Mahram Untuk Fatima

Mahram Untuk Fatima
jatuh cinta


__ADS_3

Seperti biasa Leon menjalan kan rutinitas harian nya, memimpin perusahaan keluarga, hari ini cukup sibuk,


''Leon ini kamu tandatangani dulu, setelah ini papa akan meeting dengan perusahaan enak food, Maikel menyodorkan beberapa mam di hadapan Leon,


''Kenapa tidak papa saja yang menandatangi berkas itu, kurasa sama saja, Leon berkata tanpa melihat papa nya fokus nya masih di tumpukan berkas di meja,


''Kamu kan CEO nya, di sini papa hanya membantumu, jelas Maikel


''Menurut ku sama saja pa, ucap Leon lagi,


''Tapi papa kan sudah menyerahkan semua kendali pada mu, papa hanya membantu saja di sini, sekali lagi Maikel menegas kan,


''Leon menghela nafas nya pelan, menandatangani berkas dari papa nya,


''Kamu tidak ke pabrik, tanya Maikel, biasa nya putra nya itu tidak pernah absen ke pabrik,


''Mau nya seperti itu pah, tapi pekerjaan Leon banyak sekali, serunya yang masih fokus pada tumpukan berkas,


''Tujuan mu kesana apa, kamu benar benar mau ke pabrik atau ada hal lain, tanya Maikel penasaran,


''Hari ini peluncuran prodak baru di pabrik pah, Leon belum melihat nya,,,!


''Kan ada Juna,,,!


''Sama seperti papa masih mengandal kan ku, jelas Leon


''Ya nanti papa bantu setelah meeting selesai, ucap Maikel kemudian berlalu pergi meninggal kan ruangan putra nya,


''Sedang Juna juga sama hari ini di pabrik cukup sibuk, beberapa supplier sudah menghubungi, belum lagi yang dari luar negri, sedang Leon tak kunjung datang untuk mengecek nya sebelum beredar di pasaran luas,


''Juna mencoba menghubungi Leon, namu tak kunjung mendapat jawaban,


''Kemana Sih Leon, Juna terus menghubungi nya,


''Pak Juna,, wakil dari PT pangan jaya sedari tadi menghubungi, sekertaris Juna, Andin sedari tadi juga Bingung menerima telepon harus ngomong apa karna belum ada konfirmasi dari atasan nya,

__ADS_1


''Kamu bilang saja besok Din, aku juga tidak tau, dari pusat belum ada konfirmasi apa apa, jelas Juna,,


''Jika tidak bisa kesini paling tidak angkat lah telepon ku Leon, gumam Juna berdecak kesal,


Andin kamu bilang sama semua supplier untuk tidak menghubungi hari ini tunggu kita saja yang menghubungi mereka besok, titah Juna,


''Baik pak, Andin keluar dari ruangan Juna,


Sedang Leon baru saja selesai meeting, melihat banyak nya panggilan tak terjawab dari Juna dan beberapa pesan Wasup, leon Langsung menghubungi Juna,


''Halo Juna, Sura Leon dari sebrang sana


''Kamu dari mana saja sedari tadi aku menghubungi mu, pesan ku pun tak kamu baca, seru Juna di sebrang telepon,


''Maaf aku benar benar sibuk hari ini, baru juga selesai meeting, sepertinya hari ini aku tidak bisa datang, besok ku usahakan pagi sekali aku sudah nyampe pabrik, terang Leon,


''bener ya aku tidak bisa memutuskan ini sendiri tetap saja kamu yang harus memutuskan, sedari tadi supplier sudah seperti zombi yang siap menyerang, ucap Juna menjelaskan,


''Ya aku mengerti, aku tutup dulu telpon nya, sebentar lagi aku ada meeting dengan perusahaan iklan, dan artis yang akan menjadi bintang iklan nya,


''Ya rencana nya sih seperti itu seperti yang kita sepakati kemarin, pesan ku sebelum kita iklan kan jangan dulu ada yang keluar prodak itu dari pabrik, jangan sampai prodak kita bocor duluan, tegas Leon


