MANTAN: Kisah Yang Tak Sampai

MANTAN: Kisah Yang Tak Sampai
Bab.21 (Sejauh mana kamu bisa bertahan?)


__ADS_3

"Ahaha, sudahlah aku hanya bercanda ... kamu serius sekali," ucap Hendry saat melihat Luna tak bergeming.


"Oh begitu, aku pikir kenapa ... kalau begitu aku pulang dulu kak," ucap Luna.


"Iya hati-hati."


Luna beranjak dari posisinya dan langsung duduk di bagian kemudi. Mobil itu melaju pergi meninggalkan halaman rumah mewah milik keluarga Hudson. Saat mobil sudah menghilang dari balik pagar, akhirnya Hendry mulai menggerutuki diri, ia mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kenapa aku gugup sekali ... aku tidak ingin dia merasa tidak nyaman," gumam Hendry lalu berbalik pergi.


~


Sepanjang perjalanan, Luna terlihat beberapa kali menghela nafas panjang. Hari ini begitu banyak kejutan yang membuat ia tak bisa berkata-kata. Hatinya tersentak karena seseorang dari masalalu dan pikirannya terbagi karena ucapan Hendry yang walau sudah di akui sebagai candaan oleh Hendry tapi ia tahu ada maksud tertentu dari kata-kata itu.


Terkadang apa yang kita harapkan tidak terjadi malah datang secara tiba-tiba. Cinta yang dulu begitu besar, untuk seorang pria dengan gelar suami perlahan surut setelah perceraian namun siapa sangka ombak itu kembali datang, menawarkan semua hal yang dulu membuatnya candu. Adrian adalah bagian yang tak bisa lepas dari dirinya dan mungkin akan terus melekat selamanya.


~


Setelah setengah jam perjalanan, akhirnya ia sampai di basement apartement. Ia memarkirkan mobilnya lalu beranjak turun dari


mobil. Sesaat setelah ia turun, Adrian yang sudah menunggu sejak tadi langsung keluar dari dalam mobil dan menghampiri Luna.


"Luna," panggil Adrian.

__ADS_1


Luna yang hendak melangkah sontak berhenti dan menoleh kebelakang.


"Aku sudah menunggu kamu sejak tadi."


Luna menatap Adrian dengan lekat kemudian mulai tertunduk. Seberapa besar pun ia mencoba menyakinkan diri bahwa ia tidak boleh jatuh lagi, namun saat melihat mantan suaminya itu hati dan pikirannya tetap saja tak sefrekuensi. Ia sadar jika terus seperti ini ia tidak akan bisa menahan diri.


"Adrian, cukup sampai disini saja, aku tidak bisa mengabaikan fakta bahwa kita pernah gagal, fakta tentang keluaga kita dan juga ... tentang Mishel."


"Jadi kamu akan menjauh dari ku?"


"Jujur aku tidak yakin dengan keputusan ku, dulu aku pernah membuat keputusan berdasarkan kata hati bukan isi kepala ku dan itu adalah kamu ... setelah itu semua menjadi kacau."


"Aku bukan Adrian yang dulu, pilihan yang sama bisa menghasilkan hal yang berbeda seandainya kamu yakin dengan aku yang sekarang."


"Andai aku adalah Luna yang dulu, mungkin aku akan percaya, tapi sekarang sudah berbeda, umurku hampir dua puluh sembilan tahun dan untuk terluka lagi aku tidak bisa ... pengalaman adalah saran yang paling rasional sekarang."


"Kita lihat saja nanti, sekokoh apa dinding pertahanan dirimu itu."


Setelah mengatakan hal itu, Adrian melepaskan genggaman tangan dari legan Luna dan melangkah mendahuluinya. Luna hanya bisa menatap kepergian mantan suaminya dengan perasaan campur aduk. Rasanya percuma ia meminta Adrian untuk berhenti.


~


Di dalam kamar mandi, Luna membaringkan tubuhnya di dalam bathtub, berendam menggunakan air hangat membuatnya lebih rileks. Ia kembali memejamkan mata saat bayangan wajah Adrian kembali menghinggapi.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan ku sekarang, ayolah Luna kamu bukan anak ABG lagi ... ya keputusan ku sudah benar."


Luna menghembuskan nafasnya perlahan lalu keluar dari bathtub.


...***...


Jam makan siang di rumah sakit tempat Luna bekerja. Karena Mishel ada urusan di luar rumah sakit, akhirnya Luna mengajak Mika untuk makan siang bersama di sebuah restaurant yang ada di seberang rumah sakit.


Ya, ia dan Mika cukup dekat. Saat ia membutuhkan teman curhat, ia lebih memilih menceritakannya kepada Mika ketimbang Mishel. Karena sebagian besar masalahnya berhubungan dengan keluarga Hudson.


"Dokter terlihat tidak bersemangat sekali, ada masalah ya?" tanya Mika lalu kembali menatap sop di hadapannya.


"Ya, aku ada sedikit masalah ... Mika, apa kamu ingat dulu aku pernah cerita bahwa aku pernah menikah muda," ujar Luna.


"Tentu saja, karena cerita itu aku sangat menjaga hubungan ku dan suami ku," ucap Mika yang terlihat sangat serius.


"Dia ... kembali lagi kehedapan ku," ujar Luna.


"A-apa! Sang mantan?"


"Ya, aku memintanya untuk menjauh, tapi sejujurnya aku khwatir dengan perasaan ku sendiri, saat aku mendengar dia akan di jodohkan aku gelisah tapi aku tidak tahu harus seperti apa ... apa yang harus aku lakukan sekarang," tutur Luna lalu menutup wajah dengan kedua tangannya.


Mika menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi. Ia masih menatap sang Bos dalam diam, ia mencoba berfikir saran apa yang harus ia berikan, mengingat masalah yang di hadapan bosnya itu sangat rumit.

__ADS_1


Bersambung 💓


Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊


__ADS_2