Mama Muda Yang Lugu

Mama Muda Yang Lugu
Alister yang Mesum


__ADS_3

Lovely menoleh ke asal suara, dan ia melihat sosok pria yang ia cari saat ini, tengah keluar dari mobil mewah yang terparkir agak jauh dari tempatnya berdiri. Raut wajah Lovely pun mengerut heran melihat mobil mewahnya tapi ia juga kesal dengan pria itu karena mengancamnya hanya untuk bertemu. Dengan ekspresi kesal, Lovely melangkah mendekati Alister.


"Anda sebenarnya siapa?" Saking penasarannya pada Alister, Lovely langsung bertanya tanpa basa-basi sekedar untuk menyapa.


Untuk sesaat Alister tersenyum tipis mendengar Lovely akhirnya bertanya siapa dirinya. "Kita sudah tidur bersama, sudah pernah mengobrol santai dan sudah tiga kali bertemu tapi kamu baru menanyakan diriku. Aku pikir, kau tidak akan pernah penasaran siapa aku."


Lovely melipat tangannya di bawah dadanya sembari menatap Alister dengan kepala tegak. "Pria yang membuat Tuan Qomar berlutut minta maaf di depan saya, bahkan mengembalikan uang yang dia ambil, adalah Anda. Tentu saja saya penasaran ingin tahu siapa Anda. Apalagi Anda datang ke rumah saya dengan mobil mewah."


"Aku Ali, Cinta. Aku punya banyak uang yang bisa buat perempuan membeli apapun yang dia mau. Kau senang mendengarnya kan?" Tampak diwajah Alister yang begitu percaya diri bahwa Lovely pasti senang karena tahu dirinya kaya, sama seperti perempuan lain yang datang padanya karena uang.


Lovely malah tersenyum sinis melihat Alister. "Ternyata Anda orang kaya. Sayangnya saya nggak senang. Anda malah bikin saya jengkel karena datang malam-malam dan mengancam saya."


Tanpa mengatakan apapun, Alister menarik tangan Lovely dan mendorongnya masuk ke mobil.


"Apa yang Anda lakukan?" tanya Lovely yang sudah duduk di dalam.


Alister tak menjawab, malah ikutan masuk ke dalam dan duduk menempel pada Lovely. "Kalau kau tidak memblokir nomorku, aku tidak mungkin datang seperti ini. Dan kalau aku tidak mengancammu, kau tidak mungkin mau menemui ku."


"Itu karena ...,"


Lovely seketika menghentikan ucapannya kala Alister memegang ujung rambutnya.


"Cintaku sayang, harusnya aku yang marah padamu karena setelah memanfaatkanku, kau malah mau meninggalkanku." Pria itu bahkan mencium aroma ujung rambut Lovely yang membuat Lovely menganggap Alister sebagai pria mesum.


Karena itu, Lovely menggeser tubuhnya ke sebelah kanan, menjauhi Alister yang duduk di sebelah kirinya.


"Saya minta maaf kalau Anda merasa saya memanfaatkan Anda tapi saya dari awal nggak punya niat memanfaatkan Anda."


Alister yang tampak tak senang, memajukan wajahnya ke wajah Lovely. Lovely sampai terkejut dibuatnya dan refleks menjauh tapi Alister terus mendekatinya hingga Lovely terpojok dengan tubuhnya yang bersandar di pintu mobil. Perempuan itu tak bisa bergerak. "Anda mau apa?"


"Saat kau memberikan syarat padaku, itu berarti kau sedang mempermainkanku? Nona Lovely, aku paling benci orang yang tidak serius dan suka bermain-main."

__ADS_1


Tatapan dingin Alister membuat Lovely ketakutan, bahkan ketika Alister menyebut namanya Lovely, ia merasa bahwa pria itu sungguh marah padanya.


"Saya nggak mempermainkan Anda."


Alister tiba-tiba tersenyum setelah mendengar ucapan Lovely, dan raut wajahnya pun sudah kembali santai melihat Lovely. "Baguslah kalau kamu ternyata serius. Berarti sekarang ...,"


Alister menjeda kalimat, dan malah fokus melihat bibir merah Lovely yang membuatnya tergoda, bahkan ia menyentuh lembut bibir perempuan itu dengan ibu jarinya. "sekarang aku adalah pacarmu yang cuma boleh menyentuh bibirmu dan kulitmu ini!"


Deg!


