
...Ada hal-hal yang kita rindukan, seiring kita melanjutkan hidup. Hal-hal yang tidak kita ketahui dulu, akhirnya kita ketahui sekarang. Hati yang saling merindukan tanpa bisa bertemu. Kamu tahu aku tidak akan bisa pergi, bukankah begitu? Kalaupun kita tidak bisa kembali seperti dulu, hanya ada satu hal yang bisa aku lakukan, agar tetap bisa bertahan yaitu, terus merindukanmu....
...~Adrian Wijaya~...
.
.
.
Biarkan aku tetap di dekat mu.
Joni memasuki sebuat pusat hiburan malam di pusat kota. Setelah kelelahan hari ini karena menolong sahabatnya yang sedang CLBK, ia ingin bersenang-senang dengan kartu yang di berikan Adrian. Ini adalah kali pertama ia masuk ke sebuah club yang ada di kota itu.
Suasana riuh karena suara para tamu yang sedang menikmati iringan music remix dari sang disc jockey. Ia memang suka ke club untuk menghibur diri tapi ia tidak pernah bermainnya dengan wanita malam yang ada di tempat itu.
"Ya Lumayan lah untuk cuci mata, bosan juga setiap hari hanya melihat Rian dan kebucinanya."
Joni melanjutkan langkahnya duduk di sebuah kursi bar. Ia memesan minuman Koktail. Koktail adalah minuman beralkohol yang dicampur dengan minuman atau bahan-bahan lain yang beraroma, dan minuman itu adalah favorit ia dan Adrian.
Saat minumannya siap, ia langsung meneguknya perlahan, "Wah segar sekali." Joni menikmati iringan musik, hingga akhirnya ia menangkap sosok yang tidak asing duduk di sofa sendirian.
"Itu bukannya si Mishel."
Karena penasaran, Joni beranjak dari tempat duduknya, menghampiri gadis yang ia pikir adalah Mishel. Saat ia semakin dekat, ternyata dugaannya benar, wanita yang ia lihat benar-benar Mishel, ia mengambil posisi duduk di hadapan Mishel yang sudah nampak mabuk.
__ADS_1
"Dokter Mishel, ingat saya tidak," ucap Joni dengan suara kecang karena suara musik yang mendominasi ruangan.
Mishel mengangkat kepalanya, menatap pria yang ada di hadapannya. Matanya nampak satu namun ia masih bisa tersenyum, "Oh kamu temanya Adrian kan, Joki."
"Bu-bukan Joki tapi Joni!" seru Joni.
"Ah entahlah, mana teman mu itu ... dia berani-beraninya menolak dan mengacuhkan ku!" ucap Mishel yang sudah dalam pengaruh alkohol.
Joni tak langsung menjawab, Sebaiknya aku tidak mengatakan kalau Adrian sedang bersama Luna, batin Joni.
"Dia sedang membuat desain bangunan di apartement, dia sibuk," jawab Joni.
Tiba-tiba raut wajah Mishel berubah menjadi sendu, "Coba kamu lihat aku baik-baik, apa ada yang kurang dari ku hah! Aku hanya ingin memiliki pasangan yang mencintaiku dengan tulus tapi kenapa aku selalu di permainkan ... tidak si bre*sek itu dan juga Adrian, mereka hanya mempermainkan ku.
"Aduh!! Kenapa aku malah mengingat baj*ngan itu, dia sudah merebut kesucian ku ... hahaha ya mana mungkin ada pria yang mau dengan wanita seperti aku ya, apa lagi pria sesempurna Adrian, kenapa hidup ku sial sekali!" teriak Mishel yang semakin menjadi.
