Mama Muda Yang Lugu

Mama Muda Yang Lugu
Jenar Berubah


__ADS_3

Lovely keluar untuk melihat pria tersebut. Brey juga ikut keluar, sementara Hebat di bawa oleh pengasuhnya. Ternyata pria yang sedang mencarinya adalah Tuan Qomar. Wajah Tuan Qomar terlihat babak belur. Tentu saja pria itu habis dipukuli oleh seseorang tapi Lovely sama sekali tak penasaran dengan hal itu. Ia lebih penasaran dengan Tuan Qomar yang datang ke rumahnya.


"Anda orang yang mencari saya?" tanya Lovely yang kini berdiri di depan pintu rumahnya yang terbuka, ia ditemani Brey yang penasaran dengan Tuan Qomar.


Tuan Qomar langsung berlutut di depan Lovely dengan menundukkan kepalanya.


Lovely dan Brey terkejut melihat pria tua itu berlutut di depan mereka. Terutama Lovely yang tidak menyangka bisa melihat pria yang sangat ia benci, berlutut di hadapannya.


"Kenapa Anda seperti ini Tuan?" tanya Lovely penasaran.


"Saya datang untuk minta maaf. Saya mengakui kesalahan saya pada Nona Jenar yang sudah saya tipu Nona. Dan masalah uang yang saya ambil dari Nona Jenar, sudah saya kembalikan. Saya sudah mengirim uang itu ke rekening Nona Jenar."


Lovely begitu membenci Tuan Qomar atas perbuatan Qomar di masa lalu. Ia ingin melampiaskan semuanya dengan berteriak serta memukul Qomar tapi ia tidak ingin Brey mendengar masalahnya dengan pria tua ini hingga Lovely memilih diam dengan mengepal kedua tangannya, menahan amarahnya.


"Loly, kamu kenal dia?" tanya Brey penasaran dengan hubungan Lovely dan Tuan Qomar.


Lovely mengangguk. "Aku sangat mengenalnya. Dia pria hidung belang yang sangat brengsek."


Di saat yang sama, Jenar datang. Perempuan itu turun dari mobilnya yang ia parkir di depan rumah. Ekspresinya terlihat khawatir dan gelisah melihat Tuan Qomar berlutut di depan rumahnya, karena mengira bahwa Tuan Qomar sudah mengatakan rahasianya pada Lovely. Dengan langkah cepat, ia mendatangi Tuan Qomar dan langsung menarik pria itu hingga berdiri.


"Sedang apa kau di sini?" tanya Jenar dengan tegas dan penuh amarah.


"Dia datang minta maaf sama Bibi Kecil atas penipuan yang dia lakukan sama bibi kecil," sahut Lovely menjelaskan.

__ADS_1


Jenar menoleh melihat Lovely lalu berkata, "apa saja yang sudah dia katakan padamu Lovely?"


"Dia cuma minta maaf Bi."


"Oke. Ini urusan Bibi Kecil dengan orang ini. Sebaiknya kamu lanjutkan kegiatanmu. Kau dan temanmu mau keluar kan?"


Lovely menoleh melihat Brey. Tadinya ia dan Brey memang berencana untuk keluar jalan-jalan tapi tiba-tiba ada Tuan Qomar yang datang hingga rencana mereka tertunda.


"Tadinya sih memang mau pergi."


"Ya sudah. Kamu pergilah!" kata Jenar sembari tersenyum lembut pada Lovely dan Brey.


Lovely dan Brey pun meninggalkan rumah menggunakan mobil Brey tentunya. Sementara Jenar dan Tuan Qomar masih ada di depan rumah.


"Kau bicara di sini karena takut ketahuan oleh keluargamu tentang yang kau lakukan pada keponakanmu itu, benar kan?" kata Tuan Qomar tersenyum smirk melihat Jenar.


Jenar kesal tapi ia tetap berusaha tenang dan tidak terpengaruh oleh Tuan Qomar. "Jangan banyak bicara Tuan Qomar! Aku bisa saja melaporkanmu ke polisi dengan tuduhan penipuan!"


"Mentang-mentang ada Alister disisimu, kau jadi berani padaku Jenar. Jangan lupa, aku masih menyimpan rahasia mu. Aku bisa saja mengatakan pada kakakmu tentang perbuatanmu pada anaknya yang kau jual demi mendapatkan kerja samaku dan tender untuk perusahaan mu. Kau akan lihat apa yang terjadi padamu selanjutnya. Dan satu lagi, Lovely keponakanmu itu tidak pernah tidur denganku. Pria yang menidurinya adalah Alister."


