
Azil datang ke rumah Tuan Arman untuk mencari tahu mengenai Jenar setelah ia mendapat perintah dari Alister untuk meminta bantuan pada Tuan Arman. Tuan Arman yang melihat kedatangan Azil bersama dua pria berbadan besar, kaget dan penasaran karena ia baru pertama melihat Azil datang membawa bodyguard seperti ada sesuatu yang serius terjadi. Namun, Tuan Arman sama sekali tidak curiga mengenai Jenar yang menculik Hebat dan Lovely. Ia berpikir bahwa mereka masih baik-baik saja.
“Ada masalah apa Azil? Apa Anda datang untuk membicarakan masalah pernikahan Lovely dan Alister?” Yang dipikirkan Tuan Arman hanyalah pernikahan Lovely dan Alister hingga ia menanyakan masalah itu.
“Kalau masalah pernikahan, itu bukan tugas saya Pak Arman. Saya datang kemari karena ingin menanyakan tentang Jenar. Jenar, adik Anda telah menculik Nona Lovely dan Hebat.” Azil tidak ingin berbasa-basi dengan Tuan Arman hingga ia langsung mengungkapkan masalah penculikan itu.
Tentu Tuan Arman terkejut tapi ia tetap tak bisa percaya begitu saja meski Azil orang kepercayaan Alister. “Tidak mungkin. Jenar sangat menyayangi Lovely. Dia tidak mungkin berbuat jahat pada keponakannya sendiri.”
“Mungkin Anda tidak bisa percaya pada saya tapi Anda pasti percaya pada Tuan Alister yang tidak pernah mempermainkan orang.”
Rasanya Tuan Arman tidak bisa percaya tapi mendengar ucapan Azil membuat Tuan Arman sadar bahwa Alister memang tidak suka bermain-main. Yang dikatakan Azil pasti benar adanya. Namun ia tidak menyangka bahwa Jenar tega menculik Lovely. “Kalau memang benar, Jenar menculik Lovely, itu sungguh keterlaluan. Padahal dia orang yang paling menyayangi Lovely. Rasanya saya tidak bisa percaya tapi Tuan Alister tidak mungkin berbohong pada saya.”
“Saya tidak bisa lama-lama Pak Arman. Saya perlu bantuan Anda sekarang!” desak Azil.
“Jadi apa yang bisa saya bantu untuk menemukan Lovely dan Hebat karena kamu datang kemari pasti untuk mencari tahu mengenai Jenar dari saya?” tanya Tuan Arman dengan serius.
“Saya ingin menemukan lokasi Nyonya Amerta, ibu kandung Jenar karena saya yakin, Hebat ada sama beliau. Dan saya cuma tahu kalau Nona Jenar punya apartemen yang dia belikan untuk ibunya tapi di sana kosong. Tidak ada siapapun. Apa Anda tahu tempat yang sering dia datangi atau rumah, atau apapun yang berhubungan dengan Jenar, yang bisa menjadi petunjuk untuk menemukan Nona Lovely dan Hebat.”
__ADS_1
“Saya tahu Amerta punya rumah kosong sebelum menikah dengan ayah saya. Tempatnya ada di Jakarta Utara dan tempatnya itu terpencil. Kamu bisa cari di sana. Mungkin saja, Jenar menyembunyikan Lovely dan Hebat di sana. Tapi Azil, saya penasaran, kalau Jenar memang menculik Lovely dan Hebat, lalu alasannya apa?” Meski Tuan Arman tahu bahwa Alister bukan orang yang suka bermain-main dengannya tapi ia butuh alasan kuat untuk meyakinkan dirinya bahwa Jenar memang menculik Lovely.
“Nona Jenar ingin Tuan Alister menikahinya tapi Tuan Alister sudah memutuskan untuk menikahi Nona Lovely. Karena itu, Nona Jenar menculik mereka untuk mengancam Alister agar mau menurutinya. Dan Anda harus berpihak pada Nona Lovely karena Tuan Alister sangat mempedulikan Nona Lovely. Apalagi Hebat adalah anak kandung Tuan Alister. Tuan Alister akan melakukan segalanya untuk mereka.” Azil tahu bahwa Tuan Arman adalah orang yang plin-plan. Mungkin saat ini, Tuan Arman akan berpihak pada Lovely tapi jika Alister menikah dengan Jenar maka Tuan Arman akan berpihak pada Jenar karena yang dipedulikan Tuan Arman hanya menjadikan Alister menantunya. Oleh sebab itu, Azil mengatakan kebenaran mengenai Hebat.
