Mama Muda Yang Lugu

Mama Muda Yang Lugu
Saling Mencintai (Tamat)


__ADS_3

Lovely baru mengetahui bahwa setelah dirinya dilamar, keluarga Alister ingin mereka bertunangan saat itu juga. Pantas saja dirinya dibawa ke hotel, bahkan menunggu di ruangan yang terlihat seperti ruangan pesta. Lovely tentu tak punya kesempatan lagi untuk menolak ketika keluarganya juga ada di sana. Tanpa membantah, ia menuruti Nyonya Arvita yang membawanya ke sebuah ruangan untuk berganti pakaian. Meski yang hadir hanya kedua keluarga tapi semua keluarga harus berpakaian pesta. Termasuk Lovely yang terpaksa memakai gaun pesta yang diberikan Nyonya Arvita.


‘Ternyata Alister sudah merencanakan semuanya dengan sempurna sampai gaunku pun disediakan oleh ibunya,’ batin Lovely yang duduk menatap dirinya di depan cermin. Ada Nyonya Arvita dan penata rambut yang tengah menggulung rambut panjangnya.


Selesai dimakeup, Lovely dibawa keluar oleh Nyonya Arvita. Raut wajah Lovely masih terlihat serius, tampak tidak menikmati acara pertunangannya. Bahkan ketika dirinya berdiri di samping Alister, ia masih berekspresi serius, tidak ingin menunjukkan senyumnya. Alister menyadari raut wajah Lovely yang tidak senang dengan pertunangannya itu tapi ia tidak mempedulikannya. Bukan karena mengabaikan perasaan Lovely yang kesal padanya melainkan karena ia tidak ingin menambah kekesalan Lovely padanya.


Sejujurnya, Alister bukan pria yang suka memaksa perempuan tapi ia lakukan pada Lovely karena ia tahu bahwa perempuan itu mencintainya. Hanya saja, Lovely marah karena sikapnya yang pernah menyakiti perasaan Lovely. Akan ia kembalikan Lovely seperti ketika perempuan itu menyukainya tapi ia ingin melakukannya setelah mereka menikah. Rencana Alister seperti itu.


“Mama cantik sekali!” puji Hebat yang berdiri di depan Lovely dan Alister.


Lovely tersenyum melihat anaknya. “Terima kasih sayang!”


Meski hatinya kesal tapi jika di hadapan Hebat, ia menjadi lembut. Hal itu membuat semua orang ikut senang melihat Lovely tersenyum karena anaknya.


“Ayo, tukar cincin sekarang! Baru kita makan bersama!” ujar Nyonya Arvita sembari memberikan kotak cincinnya pada Alister.


Alister meraihnya lalu mengeluarkan cincinnya. Setelah itu, ia memasangkan dijari manis Lovely. Lovely ikut mengambil cincin di kotak cincin itu tapi ia tidak langsung menyematkan dijari manis Alister. Lovely malah menatap cincin itu hingga membuat semua orang khawatir dengan Lovely yang mungkin saja menolak Alister lagi.


Lovely menghela nafas lelahnya kemudian ia kembali menatap Alister yang menunggu jarinya dipasangkan cincin. Tanpa mengatakan apapun, Lovely menyematkan cincin itu jari Alister. Semua keluarga mereka tersenyum senang. Begitu juga dengan Alister yang memajukan wajahnya untuk mencium kening Lovely tapi Lovely malah menghindarinya. Sikap Lovely malah membuat Alister canggung hingga pria itu beralih merangkul bahu Lovely.


“Seminggu lagi kita menikah.” Tiba-tiba Alister berbisik, memberitahukan rencananya itu pada Lovely yang berdiri di sebelahnya.


Lovely kaget. Bahkan Lovely sampai mendorong Alister menjauh darinya tapi Alister segera menariknya kembali hingga pria itu merangkulnya lagi.


