Mama Muda Yang Lugu

Mama Muda Yang Lugu
Berhasil Dibebaskan


__ADS_3

Jenar menoleh melihat Alister. “Ada apa?”


“Bagaimana kalau kita tunggu ibuku dulu? Tadi waktu aku kemari, aku menghubungi beliau dan mengatakan kalau aku mau menikah denganmu di sini. Jadi beliau ingin kemari dan menyaksikan kita menikah.”


“Alister, aku sudah bilang kalau pernikahan ini tidak boleh ditunda-tunda terus. Masalah ibumu, tidak perlu ditunggu. Beliau bisa menjadi pendamping kita di pesta pernikahan kita nanti.” Jenar tidak ingin menunda waktu yang bisa memungkinkan dirinya gagal menikah dengan Alister hingga ia tidak bisa menunggu siapapun, termasuk ibunya Alister yang dulu ia hormati.


“Jenar, aku tahu kita tidak bisa menunda waktu tapi ibuku adalah orang yang sangat penting dalam hidupku. Bagimu, ijab Kabul hanya acara sederhana tapi bagi ibuku, ini adalah acara sakral yang tidak boleh dia lewatkan begitu saja. Jadi kalau kamu masih menghargai beliau sebagai calon ibu mertuamu, tolong tunggu sebentar.” Alister mencoba mengulur waktu dengan mengatasnamakan ibunya. Padahal, kenyataannya, Alister tidak memberitahu masalah pernikahannya kepada ibunya. Keluarganya saat ini tidak tahu apapun mengenai masalah yang ia alami.


“Baiklah.” Dengan terpaksa, Jenar menuruti permintaan Alister meski ada rasa khawatir yang muncul. Rasa khawatirnya akan pernikahannya dengan Alister gagal.


Jenar memilih duduk menunggu di sebelah Alister. Sementara Alister tampak gelisah, menunggu pesan Azil. Begitu juga dengan Tuan Arman yang sesekali menatap ponselnya. Mereka diam tapi sikap diam mereka, membuat Jenar tiba-tiba curiga. Terlebih dengan Levon yang entah kenapa menjadi sangat pendiam. Pria yang sangat menyayangi adiknya, biasanya akan selalu memberitahu setiap hal pada Lovely tapi hari ini, Levon tidak melakukannya dan malah berubah menjadi manusia patung.


“Lev, apa kau sudah menghubungi Loly?”


Pertanyaan Jenar, membuat semua orang kaget. Terutama Alister yang merasakan kecurigaan Jenar.


“Aku sudah hubungi dia tapi Loly tidak mengangkat panggilannya. Aku juga sudah hubungi pengasuh yang selalu menemani Hebat, tapi pengasuh itu juga tidak mengangkat panggilanku. Mungkin mereka sedang keluar jalan-jalan. Padahal akan lebih bagus kalau Loly dan Hebat ada di sini, menyaksikan pernikahan Bibi Jenar.” Levon memaksakan bibirnya untuk tersenyum pada Jenar agar Jenar tidak curiga padanya yang sedang marah.


Namun, Jenar tetap merasa ada yang tidak beres dengan sikap keluarganya. Senyum miring pun tampak diwajah Jenar.


“Sepertinya kalian sudah mengetahui sesuatu.” Jenar menjeda kalimatnya dan beralih melihat Alister, “karena itu, kamu mengulur waktu dengan mengatasnamakan ibumu.”

__ADS_1


Alister kaget mendengar ucapan Jenar. Kemudian, Jenar beralih melihat Tuan Arman. “Kakak juga banyak mengatakan hal padaku tadi. Itu untuk mengulur-ngulur waktu kan?”


Levon sudah tidak tahan mendengar Jenar yang sudah tahu bahwa mereka hanya pura-pura tidak tahu. Pria itu pun berdiri dari tempat duduknya lalu dengan cepat mendekati Jenar. Tanpa mengatakan apapun, Levon merebut ponsel Jenar agar Jenar tidak bisa menghubungi siapapun, termasuk anak buahnya yang pasti menjaga Lovely dan Hebat.


Refleks Jenar berdiri dengan penuh amarah melihat Levon. “Levon, apa yang kau lakukan? Kembalikan hapeku!”


Levon tersenyum miring. “Ponsel bibi akan aku sita, supaya bibi tidak bisa menghubungi siapapun. Dengan begitu, bibi tidak akan bisa melakukan apapun.”


“Jadi benar, kalian semua tahu kalau aku menculik Loly dan Hebat?”