Jantung Lovely berdebar. Meski ia populer ketika masih sekolah tapi ia baru pertama kali berdekatan dengan seorang pria seperti ini. Terlebih pria itu menyatakan perasaannya dengan begitu agresif menyentuh dirinya. Tentu ia tidak terbiasa hingga membuat jantungnya berdebar-debar.


"Saya belum ...,"


"Sssttt!" Alister tiba-tiba meletakkan jari telunjuknya dibibir Lovely yang membuat Lovely kaget sampai berhenti bicara. "Syaratmu sudah aku penuhi jadi kau juga harus menepati janjimu. Kalau tidak, aku akan langsung masuk ke rumahmu dan bilang pada orang tuamu bahwa aku pria call boy yang kau bayar hanya untuk tidur dan bersenang-senang." Alister tahu bahwa Lovely takut pada keluarganya hingga ia mengancam Lovely menggunakan keluarganya.


"Anda begini karena mau tidur dengan saya kan? Kalau begitu lakukanlah. Setelah itu, jangan tunjukkan diri Anda lagi di depan saya!" tegas Lovely yang tidak mau punya hubungan dengan pria menakutkan seperti ini. Kadang tersenyum padanya dan kadang terlihat dingin.


Alister tersenyum sinis melihat Lovely kemudian pria itu tiba-tiba menjilat telinga Lovely bahkan menghisapnya seperti permen.


"Kau mendorongku?" Kening Alister mengerut melihat Lovely dan pria itu lagi-lagi menunjukkan ekspresi tak senang di depan Lovely.


"Itu karena Anda kurang ajar." Dalam keadaan sadar begini, Lovely tidak suka disentuh oleh pria yang baru dikenalnya. Ia merasa risih dan seolah dirinya sedang direndahkan.


"Kau tahu, kau wanita pertama yang berani mendorongku."


"Saya begini juga karena sikap Anda yang keterlaluan," ucap Lovely tegas.


"Aku pacarmu. Melakukan hal ini adalah biasa bagi orang pasangan."


"Tapi ...,"

__ADS_1


Alister kembali menyentuh Lovely dengan mendaratkan bibirnya ke bibir Lovely. Ia mencium perempuan itu dengan penuh nafsu.


"Mmm!" Lovely ingin mendorong pria itu tapi tangannya tiba-tiba dipegang oleh Alister.


"Loly, Loly!" seruan Jenar yang kini berdiri di depan pagar rumah, menghentikan aksi Alister.


"Bibi!" Lovely terkejut dan ingin segera turun tapi ditahan oleh Alister yang terlihat biasa saja seolah tak peduli dengan Jenar yang jelas-jelas adalah tunangannya.


"Bibi saya datang. Dia akan mengomel kalau tahu saya ketemu pria nggak jelas."


Alister malah tertawa kecil. "Jadi kau menganggapku pria tidak jelas?"


"Tolong lepaskan saya! Saya mau turun!" kata Lovely sembari menarik tangannya yang dipegang Alister.


"Tenang saja. Bibimu tidak bisa melihatmu ada di mobil ini. Hanya kita yang bisa melihatnya. Kalau kau keluar, itu malah bikin masalah untukmu. Diamlah di sini dan jangan bicara supaya dia tidak kemari!"


Mendengar ucapan Alister membuat Lovely akhirnya diam. Dan sikap Lovely yang menurutinya, membuat Alister malah senang sampai tersenyum. "Ternyata kau semakin menggemaskan kalau sedang menurutiku."


"Saya sedang khawatir karena takut ketahuan sama bibi saya jadi bisa nggak, Anda diam dulu. Saya lagi kesal!" ketus Lovely yang membuat Alister malah makin senang. Pria itu terus tersenyum menatap Lovely yang cemberut.


"Kau benar-benar lugu, Cintaku!" goda Alister yang tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari Lovely.


"Anda bisa diam nggak!" Lovely kesal sampai tak sadar berteriak pada Alister.


Suaranya pun menarik perhatian Jenar yang mulai berjalan mendekati mobil Alister.


"Loly, itu kau!"


Lovely panik dan gelisah sedangkan Alister malah santai-santai saja tapi karena tidak suka melihat Lovely gelisah sampai ia turun ke bawah-depan kursi mobilnya. Ia terduduk di sana sambil bersandar di pintu mobil dengan posisinya menghadap Lovely.


"Anda sedang apa di sana?" tanya Lovely bingung melihat tingkah Alister yang malah duduk di bawah.

__ADS_1


"Kemarilah sayang!" pinta Alister sembari membentangkan kedua tangannya-menyuruh Lovely berada dalam pelukannya.


"Anda mau mesum lagi sama saya ya?"


__ADS_2