MANTAN: Kisah Yang Tak Sampai

MANTAN: Kisah Yang Tak Sampai
Bab.47 (Ulang Tahun yayasan part.1)


__ADS_3

...Tetaplah menjadi bintang di langit, agar cinta kita tetap abadi. Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini, agar menjadi saksi cinta kita berdua....


...(Lirik lagu di ambil dari lagu berjudul Kasih Tak Sampai yang di populerkan oleh grup band padi.)...


.


.


.


"Mama, kenapa tidak bilang kalau mau datang." Adrian melangkah masuk, melewati Joni dan langsung memeluk sang Mama. Ia senang Mamanya datang tapi entah kenapa ia merasa khwatir.


"Mama mendadak berangkat, untung saja Joni ada di sini." Mama melepaskan pelukannya untuk melihat sang putra. "Kamu kelihatan kurusan."


"Dia terlalu sibuk Tante, kadang tidak sarapan." Joni melangkah masuk menghampiri anak dan Ibu itu.


"Tuh kan, Mama sudah bilang jaga pola makan, nanti kalau maag kamu kambuh gimana."


"Sudah pernah kambuh Tante, untuk ada Dokter Lu--" Joni tak melanjutkan ucapannya, hampir saja ia mengatakan hal paling kramat yang tidak boleh ia ucapkan di hadapan Mama Adrian.


Adrian menoleh kearah Joni. Ia menghela napas panjang, ia bukan tak ingin sang Mama tahu tapi ia pikir ini belum saatnya. "Ehm, Ma sebenarnya untuk apa Mama sampai jauh-jauh datang kemari?"


"Mama Mishel mengundang Mama dan Papa ke acara ulang tahun yayasannya, karena Papa sibuk dengan perusahaan, jadi hanya Mama yang datang. Mama juga penasaran dengan Mishel."


Adrian sudah menduga tujuan utama sang Mama pasti menyakut perjodohan itu. "Lebih baik Mama sekarang istirahat di kamar ku, atau kalau kurang nyaman aku pesan kamar hotel untuk Mama."


"Tidak perlu, Mama mau disini saja. Di sini cukup nyaman, sekarang Mama mau masak makan malam untuk kalian berdua."


"Wah sepertinya malam ini kita akan makan enak." Joni terlihat sumbringah ketika Mama Adrian membahas soal makanan.


...**...


Sekitar pukul sembilan malam, Adrian masih berdiri di balkon apartement. Memandangi lampu-lampu gedung pencakar langit yang menjadi pemandangan favoritnya.


Pikirannya kembali ramai dengan banyak hal. Ia memikirkan, jika sang Mama datang untuk ulang tahun yayasan keluarga Hudson, itu berarti cepat atau lambat Mamanya dan Ibu Luna akan kembali bertemu.


Tak lama Joni datang dengan dua cangkir kopi di tangannya. Ia mendekati Adrian dan ikut berdiri di sampingnya. Ia memberikan secangkir kopi yang ada di tangannya untuk Adrian. "Mama kamu sudah tidur?"

__ADS_1


"Iya, besok adalah acara ulang tahun yayasan keluaga Hudson, Ibu ku Luna juga akan hadir di acara itu."


Joni sampai tersedak kopi karena mendengar ucapan Adrian. "Apa! Jadi Ibu Luna juga datang? ... Ini emergency bro, konflik hidup kamu berat."


"Hey, kenapa kamu berkata seperti itu, aku akan menghadapi semuanya demi Luna." Adrian menghela napas panjang kemudian kembali menatap kedepan.


"Aku bukanya ingin menakuti, sebelum semua terjadi lebih baik kamu pikirkan lagi, apa kamu sudah benar-benar yakin karena yang kamu hadapi itu bukan hanya keluarga Luna saja tapi juga Johan Hudson."