Mendengar ucapan Jenar, membuat Tuan Arman tidak bisa menutupinya lagi. Dengan marah, ia berdiri menatap Jenar. “Iya. Aku sudah tahu perbuatanmu pada Loly. Jenar, hanya karena kamu ingin menikah dengan Alister, kamu sampai tega melukai keponakanmu sendiri. Apa selama ini, kau tidak pernah menganggap kebaikanku? Atau kau lupa, bahwa aku lah yang membuatmu menjadi wanita yang dihormati di kota ini. Kalau tidak ada aku, orang-orang akan menghinamu sebagai anak simpanan.”


Jenar sinis setelah mendengar ucapan kakaknya. “Kebaikan? Kakakku sayang, kebaikan yang kamu berikan itu hanya untuk memanfaatkan aku, dan untuk kepentinganmu sendiri. Selama ini, kau tidak benar-benar menyayangiku sebagai adikmu. Kau Cuma menganggapku sebagai alat tukar bisnismu. Bahkan kau selalu memandang rendah aku yang tidak bisa melakukan apapun untuk perusahaan. Kau tahu kakak. Karena sikapmu yang selalu memandang rendah setiap hal yang kulakukan untuk perusahan, aku sampai menjual putrimu supaya aku mendapatkan kerja sama yang akan membuatku dihargai olehmu.”


“Benar. Aku menjualnya pada Si Qomar tapi aku juga menyesal telah memberikan Loly pada Jenar. Harusnya aku menjualnya saja ke rumah bordil. Dengan begitu, Loly tidak akan menghancurkan rencanaku dan aku tidak sampai melakukan hal kejam padanya demi mengambil semua milikku.”


Tuan Arman tidak bisa berkata-kata mendengar ucapan Jenar. Jantungnya tiba-tiba sakit, dan ia memegang dadanya sembari menjatuhkan tubuhnya di sofa.


“Ayah!” teriak Levon menghampiri ayahnya.


“Aku tidak apa-apa Levon.” Tuan Arman berusaha untuk duduk tenang di sana agar ia tidak merasakan sakit didadanya.

__ADS_1


Jenar hanya tersenyum smirk melihat kakaknya seperti itu. Padahal biasanya jika Tuan Arman sakit, ia orang yang pertama akan datang menolong. Namun sekarang sudah tidak lagi. Jenar sudah muak pura-pura baik di depan mereka. Jenar berbalik melihat Alister yang masih duduk tenang di belakangnya. “Ayo kita lanjutkan menikah!”


“Sayangnya aku tidak bisa!” ucap Alister tersenyum melihat Jenar.


Jenar tampak marah. “Apa kau tahu, apa yang terjadi pada Loly kalau kau tidak menikah denganku Alister?”


“Sayangnya itu tidak akan terjadi karena Azil berhasil menemukan tempat persembunyian ibumu.”


“Bibi Jenar!” Disaat yang sama, suara Lovely terdengar.


Semua orang menoleh ke asal suara yang berada di belakang Alister. Alister yang melihat Lovely berjalan pincang, kaget. Buru-buru ia mendatangi Lovely dan membantunya berjalan mendekati keluarganya. Sementara Hebat digendong oleh Azil.


“Loly, kau bebas. Lalu bagaimana dengan ibuku?”


Plak! Plak!


Lovely tidak membalas, malah langsung menampar wajah Jenar dua kali dengan cukup keras hingga mengeluarkan darah dari sudut bibir Jenar.


“Ini tamparan untuk bibi yang tega menghancurkan hidupku lima tahun lalu.” Mata Lovely yang memandang Jenar, tampak berkaca-kaca. Namun detik berikutnya, air mata itu pada akhirnya jatuh membasahi pipinya.


Jenar hanya tersenyum sinis melihat Lovely.

__ADS_1


“Orang yang selama ini aku percayai, orang yang begitu aku hargai, tega sekali menghancurkan hidupku. Apa bibi tidak tahu, kehidupan apa yang kujalani setelah aku dibuang? Gadis yang masih delapan belas tahun, harus menanggung beban yang sangat berat. Hamil lalu membesarkan anaknya seorang diri tapi dia malah dapat hinaan dari orang. Setiap hari pun, dia coba untuk bertahan hidup. Sekarang, bibi ingin menghancurkanku lagi! Kalau bibi ingin mendapatkan semuanya, ingin menikah dengan Alister, kenapa tidak kirim aku ke Amerika saja? Kenapa melakukan hal kejam ini padaku dan Hebat? Hiks, hiks, hiks!”


Lovely sangat terpukul dengan perbuatan jahat bibinya sampai ia mengatakan semua itu di depan semua orang. Bahkan tak peduli dengan perasaan Alister.


__ADS_2