MANTAN: Kisah Yang Tak Sampai

MANTAN: Kisah Yang Tak Sampai
Bab.27 (Fist love)


__ADS_3

Adrian sedang berdiri di depan gedung rancangannya. Matanya fokus memperhatikan para pekerja. Namun hati dan pikirannya tertuju pada orang lain. Bimbang, satu kata yang mampu menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini.


Sebuah proyek besar sedang menunggunya. Namun untuk pergi terasa begitu berat. Padahal kalau pun ia pergi paling hanya beberapa bulan saja dan ia bisa kembali lagi ke kota itu.


Perasaan yang ia miliki saat ini sama seperti saat pertama kali ia jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Luna, tak ingin jauh walau hanya sekejap. Hal itu membuat ingatannya kembali berputar di masa putih abu-abu awal mula kisah cintanya dengan sang mantan istri.


Flashback on.


POV ADRIAN.


Aku baru saja tiba di sekolah, saat memasuki pagar utama, tak sengaja ku lihat sebuah buku catatan kecil tergeletak di tanah. Di antara banyak siswa berlalu lalang, tak satupun siswa yang memperdulikan buku catatan itu, malah sepertinya sudah ada yang menginjaknya hingga sampulnya terlihat kotor.


Di sampul depan buku tertulis nama Luna Anandita, kelas dua belas jurusan IPA. Karena penasaran, ku buka buku catatan itu, terlihat di dalamnya tertulis PR untuk hari ini, aku pikir buku itu pasti sangat penting untuk gadis benama Luna dan aku memutuskan untuk mengembalikan buku itu.


Sesampainya di lantai dua sekolah aku bingung karena sebagai murid jurusan IPS aku tak banyak mengenal siswa ataupun siswi jurusan lain. Kebetulan aku berpapasan dengan seorang staf TU yang sedang melangkah berlawanan arah dengan ku, lansung saja aku menghampirinya.


"Permisi pak, saya mau tanya, Bapak kenal siswi yang bernama Luna Andita?"


"Oh Luna, itu kelasnya." Bapak itu menunjuk sebuah ruang kelas tak jauh dari tempat ku kami berdiri.


"Terimakasih pak, kalau begitu saya permisi."


"Iya sama-sama."


Aku melangkah dengan cepat menuju kelas itu saat jam di tangan hampir menunjukkan pukul delapan pagi. Saat sampai di ambang pintu, aku kembali kebingungan dan memutuskan untuk bertanya lagi.


"Di kelas ini ada yang bernama Luna?" tanya ku kepada seorang siswa laki-laki.


"Oh Luna, tunggu sebentar ya," pria itu berbalik membelakangi ku, "Luna! Pacar kamu nyariin nih."


"Hey! Aku bukan--" Belum sempat aku melanjutkan ucapku gadis bernama Luna itu sudah datang menghampiri ku.

__ADS_1


Saat itu juga mata ku terpana, gadis itu melangkah menghampiri ku dengan senyum manis, rambut lurus panjang terurai dan dia sangat cantik.


"Maaf teman ku memang jahil, ada apa ya, kamu siapa?"


Ucapnya membuyarkan lamunan indah ku, "Oh i-itu aku ... maksud ku." Entah kenapa aku menjadi grogi. Aku mencoba mengatur nafas ku, "Aku Adrian anak jurusan IPS, tadi di depan pagar aku menemukan buku catatan ini, apa ini milikmu?"


Dia terlihat sangat senang saat aku memperlihatkan buku itu kepadanya.


"Iya ini punyaku, terimakasih ya," ucapnya saat meraih buku itu dari tangan ku.


"Sebagai ucapan terimakasih, jam makan siang nanti, mau makan sama-sama? Aku yang traktir."


"Boleh, tentu saja aku mau," ucapku dengan sangat antusias, meski terkesan pamrih karena bukannya menolong dengan ikhlas, tapi entah kenapa aku ingin lebih mengenal dia lebih dekat dan mungkin saja lebih dari ini.


POV ADRIAN END.


Flashback off.


"Hallo?"


[Adrian, apa kita bisa bertemu sekarang? Ada hal penting yang ingin om bicarakan dengan kamu.]


"Baiklah dimana om ingin bertemu?"


...**...


Di tempat berbeda, setelah jadwal konsultasi selesai, Luna menghampiri Mika untuk mengajaknya makan siang bersama.


"Mik, makan siang yuk?"


"Yah gimana ya Dok, saya mau ke ruangan dokter spesialis kandungan, saya sudah mengatur janji sekarang."

__ADS_1


"Kamu sudah hamil?"


"Ah belum dok, saya cuma mau konsultasi untuk program kehamilan."


"Aisss, tidak sabar mau punya baby ya."


"Hehe, iya Dok saya sudah menikah selama dua tahun tapi belum hamil juga, jadi saya ingin konsultasi."


"Sebaiknya kalau mau konsultasi, ajak suami kamu juga karena masalah seperti itu harus di hadapi bersama."


Oh begitu ya Dok ... dia sibuk dan belum punya waktu, untuk sementara saya sendiri saja."


"Ya baiklah kalau begitu ... jangan lupa setelah jam makan siang kita ada jadwal operasi."


"Baik Dok."


Mika dan Luna keluar dari ruangan, karena Mika tidak bisa di ajak ia pun memutuskan untuk mengajak Mishel makan siang. Saat hendak meraih handel pintu, Mishel sudah keluar terlebih dahulu.


"Kamu mau kemana?" tanya Luna saat melihat Mishel terburu-buru.


"Luna, aku ada jadwal operasi di dadakan, kamu ingat teman Mama ku yang bernama Bu Arlita, dia mau mengoperasi bagian hidungnya lagi dan dia ingin melakukannya sekarang, kalau dia bukan teman Mamaku aku pasti sudah menolak," ujar Mishel yang terlihat kesal.


"Kamu sabar saja ... huhh tadinya aku ingin mengajak kamu makan siang, Mika juga sibuk. Aku makan siang sendiri," ucap Luna dengan raut wajah lemasnya.


"Makan siang dengan ku saja."


Tiba-tiba saja terdengar suara dari arah belakang, sontak Mishel dan Luna langsung menoleh dan ternyata orang itu adalah, Hendry.


Bersambung 💓


Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊.

__ADS_1


Maaf karena, Hari ini up-nya agak telat ya, semalam author ketiduran. Siang nanti lanjut 1-2 bab lagi ya. Oh iya yang mau baca versi ke-2 sang mantan dengan judul BELENGGU CINTA MASA LALU, tentunya alur berbeda bisa cek di profil author ya Terimakasih 🙏


__ADS_2