Adrian kembali menoleh kearah Joni. "Selama hidupku, aku tidak pernah memutuskan sesuatu atas kehendakku sendiri, semua atas persetujuan kedua orang tua ku, kali ini aku tidak akan mengalah, ini hidupku biarkan aku memutuskan apa yang aku inginkan."


Joni tak lagi bisa berkata-kata, ia kembali menyeruput kopinya seraya menikmati pemandangan malam dari balkon apartement.


...**...


Sepulang dari rumah sakit, Luna kembali mampir ke apartment Jessy. Ya, ia masih mengkwatirkan kondisi sahabatnya itu pasca perceraian. Ia pernah mengalami hal yang sama dan ia tahu bagaimana rasanya.


Klek.


"Luna." Jessy nampak senang saat melihat kedatangan Luna.


Luna mengangkat paper bag yang ada di tangannya. "Favorit food."


Luna melangkah beriringan dengan Jessy. Masuk kedalam unit apartment itu.


~


Mereka berdua duduk di kursi meja makan saling berhadapan. Jessy mengambil piring untuk menuangkan spaghetti carbonara yang di beli Luna untuk mereka makan bersama.


"Bagaimana perkembangan hubungan kamu dan Adrian?"


Luna terdiam sesaat, kemudian menatap Jessy. "Aku memutuskan untuk memulai semuanya dari awal."


"Benarkah? Itu bagus Luna. Kalian berpisah hanya karena keadaan, bukan karena kamu selingkuh atau dia selingkuh, bukan karena kekerasan dan hal lainnya."


"Iya, kamu benar tapi ... satu penghalang itu sangat besar, dia minta agar aku percaya padanya, tapi jujur aku khwatir."


Jessy meraih tangan Luna. "Tenang saja, kamu jalani saja, jika memang kalian berjodoh pasti ada jalan."

__ADS_1


Luna hanya menanggapinya ucapan Jessy dengan senyuman. "Ayo makan, aku harus segera pulang ibu ku sendirian di apartemen."


...**...


Sementara di tempat lain, Mishel yang sudah memakai gaun tidurnya terlihat mondar-mandir di depan ranjangnya. Ia tiba-tiba saja memikirkan Joni yang terlihat menjauh darinya.


Siang tadi saat ia dan sang Papa pergi ke lokasi proyek yang ada di belakang rumah sakit, Joni terlihat begitu cuek, Joni bahkan tak mau menatapnya.


"Apa dia marah karena aku mengira dia gay ... kenapa dia cuek sekali." Mishel masih saja mondar-mandir di depan ranjangnya. Sampai akhirnya dia memiliki sebuah ide.


Mishel meraih ponselnya di atas nakas. Ia ingat Joni pernah menghubunginya untuk mengembalikan syal. Tujuan utamanya adalah adalah Adrian tapi sekarang tidak ia sangka malah berpaling ke Joni.


"Apa yang harus aku katakan." Mishel tiba-tiba saja bingung ingin mengirim pesan apa.


"Oh iya tanya tentang proyek saja." Mishel mulai mengetik pesan.


"Apa desain bangunan sudah selesai?" Isi pesan Mishel.


[Iya.]


Mishel terlihat kesal saat mebaca balasan singkat Joni. Ia pun tak menyerah dan kembali membalas pesan itu.


"Besok kamu datang ke acara yayasan?"


[Iya.]


"Berikan padaku gambar desainnya besok setelah acara pesta, apa bisa?"


[Iya.]


"Ahhhhkk kenapa kamu hanya membalas iya saja!"


[Iya.]


Mishel melempar ponselnya ke atau ranjang, ia kesal karena hanya dapat balasan "Iya" saja dari Joni. "Wah, sepertinya dia benar-benar sudah tidak waras, hanya membalas pesan dari ku sesingkat itu, lihat saja besok, apa kamu masih bisa berkata iya."


Bersambung 💓

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote n hadiahnya ya readers 🙏😊😍


__ADS_2