
Kisah dan filosofi pembuatan novel MANTAN KISAH YANG TAK SAMPAI.
Meski novel ini hanya cerita fiksi. Namun di balik pembuatannya terdapat kisah nyata seseorang yang berharap cinta pertamanya akan menjadi cinta sejatinya. Saat kenyataan tak sesuai ekspektasi, maka mimpi itu author wujudkan di dalam cerita novel.
Sedikit bercerita...
Apakah kalian masih ingat cinta pertama kalian? Ya, mungkin di antara kalian masih ingat sameone special yang membuat kalian mengenal apa itu cinta dan mengajari kalian arti, kehilangan.
Cinta pertama tidak selalu orang pertama yang menyandang status 'pacar' kadang kala kamu harus menemukan cinta pertama pada diri orang ke dua, ketiga dan mungkin ke empat.
Mungkin cinta pertama pernah di rasakan semua orang termaksud author sendiri. Pada suatu waktu di kala usia masih remaja, cinta pertama yang aku kenal adalah sosok yang luar biasa.
Sosok yang apa adanya dan ramah. Semua berawal dari satu komunitas yang sama, hingga akhirnya mempunyai ketertarikan yang sama. Kecocokan membuat kami memutuskan untuk memulai satu komitmen.
Kisah kami berjalan lancar selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya terputus karena ada mimpi 'Lain' yang sama-sama ingin kami kejar di jalan yang berbeda.
Aku pikir kami hanya akan terpisah sebentar, saling berkonsentrasi untuk mewujudkan mimpi masing-masing lalu kembali berjuang. Namun ternyata aku salah.
Sekian tahun terpisah tanpa saling tahu kabar masing-masing. Ternyata kisah kami telah benar-benar selesai, dia sudah punya kehidupan baru. Awalnya tak percaya tapi seketika aku sadar hidupnya adalah miliknya, bukan aku.
Roda kehidupan terus berputar. Kembali melanjutkan hidup adalah pilihan terbaik. Finally aku bertemu dengan cinta sejati ku meski orang itu bukan 'dia'. Aku hidup bahagia dan bersyukur memiliki apa yang aku miliki saat ini.
Mungkin kamu akan dengan mudahnya melupakan cinta kedua, ketiga dan cinta yang lain. Tetapi berbeda dengan cinta pertama, dia akan terus melekat dalam pikiran kamu.
Kenangan buruk atau baik yang di tinggalkan cinta pertama akan terus terkenang meski sudah sekian masa terlewati. Dan bagi ku juga begitu.
Meski dia sudah mencintai orang lain, aku masih berharap kisah yang tak sampai itu terselesaikan. Aku memutuskan untuk menulis kisah itu dengan imajinasi ku sendiri.
__ADS_1
Aku ingin mewujudkan mimpi yang tidak terselesaikan meski hanya dalam imajinasi ku sendiri. Kisahku perjalanan hidup ku, kini segala mimpi aku dan dia seolah terwujud di sini.
Untuk kamu yang sempat hadir ... aku harap kamu bahagia bersamanya. Biarkan aku melanjutkan hidup sebagaimana takdir yang di tentukan.
Aku menulis ini bukan karena aku belum bisa merelakan mu tapi ... aku hanya rindu. Cinta kita memang hanya cinta monyet, cinta yang hadir atas dasar rasa nyaman lalu jadian.
Tetapi kenangan yang kamu tinggalkan akan aku simpan sebagai pelajaran, bahwa di masa remaja ku ada pria hebat yang mengajarkan aku arti mencintai dan di cintai.
Untuk kamu yang sempat hadir. Aku harap aku dan kamu akan sama-sama bahagia meski di jalan berbeda.
Selesai.
Terimakasih yang sudah baca kisah singkat author 😁👋.
Yuk kembali ke kisah halu ku 👇
Klek.
"Luna juga Bu."
