Mama Muda Yang Lugu

Mama Muda Yang Lugu
Masih Ada Aku


__ADS_3

"Dia pantas mendapatkannya karena sudah membuat cerita palsu pada Alister," ujar Jenar pada Levon lalu beralih menatap Lovely yang memegang pipi bekas tamparannya, "Loly, Bibi Kecil sudah tahu bahwa kamu berusaha mendekati Alister untuk menghancurkan bibi. Bibi Kecil sayang banget sama kamu Loly tapi kenapa kamu malah menusuk bibi dari belakang."


Lovely tampak bingung dengan Jenar yang malah menyalahkannya. Padahal ia sendiri baru tahu masalah perjodohannya dengan Alister. "Bibi Kecil salah paham. Aku nggak ngomong apa-apa sama Alister."


Lovely merasa tak salah. Karena itu, ia tetap membela dirinya dengan tegas di depan Jenar. Apalagi semua orang menatapnya dengan pandangan hina karena semuanya percaya pada Jenar.


"Kamu keterlaluan sekali Loly. Selama ini bibimu selalu membelamu tapi kamu malah berbuat jahat begini. Ayah sungguh malu padamu," sahut Tuan Arman.


Levon dan Brey tidak terima jika Lovely disalahkan semua orang hingga kedua pria itu berdiri di depan, membela Lovely.


"Ayah salah paham. Loly, tidak berbuat jahat pada Bibi Jenar. Dia tidak mungkin bicara yang bukan-bukan pada Alister. Orang yang harusnya disalahkan adalah Alister. Dia yang mendekati Loly duluan," ujar Levon.


"Benar Om. Saya mengenal Loly. Loly tidak seperti itu," sambung Brey.


Jenar tidak mempedulikan Lovely lagi. Ia hanya fokus pada Alister yang bereskpresi dingin kepadanya. "Alister, kamu salah paham. Aku tidak pernah memikirkan ketenaran. Aku bersedia tunangan denganmu karena aku suka padamu. Tolong jangan dengarkan apapun yang dikatakan Loly! Dia sedang berbohong Alister."


"Lovely tidak mengatakan apapun padaku. Ini semua dariku sendiri, Jenar. Dan sebenarnya, itu semua tidak penting bagiku karena yang penting untukku adalah aku yang tidak mencintaimu. Aku mencintai wanita yang selama ini tidur bersamaku," ujar Alister kemudian menoleh melihat Lovely, "wanita itu adalah Lovely. Aku dan dia sudah tidur bersama layaknya suami istri." Alister kembali menlihat Jenar, "bersamamu hanya kerja sama."


Semua orang lagi-lagi terkejut karena Alister. Terutama Jenar dan Lovely yang tidak menyangka bahwa Alister akan mengatakan hal itu di depan semua orang. Jenar marah, sementara Lovely malu di depan umum.

__ADS_1


"Alister, kamu keterlaluan sekali!" sahut Lovely yang sangat marah melihat Alister karena mempermalukan dirinya.


"Aku tidak keterlaluan. Aku hanya bicara kenyataan Lovely. Lagipula, aku tidak bisa diam disaat milikku ingin direbut orang," balas Alister dengan tegas.


Jenar tidak terima hingga ia kembali mengangkat tangannya untuk menampar wajah Lovely tapi tangannya langsung dipegang oleh Alister.


Dengan dingin, Alister mendekatkan bibirnya ditelinga Jenar kemudian berbisik, "Jenar, aku tahu siapa yang memberikan Qomar gadis lima tahun lalu. Kalau kamu tidak mau hancur di depan kakakmu, jangan berani menyentuhnya!"


Ancaman Alister, membuat Jenar ketakutan. Bahkan tubuhnya seketika gemetar tapi Jenar berusaha menoleh melihat Alister. Ia ingin mengatakan sesuatu tapi entah kenapa, tenggorokannya seakan tertahan sesuatu dan ia hanya bisa diam kaku menatap Alister yang masih mendekatkan wajahnya di depannya.


"Mau ku bawakan Qomar kemari. Dia orang yang sangat jujur kalau berhadapan denganku."


