
...Beberapa waktu telah kita lewati. Banyak yang sudah dilalui bersama. Tidak mudah memang. Tapi, aku selalu bertahan. Segala kesulitan bagiku seperti tak apa asal itu tentang Kamu....
...Boleh saja, bila mendapatkan kesulitan yang besar jika itu bersamamu. Tapi, bukankah segala hal di dunia ini selalu diterima dengan konsekuensi? Tidak ada kesulitan yang berdiri sendiri....
...Kesulitan selalu seiring dengan kebahagiaan. Menikahlah denganku!...
......Adrian Wijaya......
.
.
.
Hari ke hari mereka lewati setelah apa yang mereka bangun kembali. Berawal dari pendekatan, mengejar restu hingga lamaran. Semua berjalan sesuai harapan hingga akhirnya malam yang di tunggu datang juga.
Di sebuah gedung yang akan menjadi tempat perhelatan pesta pernikahan. Seperti biasa Joni yang paling heboh di antara rombongan, katanya sih dia akan segera menyusul ya meskipun entah kapan karena Mishel, sedang tugas di rumah sakit luar kota hingga akhirnya mereka LDRan.
Lain Joni, Mishel maka lain pula Hendry,Jessy. Mereka berdua lebih santai dan cenderung lebih tertutup masalah hubungan, tapi bukan berarti keseriusan mereka di ragukan, mereka sudah siap untuk lamaran tapi mendahulukan yang sudah lebih dulu hajatan.
Di depan gedung acara terpajang foto besar Adrian dan Luna, sebagai tanda bukti pesta pernikahan mereka. Para orang tua bersuka cita menyambut para tamu, akhirnya tak ada lagi perselisihan meski satu sosok telah tiada untuk melengkapi kebahagiaan yaitu, Bapak.
~
Setelah beberapa saat....
Di ruangan berbeda. Luna sudah nampak anggun dengan perpaduan gaun putih dan rambut tersanggul indah. Mishel, dan Jessy memasuki ruangan itu untuk melihat sahabat mereka yang sebentar lagi akan mengakhiri masa lajang untuk kedua kalinya dengan orang yang sama.
"Kamu cantik sekali Lun, aku jadi iri," ujar Jessy seraya memeluk sang sahabat.
"Eh aku mau cepet nikah, kapan ya di lamar," ujar Mishel dengan wajah memelasnya.
"Aku duluan ya, hehe," ucap Luna dengan senyum simpul yang terpancar langsung di wajahnya.
"Kami bahagia Lun, semoga comeback-nya kalian menjadi titik awal dari kebahagiaan yang sebenarnya. Aku yakin kali ini hubungan kalian pasti berhasil," ujar Jessy.
__ADS_1
"Buktinya, udah pisah sekian tahun tapi akhirnya balik lagi, benar kata orang kalau jodoh tidak akan kemana," ucap Mishel lalu tertawa bersama kedua sahabatnya sahabatnya.
~
Di kamar berbeda, Joni dan Hendry yang saat ini bertindak sebagai pendamping mempelai pria tak henti-hentinya menggoda Adrian sejak tadi.
"Kamu minum ini ya bro entar malam," ujar Joni seraya menyodorkan sebuah bungkusan kecil kepada Adrian.
"Apaan nih?" tanya Adrian.
"Itu tuh obat kuat, aku beli khusus untuk kamu," jawab Joni.
"Bahaya nih calon ipar kamu," ucap Adrian kepada Hendry.
Hendry hanya terkekeh mendengar ucapan Joni dan Adrian. ",Obat begitu cuma buat yang lemah syahwat, kalau laki-laki perkasa butuh yang seperti itu," sahut Hendry.
"Nah betul itu," ucap Adrian kemudian tertawa bersama Hendry. Sementara Joni yang merasa terpojokkan tak bisa berkata-kata apapun lagi.
...**...
Jam menunjukkan pukul satu siang. Pesta resepsi pernikahan Adrian dan Luna akan segera di laksanakan setelah sudah di resmikan secara agama pagi tadi.
Semua mata terpana melihat Adrian dan Luna yang sama-sama memukau hari ini. Mama dan Ibu saling berpelukan seraya memandangi anak-anak mereka yang kembali bersatu.
Di gedung mewah ini, dengan dekorasi yang apik membuat Luna dan Adrian akhirnya merasakan suasana pesta pernikahan yang dulu tidak mereka rasakan karena hanya menikah secara sederhana.