Tuan Arman yang mendengar mengenai Alister adalah ayah kandung Hebat, membuatnya kembali terkejut. “Ini benar-benar di luar dugaan saya. Hebat anaknya Tuan Alister?”
“Saya tidak punya banyak waktu sekarang Pak Arman. Saya minta, Pak Arman mengulur waktu saat Tuan Alister dan Nona Jenar datang kemari untuk menikah,” ungkap Azil yang lagi-lagi membuat Tuan Arman kaget.
“Selama beberapa menit ini, kamu sudah tiga kali membuat saya kaget Azil.”
Azil hanya berekspresi datar melihat Tuan Arman. “Maafkan saya! Saya terpaksa mengatakan semuanya karena saya tidak punya banyak waktu Pak Arman.”
Azil mengangguk. “Tapi Anda tetap harus bersikap normal seperti biasanya. Kalau perlu, Anda bersikap bahwa Tuan Alister akan menikah dengan Nona Lovely. Anda bersikap seolah tidak tahu apapun. Supaya Nona Jenar tidak curiga kalau Anda bekerja sama dengan Tuan Alister. Anda juga harus mengulur waktu saat Nona Jenar datang minta pada Anda untuk dinikahkan dengan Tuan Alister. Tugas saya mencari keberadaan Nona Lovely dan Hebat. Kalau saya berhasil menemukan mereka, kita hentikan semuanya Pak Arman.”
“Baiklah. Saya mengerti!”
“Kalau begitu, saya permisi!” Buru-buru Azil keluar dari rumah Tuan Arman bersama kedua pengawalnya.
__ADS_1
Sementara Tuan Arman melempar tubuhnya di sofa sembari menghela nafas kasar. “Pantas saja Amerta dan Jenar minta izin untuk liburan. Ternyata mereka berbuat jahat pada Lovely dan Hebat. Tega sekali mereka pada keluarganya sendiri. Brengsek si Jenar!”
Umpatan Tuan Arman didengar oleh Levon dan Nyonya Asmiyanti yang baru datang. Keduanya penasaran. “Ada apa Mas?”
“Azil datang dan mengatakan kalau Jenar menculik Lovely dan Hebat,” ungkap Tuan Arman.
“Apa?”Levon dan ibunya sama-sama terkejut. Bahkan keduanya sama-sama menyahut dengan keras.
Levon pun reflex berdiri dari tempat duduknya. “Masa Bibi Kecil menculik Lovely. Nggak mungkin Yah.”
“Ayah juga tidak mau percaya tapi itulah kenyataan yang dikatakan Azil, dan Azil tidak mungkin berbohong.”
Levon yang terkejut, mencoba menghubungi Jenar tapi tidak tersambung. Disaat yang sama, pengasuh Hebat datang bersama salah satu pengawal Alister yang mengawalnya sampai ke rumah Tuan Arman. Mereka bertiga berdiri melihat sang pengasuh tampak ketakutan, dan pengasuh itu langsung menceritakan semua yang terjadi hingga menambah keyakinan mereka mengenai Jenar yang menculik Lovely.
Levon sangat marah. Begitu pula dengan Tuan Arman yang sungguh-sungguh tak menyangka perbuatan jahat Jenar pada Lovely.
“Brengsek si Jenar! Aku tidak menyangka kalau dia sejahat itu pada keponakannya sendiri. Apa dia tidak sadar apa yang sudah kulakukan untuknya sampai dia menjadi wanita yang dipandang hormat oleh orang lain? Kalau tidak ada aku, dia tidak akan menjadi wanita mandiri yang dihargai semua orang tapi beraninya dia membalas kebaikanku dengan sesuatu yang kejam.” Tuan Arman berteriak marah-marah setelah mendengar penjelasan pengasuh itu.
__ADS_1
“Bibi Jenar ternyata Cuma pura-pura baik di depan kami. Kenyataannya dia sangat membenci Lovely dan pastinya membenci kami semua,” sambung Levon.
Di saat Levon marah-marah, terdengar suara klakson mobil di luar rumah. Nyonya Armiyanti yang hanya berdiri di sana, keluar untuk melihat, dan mobil itu milik Jenar.