Mama Muda Yang Lugu

Mama Muda Yang Lugu
Kekacauan Di Tempat Pesta


__ADS_3

"Kamu mau mempermalukan ku di depan semua orang. Kamu benar-benar gila Alister. Sekarang lepaskan aku! Aku tidak mau ikut gila bersamamu." Lovely berusaha menarik tangannya yang terus dipegang erat oleh Alister.


Alister menghentikan langkahnya dan malah beralih mendorong Lovely lagi ke dinding tembok. Kedua bahu wanita itu, ia tekan hingga Lovely tak bisa bergerak.


"Sakit!"


"Sakit." Alister malah tersenyum sinis, "aku lebih sakit lagi saat melihatmu bertunangan dan bermesraan dengan teman lelakimu itu. Siapa namanya? Aku tidak mau tahu."


"Itu hak aku berhubungan dengan siapa aja. Dan aku nggak ada kewajiban buat jaga perasaan kamu karena kamu pun nggak bisa jaga perasaan orang, Alister," tegas Lovely.


Alister tersenyum smirk, mengejek Lovely yang ternyata cemburu padanya dan Jenar. "Jadi kau cemburu pada bibimu. Padahal, itu hanya hal biasa. Tidak berarti untukku tapi tidak kusangka itu membuatmu sakit hati dan marah padaku."


"Aku nggak peduli apapun yang kamu lakukan, Alister. Jadi tolong, lepaskan aku!"


Alister menghela nafas panjang sembari menutup matanya untuk menenangkan emosinya. Namun setelah itu, ia kembali menarik Lovely pergi dari sana.


"Alister, lepaskan aku! Lepas!" berontak Lovely.


"Aku ingin mengakhiri semua hal yang membuatku tidak bisa tenang." Alister berucap sembari berjalan cepat ke arah pesta.


Lovely tidak ingin ikut dengan Alister hingga ia terpaksa menggigit tangan Alister agar melepaskan dirinya. Alister berhenti berjalan dan meringis sakit ketika Lovely menggigitnya. Namun, Alister tetap memegang tangan Lovely meski Lovely sangat kesakitan.

__ADS_1


Melihat Alister yang lebih memilih menahan sakitnya ketimbang melepaskan tangannya, membuat Lovely merasa bersalah tapi Lovely tidak ingin melunak pada pria itu.


"Kamu masih tetap begini Alister. Apa kamu tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kamu menarikku ke pesta? Orang-orang akan menghujatmu. Nama baikmu yang sebagai pengusaha terhormat di kota ini akan hancur akibat perbuatanmu sendiri Alister. Apa kamu tidak memikirkan semua itu?" Lovely berusaha membujuk agar Alister mau melepaskannya.


Namun Alister malah tersenyum licik. "Lovely, aku berbisnis karena kemampuanku dan keluargaku sendiri. Bukan karena orang-orang yang tengah mencari berita. Aku sama sekali tidak bergantung pada mereka. Jadi, apa peduliku dengan omongan mereka? Yang ku pedulikan adalah diriku sendiri. Kalau aku tidak suka, kenapa harus ku lanjutkan? Itu sama saja aku menghancurkan kebahagiaanku sendiri. Lalu, gunanya untuk hidup di dunia ini, apa artinya kalau tidak bisa bahagia?"


Lovely kehabisan kata-kata untuk membujuk Alister hingga ia hanya terdiam melihat Alister. Alister tidak ingin membuang-buang waktu. Hari ini karena tidak ingin Lovely melanjutkan pernikahannya dengan pria lain, ia harus mengakhiri hubungannya dengan Jenar dan menunjukkan di depan semua orang bahwa sebenarnya, ia ingin memiliki Lovely.


Alister kembali melanjutkan langkahnya menarik Lovely ke pesta. Hal itu membuat Lovely semakin khawatir dan takut dengan semua orang. Terutama untuk Jenar. Ia tidak mau hubungannya dengan Alister, menghancurkan perasaan Jenar.


"Alister, tolong jangan begini! Aku nggak mau ke sana! Please, lepaskan aku! Aku mohon Alister!" Lovely tidak tahu harus bagaimana lagi hingga ia memohon dengan sangat pada Alister.


Alister kembali menghentikan langkahnya dan ia langsung menghela nafas kasar karena Lovely yang keras kepala. Kemudian ia menoleh melihat Lovely yang menatapnya sendu.


"Aku ingin tanya, kamu memohon padaku karena kamu tidak mencintaiku atau karena kau peduli dengan perasaan Jenar?" tanya Alister dengan raut wajahnya yang dingin menatap Lovely.


