Mama Muda Yang Lugu

Mama Muda Yang Lugu
Aku Hanya Menginginkan Alister


__ADS_3

Lovely mengambil ponsel dari tasnya untuk menghubungi pengasuh yang sedang menjaga Hebat. Sejak berada di pesta, ia tidak bertemu dengan Hebat sehingga mengkhawatirkan anaknya itu. Namun, ketika Lovely ingin menekan nomor ponsel pengasuhnya, ponselnya tiba-tiba direbut oleh Alister.


Lovely kaget dan marah melihat Alister mengambil ponselnya tanpa izin. “Alister, apa yang kamu lakukan? Kembalikan hapeku!”


“Kamu mau menghubungi laki-laki yang tadi bertunangan denganmu?” Karena melihat Lovely mesra dengan Brey sehingga Alister selalu berpikiran negative pada Lovely.


“Aku mau hubungi pengasuh Hebat. Aku khawatir sama anakku dan mau tahu kabar dia sekarang!” jelas Lovely dengan raut wajahnya yang kesal pada Alister.


Alister malu sendiri karena salah paham pada Lovely. Kemudian, ia mengembalikan ponsel itu lagi pada Lovely.


“Kamu nggak usah khawatir mengenai Hebat. Tadi, aku suruh Azil mengantar mereka balik ke apartemen.”


Lovely mengerutkan keningnya, heran melihat Alister yang katanya mengantar pengasuh dan anaknya ke apartemen. “Apartemen siapa?”


“Apartemenku. Untuk sementara anakmu aman di sana karena keluargamu pasti sedang marah padamu. Aku tidak mau anak itu menyaksikan hal-hal kasar seperti itu dan tidak mau anakmu mendengar kata-kata kasar yang dikatakan keluargamu makanya aku sengaja suruh Azil bawa mereka ke tempatku dulu.” Sebenarnya tujuan utama Alister membawa Hebat ke apartemennya untuk merencanakan Tes DNA pada anak itu tanpa diketahui oleh Lovely ataupun yang lainnya.


Sebelumnya Azil memberitahunya bahwa Hebat bukan anak adopsi tetapi anak kandung Lovely. Alister tidak ingin menanyakan langsung pada Lovely karena berpikir bahwa Lovely yang sedang marah kepadanya, tidak akan berkata jujur.

__ADS_1


“Kenapa kamu bawa anakku ke tempatmu? Apa yang kamu rencanakan, Alister?” tanya Lovely yang tiba-tiba curiga dengan tindakan Alister.


“Aku tidak merencanakan apapun. Aku melakukannya murni karena kasihan pada anak itu. Dia masih kecil. Tidak pantas mendengar dan melihat pertengkaran orang dewasa,” jelas Alister.


“Sekarang, aku punya apartemen sendiri. Aku tidak perlu bantuan orang lain. Jadi, antarkan aku ke tempatmu. Aku ingin bawa anakku balik,” tegas Lovely yang tidak ingin dirinya dan anaknya berhubungan dengan Alister meski ia tahu bahwa Alister adalah ayah kandung Hebat.


“Aku baru tahu kalau kamu pindah dari rumah orang tuamu. Kenapa kamu tidak memberitahuku?” tanya Alister.


“Masalah pribadiku bukan urusanmu Alister. Sekarang lebih baik kamu antar aku ke rumahmu!”


“Oke.” Alister terpaksa mengalah karena lelah berdebat dengan Lovely. Akhirnya ia melajukan mobilnya sendiri, menuju apartemen miliknya.


Hanya Levon yang tetap membela adiknya. Ia tidak akan pernah percaya jika Lovely sengaja berbuat jahat pada Jenar. “Bibi Kecil, jangan selalu mengatakan hal buruk tentang Loly. Loly bukan orang yang tega mengkhianati bibi hanya karena seorang pria. Selama ini, Loly selalu menghormati dan menghargai bibi kecil. Tolong, ingat itu!”


