Mama Muda Yang Lugu

Mama Muda Yang Lugu
Nikahi Aku Alister


__ADS_3

Pengasuh itu baru saja menjelaskan semua yang terjadi pada Azil dan Alister. Setelah kedua pria itu mendengar penjelasan sang pengasuh, mereka buru-buru pergi dari apartemen itu meninggalkan pengasuhnya seorang diri. Di luar, Alister menyuruh Azil untuk mencari lokasi keberadaan Lovely dan Hebat yang diculik, sementara dirinya berencana ke kantor polisi untuk melapor. Meski Alister menyewa banyak orang untuk mencari Lovely, tetap saja Alister harus melapor pada polisi dan meminta bantuan pada mereka karena ini adalah tindakan kriminal yang perlu penanganan pihak polisi.


Baru saja turun dari mobil untuk masuk ke kantor polisi, Alister tiba-tiba menghentikan langkahnya kala bunyi ponselnya terdengar. Kening Alister mengerut saat dirinya melihat nomor Jenar memanggil. Alister malas mengangkat panggilan dari Jenar tetapi entah kenapa ia tiba-tiba penasaran dengan Jenar yang menghubunginya.


Alister: "Ada perlu apa Jenar?"


Jenar: "Lovely dan Hebat berada ditanganku. Kamu melapor ke polisi, mereka tidak akan selamat Alister."


Ucapan Jenar dibalik telfon, tentu membuat Alister sangat syok.


Alister: "Jenar! Jadi kau yang menculik Hebat dan Cinta? Kenapa kau menculik mereka? Apa yang mereka lakukan padamu sampai kau berbuat begitu?"


Jenar: "Karena mereka membuatku mauk dan sangat marah. Padahal aku sudah melakukan banyak hal untuk Lovely dan anaknya tapi dia malah membalas kebaikanku dengan menghancurkan masa depanku."


Alister: "Lovely tidak pernah menghancurkan masa depanmu. Bahkan dia selalu membelamu, menghormatimu Jenar. Sekarang kau menculiknya untuk apa? Apa kau sadar dia keponakanmu?"


Jenar: "Kalau saja dia tidak berhubungan denganmu, aku tidak akan berbuat seperti ini. Aku membencinya yang memiliki cintamu."


Alister: "Kau sudah gila ternyata. Sekarang, apa maumu dengan menculiknya?"

__ADS_1


Jenar: "Aku ingin kau menikahiku Alister."


Alister terkejut lalu tertawa keras. Setelah itu bicara kembali pada Jenar. "Kau menculik Hebat dan Lovely karena ingin mengancamku? Apa kau tidak tahu siapa aku Jenar?"


Jenar: "Aku tahu siapa kau. Kau Alister kaya raya yang bisa melakukan apapun. Karena itu, aku tidak akan memberitahu keberadaan Hebat dan Lovely sebelum kamu menikahiku, Alister,"


Alister: "Kamu pikir, aku tidak bisa melakukan apapun Jenar. Dengar, walau di manapun kau menyembunyikan Lovely dan Hebat, aku tetap bisa menemukannya." (Alister begitu percaya diri bisa menemukan Hebat dan Lovely karena sejak tadi, ia berusaha melacak keberadaan Jenar dari nomor telfonnya)


Jenar: "Kamu mungkin bisa mengetahui lokasiku tapi kamu tidak bisa menemukan mereka. Mau tahu kenapa? Karena aku hanya sendiri di sini. Hebat dan Lovely berada jauh dariku. Jadi, jangan macam-macam Alister! Aku bisa saja membunuh mereka kalau kamu membuatku marah. Lebih baik kamu menuruti aku. Nikahi aku Alister. Dengan begitu, Hebat dan Lovely akan bebas."


Jenar mematikan panggilannya setelah mengatakan itu pada Alister. Alister yang masih ingin bicara, sangat marah pada Jenar yang langsung mematikan panggilannya.


Detik berikutnya, Alister mendapat pesan dari Jenar. Sebuah gambar masuk. Gambar itu adalah Hebat dan Lovely yang dalam keadaan kedua kaki dan tangannya diikat. Mata Alister membulat sempurna melihat mereka diikat seperti itu. Pesan dari Jenar masuk lagi. Alister membukanya dan membaca isi pesannya.