"Kau bilang apa? Alister?" Jenar yang mendengar itu, tentu terkejut karena tidak pernah menyangka bahwa Alister lah pria yang meniduri keponakannya, bukan Tuan Qomar.


"Benar. Dan kau tahu, Alister sangat tergila-gila dengan gadis itu. Lima tahun lalu, orang yang mencarinya adalah Alister, bukan aku Jenar. Dia menginginkan wanita itu."

__ADS_1


Jenar mengepal tangannya mendengar ucapan Tuan Qomar yang membuatnya semakin kesal. Namun ia tak mampu mengatakan apapun karena keterkejutannya mendengar kebenaran hubungan Alister dan Lovely yang tidak pernah ia duga.


Tuan Qomar yang sengaja membuat Jenar kesal, tersenyum smirk melihat ekspresi Jenar tapi ia masih belum puas bicara untuk membuat Jenar gelisah. "Lalu, bagaimana kalau Alister akhirnya menemukan wanita itu? Kau yakin, masih bisa menikah dengan Alister. Ingat Jenar, Alister bukan orang yang bisa dengan mudah kau kendalikan. Dia lebih licik darimu. Untuk mendapatkan keinginannya, dia bisa melakukan apa saja."


"Kau mengatakan semua ini, pasti menginginkan sesuatu dariku, kan?" Akhirnya Jenar bicara dengan sikap tenangnya.


Tuan Qomar tersenyum miring. "Aku hanya menginginkan uangku kembali Jenar. Uang satu milyar yang sudah aku kirim ke rekeningmu, harus kau kembalikan padaku. Dan katakan pada Tuan Alister bahwa aku sudah mengembalikan uangmu. Gampang kan."


Jenar tertawa kecil dengan kepala menunduk lalu detik berikutnya ia tertawa keras sembari mengangkat wajahnya ke atas. Lalu kemudian, ia berhenti tertawa dan kembali melihat Tuan Qomar. "Kau benar-benar licik Tuan Qomar. Dulu kau menipuku, sekarang kau berani menipu Alister."


"Aku hanya ingin mempertahankan uangku saja. Kau kan, tahu aku punya tiga istri yang harus kuhidupi. Jadi uang adalah segalanya bagiku," ujar Tuan Qomar tersenyum santai.


Jenar makin marah tapi ia menahan emosinya dengan mengeluarkan nafasnya perlahan-lahan sambil menutup matanya. Ia kembali melihat Tuan Qomar setelah emosnya sedikit mereda. "Uang itu akan aku kirim kembali dan aku bakal bilang sama Alister. Sekarang pergilah!"


Dengan ekspresi senang, Tuan Qomar keluar dari mobil Jenar lalu beralih ke mobilnya. Jenar yang melihat kepergian Tuan Qomar, lantas memukul stir mobilnya, melampiaskan amarahnya. "Qomar sialan! Dia menipuku, sekarang berani mengancamku menggunakan Lovely. Brengsek!"


Jenar diam beberapa menit di sana untuk menenangkan emosinya. Lalu tiba-tiba ia teringat tentang Alister yang seketika membuatnya tersenyum senang. "Ternyata Alister masih peduli padaku. Dia menyuruh Qomar datang meminta maaf padaku. Aku pikir, dia cuek dan dingin karena tidak menyukaiku. Ternyata aku salah paham."


Raut wajahnya berubah malu-malu seperti orang yang sedang jatuh cinta.


"Aku harus datang sendiri menemui Alister dan berterima kasih langsung padanya."


Setelah bergumam sendiri, ia keluar dari mobilnya dan masuk ke rumah. Di dalam, ia melihat Hebat bermain di taman. Mengingat ucapan Tuan Qomar tentang Alister yang tidur dengan Lovely hingga hamil dan melahirkan Hebat, membuat Jenar tak senang melihat anak kecil itu.

__ADS_1


Jenar berubah menjadi tak peduli dengan Hebat. Padahal jika melihat bocah laki-laki itu, Jenar pasti akan datang menghampiri dan mengajak Hebat bicara sebentar.


__ADS_2