Alister tersenyum licik melihat Jenar gemetar takut hanya karena ancamannya, dan tanpa mengatakan apapun lagi, Alister menarik Lovely mendekatinya. Lalu dengan sikap arogannya, Alister menarik cincin yang tersemat dijari manis Lovely kemudian melempar cincin itu begitu saja hingga membuat semua orang lagi-lagi kaget. Namun mereka hanya bisa diam karena takut ikut campur urusan Alister. Dari kabar yang terdengar bahwa Alister memang orang yang suka seenaknya. Orang-orang di pesta itu tidak percaya dengan gosip itu tapi mereka menyaksikannya sendiri. Alister memang tidak bisa mengendalikan emosinya karena Jenar dan membuat orang menganggapnya pria arogan.


"Alister, lepaskan aku!" Lovely yang sudah berada di luar hotel bersama Alister, kembali meronta-ronta agar lepas dari pria itu.


Namun, Alister tidak mendengarkan Lovely. Alister malah mendorong Lovely masuk ke mobilnya.


"Kamu brengsek Alister! Aku membencimu!" teriak Lovely yang sudah duduk di dalam mobil. Ia sungguh tidak tahan dengan sikap dan tindakan Alister hari ini. Perasaannya terluka karena Alister yang bertindak seenaknya di depan semua orang, terutama di depan keluarganya. Bahkan melempar cincin tunangannya di depan mereka sehingga Lovely ingin menangis tapi berusaha ia tahan karena tidak ingin menangis gara-gara pria gila ini.

__ADS_1


"Memang apa yang sudah aku lakukan sampai kamu membenciku? Aku tidak melakukan apapun, Cinta. Bahkan harusnya kamu berterima kasih padaku karena aku, kamu melihat sifat asli orang yang kamu hormati, kamu puja-puja."


"Bibi Kecil marah pasti karena dia salah paham sama aku. Dia nggak sejahat itu, Alister. Tapi kamu malah mempermalukannya dan mempermalukanku juga. Harusnya kamu jangan menarikku keluar dari sana." Lovely yang hidup bertahun-tahun dengan Jenar, tidak mudah percaya hanya dengan kata-kata saja. Ia berpikir bahwa Jenar marah sampai menamparnya karena salah paham padanya.


"Memangnya kamu mau tinggal di tempat yang tidak menerimamu? Apa tidak masalah kalau kamu direndahkan di depan banyak orang? Kalau aku tidak menarikmu pergi, kamu akan menerima hinaan dari semua orang." Alister tidak mau mengalah pada Lovely karena merasa bahwa hal yang ia lakukan sudah benar.


"Aku dihina semua orang karena kelakuanmu Alister. Kalau bukan kamu yang bertindak gila kayak tadi. Aku nggak mungkin dipandang hina oleh semua orang tapi kamu bicara seolah-olah kamu yang paling benar dan aku yang paling salah." Lovely tidak bisa menahan air matanya lagi. Air mata yang berusaha ia tahan, akhirnya jatuh membasahi pipinya.


Alister melempar punggungnya disandaran kursi dan menyandarkan kepalanya di sana sembari menghela nafas kasar karena Lovely. Ia memilih diam karena tidak ingin terus berdebat dengan Lovely.


Namun Lovely tidak ingin berhenti sebelum melampiaskan semua amarahnya. "Kamu bahkan melempar cincin yang dikasih orang tuaku. Kamu nggak mikirin perasaan orang Alister. Yang kamu pikirkan cuma amarahmu, cemburumu yang nggak jelas itu. Kamu tahu, karena sikapmu tadi, aku jadi membencimu. Aku membencimu."


Alister tidak tahan mendengar ocehan Lovely di sebelahnya hingga pria itu bergerak cepat, menaril Lovely ke arahnya lalu mencium bibir Lovely secara paksa.


"Mmmm, mmm!"


Puas mencium, Alister melepaskan ciumannya itu dan kembali memandang Lovely yang menangis di depannya. "Diamlah! Jangan berteriak di depanku! Kalau kamu tidak diam, aku akan melakukan lebih dari ini!" Alister terpaksa mengancam Lovely agar wanita itu diam. Sebab, mendengar ocehan Lovely malah membuatnya semakin kesal dan pusing.


Lovely akhirnya berhenti bicara tapi ia malah menangis. Hal itu membuat Alister malah kasihan pada Lovely hingga ia menarik Lovely ke dalam pelukannya. Ia memeluknya dengan erat, dan dengan penuh cinta. "Kalau mereka membencimu karena kejadian tadi. Masih ada aku."

__ADS_1


__ADS_2