MANTAN: Kisah Yang Tak Sampai

MANTAN: Kisah Yang Tak Sampai
Bab.41 (Kisah hidup, tiga sahabat)


__ADS_3

...Beri kisah kita sedikit waktu, semesta mengirim dirimu untuk ku. Kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah....


...(Lirik lagu di ambil dari lagu berjudul Waktu Yang Salah, yang di populerkan oleh fiersa Basari ft Tantri)...


.


.


.


.


Mishel kembali terduduk di sofa. Masih dengan ekspresi tak percaya ia kembali menatap Luna yang hanya diam seraya terus menikmati minuman soda yang ada ditangannya. "Jadi maksud kamu, Adrian adalah laki-laki yang menikahi kamu sembilan tahun yang lalu?"


Luna meletakkan kaleng minumannya ke atas meja, lalu mengangkat kepala untuk melihat Mishel. Ia tahu sahabatnya itu pasti sangat kaget, namun akhirnya ia merasa lega, karena setidaknya Mishel sudah mengetahui fakta yang sebenarnya. "Ya, dia orangnya."


Jessy menghela napas panjang saat melihat kedua temannya menjadi murung. Ia pikir saat pulang ke tanah kelahiran, dia adalah orang yang paling banyak masalah dan teman-temannya telah hidup bahagia. Tapi ternyata ekspektasinya di luar dugaan, bukan hanya dirinya saja tapi kedua temannya juga mempunyai masalah. "

__ADS_1


"Kenapa hidup kita menjadi seperti ini. Dengar teman-teman, hidup ini sangat singkat." Jessy menunjuk kearah Luna. "Kamu, kalau kamu masih mencintai dia kembalilah ... memangnya kenapa kalau dia mantan suamimu, menikahlah lagi dengannya, jangan takut untuk berjuang atau kamu akan menyesalinya kelak."


Jessy kembali beralih, menoleh kearah Mishel yang duduk di sampingnya. "Dan kamu, carilah pria lain. Berhentilah mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, lupakan Adrian. Kamu cantik, berpendidikan dan anak pemilik yayasan. Kamu sempurna, berhenti merendahkan diri dengan mengejar pria yang tidak menginginkan kamu."


Jessy menyadarkan tubuhnya di sandaran sofa. Ia menatap langit-langit ruangan dengan perasaan campur aduk. Ia tersenyum begitu saja, saat ia dalam keadaan hancur, namun masih bisa nasihat untuk kedua temannya. "Lucu ya, hidupku saja berantakan tapi aku malah menasehati kalian ... tapi aku serius teman-teman. Mulai sekarang aku akan hidup lebih bahagia, begitu juga kalian."


"Aku bukan lagi wanita yang sempurna, apa aku masih pantas untuk bahagia," sahut Mishel tiba-tiba. Matanya mulai berkaca-kaca, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan saat memory tentang pemerkosaan itu kembali terputar dalam ingatan.


Jessy dan Luna saling menatap sejenak kemudian kembali beralih menatap Mishel yang sedang menangis. Melihat sahabatnya tiba-tiba seperti itu, Luna berpindah duduk di samping Mishel, begitu juga dengan Jessy yang mendekat seraya menepuk pundak Mishel.


"Hey, are you okey?" tanya Jessy.


Mishel mengusap air matanya, menatap kedua sahabatnya secara bergantian. Ia pikir ini adalah saat yang tepat untuk ia meluapkan semua beban yang selama ini ia pendam sendiri. Ia menatap Luna yang sedang duduk di sisi kirinya. "Kamu ingat saat aku meminta mu untuk menggantikan ku saat acara makan malam dengan Adrian?"


"Iya aku ingat, kenapa?" tanya Luna.


"Saat itu aku pergi dengan seorang pria ke sebuah club. Pria yang aku bilang padamu waktu itu. Tapi ternyata kamu benar Lun, pria itu hanya pria brensek." Mishel kembali menangis. Jessy dan Luna berusaha menenangkan sahabatnya.

__ADS_1


"Mis, ceritakan semuanya kepada kami ... apa pria itu mencampakan kamu, dia hanya menginginkan uang kamu atau apa, ayo katakan," ucap Jessy seraya menghapus air mata di sudut mata Mishel.


Mishel menatap Jessy seraya berusaha menahan tangisnya, "Bukan cuma itu Jes, tapi dia sudah ... memperkosa aku." Tangis Mishel kembali pecah. Jessy dan Luna terlihat sangat kaget, mata mereka mulai berkaca-kaca, karena nasib malang yang menimpa teman mereka.


"Laki-laki br*nsek ... kamu harus melaporkan ini ke polisi Mishel, dia harus di tangkap," ujar Jessy.


"Jes, tidak segampang itu, kamu tau sendiri kan bagaimana Papanya saat marah," sahut Luna.


"Ya, Luna benar ... aku hanya bisa diam saja, semua sudah terjadi, dia di tangkap pun tidak akan mengubah segalanya. Aku mau kalian tetap tutup mulut," ujar Mishel.


"Tentu saja, maaf karena saat kamu mempunyai masalah aku malah tidak tau dan membuat kamu kecewa, kita akan terus menjadi sahabat apapun masalahnya," ucap Luna dengan nada suara begetar karena menahan tangisnya.


"Terimakasih Luna, maaf karena aku sempat marah dan membuat mu kecewa," ucap Mishel.


"Its okey, aku mengerti ... kamu tenang saja, mulai sekarang kita akan saling menguatkan bagaimanapun keadaannya," ujar Jessy kemudian memeluk Mishel.


Tak mau ketinggalan, Luna juga ikut memeluk sahabatnya itu. Akhirnya semua masalah mereka luapkan satu sama lain. Tiga wanita dengan masalah yang berbeda, namun tetap dalam satu tujuan yaitu, mencari cinta sejati.

__ADS_1


Bersambung 💓


Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊😍


__ADS_2