''Siap bos, jangan kuatir, bahkan karyawan pabrik tidak akan ada yang bisa lolos membawa prodak kita, ucap Juna meyakinkan,


''Bagus aku percaya pada mu, setelah bicara dengan Juna, Leon pun kembali keluar dari kantor nya ada meeting lagi yang belum selesai,


Hari yang melelahkan, gumam leon,


''Leon kamu mau kemana, tanya Maikel pada putra nya saat berpapasan di lobi kantor,


''Leon mau meeting di luar kantor pah, ini lagi buru buru,


''Ya pergilah, kamu tidak jadi ke pabrik kan,


''Leon tidak sempat pah besok pagi Leon ke sana, serunya seraya berlalu pergi,

__ADS_1


Leon bergegas menuju perusahaan periklanan waktunya sudah mepet, tidak ada waktu lagi untuk Leon berantai barang sejenak, sesat kemudian Leon turun dari mobil nya, sudah di sambut dengan sekertaris bos perusahaan itu,


''Tuan Leon, anda sudah di tunggu di atas, sekertaris itu memberi tau,


''Maaf aku terlambat, dengan langkah lebar Leon bergegas menuju lif dan naik keatas di mana bos perusahaan itu sudah menunggu,


''Selamat siang maaf saya terlambat, ucap nya sesaat Leon sudah memasuki ruangan, di mana bos perusahaan sudah menunggu bersama sang Youtuber yang akan mengiklankan kan prodak nya,


''Tidak apa apa tuan santai saja, silahkan duduk,


Leon mendengarkan penjelasan bos perusahaan itu mengenai konsep nya semua sudah setuju, dan segera di lakukan pengambilan gambar dan video waktunya sudah mepet besok pagi sudah harus di luncur kan, Leon sangat puas dengan hasil dan konsep nya, yakin prodak nya akan laku dan di pasaran, tak lupa menyampaikan pesan jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan instan atau jangfood, karna memang tidak baik untuk kesehatan tubuh jika di konsumsi dalam jumlah yang banyak bijak dalam memilih makanan dan di barengi makan sayur dan buah, agar tubuh seimbang,


......................


Keesokan paginya benar saja iklan prodak baru Leon sudah menyebar di berbagai media tanpa sengaja Fatima melihat hal itu dan ketika melewati pabrik saat hendak pergi ke kios Fatima melihat ada promosi,


''Fatim kita berhenti sebentar liat itu promosi apa sih, seru Aqila penasaran,


Aqila menghentikan motornya tepat di depan kios promosi itu,


''Ini kan yang ada di iklan tadi pagi, oh rupanya pabrik nya ada di sini, gumam Fatima dalam hati, penasaran dengan rasanya Fatima pun memilih beberapa,


''Ini pedas sekali qila, kamu mau memakan nya, tanya Fatima melihat Aqila mengambil prodak bakso Aci super pedas,


''Aku hanya penasaran dengan rasa nya, jawab Aqila seadanya,


''Ya tapi kan ada yang tidak pedas, nanti kamu sakit perut, Fatima takut Aqila sakit perut


Akhir nya Aqila mengambil yang pedas nya sedang, dan beberapa prodak kering untuk camilan,


Tanpa Fatima sadari sedari dia turun dari motor Leon terus memandangi nya, ingin sekali menyapa Fatima akan tetapi tidak enak karna banyak orang, Leon tersenyum dari kejauhan yang di perhatikan oleh Juna di samping nya,


"Hai seperti ini rasanya orang yang sedang jatuh cinta senyum senyum tidak jelas, seru Juna menyindir Leon, namun yang di Sindir sama sekali tidak mendengar karna pikiran dan fokus nya sekarang hanya di satu titik ya itu Fatima, yang membuat Leon melupakan sekitar,


""Bersambung

__ADS_1


"


__ADS_2