"Dua-duanya."


Seketika Alister tertawa, menertawakan jawaban Lovely. Namun seketika pula, ia bermuka dingin di depan Lovely, dan senyuman smirk pun muncul diwajahnya. "Aku tahu kalau kau sangat mencintaiku. Karena kau tidak mungkin menyerahkan dirimu padaku kalau kau tidak suka padaku. Masalah Jenar, aku bisa percaya kalau kau begini karena sangat peduli dengan perasaannya tapi apa kau tahu, kalau Jenar sama sekali tidak pernah peduli dengan perasaanmu Loly. Dia hanya peduli dengan dirinya sendiri, dengan kesenangannya sendiri, dengan kebahagiaannya dan dengan masa depannya tanpa peduli masa depanmu. Jadi untuk apa kau harus peduli padanya Lovely?"


"Jangan sok tahu Alister! Kamu orang yang baru datang dalam kehidupan kami. Kamu tidak tahu apa-apa tentang kami."

__ADS_1


"Oh ya." Alister tersenyum miring. "bagaimana kalau aku tunjukkan padamu, bahwa aku benar dan kamu salah?"


Lovely malah terlihat bingung melihat Alister. Sementara Alister, kembali berjalan menarik Lovely ke tempat pesta. Lovely berusaha melepaskan diri ketika sudah berada di tempat pesta. Namun, meski ia berusaha lepas dan Alister melepaskannya, semuanya sudah terlambat karena mata semua orang tertuju ke arah dirinya dan Alister.


Jenar yang melihat Alister memegang tangan Lovely, lantas buru-buru mendatangi mereka dengan raut wajahnya yang tak senang.


"Apa yang terjadi Alister, Loly? Kenapa kalian datang bersama dengan cara seperti ini?" Jenar bertanya sembari menatap tangan Alister yang tidak mau melepaskan Lovely.


"Jenar, aku sebenarnya tidak mau menyakitimu karena kamu baik padaku, dan keluargaku tapi aku tidak bisa diam saja disaat aku tahu bahwa semua ini tidak benar," ujar Alister yang membuat Jenar dan Lovely makin bingung.


"Apa maksudmu Alister?" tanya Jenar.


Tak menjawab Jenar, Alister malah membalikkan badannya, menghadap para tamu yang berdiri di belakangnya. Ia memandang mereka semua dengan ekspresi serius. "Hari ini, aku membatalkan pertunanganku dengan Jenar. Kami tidak akan menikah."


Semua orang terkejut mendengar ucapan Alister. Terutama Jenar dan Lovely yang berdiri di belakang Alister.


"Alister, apa maksud semua ini? Kenapa kamu tiba-tiba membatalkan pernikahan kita? Kenapa?" tanya Jenar dengan penuh amarah karena tidak terima Alister memutuskannya sendiri.


Dengan ekspresinya yang tak merasa bersalah, Alister menoleh ke Jenar. "Aku tidak mencintaimu. Aku setuju tunangan karena tidak ingin mengecewakan ibuku yang ingin aku cepat punya hubungan dengan wanita lain. Lagipula, kita tunangan karena kerja sama Jenar. Dan satu lagi, harusnya aku tunangan dengan keponakanmu tapi aku malah tunangan denganmu karena keponakanmu tidak bisa bertunangan denganku gara-gara kabur dengan laki-laki yang tidur bersamanya. Kamu merencanakan semua ini hanya untuk tunangan dengan ku karena aku Alister Sandero yang bisa menaikkan derajatmu. Kau menginginkan kehormatan, jabatan di dunia bisnis lewat diriku. Benar bukan?"


Jenar terkejut sampai perempuan itu terdiam kaku menatap Alister. Lovely pun kaget karena tahu masalah itu. Lalu, Alister menarik Lovely mendekat kepadanya. "Bagaimana kalau aku katakan padamu bahwa laki-laki yang tidur dengan wanita ini adalah aku?"

__ADS_1


Jenar mengepal kedua tangannya, menahan amarahnya setelah mendengar semua ucapan Alister, dan ia menyalahkan Lovely bahwa Alister begini karena Lovely. Dengan penuh amarah, Jenar pun menampar wajah Lovely. Semua orang terkejut melihat Jenar malah menampar Lovely. Terutama Levon dan kedua orang tuanya yang buru-buru mendekati mereka.


"Bibi Jenar, tahan amarahmu! Jangan kasar pada Loly!" kata Levon yang kini berdiri di depan Jenar, melindungi Lovely di belakangnya.


__ADS_2