"Kamu tahu, setiap laki-laki yang aku sukai waktu kuliah dulu selalu saja menyukai Luna ... aku marah sekali! Saat aku tahu Luna dan Adrian ternyata sedang dekat. Aku kesal dan aku ingin membuat Luna menyadari posisinya. Tapi kamu tahu apa yang dia katakan padaku ... dia bilang, apa benar aku boleh mengalahkan mu? Hahaha dan anehnya aku takut padanya, sial!" ucap Mishel lalu kembali meneguk minuman langsung dari botolnya.
Tak mau Mishel bertambah mabuk Joni meraih botol itu dan menggantinya dengan sebotol air mineral. Mishel kembali meraih botol yang sudah di tukar oleh Joni, "Sepertinya aku mengantuk, kenapa minuman ini terasa hambar."
"Itu karena kamu sudah mabuk, mau aku antar pulang?" tanya Joni.
"Tidak! Papa ku akan mengamuk jika tahu aku sedang mabuk, aku mau tidur disini saja." Mishel menjatuhkan tubuhnya hingga berbaring di sofa itu seraya memejamkan mata.
Joni menghela nafas panjang. Niat hati ia ingin bersantai, sekarang malah mendapatkan masalah baru, "Apa yang harus aku lakukan sekarang, kenapa aku sial sekali hari ini, apa aku tinggalkan saja ... tapi kasihan juga." Ia menatap Mishel yang saat ini sedang tertidur.
__ADS_1
...**...
Luna dan Adrian kini sedang makan bersama di sebuah warung sederhana. Ya, tempat ini adalah tempat makan favorit Luna semasa kuliah dulu, karena menu yang di sajikan merupakan masakan rumahan yang biasa Ibunya masak.
"Kamu biasa kesini?" tanya Adrian.
"Iya, saat aku dapat beasiswa kuliah dikota ini, aku hampir setiap hari makan disini ... apa lagi saat aku merindukan Ibu," ujar Luna lalu kembali melahap makanannya.
Adrian menatap Luna yang duduk di hadapannya, jika mengingat setiap momen saat ia masih berstatus sebagai menantu, ia ingat betul jika mantan mertuanya itu adalah pribadi yang hangat dan baik, "Aku juga merindukan masakan ibu mu."
Luna mengangkat kepala, menatap Adrian yang juga tengah melihatnya, "Ya masakan Ibu memang tidak ada duanya."
"Ibu mu pasti sangat membenciku ya?"
"Sepertinya begitu, begitu juga dengan kedua orangtua mu ... jadi jangan tanya kenapa kita tidak bisa kembali seperti dulu." Luna kembali menundukkan pandangannya, menikmati makanan yang tersisa di atas piring.
Adrian juga ikut tertunduk. Ia mengerti maksud Luna. Meski terasa begitu berat, namun sudah bisa dekat seperti ini saja ia sudah merasa senang. Aku akan berusaha memperbaiki semuanya, aku hanya ingin kamu kembali padaku, meski bukan hari ini, besok atau lusa tapi suatu saat nanti. restu itu akan kembali memihak kepada kita, aku janji, batin Adrian.
Kenapa semuanya begitu sulit, berhadapan dengan mu seperti sekarang membuat logika dan perasaan ku kembali beradu. Tak sejalan dengan apa yang aku katakan, sebenarnya aku masih mengharap restu itu kembali meski dalam bayangan semua terasa tidak mungkin, apa aku salah meski hanya memedam dalam hati? Batin Luna.
Mereka kembali melanjutkan makan malam di antara keheningan yang tercipta. Yang terdengar hanya suara piring dan sendok yang saling beradu. Hari ini mereka seolah berdamai dengan keadaan. Meski untuk saling mengikat masih terasa jauh dalam pandangan.
Semesta sedang bermain-main dengan perasaan keduanya. Untuk menempa rasa itu agar lebih kuat, karena kegagalan mereka di masalalu adalah sebuah contoh jika rasa yang dangkal hanya akan berakhir pada perpisahan.
Bersambung 💓
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊😍
Terimakasih untuk suport yang luar biasa, lanjut siang ini ya semuanya 🤗