“Kamu gila ya Alister. Kita baru tunangan dan kamu bilang mau menikah seminggu lagi. Alister, pernikahan itu bukan bahan permainan, bukan candaan. Pernikahan itu sacral. Walau kamu terus mendesakku dan memaksaku tapi kamu juga tidak boleh memaksakan pernikahan kita. Butuh berbulan-bulan untuk melakukan persiapan pernikahan.” Lovely ikut berbisik tapi nada bicaranya tegas begitu juga dengan tatapannya melihat Alister.


Alister menarik pinggang Lovely hingga perempuan itu menempel padanya lalu ia mendekatkan bibirnya ditelinga Lovely dan berbisik lagi, “ooooo, jadi kamu tidak suka kalau pernikahan kita biasa saja. Tenang saja sayang. Walau Cuma seminggu tapi pernikahan kita akan meriah dan mewah seperti yang diimpikan semua perempuan.”


Lovely tidak ingin bicara lagi karena bicara malah membuatnya semakin kesal. Ada saja ucapan Alister yang tidak ia sukai. Dan Alister malah tersenyum menatap Lovely.


Seminggu kemudian.

__ADS_1


Seperti yang dikatakan Alister, pesta pernikahannya memang mewah dan meriah. Alister mengundang semua kenalannya, bahkan para karyawan di kantornya ia undang untuk ikut memeriahkan pesta pernikahannya sekaligus menunjukkan pada dunia bahwa ia menikahi Lovely-wanita yang ia cintai. Para tamu memberikan selamat pada kedua pengantin setelah mereka sah menjadi suami istri. Lovely yang masih belum menerima sepenuhnya pernikahannya dengan Alister, sudah tidak menunjukkan ekspresi tidak senangnya. Ia tersenyum jika diberi selamat oleh tamu yang datang tapi senyuman itu, senyum terpaksa.


Lovely sejujurnya bisa senang, bahkan mungkin ia akan menjadi perempuan paling bahagia di dunia ini jika saja ia percaya pada perasaan Alister yang menikahinya karena mencintainya. Namun yang ia tahu bahwa laki-laki itu menikahinya karena Hebat.


Alister hari ini tidak ingin melewatkan kesempatannya untuk mengungkapkan perasaannya pada Lovely. Apapun yang ia ungkapkan mengenai perasaan cintanya pada Lovely, tidak akan membuat dirinya takut ditolak oleh Lovely karena perempuan itu sudah menjadi istrinya. Ia hanya ingin perempuan itu tahu bahwa ia benar-benar mencintainya.


“Kamu duduk di sini, tunggu aku!” kata Alister sembari membantu Lovely duduk di salah satu kursi diantara para keluarganya duduk bersama.


Lovely menurut saja dengan duduk di sana sembari melihat Alister ke depan dan mengambil mic yang dipegang MC-nya.


“Selamat malam semuanya!”


Semua orang menoleh ke arah Alister ketika mereka mendengar suara pria itu, dan mereka fokus memperhatikan Alister yang berdiri seolah ingin berpidato.


“Hari ini, aku ingin mengatakan sesuatu di depan semua orang.” Alister bicara sembari melihat para tamu undangannya yang duduk mendengarnya lalu ia beralih melihat ke arah Lovely, “Lovely, aku minta maaf! Aku punya banyak salah padamu. Pertama, karena memikirkan diriku yang patah hati, aku sampai membuatmu menderita. Tanpa memikirkan masa depan seorang gadis delapan belas tahun, aku memaksamu demi kepuasan nafsuku. Karena itu aku ingin berada disisimu untuk menebus penderitaan yang kamu lewati gara-gara aku. Tapi bukan itu tujuan utamaku menikahimu. Aku menikahimu karena aku mencintaimu.”


Lovely yang mendengar semua itu, hatinya sedikit tergerak tapi ia memalingkan wajahnya ketika Alister diam sejenak.


Lovely kembali menatap Alister dengan tatapannya yang mulai melembut. Dan Alister yang menyadarinya, melangkah pelan mendekati Lovely.


