.'' sepanjang perjalanan menuju rumah tangan Fatima dan Leon saling bertautan.
''Seperti ini rasanya pacaran setelah menikah.'' ucap Leon di sela sela langkah kaki nya.
''Memang nya seperti apa rasanya pacaran sebelum menikah.'' tanya Fatima
''Tidak tau aku juga belum pernah merasakan nya apa lagi jatuh cinta.'' Leon menghentikan langkah kakinya menatap lekat manik mata fata mata yang membuat nya jatuh cinta untuk pertama kali nya.
''Percayalah sayang ini semua nya yang pertama untuk ku. bukan hanya cinta ku yang pertama untuk mu bahkan pelukan ku yang pertama kecuali Laura dan mama.'' jelas Leon membawa tangan Fatima ke dada nya Fatima tertegun mendengar penuturan sang suami.
''Mau memeluk ku.'' Fatima mengangguk tersenyum di balik cadar nya
''Meski suami mu ini di besarkan dari keluarga non muslim dan di besarkan di negara bebas sekalipun Alhamdulillah kedua mertuamu sangat baik mendidik suami mu ini. nilai dan adat ketimuran masih di pertahan kan.'' jelas Leon
''Itu semua karna Allah sudah merencanakan hari ini pertemuan kita sampai Allah menyatukan kita dalam ikatan suci pernikahan.'' gumam Fatima dalam pelukan suami nya.
''Aku sangat bahagia bisa menikahi mu. sesuatu yang sebelum nya tidak mungkin bisa ku gapai.''
''Karna jodoh adalah cermin diri sendiri. maka Allah memberi kita jodoh yang terbaik.menurut kebaikan kita.'' sepasang suami istri yang sedang di mabuk cinta itu berpelukan di tengah ladang bunga saling jujur mengutarakan perasaan masing masing meski tanpa kata.
Tanpa kedua nya sadari dari kejauhan pak haji melihat putri dan menantunya saling ber pelukan mesra menandakan mereka sedang bahagia. bibir nya melengkung membentuk senyuman.
''Semoga kebahagian mu hari ini tidak pernah lekang sampai hari tua.'' gumam pak haji pelan
''Neng Fatima dan bang Leon romantis ya pak haji.'' ucap firman pelan
''Astaghfirullah....ya Allah...'' firman bikin kaget saja.'' pak haji mengelus dada nya
''Kamu belum waktunya melihat itu.'' ucap pak haji.
''Devinisi pasangan romantis pak haji.'' firman tidak menghiraukan ucapan pak haji ia kembali melanjut kan ucapan nya
''Firmaaann....''
Firman menggaruk rambut nya yang tidak gatal seraya cengengesan
''Cengengesan lagi.''
Pak haji geleng kepala melihat tingkah firman. pak haji kembali mengulum senyum nya melihat putri dan menantunya masih belum melepas pelukan mereka. berbalik badan menyusul firman yang sudah meninggal kan nya
definisi kebahagiaan pacaran setelah menikah luar biasa nikmat nya
''Bersambung
__ADS_1