“Aku tahu Loly selalu menghargai dan menghormatiku Levon. Itu yang dia tunjukkan di depanku tapi kamu lihat sendiri, apa yang dilakukan Loly di depan semua orang. Dia menyuruh Alister memutuskan hubungan kami secara sepihak. Alister sangat mementingkan harga dirinya dan nama baiknya. Jadi dia tidak akan mudah membatalkan pernikahan kami di depan semua orang. Kecuali ada yang menghasutnya Levon.  Dan orang itu adalah Loly.” Jenar tidak ingin disalahkan oleh keluarganya dan juga, ia sangat benci pada Lovely saat ini hingga ia terus menyalahkan semuanya pada Lovely.


“Kalau bibi mau menyalahkan orang. Bibi Kecil seharusnya menyalahkan tunangan bibi. Dialah yang duluanmendekati Loly. Bahkan demi mendekati Loly. Alister tidak mengatakan kalau dia tunangan bibi. Dia menipu Loly dan menjadi orang lain. Loly tidak tahu apapun.

__ADS_1


Jadi tolong jangan terus menyalahkan Loly dalam hal ini. Lagipula, bibi tunangan dengan pria brengsek itu karena kerja sama. Itu yang aku dengar dari Alister. Semua orang pun mendengarnya.”


“Alister tidak akan begitu kalau bukan Loly yang duluan menggoda Alister. Aku mengenal siapa Alister, Levon. Jadi berhenti, menciptakan cerita bohong demi membela Loly.” Jenar tidak terima jika Alister duluan terobsesi dengan Lovely. Ia percaya bahwa laki-laki itu awalnya menyukainya.


“Oke, tidak masalah kalau bibi tidak percaya padaku tapi apa bibi tidak malu mendengar Alister tidak mencintai bibi. Kalau pria sudah mengatakan itu di depan semua orang, itu artinya dia sungguh tidak punya perasaan pada bibi. Untuk menjaga harga diri bibi, harusnya bibi berhenti memuja Alister. Dia pria brengsek yang sengaja memecahkan hubungan baik bibi dengan Loly.” Levon tidak ingin bibinya dan Lovely bertengkar hanya karena laki-laki hingga ia berusaha membujuk Jenar untuk tidak menyalahkan Lovely, dan harusnya menyalahkan Alister yang menurutnya mempermainkan mereka.


“Cukup!” bentak Tuan Arman yang langsung berdiri menatap adik dan anaknya yang tidak mau berhenti berdebat. Levon dan Jenar menoleh bersamaan melihat Tuan Arman tapi mereka tidak mengatakan apapun.


“Berhentilah. Aku lelah mendengar kalian bertengkar.” Lalu Tuan Arman menoleh ke Levon, “Levon, coba kamu hubungi Loly. Tanya, dia di mana sekarang! Ayah harus bicara berdua dengan dia dan menanyakan semuanya.”


“Kak, untuk apa kakak tanya lagi pada Loly. Semuanya sudah jelas. Loly sengaja …,”


“Diamlah Jenar! Aku harus mendengar sendiri penjelasan Loly. Kalau dia memang mencintai Alister, berarti mereka harus dinikahkan!” Yang paling dipedulikan Tuan Arman adalah kehormatan keluarganya dan juga kemajuan perusahaannya. Jika Alister memang ingin menikahi Lovely, ia tidak masalah. Tidak peduli jika menyakiti perasaan Jenar yang juga mencintai Alister.


“Kakak, Alister adalah tunanganku. Harusnya aku yang menikah dengan dia. Bukan Loly Kak!” Jenar sampai meninggikan suaranya di depan Tuan Arman.


“Tapi Alister inginnya menikah dengan Loly. Aku tidak bisa menolak keinginan Keluarga Sandero, Jenar.” Tuan Arman tidak ingin Jenar memberontak hingga ia mendekati adiknya untuk membujuk agar Jenar tidak marah, “kakak akan carikan laki-laki lagi yang pantas untukmu. Alister mungkin memang tidak pantas untukmu, Jenar. Kamu tenang saja. Laki-laki yang kakak carikan, tidak akan membuatmu kecewa.”

__ADS_1


“Aku tidak mau. Aku hanya menginginkan Alister!” tegas Jenar.


__ADS_2