“Aku mencintaimu. Lebih besar dari yang kau bayangkan. Bahkan aku bersedia memberikan segala milikku untukmu dan anak kita. Kalau kamu minta, akan kuberikan tapi maafkan aku kalau aku menjadi pria tidak tahu malu yang terus menempel padamu. Itu adalah bentuk rasa cintaku padamu meski kedengarannya egois.”


Alister kini berdiri di depan Lovely. “Loly, aku tahu kamu mencintaiku juga. Karena itu, aku memaksamu bahkan mengancammu supaya mau menikah denganku. Kalau kamu masih membenciku, aku tidak akan lagi memaksamu melakukan sesuatu yang tidak kamu sukai tapi izinkan aku membahagaikanmu dan Hebat.”


Mata Lovely berkaca-kaca menatap Alister yang berdiri dihadapannya dengan tatapan sendu, dan ada ketulusan yang Lovely lihat dari pria itu. Lovely pun akhirnya berdiri berhadapan dengan Alister. “Kamu bilang, kamu ingin aku bahagia. Bagaimana kalau aku minta kamu mengizinkanku ke Amerika bersama Hebat. Dan kamu jangan mengikutku ke manapun aku pergi.”


“Kalau kamu ingin sekali ke sana, aku akan berikan kamu izin. Aku akan memberimu waktu sampai kamu bersedia tinggal disisiku!”


Ucapan Alister membuat air mata Lovely akhirnya menetes keluar hingga membasahi pipinya tapi ia diam sejenak menatap Alister yang tidak memalingkan pandangannya. Semua orang yang mendengarnya, terlihat khawatir tapi mereka hanya bisa diam saja dan tidak ingin ikut campur urusan kedua pengantin itu.


“Kamu sungguh mencintaiku?” tanya Lovely.

__ADS_1


Alister mengangguk pelan lalu berucap, “Aku sangat mencintaimu.”


“Kamu mengatakan semua ini bukan untuk menipuku lagi?”


Alister menggeleng lagi. “Aku tidak berani dan tidak akan pernah menipumu lagi. Maafkan sikapku yang dulu!”


Seketika pula, Lovely mengalungkan kedua tangannya dileher Alister, dan memeluknya dengan begitu erat. Alister membalas pelukan Lovely meski tidak tahu maksud tindakan Lovely.


“Aku juga mencintaimu!” ungkap Lovely yang membuat Alister terkejut.


“Kamu bilang apa?” tanya Alister memastikan.


“Aku bilang, aku mencintaimu!”


Alister melepaskan pelukan Lovely dan beralih menatap Lovely dengan raut wajahnya yang syok, masih tidak percaya. “Kamu benar mencintaiku?”


Lovely mengangguk tersenyum, dan itu membuat Alister sangat bahagia. Ia kembali memeluk istrinya. Orang-orang yang melihat mereka berpelukan, bertepuk tangan meriah sembari berdiri melihat kedua pengantin itu.


TAMAT....


Terima kasih ya untuk teman-teman yang stay sampai novel ini selesai. Untuk kisah HEBAT bakal Kak Dew tulis di NovelToon. tungguin ya🤗


Gambaran novelnya seperti ini:


Sinopsisnya:


Hebat Sangkala Langit akan menikahi kekasihnya namun dimalam pesta bujang bersama teman-temannya, Hebat malah meniduri pelayan hotel yang ia kira sebagai wanita bayaran yang dibeli teman-temannya untuk bersenang-senang semalam. Akhirnya, Hebat dipaksa menikahi pelayan hotel itu dihari pernikahannya dengan kekasihnya. Hebat merasa dirinya dijebak oleh orang hingga ia melakukan perjanjian dengan wanita yang baru dinikahinya bahkan membuat wanita yang ia nikahi itu menderita hingga tak ingin hidup lagi. Bagaimana kisah pernikahan mereka ketika Hebat hanya peduli dengan kekasihnya dibanding istrinya?


Cover dan judul


__ADS_1


__ADS_2