Alister tersenyum miring dengan raut wajahnya yang tercengan membaca isi pesan Jenar yang mengancamnya menggunakan nyawa Lovely dan Hebat. "Ternyata perempuan ini bukan manusia tapi iblis. Kenapa selama ini aku tidak sadar?"


Meski Alister marah pada Jenar tapi ia menuruti keinginan Jenar untuk menikah. Hal itu ia lakukan demi menyelamatkan Hebat dan Lovely yang terancam. Dengan terpaksa pun, Alister membalas pesan Jenar dengan mengatakan bahwa dirinya setuju menikah tapi mereka harus menikah di rumah Tuan Arman. Permintaan itu diterima oleh Jenar karena baginya tidak masalah selama ia bisa menikah dengan Alister. Malah menurut Jenar lebih bagus menikah di depan keluarganya. Dengan begitu, Tuan Arman tidak akan menekannya lagi.


Di tempat lain, tepatnya disebuah rumah kosong yang jauh dari keramaian kota, ada Hebat dan Lovely yang dikurung di sebuah ruangan kecil. Mereka tampak ketakutan tapi Lovely tetap berusaha tenang agar anaknya tidak semakin takut.

__ADS_1


"Sayang, jangan takut ya! Mama tidak akan meninggalkanmu Nak dan kita akan segera keluar dari sini," ujar Lovely menenangkan anaknya, dan Hebat mengangguk pelan.


Di saat yang sama, pintu ruangan itu terbuka. Lovely langsung menoleh ke arah pintu dan melihat sosok perempuan yang ia kenal, berjalan ke arahnya.


"Bibi Kecil!" Begitu terkejutnya Lovely melihat Jenar ada di hadapannya.


Jenar tersenyum miring melihat Lovely terkejut. Dengan angkuhnya, ia berdiri di depan Lovely dan Hebat yang duduk di lantai. "Wajar kalau kau terkejut karena kau pasti tidak menyangka kalau bibi melakukan hal ini padamu. Maaf Loly, bibi sebenarnya tidak tega tapi bagaimana lagi, kamu yang memulai duluan dengan mendekati Alister. Kau tahu, sudah sejak lama bibi ingin menikah dengan Alister." Jenar menunjuk Lovely, "tapi karena kamu, semuanya berantakan."


"Masalah Alister, aku minta maaf bibi tapi sungguh, aku tidak sengaja mendekatinya untuk menggagalkan pernikahan bibi. Kalau aku tahu, aku tidak akan pernah membiarkan dia mendekatiku dan Hebat," tutut Lovely membela dirinya.


Jenar kesal mendengar pembalaan Lovely hingga perempuan itu menampar wajah Lovely dengan keras, bahkan demi melampiaskan amarahnya, ia menendang Lovely hingga Lovely terbaring di lantai. Hebat menangis keras melihat ibunya tapi anak kecil itu tidak bisa melakukan apapun karena tangannya terikat.


"Itu setimpal untuk perempuan gatal sepertimu Loly. Setelah menggodanya , kau ingin menikahinya. Tidak tahu diri kamu."


Lovely berusaha duduk kembali tapi raut wajahnya tampak kecewa melihat Jenar memperlakukannya seperti ia bukan manusia. "Aku tidak menyangka bibi tega melakukan ini padaku dan Hebat."


"Huh, untuk orang yang menghancurkan masa depanku, aku bisa melakukan apapun Loly. Aku bahkan bisa membunuhmu kalau aku mau tapi sayangnya aku tidak akan melakukannya karena aku tidak mau merusak hari baikku hari ini. Kau tahu, hari ini Alister akan menikahiku dan kau akan berakhir mengenaskan di tempat terpencil ini."


Lovely seketika menangis mendengar ucapan Jenar. Bukan karena Alister ingin menikahi Jenar. Melainkan kata-kata Jenar yang ingin membunuhnya. Ia tidak habis pikir. Perempuan yang selalu terlihat baik di depannya, yang selalu membelanya, ternyata tega berbuat jahat kepadanya.

__ADS_1


"Bibi, aku tidak peduli dengan pernikahanmu dengan Alister. Jadi, tolong hentikan semua ini bibi. Biarkan aku dan Hebat bebas dari tempat ini. Setelah itu, aku pergi menjauh dari kalian." Lovely memohon demi supaya Hebat bisa dibebaskan oleh Jenar. Berada di sini hanya akan membuat mental Hebat rusak.


__ADS_2