Dengan langkah yang saling beriringan, Luna dan Adrian melangkah menuju singgah sana seraya melambaikan tangan kepada semua orang yang meneriakkan nama mereka.
Sejenak langkah mereka terhenti, mereka saling menatap satu sama lain seraya tersenyum bahagia.

Akhirnya kita sampai di tahap ini lagi, untuk kedua kalinya aku melihat kamu sangat cantik dengan balutan gaun putih itu, dan untuk kedua kalinya aku jatuh cinta kepada mu. Kamu adalah istri ku baik itu dulu dan sekarang, hanya kamu seorang, batin Adrian.
Aku bahagia saat melihat semua berdamai dengan masalalu, bukan hanya kita tapi keluarga kita juga. Mereka saling merangkul karena kita bersatu. Kisah kelam di masalalu hanya sebuah jalan untuk kita sampai ke titik ini dimana, orang tua kamu, oran tua ku dan juga semesta, merestui kita, batin Luna.
__ADS_1
...**...
Malam hari di sebuah kamar hotel berbintang. Luna dan Adrian sedang duduk di balkon hotel seraya memandangi gedung-gedung pencakar langit yang nampak sangat indah malam ini.
Adrian memeluk Luna dari belakang sambil tak henti-hentinya mengecup pipi istrinya itu. "Kamu tau, waktu pertama kali aku datang ke kota ini ... aku langsung menyukai pemandangan malamnya. Saat itu tiba-tiba saja aku berpikir, ingin menghabiskan sisa hidup ku di kota ini dengan seseorang yang aku cintai."
"Oh jadi saat itu kamu sudah berpikir untuk mencari pengganti ku ya, wah padahal aku sedikit pun tidak pernah berpikir seperti itu," ujar Luna dengan wajah cemberutnya.
"Aku belum selesai bicara, waktu itu tiba-tiba saja aku mengingat kamu aku pikir andai aku bertemu kamu lagi di kota ini, apa yang akan aku lakukan ... dan saat itu benar-benar terjadi, saat pertama kali kita bertemu lagi di rumah sakit, saat kamu menghindari ku dan menatap aku tatapan kebencian, aku sadar bahwa kesalahan ku di masalalu begitu besar dan aku ingin memperbaikinya," jelas Adrian.
"Kalau boleh jujur, waktu itu logika dan hati ku benar-benar tidak sejalan. Aku ingin menghindar tapi hati ku terus menuntun aku untuk memaafkan semua kesalahan kamu di masalalu. Kalau di pikir-pikir sekarang, dulu kita menikah di umur yang masih sangat muda, pikiran masih sama-sama dangkal untuk berumah tangga," tutur Luna.
Di tengah obrolan mereka tiba-tiba saja hujan turun. Luna merentangkan tangannya kedepan. "Yah hujan, aku masih ingin di sini."
"Langit saja tahu kalau kita seharusnya menghabiskan waktu di dalam kamar," ujar Adrian lalu mengangkat tubuh sang istri.
Wajah Luna nampak memerah padam, ia sebenarnya sangat gugup karena ini adalah malam pertama mereka setelah sembilan tahun yang lalu. "Kamu mulai nakal ya!"
"Nakal tidak apa-apa, sekarang kan kamu istri ku."
Sesampainya di dalam, Adrian membaringkan tubuh Luna di atas ranjang. Ia memposisikan diri di atas tubuh sang istri. Mereka saling menatap sesaat hingga akhirnya mata Luna terpejam saat Adrian mencium bibirnya.
Tidak sampai di situ saja, tangan Adrian mulai menelusup masuk kedalam baju sang istri. Setelah sekian lama akhirnya tangannya kembali merasakan dua buah benda kenyal itu.
Hasrat yang kian membara membuat permainan mereka semakin cepat, malam itu suara rintihan dan ******* memenuhi setiap sudut ruangan, akhirnya mereka kembali menikmati surga dunia yang sudah lama mereka tinggalkan.
Selesai.
Terimakasih untuk suportnya selama ini. Novel ini tak berjalan sesuai rencana karena berbagai kendala saat author sakit. Namun akhirnya bisa di selesaikan sebagaimana mestinya, meski dengan bab yang tidak banyak. Mohon maaf atas ketidak nyamanan selama cerita ini berlangsung. 🙏🙏🙏😭😭😭😭
M

memori 13-september-2021.
__ADS_1
Doakan author agar selalu di berikan kesehatan ya kakak semua 🙏😢.