Ibu melepaskan pelukannya, lalu beralih memeluk calon menantunya, Adrian. Setelah beberapa saat Ibu melepaskan pelukannya dan terseyum kepada Adrian. "Sudah lama sekali kamu tidak ke sini, kamu pasti kaget saat melihat rumah ini, kamu tahu ini adalah--"
"Aku sudah menceritakan semuanya Bu, kalau desain rumah ini aku ambil dari gambar desainnya," sahut Luna tiba-tiba.
"Kalau begitu ayo kita masuk, kalian pasti lelah." Ibu membuka pintu lebar-lebar.
Adrian dan Luna masuk kedalam. Lagi-lagi Adrian di buat takjub dengan arsitektur bagian dalam yang juga sama persis seperti yang ia gambar dulu. "Ini semua ... wah kamu benar-benar mewujudkan semuanya?"
Luna hanya mengangguk perlahan lalu tersenyum kepada Adrian.
__ADS_1
"Kalian kok tidak bilang kalau mau datang, Ibu tidak punya persiapan ... apa Ibu ke pasar dulu ya." Ibu mulai panik karena hari ini di dalam tudung saji hanya ada ikan goreng dan sayur bening.
"Tidak usah repot-repot Bu, saya bisa makan apa saja. Tumis kangkung buatan Ibu juga sudah cukup," ujar Adrian.
"Tumis kangkung ya, kalau begitu Ibu ke belakang dulu metik kangkungnya." Ibu menoleh kearah Luna. "Lun, kamu antar Adrian ke kamar yang ada di lantai dua ya."
Tanpa mendengar ucapan dari Luna. Ibu segera bergegas pergi ke kebun belakang. Ibu terlihat sangat bersemangat karena kedatangan anak dan calon menantunya.
"Ah ibu selalu saja begitu," ujar Luna seraya memandangi kepegian Ibunya.
"Iya Ibu kamu selalu saja sebaik ini baik dulu ataupun sekarang," ucap Adrian.
"Ayo kita ke atas aku lelah mau istirahat,"ajak Luna seraya memijat-mijat tekuk lehernya.
"Ayo kita naik." Adrian meraih dua koper besar yang ada di hadapannya lalu melangkah menaiki tangga.
...**...
Menjelang petang. Ibu, Luna dan Adrian berjalan menuju TPU yang tak jauh dari rumah. Setelah masuk ke area pemakaman, wajah Luna mulai nampak berubah. Matanya mulai berkaca-kaca saat dari kejauhan ia melihat Nisan Bapak.
Sesampainya di depan makam, Luna dan Adrian duduk bersimpuh di samping makam bapak. Luna menyiramkan air dan juga menabur bunga. Ia tak kuasa menahan air matanya, jika mengingat momen-momen terkahir bapak sembilan tahun yang lalu.
Adrian menggenggam tangan Luna lalu beralih menatap Nisan Bapak. Pak, saya kembali lagi. Hari ini saya memohon restu untuk kembali meminang Luna. Maafkan kesalahan saya di masalalu. Biarkan kali ini saya menyelesaikan tugas saya untuk menjaga dan membahagiakan Luna. Saya berjanji tidak aka membuat anak Bapak bersedih lagi, tolong berikan Restu itu lagi pak, batin Adrian.
Luna kembali menyeka air matanya, ia menundukkan kepalanya seraya mengusap nisan bapak. Luna dan Adrian sepakat untuk memulai hubungan baru pak, aku yakin bapak pasti merestui kami. Maafkan kami karena dulu sudah membuat bapak marah dan kecewa, saat ini biarkan kami mencobanya lagi, aku berjanji akan menjadi istri yang baik pak, batin Luna.
Ibu hanya bisa menangis bahagia saat melihat Luna dan Adrian kembali bersama. Pak, restui mereka kembali, ibu yakin kali ini mereka pasti akan menemukan kebahagiaan yang lebih dalam hingga lupa kata berpisah, batin Ibu.
Bersambung 💓
__ADS_1
Jangan lupa like+Komen+vote ya readers 🙏